Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

salutemondiale.web.id Salah satu hormon yang paling penting untuk pria adalah hormon testosteron.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Testosteron adalah hormon yang memengaruhi penampilan pria dan perkembangan seksualnya, seperti merangsang produksi sperma dan dorongan seks. Selain itu, hormon ini juga dapat membentuk massa otot dan kekuatan, hingga perubahan karakter saat memasuki masa puber.

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh mungkin saja mengalami kekurangan testosteron. Namun, bukan hanya faktor usia yang dapat memengaruhi produksi testosteron, banyak hal-hal lainnya yang dapat memengaruhinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda pria mengalami kekurangan testosteron. Berikut ulasannya!

Beberapa Tanda Pria Kekurangan Testosteron
Faktanya, produksi testosteron dapat menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Disebutkan sekitar 2 dari 10 pria yang sudah berusia lebih dari 60 tahun cenderung memiliki testosteron yang rendah. Angka tersebut meningkat menjadi 3 dari 10 pria ketika usianya telah mencapai 70 hingga 80 tahun.Untuk kisaran yang normal, testosteron seorang pria umumnya sekitar 300 hingga 1.000 nanogram per desiliter (ng/dL). Jika hasil pemeriksaan yang dilakukan di bawah angka tersebut, dapat dipastikan kamu mengalami kekurangan testosteron pada tubuh. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah tes testosteron serum untuk melihat tingkat peredaran hormon tersebut.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, kamu mungkin mengalami beberapa tanda apabila tubuhmu kekurangan hormon testosteron. Meski begitu, tanda-tanda pria kekurangan testosteron rendah sering kali tidak begitu kentara. Namun, kamu bisa mengetahuinya dengan melihat beberapa gejala berikut:

1. Dorongan Seks Rendah
Tanda kekurangan hormon testosteron pada pria yang pertama adalah menurunnya dorongan seks. Hal tersebut karena testosteron memainkan peran penting pada libido pada pria. Memang umumnya pria yang telah berumur akan mengalami penurunan dorongan seks. Namun, seseorang yang mengalami kekurangan testosteron kemungkinan akan mengalami penurunan libido yang lebih drastis.

2. Sulit Ereksi
Seseorang mungkin saja mengalami kesulitan untuk ereksi ketika tubuhnya kekurangan hormon testosteron. Memang hormon tersebut tidak menyebabkan ereksi, tetapi dapat merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan reaksi kimia yang dibutuhkan agar ereksi terjadi. Saat kadar testosteron terlalu rendah, pria tersebut mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau ereksi spontan. Walau begitu, kelainan ini mungkin saja disebabkan oleh gangguan lainnya.

3. Volume Air Mani Rendah
Mungkin saja kamu tetap mampu untuk ereksi, tetapi hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah air mani yang dihasilkan. Seseorang yang mengalami kekurangan testosteron dapat menghasilkan air mani yang lebih sedikit. Hal tersebut terjadi karena kurangnya dorongan dari hormon tersebut dalam produksi air mani.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kekurangan testosteron, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca Juga : Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

4. Kerontokan rambut
Testosteron juga memainkan peran penting pada beberapa fungsi tubuh, termasuk juga produksi rambut. Botak adalah hal yang alami dari penuaan bagi banyak pria. Namun, jika seseorang mengalami kekurangan kadar testosteron, risiko untuk mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah dapat terjadi.

5. Kelelahan
Pria yang mengalami kekurangan testosteron mungkin saja merasakan kelelahan ekstrem dan penurunan tingkat energi. Sehingga, kamu mungkin kerap merasa lelah sepanjang waktu, meskipun sudah cukup tidur. Selain itu, kamu juga dapat merasa sulit termotivasi untuk berolahraga.

6. Kehilangan massa otot
Dikarenakan testosteron memainkan peran dalam membangun otot, maka pria yang kekurangan testosteron mungkin mengalami penurunan massa otot. Disebutkan bahwa testosteron dapat memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu terkait kekuatan atau fungsinya.

Itulah beberapa hal yang dapat terjadi sebagai tanda dari kekurangan testosteron pada pria. Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya langsung memeriksakan diri. Apabila kelainan tersebut benar adanya, pengobatan dini dapat dilakukan segera.

Dari banyaknya jenis hormon, hormon testosteron merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Testosteron sendiri sering dianggap sebagai “hormon pria”, yang diproduksi di bagian testis. Ia memiliki beragam fungsi. Salah satunya memengaruhi bentuk tubuh pria. Contohnya, lingkar pinggang.

Lingkar pinggang seorang pria tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja. Sebab, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar hormon. Terapi hormon testosteron pada seorang pria bisa berpengaruh pada lingkar pinggangnya. Kata seorang profesor kedokteran dan onkologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengurangan jumlah lemak perut pada pria yang diberi testosteron.

Meski dikenal sebagai “hormon pria”, namun hormon ini juga dimiliki oleh wanita yang berfungsi untuk meningkatkan hasrat seksual dan pengatur suasana hati.

Nah, hormon ini memerlukan keseimbangan jumlah agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi, apa jadinya bila terdapat gangguan testosteron dalam tubuh? Misalnya, jumlahnya yang menurun atau terlalu banyak?

Ciri-Ciri Gangguan Testosteron
Hormon ini sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Dalam dunia kedokteran, kondisi saat pria mengalami penurunan kadar hormon ini disebut dengan hipogonadisme. Sayangnya, banyak pria yang enggak menyadari gejala hipogonadisme ini. Nah, berikut beberapa ciri ketika pria mengalami gangguan testosteron (jumlahnya berkurang):

Kehilangan kekuatan tubuh.Gangguan ereksi.Penurunan libido dan kehilangan gairah seksual.Sering mengantuk setelah makan.Sering merasa lesu dan letih.Mengalami gangguan ereksi.Rambut-rambut di tubuh mulai rontok (tak hanya di kepala).Massa otot tubuh berkurang.Lingkar pinggang makin bertambah.

Gangguan testosteron tak hanya berupa berkurangnya jumlah hormon ini saja. Sebab, kelebihan hormon ini juga bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Misalnya, testis mengkerut, kulit berminyak dan jerawatan, serta meningkatnya jumlah sel darah merah dan hemoglobin.

Sedangkan dampak menurunnya kadar hormon testosteron, pada psikis lain lagi ceritanya. Dampaknya bisa berupa gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, dan masalah pada memori serta konsentrasi. Selain itu, pengidapnya juga cenderung merasa depresi atau sedih.

Gangguan Testosteron Pada Wanita
Kadar hormon testosteron yang rendah pada wanita juga bisa memicu berbagai keluhan. Misalnya, mengurangi libido atau gairah seksual. Sedangkan jumlah testosteron yang tinggi lain lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan kelebihan rambut di dalam tubuh, timbul jerawat, klitoris membesar, ukuran payudara mengecil, peningkatan massa otot, suara menjadi berat, dan siklus menstruasi.

Nah, bila dirimu merasakan adanya beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah tanyakan pada dokter perihal kadar testosteron tubuh. Normalnya, kadar hormon testosteron pada wanita berkisar 8–60 nanogram per desiliter. Sementara pria memiliki 400–700 nanogram per desiliter. Sedangkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi, adalah 300 nanogram per desiliter.