Jangan Takut Lagi Sama Kanker Usus

Jangan Takut Lagi Sama Kanker Usus

salutemondiale.web.id Kanker adalah sesuatu yang amat sangat harus untuk ditakuti,apalagi jika itu menyerang organ pencernaan kita. Berikut ini adalah apasaja yang kita butuhkan untuk menghadapi kanker usus tersebut

Penyebab kanker usus
Penyebab dari kanker sampai saat ini belum dapat dipastikan. Namun, perkembangan kanker diketahui dimulai dari terjadinya mutasi DNA dalam sel-sel tubuh yang sehat.DNA berisi serangkaian informasi yang memberi tahu apa yang harus dilakukan oleh sel di usus. Sel-sel sehat umumnya berfungsi menjaga tubuh Anda bekerja normal. Namun, ketika DNA sel yang sehat jadi rusak akibat mutasi, sel-sel tersebut akan terus membelah secara ganas dan membentuk tumor.Mutasi dari banyak gen berbeda biasanya diperlukan untuk sampai bisa menyebabkan kanker usus.Seiring waktu, sel-sel kanker dapat menyebar dan menghancurkan sel dan jaringan normal lain di dekatnya.Meski penyebab utamanya belum diketahui, namun faktor risiko tertentu seperti genetik dan gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker.

Dua jenis kanker usus
Kanker bisa bertumbuh di bagian mana pun dari usus Anda.Namun umumnya, jenis kanker usus terbagi menjadi dua mengikuti anatomi usus dalam pencernaan manusia.

1. Kanker usus kecil
Usus kecil bertanggung jawab untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan yang Anda makan. Usus kecil juga membantu sistem imun melawan bakteri dan virus yang masuk ke tubuh Anda bersama makanan.Mutasi sel dapat bermula di duodenum (usus 12 jari), jejunum (bagian tengah melingkar), dan ileum (bagian terakhir).Kanker usus kecil termasuk jenis kanker langka.

2. Kanker usus besar
Usus besar adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan yang menyatu dengan rektum dan anus.Kanker usus besar dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, penyakit ini lebih sering memengaruhi orang dewasa di usia tua.Kanker pada awalnya dapat berwujud sebagai gumpalan kecil non-kanker (jinak) yang disebut sebagai polip di dalam usus besar.Seiring waktu tanpa pengobatan yang tepat, polip dapat berkembang mengganas menjadi kanker.Kanker dapat berkembang di bagian mana saja dari usus besar. Usus besar itu sendiri berukuran sekitar 5-6 meter, yang memiliki tiga bagian, yaitu sekum (cecum), kolon, dan rektum (rectum).

3. Kanker kolorektal
Ketika kanker di usus besar menyebar sampai ke rektum, kondisi ini disebut dengan kanker kolorektal. Kanker kolorektal juga bisa dimulai sebaliknya, dari rektum dan menyebar ke usus, atau terjadi bersamaan.Rektum atau rektal letaknya sangat dekat dengan usus besar. Rektum itu sendiri adalah saluran pembuangan terakhir yang mengangkut feses dari usus besar menuju anus.

Baca Juga : Obat Herbal Pencegah Osteoporosis

Cara mendiagnosis kanker usus:
Kanker hanya bisa didiagnosis oleh dokter dan dipastikan lewat serangkaian pemeriksaan medis.Pertama-tama dokter mungkin akan menanyakan gejala apa saja yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda selama ini, serta riwayat medis dalam keluarga.Jika Anda memang benar dicurigai terkena kanker usus, dokter akan menyarankan Anda melakukan serangkaian tes berikut:

1. Tes pemindaian
Tes ini dapat memperlihatkan gambaran bagian dalam usus Anda. Dengan begitu, dokter dapat melihat apakah benar ada kemunculan benjolan tumor yang dicurigai kanker atau tidak. Pemindaian juga dapat sekaligus memberi tahu dokter apakah kanker telah menyebar.Jenis tesnya dapat termasuk sinar-X, CT scan, atau MRI.

2. Endoskopi
Dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi untuk melihat bagian dalam kerongkongan, perut, dan usus Anda. Untuk melakukan endoskopi dokter akan memasukkan endoskop, selang tipis seperti tabung yang memiliki cahaya dan kamera di ujungnya.Anda akan diberikan obat untuk menenangkan rubuh Anda saat dimasukkan selang dalam prosedur ini.

3. Kolonoskopi
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan kolonoskop, sebuah selang fleksibel yang dilengkapi dengan senter, kamera, dan pisau bedah mikro untuk mengambil jaringan di usus.Alat kolonoskop akan dimasukkan melalui anus, lalu ke rektum, dan ke saluran usus. Di saat yang sama pula, dokter akan memompa karbon dioksida agar gambar usus lebih jelas terlihat.Selama skrinig kolonoskopi, setiap pertumbuhan abnormal pada usus besar dan rektum akan dilihat. Apa ada pertumbuhan abonormal, itu juga bisa dihilangkan dengan alat yang ada di tabung kolonoskopi.Saat menjalani tes ini, umumnya pasien akan diberikan obat sedasi yang bertujuan untuk menenangkan tubuh pasien.

Related posts