Berbagai berita kesehatan umum, anak, reproduksi dan seks, kecantikan dan kebugaran, penyakit menular, dan produk serta layanan kesehatan di Indonesia.

Beberapa Cara Mengatasi Gatal Akibat Diabetes

Beberapa Cara Mengatasi Gatal Akibat Diabetes

Salutemondiale.web.id – Tentunya bagi sebagian orang, gatal-gatal adalah kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh sensasi gatal yang akan hilang dengan sendirinya setelah digaruk atau dibiarkan begitu saja. Masalahnya adalah, bagi penderita diabetes, gatal-gatal bisa menjadi penyebab masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Diabetes bisa membuat sensasi gatal dan kulit kering

Diabetes tak hanya akan memicu kenaikan kadar gula darah dengan drastis. Dalam realitanya, ada banyak sekali sistem dan organ tubuh yang ikut terpengaruh akibat masalah kesehatan ini, termasuk kulit kita. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang akhirnya mengganggu kinerja sistem saraf yang akhirnya berimbas pada produksi sitokin dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebagai informasi, jika sampai produksi hormon sitokin berlebihan, bisa memicu peradangan, termasuk pada kulit. Hal ini akan memicu sensasi gatal-gatal, kering, hingga pecah-pecah pada kulit. Bagi orang biasa, sensasi gatal atau kulit kering ini memang tidak akan menjadi masalah, namun bagi penderita diabetes, sensasi gatal dan kulit kering jika sampai digaruk atau tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan munculnya luka atau lecet-lecet yang berbahaya.

Masalahnya adalah tingginya kadar gula darah akan menurunkan fungsi sistem pemulihan luka. Meski lukanya terlihat kecil atau sepele, bisa jadi hal ini akan memicu infeksi yang kemudian berujung menjadi amputasi, komplikasi yang memang sering terjadi pada penderita diabetes.

Mengatasi gatal-gatal yang terjadi pada penderita diabetes

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk tidak sembarangan menggaruk kulit kering atau gatal-gatal demi mencegah munculnya luka dan infeksi. Mereka harus bisa menahan diri untuk tidak melakukannya. Berikut beberapa cara mengatasi gatal akibat diabetes.

Melakukan latihan pernapasan

Penderita diabetes sangat disarankan untuk melakukan latihan pernapasan atau meditasi. Hal ini bisa membantu menurunkan stres yang bisa mempengaruhi kadar gula darah. Dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, maka gejala gatal-gatal atau kulit kering bisa dicegah. Selain itu, hal ini juga bisa membantu mengatasi keinginan berlebih untuk menggaruk sensasi gatal pada kulit.

Baca Juga : Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Perhatikan waktu mandi

Mandi bisa membantu menjaga kesegaran dan kebersihan tubuh. Selain itu, hal ini juga bisa membantu menjaga kulit tetap lembab dan mengatasi masalah kulit kering, namun jika kita mandi terlalu lama, yakni hingga melebihi 15 menit, bisa jadi risiko untuk terkena masalah kulit kering akan meningkat.

Dampak ini bahkan akan semakin terasa jika kita mandi dengan menggunakan air hangat. Hal ini disebabkan oleh pori-pori yang akan semakin melebar dan akhirnya menurunkan kadar minyak alami pada kulit. Hal inilah yang akhirnya memicu masalah kulit kering dan gatal-gatal.

Mandi sebaiknya dilakukan selama 5 hingga 10 menit saja. Selain itu, sebaiknya kita memilih sabun yang bisa menjaga kelembapan kulit, bukannya yang bisa memicu masalah kulit kering.

Memakai krim pelembap

Setelah mandi, oleskanlah krim pelembap pada kulit demi mencegah masalah kulit kering. Selain krim yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran, kita juga bisa menggunakan bahan alami seperti gel lidah buaya, minyak zaitun, serta susu.

Mengendalikan pola makan

Penderita diabetes harus menjaga pola makannya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Selain itu, mereka juga sebaiknya memperbanyak konsumsi asam lemak omega 3 yang bisa menjaga kesehatan kulit. Makanan-makanan dengan kandungan ini adalah ikan laut, tahu, biji chia, dan beberapa jenis sayuran seperti bayam.

Memakai humidifier

Kita bisa memasang humidifier atau pengatur kelembapan udara di dalam ruangan demi mencegah masalah kulit kering dan gatal-gatal.

Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Salutemondiale.web.id – Kalian semua tentunya pasti pernah mengalami yang namanya perut kembung, bukan? Kondisi ini ditandai dengan perut yang terasa penuh, mual, dan ingin buang angin, baik itu melalui lubang anus (kentut), atau mulut (sendawa). Perut kembung adalah kondisi yang identik dengan gangguan pada sistem pencernaan. Namun, apa penyebab perut kembung tersebut sebenarnya? Simak informasinya berikut ini.

Penyebab Perut Kembung (Karena Makanan?)

Sebelum membahas lebih lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu bahwa yang dimaksud perut kembung adalah ketika saluran pencernaan diisi oleh gas atau udara dalam jumlah yang melebihi batas normal. Lantas, apa yang memicu terjadinya peningkatan jumlah gas atau udara tersebut?

Berikut adalah penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui.

1. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau jika diterjemahkan berarti refluks asam lambung, adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab perut kembung dan mual.

GERD, sesuai dengan namanya, menyerang organ lambung. Penyakit ini dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebih, pun ditambah menurunnya fungsi katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Perut kembung menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung atau GERD ini, di samping sejumlah gejala khas lainnya seperti:

  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada (heartburn)
  • Mulut terasa pahit
  • Tenggorokan sakit
  • Cegukan

2. Makanan

Sejumlah jenis makanan disinyalir sebagai penyebab perut sering kembung. Predikat ‘penyebab perut kembung’ yang disematkan pada makanan-makanan tersebut didasari fakta bahwa mengonsumsinya dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh sehingga berujung pada kondisi perut kembung.

Makanan-makanan yang dimaksud di antaranya:

  • Apel
  • Plum
  • Kacang polong
  • Kubis
  • Brokoli
  • Makanan yang mengandung gula buah (fruktosa)
  • Makanan yang mengandung gula alkohol (sorbitol)

Baca Juga : Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

3. Intoleransi Laktosa

Perut kembung yang sering dialami mungkin saja disebabkan oleh sistem pencernaan Anda yang kesulitan dalam mencerna jenis-jenis makanan yang mengandung laktosa. Kondisi yang dikenal sebagai intoleransi laktosa ini pun menjadi salah satu penyebab perut kembung yang paling umum.

Intoleransi laktosa sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh National Institute of Child Health and Human Development, diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi enzim laktosa. Apabila Anda mengalami perut kembung pasca mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa seperti susu dan produk olahannya, maka itu berarti Anda mengalami intolerasi laktosa tersebut.

4. Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Konstipasi atau biasa kita menyebutnya dengan istilah ‘sembelit’ adalah kondisi di mana tubuh kesulitan untuk mengeluarkan feses alias buang air besar (BAB). Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang serat, salah makan, hingga stres.

Selain sulit buang air besar, perut kembung adalah salah satu gejala sembelit yang dirasakan oleh penderitanya.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit di mana terjadi iritasi pada usus besar sehingga menyebabkan usus besar tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendorong feses keluar secara optimal.

IBS atau iritasi usus besar menjadi salah satu penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Selain perut kembung, IBS juga ditandai oleh gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Perut kram
  • Perut nyeri
  • Mual
  • Kentut terus-menerus
  • Lemas
Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Salutemondiale.web.id – Jika Anda melihat bintik putih pada sisi kiri atau kanan kerongkongan, bintik tersebut bisa saja merupakan batu amandel. Penyebab batu amandel dapat berasal dari serpihan makanan, kotoran, dan bahan lain yang mengeras bersama kalsium.

Batu amandel biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di sisi tenggorokan. Lantas, apa sebenarnya yang memicu pembentukan batu amandel?

Penyebab terbentuknya batu amandel

Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan (kerongkongan). Jaringan ini berfungsi untuk memerangkap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

Masing-masing jaringan amandel diselubungi oleh lapisan sel mukosa berwarna merah muda seperti bagian dalam mulut Anda. Permukaannya terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta.

Penyebab munculnya batu amandel bisa berasal dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta. Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak.

Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan memadat dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batu amandel dengan tekstur yang keras. Batu amandel dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak.

Batu amandel biasanya berwarna putih atau kekuningan. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Hanya ada sedikit kasus di mana batu amandel tumbuh melebihi ukuran tersebut.

Baca Juga :

Batu amandel dan kebersihan mulut

Banyak orang menduga bahwa kebersihan mulut merupakan penyebab utama dari terbentuknya batu amandel. Padahal, tidak demikian. Anda tetap dapat memiliki batu amandel walaupun rajin merawat kebersihan mulut.

Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel justru adalah struktur amandel itu sendiri. Batu amandel dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel dengan banyak kripta.

Kondisi ini membuat amandel memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang dalam. Kotoran pun lebih mudah terperangkap dan menumpuk sehingga Anda akan lebih sering bermasalah dengan batu amandel.

Cara mencegah terbentuknya batu amandel

Penyebab terbentuknya batu amandel berasal dari kondisi dan struktur amandel itu sendiri. Tidak ada cara alami yang benar-benar efektif mencegah pembentukan batu amandel.

Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi.

Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur. Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel.

Batu amandel lebih sering muncul pada penderita radang amandel. Jika Anda mengalami kondisi ini atau sering bermasalah dengan batu amandel, operasi pengangkatan amandel mungkin bisa menjadi solusi.

Operasi adalah tindakan yang besar untuk sekadar mengatasi penyebab batu amandel, kecuali jika batu amandel menghambat fungsi pernapasan dan menelan. Sebagian besar batu amandel bahkan dapat hilang dengan sendirinya.

Jadi, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih untuk menjalani operasi pengangkatan amandel. Dokter biasanya akan menyarankan opsi ini ketika cara lain tidak dapat mengatasi masalah batu amandel yang Anda alami.

Cara Aman Mengobati Diare di Rumah

Cara Aman Mengobati Diare di Rumah

Salutemondiale.web.id – Bolak-balik BAB lebih dari tiga kali sehari dengan feses yang encer adalah tanda Anda kena diare. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa badan lemas, kram perut, dan kembung meski tidak makan. Diare bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak sampai lansia dewasa sekalipun. Lalu, adakah cara mengatasi diare yang aman di rumah?

Cara mengatasi dan mengobati diare di rumah

1. Minum banyak cairan

Minum banyak cairan menjadi cara mengatasi diare secara alami yang terbukti aman.

Asupan air diperlukan oleh tubuh selama diare karena gejalanya dapat membuat Anda dehidrasi dan kekurangan cairan. Apabila saat diare Anda sampai terkena dehidrasi, akibatnya bisa berisiko parah.

Cara ini penting bagi semua orang yang kena diare, namun perlu lebih ditekankan pada bayi dan anak kecil serta lansia. Bayi, anak kecil, dan lansia adalah kelompok orang yang rentan mengalami dehidrasi.

Sumber cairan terbaik selama Anda sedang sakit diare adalah air putih. Namun, Anda juga bisa minum minuman elektrolit atau cairan oralit yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Cara mengatasi diare dengan oralit bahkan dikatakan lebih efektif daripada minum air saja.

Jika tidak bisa pergi ke luar rumah, Anda bisa membuat cairan IDN Poker elektrolit sendiri dari campuran air, gula, dan garam. larutan ini dapat membantu usus lebih efisien menyerap kelebihan cairan dalam feses. Alhasil, tekstur feses akan lebih padat dan dapat dikeluarkan lebih teratur.

Cairan elektrolit juga penting untuk meningkatkan aktivitas otak saraf, kontraksi otot, dan pembuatan jaringan baru di dalam tubuh Anda.

Selama masih diare, hindari minum minuman yang dapat semakin mengiritasi saluran pencernaan, seperti:

  • Minuman berkafein seperti kopi atau teh
  • Alkohol
  • Minuman berkarbonasi atau minuman bersoda
  • Minuman yang sangat panas

2. Makan makanan sehat rendah serat

Saat diare menyerang, ada baiknya mengonsumsi makanan berkarbohidrat yang rendah IDNPlay serat dengan rasa tawar (hambar; tidak terlalu berbumbu). Ini supaya perut Anda terpicu untuk mual atau mulas akibat rasa yang tawar. Makanan ini juga disarankan karena dapat memberikan energi dan membantu memadatkan tinja.

Cara mengobati diare lewat pola makan yang seperti ini disebut dengan diet BRAT. Diet BRAT dapat membantu menghasilkan lebih banyak feses yang padat. Anda hanya perlu makan:

  • Banana atau pisang
  • Rice atau nasi (nasi merah atau nasi putih)
  • Apple sauce atau saus apel
  • Toast atau roti tawar panggang (tanpa olesan)

Selain empat jenis makanan di atas, ada pilihan makan berserat lain yang mudah didapat dan diolah sebagai cara mengatasi diare di rumah, seperti:

  • Kentang
  • Selai kacang
  • Daging ayam tanpa kulit

Diet BRAT harus dilakukan dengan benar. Cara mengatasi diare dengan diet BRAT hanya boleh dilakukan untuk 2-3 hari saja sampai frekuensi BAB Anda lebih baik.

Diet ini tidak boleh dilakukan terlalu lama karena tidak mengandung nutrisi yang cukup dan seimbang untuk tubuh.

Baca Juga : Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

3. Mengonsumsi minuman, makanan, atau suplemen probiotik

Mengonsumsi makanan atau minuman probiotik dapat menjadi cara alami untuk mengatasi diare.

Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Probiotik berguna mendukung kontraksi usus dan membantu melawan infeksi pada saluran pencernaan.

Probiotik dapat Anda temukan dalam yogurt atau makanan fermentasi lainnya, seperti tape atau kimchi dari Korea.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik yang dijual di toko obat atau secara online untuk membantu mengobati diare.

4. Hindari makanan yang membuat diare makin parah

Cara mengobati diare agar tidak semakin parah adalah dengan menghindari makanan tertentu.

Makanan yang harus dihindari adalah makanan yang pedas, digoreng, berminyak, dan yang mengandung pemanis buatan (permen, minuman kemasan, dsb). Makanan-makanan ini umumnya tidak bisa dicerna dan diserap dengan baik jika Anda sedang diare. Kopi serta susu dan produk olahannya seperti es krim juga perlu dihindari sampai diarenya sembuh.

Anda juga harus menghindari buah-buahan dan sayuran yang dapat memicu kembung, seperti:

  • Kacang polong
  • Beri
  • Brokoli
  • Kubis
  • Kol bunga
  • Buncis
  • Jagung
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang polong
  • Paprika

5. Minum teh chamomile

Minum teh chamomile bisa menjadi cara alami untuk mengobati diare yang bisa Anda coba di rumah, ungkap sebuah penelitian dari India.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Medicine Reports ini menunjukkan chamomile dapat membantu mengatasi kembung, sakit perut, dan mual akibat diare. Teh chamomile juga diyakini dapat mempercepat proses penyembuhan diare.

6. Makan dalam porsi kecil

Saat terserang diare, jangan makan dengan porsi yang terlalu banyak. Makan dengan porsi kecil tapi sering menjadi cara mengatasi diare yang aman.

Pasalnya, usus Anda terus dipaksa bekerja ekstra keras selama diare. Apabila Anda menambah beban kerja usus dengan langsung makan banyak, yang ada diare jadi lama sembuhnya.

Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

Salutemondiale.web.id – Bau mulut memang mengganggu. Selain tak nyaman, bau mulut juga bisa bikin nyali ciut untuk sekadar mengobrol dengan orang di sekitar. Namun, jangan biarkan bau mulut mengganggu aktivitas Anda. Sejumlah obat medis dan alami di bawah ini dapat dicoba untuk menghilangkan bau mulut membandel.

Obat alami untuk bau mulut

Setiap orang pasti pernah mengalami bau mulut. Beberapa orang ada yang menyadarinya tanpa perlu diberi tahu. Sementara lainnya mungkin mengalami masalah ini bertahun-tahun tanpa pernah tersadar.

Penyebab kondisi ini pun ada banyak. Mulai dari kebersihan gigi yang buruk hingga tanda dari suatu penyakit. Apa pun itu, bau mulut harus segera diatasi.

Beragam obat alami ala rumahan di bawah ini dapat Anda coba untuk atasi bau mulut yang membandel.

1. Rajin sikat gigi

Penyebab paling sering dari bau mulut adalah gigi yang kotor. Maka, cara paling sederhana untuk menumpas bau mulut adalah dengan rajin sikat gigi setiap hari.

Pastikan Anda menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam sebelum tidur, ditambah setelah makan.

Agar gigi dan mulut benar-benar terjamin bersih, Anda juga butuh flossing. Flossing adalah teknik membersihkan sela-sela gigi dengan benang. Flossing dapat menghilangkan sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela gigi dan sulit dijangkau bulu sikat.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin membersihkan lidah menggunakan alat penggosok lidah. Ingat, lidah Anda juga sumber bakteri, lho! Bila Anda jarang membersihkannya, bakteri akan terus menumpuk hingga menyebabkan mulut berbau tak sedap.

2. Banyak minum air putih

Jarang minum air putih akan membuat mulut Anda kering. Akibatnya, produksi air liur di dalam mulut pun terganggu. Bila produksi air liur di dalam mulut berkurang, sisa makanan akan menumpuk di dalam mulut dan membuat bau.

Air liur justru penting untuk membantu melembapkan mulut dan membilas sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Nah, banyak minum air putih merupakan solusi terbaik untuk mencegah mulut kering. Hal ini secara tidak langsung juga jadi obat alami untuk menghilangkan bau mulut. Aroma napas Anda pun jadi lebih segar alami.

3. Makan buah apel

Buah apel juga bisa jadi obat alami untuk membantu menghilangkan bau mulut. Ya, selain kaya serat yang bikin cepat kenyang, apel juga bisa membuat napas jadi lebih segar.

Mengunyah buah apel dapat membuat mulut lebih banyak menghasilkan air liur. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko mulut kering, si penyebab utama bau mulut.

Anda juga bisa makan buah pir supaya produksi air liur Anda melimpah.

4. Yogurt

Sejumlah penelitian menunjukkan yogurt dapat dijadikan obat alami untuk membantu meredakan bau mulut. Kandungan probiotik dalam yogurt ampuh untuk membasmi bakteri jahat di dalam mulut.

Lebih jauh, probiotik dalam yogurt juga mampu menurunkan kadar hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri jahat. Hidrogen sulfida inilah yang menyebabkan keluarnya bau tidak sedap dari mulut Anda.

Pilihlah yogurt yang plain alias tanpa rasa. Yogurt dengan beragam rasa cenderung mengandung gula tambahan, yang dapat mengundang bakteri dalam mulut.

Baca Juga : Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Obat medis untuk menghilangkan bau mulut

Ada pula pilihan obat medis yang bisa Anda coba untuk menghilangkan bau mulut. Berikut daftarnya:

1. Obat kumur

Selain harus rajin sikat gigi dan flossing setiap hari, Anda juga bisa pakai obat kumur untuk menghilangkan bau mulut.

Anda dapat menggunakan obat kumur yang mengandung cetylpyridinium chloride (Cepacol) dan chlorhexidine (Peridex). Kedua senyawa tersebut dapat membantu mengurangi senyawa penyebab bau tak sedap di mulut.

Ada banyak obat kumur dengan berbagai merek di pasaran. Namun, obat kumur yang mengandung chlorhexidine dan cetylpyridinium chloride umumnya hanya tersedia dengan resep dokter. Sementara hidrogen peroksida biasanya dijual bebas di apotek atau swalayan.

Baik dengan atau tanpa resep dokter, selalu gunakan obat kumur sesuai aturan yang dianjurkan. Obat yang digunakan sembarangan dapat menyebabkan efek samping berbahaya.

Maka dari itu, selalu baca dengan teliti petunjuk pemakaian setiap obat yang akan Anda gunakan. Bila Anda tidak paham betul dengan aturan pakainya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter.

2. Pasta gigi khusus

Pasta gigi yang Anda gunakan dapat menentukan seperti apa aroma napas Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride sebagai obat untuk menghilangkan bau mulut.

Fluorida adalah mineral alami yang berguna untuk menjaga dan melindungi gigi dari kerusakan. Menurut Hadie Rifai, juru bicara dari American Dental Association, pasta gigi terbaik adalah yang mengandung minimal 1.000 ppm fluorida.

Pasta gigi yang mengandung triclosan juga dapat membantu mencegah pertumbuhan plak penyebab bau mulut dan penyakit gusi.

Pastikan pasta gigi yang Anda beli sudah mendapat persetujuan dari American Dental Association atau BPOM RI.

3. Semprotan penyegar napas

Obat semprot penyegar napas dapat digunakan untuk menghilangkan bau mulut membandel di saat-saat mendesak.

Caranya praktis. Anda cukup menyemprotkannya langsung ke rongga mulut. Tunggu sebentar, kemudian bau mulut pun menghilang dan napas Anda menjadi lebih segar.

Pastikan obat semprot yang Anda beli sudah terdaftar oleh Badan POM untuk memastikan keamanannya.keamanannya.

Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Salutemondiale.web.idPsoriasis membuat kulit Anda memiliki bercak merah, tebal, dan bersisik. Kondisi ini merupakan gangguan imun. Meski tidak menjadi pemicu langsung, cuaca panas, udara kering, dan paparan sinar matahari berlebihan dapat memperburuk gejala psoriasis. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang cukup ampuh untuk mengatasi gejala psoriasis pada cuaca panas.

Cara mudah mengatasi gejala psoriasis saat cuaca panas

Langkah utama dalam mengatasi gejala psoriasis ketika cuaca panas adalah mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Untuk menunjang pengobatan, Anda juga bisa melakukan tips berikut ini.

1. Menjaga kelembapan kulit

Kulit penderita psoriasis lebih rentan mengalami kemerahan, kering, dan gatal saat cuaca panas. Kondisi ini tentu memperparah gejala dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara paling sederhana untuk mengatasi gejala psoriasis ketika cuaca sedang panas adalah dengan menjaga kelembapan kulit.

Mengutip National Psoriasis Foundation, penderita psoriasis dapat menjaga kelembapan kulitnya dengan cara berikut:

Mengoleskan krim atau salep khusus tanpa kandungan pewangi dan alkohol. Gunakan setiap sehabis mandi, membersihkan muka, dan mencuci tangan.
Mandi dengan air bersuhu suam-suam kuku.
Hindari sabun, sampo, atau produk sejenisnya yang mengandung pewangi.
Berendam dengan campuran air dan garam Epsom untuk mengatasi kulit kering dan gatal.
Batasi waktu mandi selama 15 menit agar kulit tidak kering.

2. Tidak menggaruk kulit yang gatal

Menggaruk bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi psoriasis, apalagi ketika cuaca sedang panas dan membuat kulit kering.

Kulit Anda justru bisa terluka dan mengelupas. Bekas luka garuk akibat psoriasis pada kulit kepala bahkan dapat membuat rambut cepat rontok.

Cobalah oleskan krim mengandung asam salisilat untuk meredakan gejala tersebut. Asam salisilat mampu melembutkan bercak pada kulit yang terasa gatal, tapi jangan menggunakannya secara berlebihan atau terlalu lama.

Baca Juga : Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

3. Membatasi waktu terkena sinar matahari

Sinar matahari memang bermanfaat meredakan gejala psoriasis pada sebagian penderita. Sayangnya, terlalu lama berada di bawah matahari bisa membuat kulit Anda terbakar yang akhirnya akan memperburuk gejala psoriasis.

Untuk itu, jangan lupa menggunakan tabir surya setiap kali bepergian pada cuaca panas. Gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih setiap dua jam sekali selama berada di luar. Tetaplah waspada terhadap tanda-tanda kulit terbakar matahari.

Konsultasikanlah dengan dokter Anda, berapa lama sebaiknya Anda berada di bawah matahari untuk mendapatkan manfaatnya.

4. Mengenakan pakaian longgar yang berbahan ringan

Pakaian ketat dan tebal akan memerangkap panas. Tubuh pun meningkatkan produksi keringat untuk mendinginkan kembali suhu kulit. Bagi beberapa penderita, keringat bisa memicu gejala psoriasis dan membuatnya semakin parah.

Anda dapat mengatasi gejala psoriasis dengan mengenakan pakaian longgar berbahan ringan. Jenis pakaian ini membuat kulit Anda tetap bernapas dan tidak berkeringat secara berlebihan. Lindungi pula kepala dan wajah Anda dengan mengenakan topi.

5. Mengelola stres dengan baik

Saat stres, sistem kekebalan tubuh melepaskan lebih banyak senyawa kimia yang memicu peradangan. Peradangan dapat menyerang berbagai bagian tubuh, tak terkecuali kulit Anda.

Maka dari itu, pengelolaan stres menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi gejala psoriasis. Cobalah melakukan kegiatan yang Anda gemari, seperti yoga, berolahraga, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional bila perlu.

Psoriasis adalah penyakit yang dapat dipicu oleh banyak faktor, dari faktor medis berupa infeksi hingga yang sulit dihindari seperti cuaca panas. Gejala penyakit ini pun bisa begitu parah hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Inilah sebabnya setiap penderita perlu memahami cara mengatasi gejala psoriasis. Selain meredakan gejala saat cuaca panas melanda, ragam cara tersebut juga akan membantu mencegah munculnya gejala di kemudian hari.

Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

Salutemondiale.web.id – Hampir setiap orang rasanya pernah punya sariawan. Di mana pun kemunculannya, sariawan dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyiksa. Selain karena tergigit, sariawan ternyata juga bisa disebabkan oleh beragam kondisi lain yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Penasaran apa saja? Yuk, ketahui beragam penyebab sariawan dalam ulasan berikut.

Berbagai hal penyebab sariawan

Sariawan adalah luka terbuka yang muncul di sekitar jaringan lunak dalam mulut, seperti lidah, gusi, pipi, dan langit-langit mulut.

Umumnya sariawan berbentuk bulat atau oval. Bagian tengahnya biasanya berwarna keputihan atau kekuningan, sementara tepiannya berwarna kemerahan.

Kemunculannya bisa hanya di satu bagian atau beberapa buah sekaligus. Tidak seperti herpes mulut, sariawan bukanlah penyakit yang menular dan cenderung mudah diobati.

Biasanya, seseorang mengalami sariawan akibat lidah dan pipi yang tidak sengaja tergigit. Namun, ternyata ada banyak hal lain yang tanpa disadari dapat menyebabkan sariawan.

Berikut berbagai penyebab sariawan yang perlu Anda ketahui.

1. Menyikat gigi terlalu keras

Anda mungkin merasa semakin mengerahkan tenaga untuk menyikat gigi hasilnya terjamin lebih bersih dan kinclong.

Padahal, menyikat gigi terlalu keras malah dapat menyebabkan gusi dan jaringan lunak di dalam mulut terluka hingga mungin berdarah. Alhasil, timbullah sariawan.

Penting untuk dipahami bahwa rongga mulut Anda terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Itu sebabnya, gesekan dan benturan keras yang mengenai mulut sangat mungkin menyebabkan sariawan.

Ingat! Anda memang dianjurkan untuk rajin sikat gigi. Namun, pastikan bahwa Anda menyikat gigi dengan teknik yang tepat dan benar. Tak perlu buru-buru dan terlalu kencang ketika menyikat gigi.

Sikatlah gigi Anda dengan lembut dan perlahan. Selain gigi dan gusi senantiasa sehat, Anda pun terhindar dari risiko sariawan.

2. Baru pasang kawat gigi

Setiap prosedur medis tentu memiliki efek samping. Nah, salah satu efek samping dari pasang kawat gigi yang paling umum adalah sariawan. Biasanya sariawan muncul di minggu awal pemakaian atau setelah kawat gigi dikencangkan.

Gesekan antar kawat atau bracket dengan sisi dalam pipi, gusi, lidah, atau bibir dapat menyebabkan luka. Luka inilah yang menjadi penyebab sariawan.

Rasa nyeri akibat sariawan karena pakai behel dapat dikurangi dengan berkumur air dingin. Mengompreskan es batu di bagian mulut yang bermasalah juga dapat mengurangi nyeri dan peradangan di mulut.

Baca Juga : Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

3. Mulut kering

Anda mungkin tak pernah mengira bahwa selain membuat napas bau, mulut kering juga bisa jadi penyebab sariawan.

Jika mulut Anda kering, maka bakteri dan kuman akan lebih mudah untuk tumbuh dan berkembang di sana. Pertumbuhan bakteri dan kuman yang tidak terkendali inilah yang membuat Anda lebih rentan mengalami peradangan atau infeksi di mulut.

Guna mencegah mulut kering, pastikan Anda banyak minum air putih setiap hari. Tidak ada takaran pasti seberapa banyak Anda harus minum. Pada prinsipnya, minumlah setiap kali Anda merasa haus.

4. Kekurangan vitamin

Sering sariawan tanpa sebab? Bisa jadi penyebabnya karena Anda kekurangan vitamin B.

Ya, asupan vitamin B-3 (niasin), vitamin B-9 (asam folat), dan vitamin B-12 (cobalamin) yang rendah bisa menjadi penyebab sariawan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa asupan zinc, kalsium, dan zat besi yang rendah dapat memicu atau bahkan memparah sariawan.

Pada dasarnya, ketika Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, fungsi respon imun akan menurun. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda sangat mudah terkena sariawan.

Maka dari itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda dengan baik. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral setiap hari.

5. Alergi makanan

Coba ingat-ingat lagi makanan yang Anda makan belakangan. Barangkali Anda mengonsumsi makanan yang tidak sengaja memicu reaksi alergi. Tak hanya membuat sekujur tubuh jadi gatal-gatal, alergi makanan juga bisa jadi penyebab sariawan.

Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon makanan yang sebenarnya tidak berbahaya. Ada banyak sekali jenis alergi makanan. Namun, susu, telur, cokelat, dan makanan laut merupakan sejumlah makanan yang paling sering memicu alergi.

Menghindari makanan pemicu alergi merupakan cara terbaik untuk mencegah sariawan.

6. Iritasi di mulut

Suka makan makanan yang asam dan pedas? Hati-hati. Kedua jenis makanan ini dapat menjadi penyebab sariawan, lho! Bahkan, makanan yang serba pedas dan asam juga dapat memperburuk gejala sariawan yang Anda alami.

Kenapa begitu? Faktanya, makanan yang terlalu asam dan pedas dapat mengiritasi jaringan lunak di dalam mulut. Nah, hal inilah yang memicu luka di mulut.

Ternyata bukan hanya makanan yang jadi penyebabnya. Iritasi di mulut juga bisa disebabkan karena Anda mengunyah tembakau.

Penggunaan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate juga dapat menyebabkan hal serupa. Maka, coba teliti lagi kandungan pasta gigi yang Anda gunakan setiap hari.

Bagi beberapa orang, kandungan sodium lauryl sulfate di dalam pasta gigi dapat menyebabkan iritasi yang pada akhirnya memicu sariawan.

7. Perubahan hormon

Tahukah Anda bahwa wanita lebih mungkin mengalami sariawan dibandingkan pria? Tanpa disadari, perubahan hormon yang dialami wanita ketika menstruasi bulanan, kehamilan, dan menopause bisa jadi penyebab sariawan.

Ya, perubahan hormon progesteron pada masa-masa tersebut memengaruhi sirkulasi darah di area mulut. Hal ini menyebabkan jaringan lunak di dalam mulut lebih sensitif.

Bahkan tak hanya sariawan. Perubahan hormon di masa-masa tersebut membuat wanita lebih rentan mengalami berbagai masalah mulut. Misalnya saja, gusi meradang, bengkak, dan berdarah.

Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

Salutemondiale.web.id – Varises merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana terjadi pembengkakan pembuluh vena yang muncul di permukaan kulit pada bagian kaki. Namun tak menutup kemungkinan kalau varises bisa muncul di anggota tubuh lainnya.

Varises disebabkan oleh pembengkakan atau pelebaran pembuluh vena yang disebebakan adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Umumnya varises ditandai dengan pembuluh vena yang berwarna ungu atau biru gelap, dan tampak bengkak atau meninjol di kulit.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkakn laki-laki. Banyak faktor yang bisa menyebabkan munculnya varises di kulit. Beberapa faktor yang bisa menjadikan seseorang mendapatkan varises karena pertambahan usia, berat badan berlebih, keturunan, serta kebiasaan buruk yang mengganggu kerja pembuluh vena.

Nah, salah satu faktor umum penyebab munculnya varises adalah kebiasaan buruk yang kerap dianggap sepele. Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya untuk mulai menghindarinya.

Berikut ini ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk mengindari munculnya varises,

Penyebab Munculnya Varises

Penyebab varises yang muncul pada kulit seseorang diakibatkan karena lemah atau rusaknya katup vena. Ya, rusaknya katup vena menyebabkan darah berbalik arah dan terjadi penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh vena menjadi melebar.

Pembuluh vena memiliki fungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam pembuluh vena terdapat katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah, sehingga darah yang telah melewatinya tidak dapat kembali lagi.

Setelah mengetahui penyebab munculnya varises, maka mulai kini kamu bisa menghindari agar varises tidak muncul. Kamu bisa melakukan atau menerapkan beberapa kebiasaan yang bisa mencegah munculnya varises.

Baca Juga : Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Jangan terlalu banyak makan garam

Kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk mencegah munculnya varises bermula dari memulai kebiasaan untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Kerap dianggap sepele, ternyata salah satu kebiasaan makan dengan banyak mengonsumsi garam atau makanan yang mengandung sodium tidak baik yang biasanya didapatkan dari Bisnic Holic yang saat ini mulai terkenal di Indonesia.

Ya, ini merupakan salah satu penyebab utama munculnya varises di kulit. Ini dikarenakan garam atau makanan yang mengandung sodium menyebabkan tubuh menahan air. Jadi, dengan mengurangi makanan yang asin dan gurih bisa meminimalisasi situasi tersebut.

Untuk itu, kamu bisa menggantinya dengan zat kalium karena dapat membantu mengurangi retensi air di dalam tubuh seperti mengonsumsi kacang almond, kentang, ikan seperti tuna atau salmon, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.

Hindari Merokok

Selain pola makan yang buruk, kebiasaan merokok juga bisa mengakibatkan munculnya varises. Hal ini dikarenakan adanya kandungan berbahaya yang ada di dalam rokok yang bisa membuat pembuluh darah menjadi kaku dan lebih sempit, sehingga tidak menjadi elastis lagi.

Oleh karena itu, penting untuk tidak merokok, untuk menghindari munculnya varises.

Hindari Duduk dan Berdiri Terlalu Lama

Posisi duduk atau berdiri yang dilakukan terlalu lama juga bisa menyebabkan varises. Hal ini bisa terjadi karena kedua posisi tersebut dapat mempersulit sirkulasi darah di kaki, sehingga tekanan pada pembuluh darah pun meningkat.

Kondisi inilah yang menyebabkan darah menggumpal, mulai dari pergelangan kaki hingga betis dan membuatnya bengkak serta lebih pegal. Untuk itu, apabila memang kegiatan yang kamu kerjakan memaksakan untuk berdiri atau duduk lebih lama, kamu bisa menyempatkan untuk mengistirahatkan kaki sebentar. Kamu bisa meluruskannya atau sekadar menggerak-gerakkan kaki agar dapat memperlancar pembuluh darah.

Hindari Mengenakan Pakaian Ketat dan Sepatu yang Tinggi

Kebiasaan lainnya yang bisa membuat munculnya varises adalah pemakaian baju ketat. Pakaian yang ketat bisa menghambat aliran darah di tubuh. Bila kamu memakai pakaian yang lebih longgar, maka sirkulasi darah kemungkinan akan lebih lancar mengalir ke seluruh tubuh.

Tak hanya pemakaian baju yang ketat, penggunaan sepatu dengan hak tinggi juga dapat memberatkan tumit sehingga aliran darah menjadi terhambat. Nah, untuk menghindari hal ini terjadi, lebih baik kamu menggunakan alas kaki yang normal atau datar untuk memperlancar sirkulasi darah.

Olahraga Secara Rutin

Kebiasaan yang sangat ampuh untuk mencegah munculnya varises adalah berolahraga dengan berjalan kaki. Selain itu, melakukan gerakan yoga juga bisa dilakukan untuk mencegah munculnya varises. Pose seperti headstand, shoulder stand, atau legs-up-the-wall bisa kamu praktikkan untuk mencegah munculnya varises.

Ya, gerakan-gerakan ini bisa membantu meregangkan dan mengencangkan otot-otot pada betis dan paha belakang. Otot inilah yang dapat membantu melancarkan sirkulasi pembuluh darah vena.

Nah, setelah melakukan olahraga kesukaan kamu, ada baiknya untuk meluruskan kaki. Selama berolahraga kamu kerap melakukan banyak pergerakan, jadi alangkah baiknya untuk tidak melipat kaki setelah berolahraga.

Kebiasaan melipat kaki setelah berolahraga bisa membuat sirkulasi pembuluh vena terganggu. Maka penting sekali untuk meluruskan kaki, untuk menjaga sirkulasi pembuluh darah vena tetap stabil. Bila ini dilakukan, maka risiko munculnya varises sangat kecil.

Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Salutemondiale.web.id – Terkena cacingan menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi anak-anak. Ini juga menjadi salah satu masalah yang membuat orangtua merasa khawatir. Meski kelihatannya sepele, cacingan merupakan masalah kesehatan yang cukup serius jika dibiarkan dan tanpa ada penanganan serius.

Biasanya anak rentan terkena cacingan karena masalah kebersihan. Apalagi jika anak sering bermain di tempat yang terkontaminasi telur cacing, maka sangat besar risikonya mengalami cacingan.

Tanda anak terkena cacingan secara umum bisa dilihat gejalanya. Jika orangtua tak berhati-hati dengan masalah kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, maka anak pun bisa terkena cacingan.

Berikut beberapa tanda anak terkena cacingan,

Gatal Pada Bagian Anus

Tanda anak terkena cacingan yang pertama adalah gatal pada bagian anus yang terus menerus. Anak-anak terbiasa bermain di tanah yang kotor dan tidak membersihkan tangan serta tubuhnya dengan baik.

Oleh karena itu, anak rentan diserang oleh jenis cacing kremi. Serangan cacing kremi inilah yang mengakibatkan gatal yang terjadi terus menerus di area sekitar anus pada anak. Bahkan intensitas rasa gatal biasanya dapat meningkat pada malam hari atau di pagi hari saat cacing mencapai anus untuk bertelur.

Gejala ini perlu untuk segera diatasi agar anak tidak merasakan nyeri dan malah mengakibatkan iritasi pada anus nantinya. Orang tua wajib memperhatikan kesehatan anak, terutama terkait dengan masalah cacingan ini.

Baca Juga : Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Tidur Tidak Nyenyak

Anak yang menderita cacingan memiliki kualitas tidur yang buruk. Ini karena anak tidak merasa nyaman saat tidur. Gejala ini berkaitan dengan sakit perut dan rasa gatal pada anus yang dialami anak.

Karena masalah tersebut, anak jadi susah tidur. Bila anak sering sekali sulit untuk tidur nyenyak dan gampang gelisah, bisa jadi dia sedang terkena penyakit cacingan ini. Sebaiknya segera periksakan si anak ke dokter untuk perawatan kesehatannya.

Sering Meludah dan Nafsu Makan Berkurang
Tanda anak terkena cacingan selanjutnya adalah sering meludah dan nafsu makan berkurang. Munculnya kebiasaan sering meludah bisa disebabkan oleh peningkatan air liur karena cacing.

Bila anak makin sering meludah, coba waspadai gejala cacingan. Cacingan juga bisa ditandai dengan gejala penurunan nafsu makan. Berat badan anak pun jadi sulit naik.

Sakit Perut

Tanda anak terkena cacingan selanjutnya adalah sakit perut. Memang sakit perut pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satu penyebabnya adalah infeksi cacing.

Biasanya sakit perut yang ditimbulkan karena cacingan muncul secara beruluang kali tapi dalam tingkat yang tidak begitu parah. Bila anak sering merasa sakit perut, sudah sebaiknya orang tua segera memeriksakannya ke dokter agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Badan Kurus dan Ruam pada Kulit
Salah satu tanda anak terkena cacingan yang sudah biasa diketahui orang-orang adalah badan kurus. Hal ini terjadi karena zat nutrisi yang semestinya digunakan untuk pertumbuhan anak malah diserap oleh cacing.

Oleh karena itu, banyak orang yang mengatakan bahwa anak yang kurus bisa jadi terkena infeksi cacing. Walaupun tidak semua anak yang kurus berarti terkena cacingan.

Selain itu, gejala ruam pada kulit juga merupakan salah satu tanda anak terkena cacingan. Mual, demam, tubuh yang tampak lemas, dan feses yang berbau sangat busuk juga bisa termasuk dalam gejala anak cacingan.

Bila anak menunjukkan sebagian atau hampir semua gejala dan tanda di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Salutemondiale.web.id – Jahe adalah tanaman obat yang telah dikenal sejak dulu kala karena berbagai kandungannya yang baik untuk tubuh. Ada berbagai macam jenis jahe, salah satu yang paling banyak dikenal adalah jahe merah.

Jahe merah berbeda dengan jahe putih yang biasa digunakan sebagai masak karena memiliki aroma khas yang menyegarkan. Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe dengan kandungan nutrisi yang sangat kuat dibandingkan dengan jenis jahe lainnya.

Manfaat jahe merah tidak lepas dari kandungan berbagai macam nutrisi. Salah satu kandungan nutrisi yang paling banyak terdapat dalam jahe merah adalah minyak atsiri. Dalam sgei bentuk, jahe merah dan jehe putih tidak terlalu berbeda, bedanya hanya terletak pada warna saja.

Berikut beberapa manfaat jahe merah,

Meredakan Nyeri Otot dan Sendi

Manfaat jahe merah yang pertama adalah dapat meredakan nyeri otot dan nyeri sendi. Jadi jahe merah tidak hanya bermanfaat sebahi minuman penghangat di kala cuaca dingin saja.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology membuktikan bahwa ekstrak jahe dapat membantu mengurangi gejala nyeri otot. Bahkan jahe lebih efekti mengurangi peradangan dalam tubuh dibandingkan dengan obat anti inflamasi non steroid.

Jadi bagi orang-orang yang mengalami penyakit nyeri rematik, manfaat jahe merah akan sangat baik untuk meredakan gejalanya. Namun perlu juga dikombinasikan dengan berbagai bahan lainnya seperti temu lawak, kumis kucing, cabe jawa, dan daun komfrey, yang direbus secara bersamaan.

Minum jahe merah secara rutin akan meredakan rematik yang diderita. Beberapa komponen aktif dalam jahe yang dapat menurunkan leukotrien dan portaglandin yang memicu peradangan di antaranya gingerol, gingerdione, dan zingeron. Selain itu, jahe merah juga mengandung oleoresin yang lebih tinggi dari jahe lainnya, di mana oleoresin juga dapat bekerja sebagai antiperadangan.

Baca Juga : Beberapa Bahaya Menggunakan Earphone Bagi Kesehatan

Mengatasi Masalah Pencernaan

Manfaat jahe merah selanjutnya adalah untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan. Hal ini sebenarnya sudah diterapkan zaman dahulu. Jahe merah maupun jahe putih sudah menjadi obat herbal alami yang digunakan untuk memperlancar sekaligus mengatas berbagai masalah pencernaan.

Manfaat jahe merah ini didukung oleh ekstrak minyak jahe merah dapat melindungi sistem pencernaan kamu dari bakteri. Dengan begitu, sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik dan masalah pencernaan seperti sakit perut tidak akan muncul lagi.

Agen antibakteri yang ada dalam jahe seperti Escherichia coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcus aureus dapat melawan bakteri jahat. Bahkan manfaat jahe merah juga bisa digunakan untuk mengatasi flu dan batuk.

Mengobati Asam Urat

Manfaat jahe merah ternyata juga bisa membantu menurunkan asam urat. Bahkan jahe merah masuk dalam 10 daftar tanaman herbal yang efektif untuk mengobati asam urat. Seperti yang dirilis di laman website resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI).

Penyakit asam urat bisanya terjadi karena adanya penumpukan asam urat pada persendian yang menyebabkan peradangan dan timbul rasa nyeri. Jahe merah dapat membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah. Dengan begitu, asam urat yang tinggi dapat berangsur-angsur pulih dan normal kembali.

Meningkatkan Kesuburan Pria

Manfaat jahe merah berikutnya adalah dapat meningkatkan kesuburan pria. Hal ini berkaitan dengan kandungan minyak atsiri pada jahe merah yang memiliki efek afrodisiak. Sehingga berbagai gangguan reproduksi yang biasa dialami pria dapat teratasi.

Afrodisiak sendiri merupakan zat kimia yang digunakan merangsang daya seksual dengan cara meningkatkan serta melancarkan sirkulasi aliran darah dalam tubuh. Apabila sirkulasi darah meningkat, maka kemungkinan aliran darah di daerah lemin juga meningkat. Alhasil, pria pun memungkinkan untuk mengalami ereksi.

Selain itu, jahe merah juga memiliki kandungan antioksidan yang diyakini dapat meningkatkan jumlah hormone testosteron pada pria. Hal inilah yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesuburan pria.

Perbedaan Jahe Putih dan Jahe Merah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perbedaan yang paling mendasar pada jahe merah dan jahe putih adalah pada warnanya. Jahe putih memiliki rimpang yang besar dengan warna putih kekuningan.

Selain itu, jahe putih sudah bisa diolah sejak usianya masih terbilang agak muda, jadi tidak perlu menunggu hingga tua, baik kamu ingin mengonsumsinya secara langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan dan minuman lainnya.

Sedangkan jahe merah mempunyai kulit rimpang berwarna hijau kemerahan dengan bagian dalam berwarna merah muda hingga kuning. Ukuran rimpang jahe merah lebih kecil dibandingkan jahe putih.

Selain itu, jahe merah memiliki rasa yang lebih pedas dan lebih pahit dari jahe biasa. Kemudian, jahe merah hanya dipanen setelah berumur agak tua dan cocok dijadikan untuk ramuan obat-obatan.

1 2 3 4 5 6