13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual

13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual

salutemondiale.web.id – 13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual, Kecerdasan emosional atau dikenal dengan Emotional Quotient [EQ] merupakan kemampuan seseorang dalam menilai, menerima, mengelola dan juga mengontrol emosi dirinya sendiri serta orang lain yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap sebuah hubungan atau informasi, sementara kecerdasan mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan valid pada sebuah hubungan.

Sedangkan kecerdasan spiritual yang tersusun dari dua kata memiliki arti kecerdasan yakni kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi khususnya yang menuntut kemampuan berpikir. Sedangkan kecerdasan bisa diartikan dengan kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu dan kemampuan dalam menangani situasi yang baru. Lalu, apa hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual? Berikut penjelasannya.
1. Cara Menghadapi dan Memecahkan Masalah
Hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang pertama adalah untuk membantu ketika menghadapi dan memecahkan masalah. Hubungan kedua kecerdasan ini sangat berguna untuk menilai jika tindakan atau jalan hidup seseorang lebih memiliki arti dibandingkan dengan individu lainnya.
2. Meningkatkan Fleksibilitas
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual bisa terlihat dari sikap hidup yang luwes dan fleksibel. Individu tersebut akan dengan mudah bisa membawa diri dan mudah menyesuaikan diri dengan banyak situasi yang sedang dihadapi, tidak kaki atau selalu memaksakan kehendak.
Bisa diibaratkan dengan air, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual akan mampu menyesuaikan diri dengan bentuk wadahnya sehingga lebih mudah mengalah dan bisa menerima banyak kondisi atau keadaan.
3. Memiliki Kemampuan Refleksi Tinggi
Individu yang mempunyai kecerdasan emosional dan spiritual akan mempunyai kemampuan refleksi yang tinggi. Ia akan cenderung bertanya mengapa atau bagaimana seandainya sebagai kelanjutan dari apa dan bagaimana.
Individu tersebut juga senang bertanya atau merenungkan beberapa hal yang fundamental seperti dari mana asal manusia ini dan kemana arah hidup manusia, dari mana alam semesta dan mengapa ada takdir dan nasib dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, individu tersebut juga akan mempunyai kemampuan tinggi dalam urusan analisis persoalan rumit dan juga persoalan metafisikan.
4. Memiliki Kesadaran Tinggi dan Lingkungan Tinggi
Hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual berikutnya adalah meningkatkan kesadaran diri seseorang. Kesadaran diri yang tinggi bisa diartikan jika seseorang sudah mengenal dirinya sendiri dengan sebaik baiknya. Individu tersebut sudah mampu mengendalikan diri sendiri seperti contohnya mengendalikan emosi dan berbagai dorongan lainnya.
Dengan mengenal diri sendiri, maka individu tersebut juga bisa mengenal orang lain, bisa membaca maksud dan juga keinginan orang lain. Kesadaran lingkungan tinggi meliputi kepedulian terhadap sesama, persoalan hidup yang dihadapi bersama dan juga peduli terhadap lingkungan alam seperti kecintaan terhadap flora dan fauna yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.
5. Meningkatkan Kontemplasi Tinggi
Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional yang tinggi juga akan memiliki kontemplasi yang tinggi yakni kemampuan untuk memperoleh inspirasi dari banyak hal, kemampuan untuk menyampaikan nilai dan juga makna pada orang lain dengan memberi inspirasi.
Selain itu, individu tersebut juga bisa mengamati banyak hal untuk bisa mengambil hikmah atau memperoleh inspitasi, mempunyai kreatifitas yang tinggi serta kemampuan inovasi yang berasal dari inspirasi yang sudah diperolehnya.
6. Memberikan Cara Berpikir Holistik
Berikutnya hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual adalah memberikan kemampuan berpikir secara holistik berarti bisa berpikir secara menyeluruh, mengaitkannya dengan banyak hal hal yang berbeda. Berpikir secara sistem, tidak terkotak kotak atau tersegmentasi.
Dengan cara berpikir holistik tersebut, maka terlihat hubungan antara satu hal dengan hal hal lainnya. Individu tersebut juga dapat menghargai perbedaan perbedaan dan bisa bersinergi. Ia akan berpikir jika segala sesuatu pada versi kecil yakni satu kesatuan sistem yang besar di mana kompnen komponennya akan saling mendukung sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri.
7. Bisa Menghadapi dan Memanfaatkan Penderitaan
Semua kesulitan hidup adalah ujian atau tempaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri seseorang. Untuk belajar melepaskan kelekatan duniawi, maka seseorang sebagai contohnya harus mengalami kehilangan barang, kehilangan orang yang sangat dicintai, kehilangan pekerjaan, jabatan dan segala hal yang berharga dalam hidupnya.
Sebaiknya, setiap orang bisa mengambil himah positif dari segala kejadian yang sudah dialami. Meski pada awalnya sakit hati pasti dirasakan karena sudah kehilangan sesuatu yang dimiliki, namun ketika memiliki kecerdasan emosional dan spiritual, maka nantinya seseorang bisa belajar untuk pasrah atau menerima kejadian yang sudah dialami tersebut.
8. Berani Melawan Arus dan Tradisi
Ada sebuah kebijaksaan yang berkata jika sebaiknya hidup seperti air yang mengalir yakni mengikuti kemana arus membawa kita pergi. Namun di sini kita ditantang untuk bisa melawan arus apabila memang diperlukan meski untuk melakukannya harus menghadapi perlawanan dari orang orang yang masih ingin mempertahankan tradisi tersebut.
Dalam kehidupan, kita ditantang untuk hidup seperti bunga teratai di mana meski hidup di atas lumpur, namun masih tetap dapat memperlihatkan keindahan tanpa harus tercemar oleh lumpur yang hanya bisa dilakukan ketika memiliki kecerdasan emosional dan spiritual berbeda dengan hubungan kecerdasan emosional dengan pengendalian diri.
9. Meminimalisir Kemungkinan Timbulnya Kerusakan
Untuk sekarang ini, kita semua sering mendengar tentang banyak bencana alam dan juga musibah yang terjadi di mana mana dan ini biasanya terjadi karena ulah dari manusia. Pemakaian bahan bakar terlalu berlebihan bisa menimbulkan efek rumah kaca sehingga bumi akan semakin panas dan akhirnya es kutub mencair, menaikkan permukaan laut kemudian menenggelamkan daratan yang rendah.
Selain itu, penebangan hutan yang dilakukan tidak terkendali juga bisa menyebabkan banjir lokal dan juga perubahan iklim dunia. Kecerdasan emosional dan spiritual merupakan kemampuan potensial untuk menjadikan diri sendiri agar bisa lebih menyadari dan juga bisa menentukan nilai, makna, moral, cinta dan juga kekuatan yang dimliki.
Dengan begini, maka individu bisa menempatkan diri dan hidupnya secara lebih positif, penuh dengan kebijaksanaan, kedamaian dan juga kebahagiaan yang hakiki. Kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional menjadi jalan untuk menuju sebuah kearifan untuk memperoleh kebahagiaan yang sejati.
10. Memberikan Manfaat Dalam Hubungan Sosial
Seseorang yang dihadapi dengan masalah ekstensi seperti ketika merasa terpuruk, terjebak karena kebiasaan, rasa khawatir pada masa lalu sebagai akibat dari kesedihan dan penyakit. Seseorang sadar jika memiliki masalah eksistensi juga membuatnya mampu untuk menangani atau setidaknya berdamai dengan masalah tersebut.
Hubungan dari kecerdasan emosional dan spiritual bisa memberikan seseorang sebuah rasa yang berhubungan dengan perjuangan hidup sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kepemimpinan. Kecerdasan emosional menjadi inti dari kesadaran seseorang dan hubungan hubungan tersebut bersama dengan kecerdasan spiritual membuat seseorang bisa menyadari siapa dirinya dan bagaimana individu tersebut memberikan makna terhadap keseharian pribadi dan juga seluruh dunia individu tersebut.
11. Mendukung Dasar Seorang Pemimpin
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual biasanya akan menjadi individu yang penuh dengan pengabdian, yakni menjadi seseorang yang bisa bertanggung jawab untuk membawa visi serta nilai yang lebih tinggi pada orang lain, bisa memberikan inspirasi pada orang lain sama halnya ketika memiliki hubungan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri.
Setiap individu nantinya bisa menjadi mandiri, proaktif, berpusat pada prinsip yang benar, digerakkan dengan nilai juga bisa membangun hubungan saling bergantung, kaya,langgeng sekaligus produktif dengan individu lain.
12. Meningkatkan Sikap Sesuai Agama atau Keyakinan
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan juga spiritual nantinya juga bisa mengerti maksud dari pelajaran kehidupan. Kesulitan yang dihadapi nantinya bisa semakin tumbuh sehingga dalam proses pematangan dimensi spiritual juga akan berpengaruh.
Kecerdasan emosional dan spiritual yang dimiliki nantinya bisa memajukan seseorang karena belajar dari kesulitan juga akan mengasah kepekaan terhadap hati nurani.
13. Menjadi Dasar Kehidupan
Emosional dan juga spiritual merupakan dasar dari pemahaman akan kehidupan sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kontrol diri. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual tinggi nantinya bisa menemukan makna atau memaknai dari segala sisi dalam kehidupan sehari hari.
Ujian nantinya hanya dipandang sebagai pendewasaan spiritual dan juga pemaknaan terhadap respons terhadap kehidupan. Nantinya, ruang di antara stimulus dan respons akan semakin besar yang kemudian membuat suara hati bisa terdengar semakin jelas.
Dalam penelitian dibuktikan jika kecerdasan emosional dua kali lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual untuk memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang. Ketika digabungkan dengan kecerdasan spiritual, maka akan membuat individu bisa belajar akan sesuatu dan menangani situasi situasi baru dengan lebih bijaksana. Demikianlah hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual menurut psikologi.
14 Cara Menerima Kritik Diri Anda Dengan Tenang

14 Cara Menerima Kritik Diri Anda Dengan Tenang

salutemondiale.web.id – 14 Cara Menerima Kritik Diri Anda Dengan Tenang, Terkadang tampaknya orang lain yang menerima kritik membangun dengan ramah tidak terpengaruh sama sekali dengan kritikan yang datang. Tampaknya mereka tidak pernah bergulat dengan diri sendiri ketika menerima umpan balik.

Kritik, apakah itu layak diterima atau tidak, baik dalam kehidupan pribadi atau profesional, penting atau coba – coba seringkali sulit untuk diterima. Tetapi belajar untuk menyerap dan mempelajari kritik yang datang adalah kunci dari kesuksesan. Kita semua perlu mengetahui bagaimana menerima kritik dengan baik. Sejujurnya tidak ada cara yang benar untuk menerima kritik dengan harga diri.

Kemampuan untuk memberi respons sopan kepada kritik adalah hanya salah satu kebiasaan berguna yang dapat dan perlu Anda kembangkan. Kita perlu memiliki telinga yang kuat untuk mendengar penilaian akan diri kita secara terus terang dan karena ada beberapa orang yang dapat menahan kritik langsung tanpa merasa kewalahan. Mereka adalah orang – orang yang berusaha mengkritik kita biasanya menampilkan tindakan persahabatan yang luar biasa. Beberapa cara menerima kritik tentang diri sendiri antara lain dapat Anda coba berdasarkan pembahasan di bawah ini.

1. Tahan reaksi Anda

Jika reaksi pertama Anda adalah untuk membalas orang yang memberi kritik atau menjadi defensif, ambil waktu sebelum menunjukkan reaksi apapun. Ambil nafas dalam dan pikirkan sedikit. Waktu mendinginkan diri akan memberi kita kesempatan berpikir sebelum bereaksi. Anda punya waktu paling tidak sedetik untuk menghentikan reaksi. Cobalah untuk tidak bereaksi sama sekali. Satu detik tampaknya tidak penting dalam kehidupan nyata, tetapi waktu tersebut adalah waktu yang digunakan oleh otak untuk memproses suatu situasi. Dan pada saat itu, Anda dapat menghentikan ekspresi wajah tidak menyenangkan atau reaktif dan mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang.

Baca juga : 13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual

2. Ingat keuntungan akan mendapatkan umpan balik

Waktu beberapa detik dalam cara menerima kritik tentang diri sendiri dapat Anda gunakan untuk secepatnya mengingatkan diri akan keuntungan menerima kritik yang konstruktif. Antara lain untuk memperbaiki keterampilan Anda, hasil kerja dan hubungan – hubungan dan membantu Anda untuk memenuhi harapan yang disematkan orang lain pada diri Anda. Memang akan sedikit menantang untuk menerima kritik dari orang lain, namun umpan balik yang akurat dan konstruktif bahkan bisa datang dari sumber yang kurang kita hargai.

3. Mendengarkan untuk memahami

Ketika Anda sudah siap untuk terlibat dalam dialog yang produktif sebagai seorang yang kompeten, maka dengarkan ketika seseorang berbagi umpan balik dengan Anda. Izinkan orang tersebut untuk berbagi pikiran mereka yang utuh tanpa interupsi. Ketika mereka selesai, ulangi apa yang Anda dengar. Pada titik ini, hindari menganalisa atau mempertanyakan penilaian orang tersebut. Sebaiknya Anda berfokus kepada memahami komentar dan perspektifnya untuk mendapatkan cara mengenali diri sendiri menurut psikologi dan juga cara fokus terhadap diri sendiri. Bisa saja orang tersebut juga gugup dan tidak dapat mengungkapkan pikiran mereka dengan benar.

4. Menyadari nilai kritik tersebut

Ketika kritik tiba, banyak orang berjuang untuk mengendalikan diri mereka pada saat itu dan bereaksi dengan kebingungan atau bahkan kemarahan. Beberapa orang bahkan menjadi defensif dan menyerang orang – orang yang mengkritik. Perilaku tersebut tidak akan mengarah kepada kesuksesan. Anda harus dapat melupakannya. Jika kritik membangun, lalu orang yang menyatakan kritik tersebut peduli kepada Anda dan berusaha membantu, tidak menyakiti Anda. Faktanya, kita membutuhkan kritik membangun untuk menemukan kelemahan dan area perbaikan karakter. Menerima kritik secara tenang akan membantu Anda untuk mempertahankan hubungan profesional dan mencapai tujuan lebih cepat.

5. Mengubah hal negatif menjadi positif

Kemampuan untuk menemukan hal – hal positif dalam perkara yang kebanyakan orang melihatnya sebagai satu hal yang negatif. Anda juga dapat melakukan hal yang sama dengan kritik: temukan hal positif didalamnya. Kritik terkadang datang dalam bentuk yang kasar dan kejam tetapi dalam sebagian besar kritik Anda dapat menemukan sebuah pengharapan berupa umpan balik yang jujur dan saran untuk perbaikan. Lihatlah kritik sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Dan tanpa perbaikan yang konstan, kita hanya akan berjalan di tempat.

6. Berterima kasih atas kritik tersebut

Cara menerima kritik tentang diri sendiri bisa Anda lakukan dengan berterima kasih kepada sang pemberi kritik, walaupun mereka menyampaikannya dengan kasar atau kejam. Mereka mungkin saja mengalami hari yang buruk atau mereka memang seorang yang negatif pada umumnya. Akan tetapi walaupun demikian, tingkah laku Anda yang berterima kasih mungkin akan membuat mereka lengah. Dan walaupun para pengkritik tidak menerima ucapan atau sikap berterima kasih Anda dalam cara yang bagus, hal itu masih patut dilakukan paling tidak demi diri Anda sendiri. Itu adalah cara untuk mengingatkan diri Anda sendiri bahwa kritik adalah suatu hal yang bagus untuk Anda, satu cara untuk menjaga diri tetap rendah hati.

7. Belajar dari kritik tersebut

Setelah melihat kritik dalam cara yang positif dan merasa berterima kasih karena kritik tersebut, jangan hanya melanjutkan kepada kegiatan sehari – hari Anda seperti biasa. Usahakan cara menerima kritik tentang diri sendiri dengan melakukan perbaikan pada diri. Ini adalah konsep yang sulit untuk sebagian orang, karena mereka selalu berpikir bahwa mereka benar walau bagaimanapun. Tetapi tidak ada seorangpun yang selalu benar. Bisa saja Anda salah dan kritik tersebut benar. Jadi lihatlah apa ada sesuatu yang bisa Anda lakukan untuk membuat diri semakin baik, melakukan cara tegas terhadap diri sendiri, cara percaya terhadap diri sendiri dan cara peduli terhadap diri sendiri .

8. Jadilah orang yang lebih baik

Terlalu banyak waktu terbuang ketika kita menerima kritikan sebagai suatu serangan pribadi, sebagai hinaan kepada diri kita. Kenyataannya, bukan selalu demikian. Terkadang memang kritik tersebut menyerang pribadi kita, tetapi cara menerima kritik tentang diri sendiri tidak harus melalui reaksi semacam itu. Anggaplah kritik itu datang kepada tindakan Anda dan bukan pribadi Anda. Jika Anda melakukan itu, Anda dapat memisahkan diri dari kritik secara emosional dan melihat apa yang harus dilakukan, itu akan baik untuk cara mengatasi depresi diri sendiri .

9. Alihkan perhatian Anda

Anda perlu mengenali kelemahan Anda pada perasaan ini dan mengingatkan diri sendiri dengan cara tertentu. Misal, dengan senyuman. Introspeksi perasaan Anda sendiri sebelum emosi menjadi lepas kontrol. Setelah itu alihkan perhatian Anda dengan melakukan sesuatu yang akan membuat Anda merasa lebih baik. Anda bisa melepaskan diri dari momen tersebut dan melepaskannya dari pikiran Anda, merasa lebih baik dan mampu melanjutkan hari Anda.

10. Merespon dengan baik

Jika Anda tidak setuju dengan pemberi kritik dan Anda yakin bahwa perasaan tersebut tidak hanya sekedar ego saja, maka Anda dapat mengatakan kepada orang tersebut. Tetapi daripada menggunakan nada marah, coba merespon dengan mengatakan sesuatu yang lebih asertif. Katakan sudut pandang Anda kepadanya dan pendapat Anda mengenai masalah yang dikritik tersebut. Cara bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan cara adil terhadap diri sendiri bisa Anda lakukan dengan menerima kritik sebagai suatu masukan positif.

11. Tuliskan perasaan Anda

Tuliskan apa yang mengganggu mengenai kritikan yang baru saja Anda terima, dan tuliskan apa yang kelihatannya berguna. Menuliskannya membuat kritik menjadi kurang terasa pribadi. Terkadang, akan membuat Anda merasa lebih baik untuk menulis surat kepada sang pengkritik untuk merespon kritik tersebut. Tetapi, tidak perlu dikirimkan. Anda dapat menyimpannya baik – baik atau membuangnya agar tidak dibaca orang lain, karena isinya adalah pikiran Anda yang pribadi.

12. Saring kritik Anda

Jangan langsung mempercayai semua kritik, tetapi jangan langsung menolaknya juga. Ketika Anda percaya pada semua kritik yang masuk, Anda akan merasa terlalu trauma hingga akan berhenti menempatkan diri di luar sana. Dan apabila Anda menolak semua kritik tanpa melihat kebenarannya, Anda akan menjadi tinggi hati. Pertimbangkan semua kritik dan uji kritik tersebut untuk melihat apakah hal itu benar. Pertimbangkan tidak dengan ego Anda, tetapi dengan pikiran yang objektif.

13. Periksa kebenarannya

Terkadang orang mengkritik orang lain padahal sebenarnya mereka sedang mengkritik diri sendiri, merefleksikan kepada Anda apa yang tidak mereka sukai mengenai diri sendiri. Kritik semacam ini tidak adil. Untuk itu Anda juga harus dapat mengetahui, kepada siapa sebenarnya kritik tersebut dialamatkan. Apakah diri Anda, atau justru berhubungan dengan diri si pengkritik itu sendiri.

14. Buang kritik yang merusak

Jika seseorang terus mendera Anda dengan kritik yang kejam atau apabila Anda menemukan kritik tersebut murni bukan mengenai diri Anda, abaikanlah. Jangan biarkan kritik yang tidak tepat sasaran meracuni pikiran dan jiwa Anda. Jika kritik tersebut tidak terasa benar, telaah dulu apakah memang benar demikian. Apabila kritik yang tidak terasa akurat tersebut datang dari orang dekat, Anda dapat menyatakan pikiran Anda secara jujur dan tanpa nada membela diri.

Tidak semua kritik yang datang adalah hal yang valid. Beberapa kritik datang karena ketidak tahuan atau berdasarkan praduga, beberapa hanya kritik yang kejam dan beberapa hanyalah kritik yang salah. Cara menerima kritik tentang diri sendiri perlu dilakukan dengan baik karena terkadang kritikan juga ada yang benar. Diatas semuanya, hal yang paling penting ketika menerima kritik adalah untuk melakukan sesuatu yang baik untuk diri Anda sendiri. Mungkin kedengaran konyol, tetapi membuka diri terhadap kritik juga dapat melukai Anda secara mental. Terkadang, memperlakukan diri dengan baik dapat membantu Anda untuk memahami lebih baik apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki diri.

15 Jenis Kecerdasan Pada Manusia

15 Jenis Kecerdasan Pada Manusia

salutemondiale.web.id – 15 Jenis Kecerdasan Pada Manusia, Kecerdasan merupakan anugrah yang diberikan untuk makhluk hidup yang memiliki otak untuk berfikir, misalnya pada hewan atau manusia. Kecerdasan merupakan kemampuan makhluk hidup dalam berfikir, menyelesaikan masalah untuk memenuhi kepentingan hidupnya.

Pada manusia, kecerdasan sering diartikan sebagai IQ yang menjadi tolak ukur kecerdasan berfikir seseorang. Namun, kecerdasan juga digolongkan dalam kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan lainnya. Kecerdasan manusia merupakan kecerdasan yang ditandai dengan kognisi, motivasi, dan kesadaran diri.

Melalui kecerdasan, manusia memiliki kemampuan kognitif untuk belajar tentang konsep, pengertian, mengaplikasikan logika, memberikan alasan, ide, rencana, pemecahan masalah, membuat keputusan, memberikan informasi, dan penggunaan bahasa dalam berkomunikasi. Kecerdasan juga yang membuat manusia dapat memiliki pengalaman dan pikiran. Banyak sekali tipe tipe kecerdasan lainnya yang mendukung kehidupan manusia. Berikut ini adalah macam macam kecerdasan pada manusia:

Intelegence of Word (Kecerdasan Mengolah Kata)
Macam – Macam Kecerdasan yang pertama adalah kemampuan mengolah kata. Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan berbahasa atau memahami bahasa baik tulis maupun lisan dengan sangt baik dan efektif. Orang yang memiliki kecerdasan mengolah kata ini pada umumnya pandai menghibur, meyakinkan orang lain dan berargumentasi dengan baik. Orang dengan kecerdasan ini juga menyukai membaca, menulis, berdiskusi. Orang dengan kecerdasan ini mengungkapkan keinginannya dengan cara yang tepat dan jelas dan singkat. Orang dengan kecerdasan ini baik pada pekerjaan yang melibatkan komunikasi pada orang banyak.

Baca juga : 14 Cara Menerima Kritik Diri Anda Dengan Tenang

Intelegence of Logic (Kecerdasan Logika)
Kecerdasan ini merupakan kecerdasan dalam berfikir secara logika dan mampu mengolah angka dengan baik. Orang dengan kecerdasan ini selalu berfikir rasional dan mampu memikirkan kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi secara logika. Mereka juga mampu memahami argumen lawan bicara secara logis dan memecahkan masalah dengan matematis menggunakan kecerdasan logika. Dalam penelitian, kecerdasan ini digunakan untuk hipotesa sebelum dilakukan uji.

Intelegence of Visual (Kecerdasan Visual)
Orang dengan kecerdasan visual memiliki tingkat kecerdasan yang mengacu pada gambar, ruang, bentuk, dan tentang gambaran perasaan. Orang dengan kemampuan ini dapat merekam apa yang dilihatnya dan mengingat dengan jelas gambaran aslinya, mereka juga mampu menggambarkan secara nyata visual yang ada di gambaran mereka. Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan melukis, potografi, arsitek, design, dan lainnya. Orang dengan kecerdasan ini memiliki tingkar seni yang tinggi.

Intelegence of Music (Kecerdasan Musikal)
Orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan yang baik dalam bermain musik, bernyanyi, memahami nada, dan menciptakan irama musik. Orang dengan kecerdasan ini memiliki suara yang merdu dan sangat baik. Mereka juga sensitif dengan nada nada musik dan sangat efektif apabila bekerja ditemani lantunan musik. Mereka berfikir melalui melodi dan irama.

Intelegence of Physical (Kecerdasan Fisik)
Kecerdasan fisik mencakup kemampuan atau kecerdasan dalam bergerak dan aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh, misalnya menari. Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan tubuhnya dengan sangat baik. Gerakan- gerakan yang dibuatnya juga terkoordinasi dengan baik dari pikirannya, mereka juga lincah dan memiliki kekuatan dalam setiap geraknya. Orang dengan kecerdasan ini juga memiliki kelenturan tubuh yang baik

Intelegence of People (Kecerdasan Intrapersonal)
Macam – Macam Kecerdasan lainya adalah kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini merupakan kecerdasan dimana orang pintar dalam memahami orang lain dan sensitif terhadap sekitarnya. Orang dengan kecerdasan ini mampu memahami perasaan orang lain dengan mudah. Orang dengan kecerdasan ini juga memiliki kemampuan dalam memimpin, berempati, dan mengatur orang lain. Orang dengan kecerdasan ini mampu mempelajari apapun dari orang lain dan mencontoh hal baik untuk dia lakukan.

Intelegence of Self (Kecerdasan Interpersonal)
Orang dengan kecerdasan in isangat peka dan mampu mengendalikan emosi pada diri sendiri. Orang dengan kecerdasan ini sangat memahami dirinya sendiri, memahami keinginannya dan mengendalikan seluruh perasaan pada dirinya sendiri. Orang dengan kecerdasan ini emiliki kemampuan khusus yang disebut kemampuan stationer. Kemampuan stationer adalah kemampuan untuk menjadi seseorang yang tetap netral dan sulit dipengaruhi oleh emosi, masalah, keinginan yang berasal dari luar.

Intelegence of Nature (Kecerdasan Natural)
Orang dengan kecerdasan natural ini memiliki kepekaan terhadap alam dan mencintai alam. Mereka baik dalam berhubungan dengan alam atau lingkungan dan senang memelihara hewan atau merawat tanaman. Orang dengan kecerdasan ini baik dalam bidang biologi.

Intelegence of Exixtence (Kecerdasan Intuitif)
Kecerdasan intuitif merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam insting. Orang dengan kecerdasan ini memiliki tingkat insting yang baik. Orang dengan kecerdasan ini mengetahui seseuatu hal tersebut benar atau salah melalui perasaan atau insting alami yang dimilikinya. Kecerdasan ini sangat peka terhadap kehidupan dan makna hidup.

Kecerdasan Numerik
Kecerdasan nurmerik mendasari kecerdasan logika. Orang yang memiliki kecerdasan numerik ini sangat menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan angka dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dalam menyelesaikan persoalan matematis. Orang dengan kecerdasan ini sangat tertarik dengan angka, data statistik, dan memiliki pemikiran yang tenang dan rasional. Orang dengan kecerdasan ini baik dalam pekerjaan yang berhubungan dengan hitung menghitung misalnya akuntansi, ekonomi, dan sebagainya.

Intelegence of Spatial (Psikologi)
Spatial intelegence hampir mirip dengan kecerdasan visual dimana seseorang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan atau skil mental dalam menyelesaikan masalah berdasarkan visualisasi suatu objek dari berbagai sudut pandang, dan mengetahui detail atau regoknisi gambaran. Intelegensi spatial ini menjadi lebih efektif dalam pemecahan masalah dalam area yang nyata, orientasi terhadap benda atau objek, dan investigasi.

Kecerdasan Emosional /Emotional Quotient (EQ)
EQ merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali emosi dalam dirinya sendiri dan mengenal perasaan orang lain. Kecerdasan ini dapat menjalin hubungan yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan ini akan memiliki perilaku sabar dalam menghadapi masalah, dapat menahan emosi, dan juga mampu memahami emosi orang lain. Orang dengan kecerdasan ini cenderung mementingkan kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri.

Kecerdasan Spiritual /Spiritual Quotient (SQ)
SQ merupakan kecerdasan spiritual yaitu orang memiliki kemampuan untuk mempelajari hal hal spiritual atau agama dan mengajarkannya pada orang lain melalui bimbingan, atau merencanakan seseuatu untuk tujuan hidupnya. Orang dengan kecerdasan ini juga mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan hidup yang dialaminya. SQ juga mampu membangun diri sendiri danorang lain secara utuh dan menyelesaiakan masalah dengan kaidah- kaidah dan nilai spiritual yang diyakini.

Adversity Quotient (AQ)
AQ merupakan kemampuan orang untuk mengatasi kesulitan kesulitannya dan mampu menilai suatu hal yang sekiranya akan mendatangkan masalah untuk dirinya. Orang yang memiliki kecerdasan AQ mampu mengatasi permaslahan dengan baik, meningkatkan mutu diri, dan mendorong inovasi. Orang dengan kecerdasan ini juga pantang menyerah dan tidak takut terhadap tantangan. Menurutnya tantangan merupakan peluang untuk menjadi lebih tinggi lagi.

Kecerdasan Sosial
Kecerdasan sosial juga disebut juga kecerdasan intrapersonal. Orang dengan kecerdasan ini sangat baik dalam hubungan dan interaksi dengan orang lain dan lingkungannya. Mereka mampu memahami situasi, kondisi, perasaan orang lain dan menempatkan dirinya sesuai pada situasi tersebut. Orang dengan kecerdasan ini sangat mudah diterima oleh masyarakat dan pandai dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Orang dengan kecerdasan ini mampu mengkoordinasikan orang orang disekitarnya dengan baik dan dipercaya.

Dimensi Psikologi Cinta

Dimensi Psikologi Cinta

salutemondiale.web.id – Dimensi Psikologi Cinta, Dalam dunia psikologi, ilmu pengetahuan mengenai cinta dibagi kedalam beberapa dimensi, walaupun dimensi ini tidak mutlak akan tetapi dipaercayai bahwa beberapa penggolongan mengenai perbendaharaan ruang-ruang dalam cinta sedikit banyak bisa disimpulkan secara logis, dan berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai cinta dan dimensinya.

Dominasi dalam Cinta
Mengenai pilihan kata dominasi yang secara langsung merujuk pada sesuatu atau dalam hal ini seseorang yang menonjol dalam sebuah hubungan, begitupun dalam beberapa penelitian psikologi mengenai cinta yang juga mengenal kata dominasi.

Sampai pada masa sekarang dalam kehidupan bermasyarakat selalu diibaratkan bahwa seorang laki-laki selalu menjadi pihak yang mendominasi pasanganya, sebagai kodrat bahwa seorang lelaki merupakan seorang pemimpin dalam sebuah hubungan. Seorang laki laki secara tidak sadar diserahi sebuah jabatan sebagai pemimpin dalam rumah tangga, dan bertanggung jawab untuk mengelola sebuah hubungan.

Baca juga : 15 Jenis Kecerdasan Pada Manusia

Akan tetapi, sesuai dengan perkembangan jaman, dominasi dalam hubungan tidak hanya bisa disandang oleh seorang laki laki. Pada dasarnya dominasi dalam cinta atau hubungan berasal dari sumber daya pribadi seorang individu dan tingkat ketergantungan dalam hubungan yang sedang terjalin. Ada kalanya seorang perempuan yang sangat disukai oleh seorang laki laki bisa menjadi pihak yang dominan begitupun sebaliknya.

Beberapa sumber yang menjadikan seseorang bisa mendominasi dalam cinta tidak hanya berpatok pada seberapa dalam perasaan seseorang akan tetapi bisa juga oleh beberapa faktor, seperti misalnya penghasilan yang lebih besar, tingkat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi, daya tarik fisik yang lebih tinggi, atau bisa juga karena adanya faktor kekerasan dan ancaman.

Dalam hal dominasi dalam cinta, ketika seseorang semakin dominan dalam sebuah hubungan maka akan berlaku bagi orang tersebut bisa mengatur dan mengelola hubungan tersebut

Penyingkapan Diri dalam Cinta
Penyingkapan diri dalam dunia psikologi dapat diartikan sebagai kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab kepada pasangan. Seseorang yang sangat mencintai pasangannya akan cenderung lebih banyak menyingkapkan diri pada pasangannya.

Semakin banyak hal-hal yang disingkapkan oleh pasangan dapat diartikan bahwa hubungan dari kedua pasangan tersebut semakin dalam. Orang-orang yang memiliki jangka waktu hubungan yang lama dan bertahan selama bertahun-tahun dapat dipastikan pasangan tersebut lebih sering terbuka pada pasanganya masing-masing.

Biasanya penyingkapan diri dalam menjalani hubungan tidak hanya pada hal-hal yang bersifat umum seperti kebiasaan buruk, perasaan yang dirasakan, peristiwa yang dialami, kisah masa lalu atau bahkan rahasia pribadi jika disingkapkan dengan pasangan akan menjadi sebuah kepercayaan tersendiri sehingga membuat pasangan lebih terikat satu sama lain.

Ada satu prinsip ydalam proses penyingkapan diri dalam menjalani hubungan, yaitu menyingkapkan diri sesuai dengan apa yang pasangan singkapkan juga. Keseimbangan dalam penyingkapan diri akan membuat hubungan cinta lebih nyaman karena tidak ada yang mendominasi dalam hal mengetahui dan menginformasikan diri dari pasanganya.

Komitmen dalam Cinta
Ketika dihadapkan dengan sebuah istilah perasaan yang dinamakan cinta, sebagian besar ahli psikologi akan mengungkapkan bahwa cinta merupakan sebentuk emosi yang dimiliki oleh manusia, dan sebagai mana bentuk emosi pada dasarnya yang sulit bertahan lama, padahal dalam hubungan percintaan semua pasangan berharap bisa bertahan selamanya.

Berawal dari hal tersebut, lahirlah sebuah komitmen yang dapat mengikat cinta agar dapat melewati pasang surutnya emosi manusia. Adanya sebuah komitmen bisa jadi dapat menjamin keberlangsungan hubungan cinta. Jika tidak mengenal komitmen, ketika cinta dihadapkan dalam sebuah konflik akan rawan adanya kegagalan dalam hubungan.

Dalam ilmu psikologi, komitmen diartikan sebagai keadaan psikologis ketika seseorang merasa terikat atau terhubung dengan orang lain, dan secara langsung akan mempengaruhi keputusan seseorang untuk meanjutkan atau mengakhiri sebuah hubungan. Ketika kedua pasangan memiliki komitmen yang tinggi maka pasangan tersebut akan merasa sangat terikat pada satu sama lain dan tidak memiliki keinginan untuk menyerah dan mengakhiri hubungan, mereka akan berupaya memperbaiki hubungan ketika menghadapi sebuah konflik.

Sebaliknya pasangan yang memiliki komitmen yang rendah terhadap satu sama lain akan cenderung sangan menyepelekan keterikatan yang terjalin diantara keduanya, mereka akan saling tidak menghargai satu sama lain, dan ketika ada sebuah konflik akan dengan sangat tergesa-gesa mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan.

Komitmen yang terjalin dalam sebuah hubungan pada umumnya merupakan sebuah hasil dari suatu proses ketimbang muncul secara spontan dan tiba-tiba. Komitmen akan muncul ketika pasangan merasa saling nyaman dan sama-sama memiliki kepuasan dalam menjalani sebuah hubungan.

Komitmen dalam psikologi cinta memiliki dua kategori, yang pertama adalah komitmen mendekat dan komitmen menghindar.

Komitmen Mendekat
Jenis komitmen yang ditandai dengan keinginan melanjutkan hubungan karena bisa mendapatkan sesuatu yang positif, misalnya dengan mempercayai bahwa dengan berkomitmen akan menjadikan kehidupanya lebih bahagia.

Komitmen Menghindar
Keinginan melanjutkan hubungan karena khawatir dampak negatif jika saja hubungan yang sedang dibinanya pada akhirnya bubar atau berakhir. Komitmen semacam ini bisa diartikan sebagi sebuah bentuk pertahanan diri, misalnya was-was atau khawatir jika saja tidak akan mendapatkan pasangan yang sepadan, takut kehilangan sumber finansial, atau ketakutan seperti tidak lagi mendapat perhatian dari keluarga atau orang-orang terdekat. Orang-orang yang memiliki tipe komitmen menghindar akan cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang rendah.

Kelekatan dalam Cinta
Konsep kelekatan dalam dunia psikologi merupakan sebuah konsep dasar, walaupun diluar dinia psikologi tidak begitu dikenal. Konsep ini menjelaskan mengenai hal mendasar yang ada dalam diri manusia tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Kelekatan dalam cinta sendiri memiliki tiga model yang umumnya dimiliki oleh seseorang, dan berikut merupakan penjelasannya.

  • Tipe kelekatan aman, orang yang memiliki tipe kelekatan aman akan cenderung memiliki kepercayaan yang penuh pada pasangan yan dicintainya. Selalu mencoba mendekat dengan pasangan yang dicintainya dengan mempertimbangkan akan tetap menjadi diri sendiri dimanata pasangannya.
  • Tipe kelekatan menghindar, orang yang memiliki tipe kelekatan menghindar pada umumnya akan mengalami suatu perasaan yang tidak nyaman ketika mengalami kedekatan dan keintiman dengan pasanganya. Tipe seperti ini juga akan cenderung enggan dan sulit memepercayai pasanganya dan berusaha menjaga hungan agar tidak terlalu intim.
  • Tipe kelekatan ambivalen, tipe kelekatan ini ditandai dengan dorongan untuk meleburkan diri sepenuhnya dengan orang yang dicintai, tipe ini akan cenderung merasa tidak bisa hidup tanpa adanya seseorang untuk dicintai, dan memiliki tingkat kecemasan yang tinggin akan ditinggal oleh pasangan, takut diabaikan, dan memiliki kekhawatiran bahwa sebenanya pasanganya tidak sungguh-sungguh mencintainya.

Kepuasan dalam Cinta
Sebagai hasil dari menjalani hubungan percintaan dengan orang lain adalah untuk mendapatkan kepuasan dalam hubungan. Sebagian penelitian menunjukan bahwa ketidak berhasilan dalam hubungan cinta pada umumnya tidak disebabkan oleh hilanganya cinta, akan tetapi karena ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan yang terbangun selama menjalani hubungan.

Hubungan yang memuaskan adalah hubungan cinta yang berjalan seperti yang diinginkan, memiliki kualitas hubungan yang tinggi, dan berlangsung selamanya. Berikut merupakan ciri-ciri umum hubungan yang memuaskan.

  • Adanya rasa cinta yang mendalam kepada masing-masing pasangan.
  • Adanya rasa suka pada pasangan yang didalamnya adalah menghormati satu sama lain dan memiliki kesamaan dengan pasangan.
  • Mengalami kepuasan pada saat menjalani sebuah hubungan, sepanjang hubungan tersebut berlangsung, hal ini salah satunya bisa dilihat dari perasaan aman dan nyaman ketika sedang berasa bersama pasangan.
  • Adanya kestabilan hubungan.

Selain ciri-ciri umum hubungan yang memuaskan, ada juga beberapa faktor yang menjadikan sebuah hubungan bisa menimbulkan kepuasan:

  • Adanya keadilan dan keseimbangan dalam hubungan.
  • Dalam menjalani sebuah hubungan kedua pasangan akan merasa dipahami dan dimengerti satu sama lain (Kindred spirit).
  • Mendapatkan hubungan cinta yang ideal bersama pasangan.
  • Memiliki strategi memecahkan masalah yang sama dengan pasangan.
  • Konflik dalam Cinta.

Bukan hanya dalam sebuah hubungan cinta, konflik merupakan sebuah hal yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Konflik dalam sebuah hubungan percintaan adalah hal yang lumrah dan pasti dialami semua pasangan, akan tetapi konflik yang dihadapi setiap pasangan pada umumnya hanyalah hal-hal kecil belaka akan tetapi dapat berimbas pada keretakan bahkan kegagalan hubungan.

Seiring dengan interaksi yang erat dalam berhubungan, semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama, dan semakan banyak kegiatan yang dilakukan bersama akan cenderung semakin banyak terjadinya konflik. Pada saat awal menjalin hubungan cinta pada umumny konflik belum timbul dan semakin lama perjalan hubungan dan semakin terjalin kedekatan yang erat konflik akan sering muncul

Berdasarkan sumber penyebabnya, konflik dapat dibedakan dalam 3 kategori besar, yaitu konflik yang bersumber dari perilaku spesifik pasangan, konflik yang bersumber dari norma peran, dan konflik yang bersumber karena disposisi pribadi, dan berikut merupakan penjelasan mengenai sumber penyebab konflik.

Konflik yang bersumber dari perilaku pasangan, misalnya berperilaku kekanak-kanakan, bertingkah jorok, membuat malu pasangan dan lain-lain.

Konflik karena norma peran, misalnya hal-hal yang terkait hak dan kewajiban pasangan yang terlibat, sumber konflik biasanya berasal dari kurang seimbangnya hubungan timbal bailk dan karena sebab ingkar janji.

Konflik karena disposisi pribadi, misalnya pasa saat seseorang berperilaku khas ketika menanggapi perilaku pasangan. Mereka akan marah akan sesuatu yang sebenarnya sepele misanya ketika pasanganya melalaikan tugas mencuci piring.

Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

salutemondiale.web.id – Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta, Cinta adalah satu perasaan yang dimiliki manusia yang sering dikatakan sebagai perasaan yang paling indah ketika dapat merasakannya. Beberapa orang menyatakan bahwa cinta merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada makhluknya. Dengan perasaan cinta seorang manusia dapat merasakan berbagai macam perasaan dalam satu waktu baik itu tertawa, bersedih, kesal, marah, suka cita, semangat, sampai menagis bahagia.

Semua yang didasari dengan perasaan cinta akan sulit dimasukkan dalam akal sehat manusia, namun apakah pernah terbesit dalam pikiran kita tentang bagaimana proses dan cara seorang manusia bisa merasakan jatuh cinta? Bagaimana perbedaan dan persamaan perasaan yang dialami oleh pria dan wanita ketika sedang mengalami jatuh cinta? Dan bagaimana dunia psikologi memandang fenomena jatuh cinta serta bagaimana keberadaan logis dari perasaan yang dinamakan cinta.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas secara lebih mendalam mengenai psikologi cinta, dan bagaimana dunia psikologi memandang cinta.

Baca juga : Dimensi Psikologi Cinta

Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

Cinta yang merupakan emosi dasar yang dimiliki oleh manusia. Sudah banyak diketaui orang bahwa cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat diterjemahkan dalam beberapa pengertian. Hal ini karena setiap orang pasti memiliki kesan tersendiri mengenai perasaan yang dinamakan cinta. Walaupun pada saat ini para ahli dan pakar di bidang psikologi telah berhasil menemukan pengertian tentang apa yang disebut dengan cinta tersebut.

Ketika kita ingin memahami dan mengerti tentang perasaan yang dinamakan cinta yang merupakan persaan dasar yang dimiliki oleh manusia tidaklah semudah membayangkannya.

Menurut sejarah tentang cinta, sejak jaman dahulu banyak orang yang ingin memahami dan mengerti tentang apa yang disebut sebut sebagai cinta. Namun, pada akhirnya adalah sebuah kesimpulan bahwa yang dinamakan cinta adalah kompleks, misterius, tidak berwujud, dan sangat sulit untuk dipahami maknanya secara keseluruhan.

Teori Cinta dalam Dunia Psikologi
Dalam beberapa kasus, cinta dapat dirumuskan menggunakan teori. Beberapa ahli psikologi berhasil mengelompokan tentang apa yang sebenarnya semua orang ingin tahu mengenai kemisteriusan dari perasaan yang hampir semua orang dapat merasakanya, entah dari orang tua, kekasih, teman, atau lainnya. Dan berikut merupakan teori-teori cinta menurut para ahli.

1. Teori Antara Menyukai dan Mencintai

Teori cinta pertama yaitu mengenai sekat antara persaan menyukai dan mencintai yang dikemukaan oleh seorang ilmuan dan pakar psikologi dunia yang bernama Zick Rubin. Dalam teorinya mengenai menyukai dan mencintai, Rubin menjelaskan bahwa perasaan cinta yang dimiliki oleh manusia itu sebenarnya terbentuk dari tiga perasaan turunan yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman.

A. Perhatian

Zick Rubin menyatakan bahwa akan ada saatnya seseorang mengalami suatu keadaan dimana orang tersebut memiliki sebuah perasaan mendalam untuk seseorang, orang tersebut akan merasakan suatu pengalaman perasaan dimana dia sangat menyukai ketika menghabiskan waktu bersama orang yang selalu ada dipikirannya dan selalu ingin berada didekat orang tersebut. Tetapi dalam tahap ini, perasaan yang dirasakan oleh orang tersebut masuk dalam kategori perasaan menyukai, dan bukan sesuatu yang bisa disebut dengan cinta.

B. Kasih Sayang

Menurut Rubin, perasaan cinta sejatinya adalah suatu perasaan yang jauh lebih dalam dan kuat termasuk keinginan untuk tetap selalu bersama orang yang kita sukai. Seseorang yang sedang dalam perasaan menyukai akan senang dangan hanya kebersamaan yang mereka miliki. Sedangkan orang yang dalam tahap perasaan mencintai akan memperhatikan orang yang dicintainya seperti memperhatikan dirinya sendiri.

C. Keintiman

Sedangkan yang dimaksud dengan kasih sayang adalah keinginan untuk menerima kontak fisik serta kasih terhadap orang yang dicintainya, kasih sayang bisa dijelaskan dengan adanya keintiman dan kebersamaan serta sikap saling membagi antara keinginan dan perasaan dua orang tersebut. Penjelasan tersebut dikemukaan secara utuh oleh pakar psikologi Zick Robin.

2. Teori antara Kasih Sayang dengan Gairah

Teori psikologi cinta yang kedua dikemukakan oleh seorang ilmuan dan pakar psikologi yang bernama Elaine Hatfield, menurutnya cinta dibagi menjadi dua persaan yaitu kasih sayang dan gairah.

Pertama cinta sebagai kasih sayang, Hatfield menjelaskan bahwa cinta kasih sayang didasari pada perasaan dan tingkah laku saling menghormati, menghargai, keterikatan, serta kepercayaan, cinta yang berupa kasih sayang biasanya tercipta dari berkembangnya perasaan antara dua orang yang saling pengertian, dan saling menghargai satu sama lain.

Sedangkan yang dikategorikan dengan cinta gairah adalah mengarah pada sesuatu yang didasari pada keadaan emosi yang kuat dan ketertarikan seksual. Ketika dasar dari emosi macam itu membara, maka orang yang dalam kategogi cinta akan merasa terpuaskan.

Walaupun begitu, ilmuan Elaine Hatfield menjelaskan bawa cinta yang hanya didasari gairah biasanya akan berakhir pada dendam dan kebencian. Hatfield sendiri memiliki pendapat bahwa cinta yang didasi oleh gairah semata tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama dan hanya bertahan pada kisaran waktu enam sampai tiga pluh bulan saja.