Berbagai berita kesehatan umum, anak, reproduksi dan seks, kecantikan dan kebugaran, penyakit menular, dan produk serta layanan kesehatan di Indonesia.

Tips-Jaga-Kesehatan-Vagina-Agar-Tetap-Bersih

Tips Jaga Kesehatan Vagina Agar Tetap Bersih

salutemondiale – Kesehatan vagina bukan hal yang bisa disepelekan, lho. Soalnya selain berperan penting dalam fungsi reproduksi, menjaga kebersihan organ intim yang satu ini juga akan membuat kamu terhindar dari berbagai penyakit kelamin.

Maka dari itu bukan saatnya merasa malu membicarakan cara-cara menjaga kesehatan vagina yang baik dan benar. Apabila kamu semakin teredukasi mengenai hal ini, bukan hanya organ intim yang menjadi sehat, melainkan juga anggota tubuh lainnya secara keseluruhan

Ngomong-ngomong apa saja sih, yang perlu diketahui seputar cara menjaga kesehatan vagina?

Tips-Jaga-Kesehatan-Vagina-Agar-Tetap-Bersih

 

 

 

 

 

 

Seperti apa vagina yang sehat?
Meski pengertiannya dapat berbeda di setiap rentang usia perempuan, secara umum vagina dikatakan sehat apabila tingkat asam pH-nya normal. Ini penting agar bakteri baik bisa hidup dan menangkis infeksi.

Vagina juga harus memiliki semacam pelumas alami untuk menjaga kelembapannya. Selain itu ia juga hanya mengeluarkan sedikit cairan yang tidak berbau hasil dari peluruhan sel-sel telur di dinding rahim.

Mengapa kesehatan vagina penting

Bagi seorang perempuan menjaga kesehatan vagina adalah persoalan yang sangat penting. Jika terjadi sedikit saja gangguan, kamu bisa mengalami masalah kesuburan, penurunan hasrat seksual, sampai terkena jenis penyakit kelamin tertentu.

Hal ini bukan hanya berdampak pada diri sendiri, namun juga bisa menjatuhkan rasa percaya diri karena turut berefek pada kehidupan seksual bersama pasangan.

Oleh karena itu sangat penting mengenali tanda-tanda masalah kesehatan vagina dan mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina
Dilansir dari mayoclinic.org dan healthline.com, ada beberapa cara yang aman dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina seperti:

Menjaga kesehatan vagina dengan berhubungan seksual secara bertanggung jawab
Tidak melakukan seks bebas adalah cara efektif menjaga vagina agar tetap sehat. Sebagai langkah tambahan kamu juga bisa melakukan tes penyakit menular seksual secara berkala. Ini bertujuan sebagai deteksi dini apakah ada masalah di vaginamu atau tidak.

Jika kamu perlu menggunakan alat bantu seks, pastikan ini tidak terbuat dari bahan yang berbahaya ya.

Baca Juga :Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Paru Paru

Jangan mencuci vagina menggunakan sabun pembersih
Meski mungkin kamu menyukai aroma lembut nan segar efek dari sabun pencuci vagina, sayangnya kamu harus segera menghentikan kebiasaan ini. Ya, walau di pasaran ada banyak sabun pembersih vagina, ternyata produk semacam itu sangat tidak disarankan, lho.

Jadi bagaimana caranya agar vagina tetap bersih dan terjaga? Perlu diingat vagina adalah organ yang sangat luar biasa. Bukan hanya menjadi saluran kelahiran seorang bayi, ia juga mampu membersihkan dirinya sendiri.

Caranya adalah dengan menjaga kesimbangan jumlah bakteri baik dan kadar pH di dalamnya. Jika pH normal vagina berada di antara 3.8 sampai 4,5, mencucinya dengan sabun pembersih justru akan mengurangi keasaman pH tersebut.

Ini akan membuat bakteri baik yang diperlukan untuk menangkis terjadinya infeksi jadi malah terbunuh. Adapun jika kamu masih menginginkan aroma segar pada vaginamu, kamu bisa memperolehnya secara alami dengan mengonsumsi nanas atau asparagus.

Menjaga kesehatan vagina dengan mengonsumi makanan sehat dan bergizi
Mungkin ini adalah fakta yang baru di telinga kamu. Tapi apa yang kita konsumsi ternyata sangat berpengaruh pada kesehatan organ intim yang satu ini.

Menjaga pola makan sehat dan seimbang akan membantu membuat vagina tetap bersih, sehat, dan wangi. Beberapa jenis makanan seperti greek yogurt yang kaya akan probiotik malah dapat mencegah terjadinya infeksi jamur pada vagina.

Buang air kecil setelah berhubungan badan
Langkah ini dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kencing yang disebabkan oleh bakteri, sekaligus bisa menjadi momen membersihkan diri sehabis berhubungan intim.

Memakai pakaian dalam yang tepat
Bahan kain yang lembut dan bisa membuat vagina ‘bernapas’ sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko masalah pada vagina. Biasanya bahan yang direkomendasikan adalah katun, karena teksturnya lembut sehingga bisa menyerap keringat yang mengundang bakteri.

Rutin mengganti pakaian dalam juga bisa mengurangi risiko tumbuhnya bakteri pada vagina, lho.

Tidak mencukur bulu vagina
Rambut yang tumbuh pada vagina pada dasarnya sangat berperan dalam menjaga kesehatan vagina. Ia melindungi area bawah vagina dari bakteri, dan juga mengurangi risiko gangguan kesehatan yang timbul akibat gesekan atau keringat.

Jadi usahakan untuk membiarkannya saja selama tidak terlalu panjang dan mengganggu. Lagipula semakin jarang kamu mencukur bulu vagina, maka semakin minim pula risiko timbulnya rasa gatal, luka gores dan rambut yang tumbuh ke dalam pada vagina.

Cek kandungan pelumas yang kamu pakai
Jika kamu butuh bantuan pelumas untuk membasahi vagina sebelum berhubungan, maka kamu perlu tahu kalau ada beberapa kandungan pelumas yang tidak baik bagi tubuh.

Gliserin misalnya, meski ia optimal membasahi vagina, tapi ia juga dapat mengundang bakteri datang. Pelumas yang mengandung petroleum juga tidak dianjurkan karena menggangu kesimbangan pH vagina. Zat lain yang tidak direkomendasikan adalah paraben, pewangi dan pewarna buatan.

Vaksin
Kanker serviks adalah salah satu jenis penyakit yang semakin banyak ditemukan pada perempuan. Untuk mencegahnya, kamu dapat melakukan pemeriksaan papsmear dan vaksin. Vaksin serviks akan mencegah kamu terjangkit virus HPV dan hepatitis B yang membahayakan hati.

Obat-obatan alami untuk menjaga kesehatan vagina
Salah satu musuh utama dari kesehatan vagina adalah bakteri jahat dan jamur. Keduanya bisa menyebabkan beberapa penyakit kelamin seperti yang telah diulas sebelumnya.

Sebagai langkah mencegah bakteri dan jamur tumbuh di area vagina, kamu bisa mencoba beberapa bahan alami yang mudah diperoleh seperti di bawah ini, lho.

Bawang putih
Bumbu dapur yang satu ini punya sifat anti bakteri yang sangat kuat. Ia juga telah dikenal sejak lama sebagai bahan pengobatan alami untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Dilansir dari healthline.com, disebutkan bahwa meminum satu tablet suplemen bawang putih sehari dapat membantu mengatasi penyakit vaginosis yang disebabkan oleh bakteri.

Probiotik
Ph vagina harus dijaga agar tetap berada dalam tingkat normal agar bakteri baik bisa hidup dan melawan infeksi. Nah salah satu cara alami untuk mewujudkannya adalah dengan rutin mengonsumsi probiotik.

Nah setelah mengetahui pentingngnya kesehatan vagina, yuk ada baiknya mulai menerapkan cara-cara menjaga kesehatan vagina mulai hari ini.

Tips-Jaga-Kesehatan-Saat-New-Normal

Tips Jaga Kesehatan Saat New Normal

salutemondiale – Pandemi COVID-19 yang sudah melanda hampir seluruh dunia tentunya membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan masyarakat Indonesia yang tengah menjalani kondisi baru atau New Normal di tengah pandemi ini, yang menyangkut semua kegiatan di luar rumah kembali dilakukan.

5 Cara Menjaga Kesehatan Saat New Normal

New Normal atau kondisi baru yang secara bertahap memperbolehkan kegiatan di luar rumah kembali dilakukan masih membawa kekhawatiran sendiri. Kekhawatiran masyarakat berakar dari wabah COVID-19 di Indonesia yang sampai sejauh ini masih juga belum mereda.

Dengan menghadapi New Normal dalam keadaan pandemi yang masih belum mereda, Anda diharuskan menjaga kesehatan tubuh serta tetap melakukan social distancing hingga COVID-19 benar-benar menghilang dan kondisi kembali seperti semula.

1. Olahraga rutin meski di rumah

COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Supaya Anda tidak mudah terjangkit, pastikan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan daya tahan tubuh meningkat. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah tidak menghilangkan kebiasaan olahraga meski berada di tengah pandemi. Kamu

Anda tidak harus berolahraga tiap hari. Berolahragalah minimal tiga kali seminggu dengan durasi 30-60 menit per sesi. Walaupun New Normal sudah mulai membolehkan Anda menjalankan aktivitas di luar, sebaiknya tetap lakukan olahraga di rumah untuk meminimalisir bertemu banyak orang, sehingga mengurangi risiko tertular virus.

Anda masih bisa lari di rumah menggunakan treadmill atau angkat beban dengan dumbell, atau lari mengelilingi pekarangan rumah. Anda juga perlu memakai sepatu olahraga favorit selama berolahraga untuk membangkitkan semangat dan terhindar dari cidera.

Selain lari dan angkat beban, Anda bisa melakukan olahraga senam, yoga, atau pilates. Anda bisa mengikuti video di youtube atau mengikuti kelas olahraga online yang banyak ditawarkan oleh instruktur.

Olahraga selain untuk kesehatan dan kebugaran, juga bisa menjadi refreshing dan terapi agar tubuh tidak kaku setelah lama bekerja. Anda hanya perlu menyiapkan matras yoga yang sesuai serta pakaian olahraga yang nyaman lalu mengikuti instruktur yoga lewat layar laptop.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Tips-Jaga-Kesehatan-Saat-New-Normal

 

 

 

 

 

 

Perlu Anda ketahui bahwa 80 persen sel imun ada di saluran pencernaan (menurut penelitian yang dilansir US National Library of Medicine). Hal tersebut memberi makna bahwa konsumsi makanan bergizi memegang peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi Anda tercukupi, bisa Anda lakukan dengan memasak makanan sehat sendiri. Makanan yang akan dikonsumsi tentu harus memenuhi gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu, Anda juga harus memastikan kebutuhan serat tercukupi dengan mengonsumsi sayur dan buah. Jika dirasa konsumsi makanan bergizi belum mencukupi kebutuhan gizi Anda, bisa dibantu dengan mengonsumsi suplemen penambah daya tahan tubuh untuk menunjang aktivitas di luar rumah.

3. Meluangkan waktu untuk me time

Pemberlakuan new normal dapat menuntut Anda untuk kembali menjalankan aktivitas, meski di tengah pandemi yang mungkin bisa membuat stres. Stres akan memberikan efek buruk pada sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga dapat menyebabkan sakit. Sehingga memastikan mental atau rohani Anda tetap sehat perlu dilakukan.

Untuk mengurangi stres, bisa Anda lakukan dengan mengalokasikan sedikit waktu untuk me time. Me time tidak harus keluar rumah atau pergi ke suatu tempat. Anda tetap bisa me time di rumah dengan melakukan hal-hal yang membuat senang.

Anda bisa me time dengan mendengarkan musik relaksasi, membaca buku, menyanyi, menggambar, menonton, hingga memasak. Anda juga bisa menyalakan lilin aromaterapi atau hal – hal lainnya yang bisa membuat Anda tambah rileks.

Baca Juga : Cara Jaga Kesehatan Otak Tanpa Suplemen

4. Selalu menjaga kebersihan

Supaya Anda tidak mudah terserang virus maupun jatuh sakit selama new normal, tetaplah jaga kebersihan terutama saat beraktivitas di luar. Usahakan ketika mandi menggunakan sabun anti-bakteri, karena kandungan anti-septiknya dapat memberikan perlindungan dari kuman penyebab penyakit.

Jangan lupa selalu patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker ketika keluar rumah. Selain itu, jagalah selalu kebersihan tangan Anda saat beraktivitas di luar dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun anti-bakteri. Atau Anda dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen dan moisturizer agar tangan tetap bersih dan lembab.

Anda juga perlu memerhatikan kebersihan benda-benda di sekitar. Caranya bisa Anda lakukan dengan menyemprotkan cairan antiseptik pada benda-benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, keran air, atau saklar lampu.

5. Tetap patuhi protokol kesehatan

Meskipun Anda secara bertahap mulai diperbolehkan beraktivitas di luar rumah, Anda tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Selain mengenakan masker dan sering membersihkan tangan, Anda harus tetap menjaga jarak aman dengan sesama.

Pandemi COVID-19 ini memang besar pengaruhnya bagi keseharian Anda. Meskipun berangsur-angsur pulih dengan diterapkannya new normal, Anda tetap harus mematuhi protokol dan menjaga kesehatan. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kehidupan normal Anda segera kembali.

proses-virus-corona-menyerang-sistem-pernapasan-manusia

Proses Corona Menyerang Tubuh Manusia

salutemondiale –  Ini adalah apa yang terbaru ditemukan oleh ilmuwan terkait bagaimana koronavirus, yakni SARS-CoV-2 menginfeksi dan menyerang tubuh, dan apa dampaknya pada tubuh selain paru-paru.

Gejala virus ini, yakni demam, batuk, sesak nafas, bisa merupakan tanda dari berbagai penyakit, mulai dari flu, infeksi tenggorokan sampai dengan selesma. Namun ahli dan periset telah mendapatkan lebih banyak informasi tentang bagaimana infeksi virus ini berkembang, selain daripada hal-hal yang masih harus diteliti lebih lanjut.

Bagaimana virus ini menginfeksi orang?

Virus menyebar melalui tetesan air liur yang muncrat dari mulut orang akibat batuk atau bersin, yang kemudian masuk ke tubuh orang yang berada di dekatnya melalui mulut, hidung dan mata. Virus kemudian masuk ke jalur pernafasan dan membran mukus di bagian belakang tenggorokan, menempel pada sebuah reseptor di dalam sel, dan mulai berkembang di sana.

Virus ini mempunyai protein dengan ujung tajam yang membuat virus bisa menempel ke membran sel, dan dari situ, materi genetis virus masuk ke sel tubuh manusia. Materi genetis tersebut kemudian membajak metabolisme sel dan membuat sel tidak lagi berkembang untuk kesehatan tubuh melainkan untuk memperbanyak virusnya.

Bagaimana proses ini menyebabkan masalah pernafasan?

Saat virus ini berkembang, mereka mulai menginfeksi sel-sel di sekitarnya. Gejalanya biasanya mulai terasa di belakang tenggorokan, berupa rasa nyeri tenggorokan dan batuk kering. Lalu virus dengan cepat merambat masuk ke saluran pangkal paru-paru, hingga masuk ke paru-paru.

Proses ini merusak jaringan pada paru-paru, membuat jaringan ini membengkak, sehingga lebih sulit bagi paru-paru untuk memasok oksigen dan menyalurkan keluar karbondioksida. Pembengkakan pada jaringan paru dan kurangnya oksigen dalam darah membuat jaringan tersebut terisi dengan cairan, nanah dan sel yang mati. Pneumonia, radang paru-paru, bisa muncul.

Ini bisa membuat pasien mengalami kesulitan bernafas sehingga butuh alat bantu pernafasan (ventilator). Dalam beberapa kasus, terjadi yang disebut Sindrom Kesulitan Pernafasan Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome), sehingga bahkan dengan ventilator pun, pasien bisa meninggal karena kesulitan pernafasan.

Proses-Corona-Menyerang-Tubuh-Manusia

 

 

 

 

 

 

Bagaimana pergerakan virus di paru-paru?

Virus sepertinya mulai bergerak dari wilayah pinggiran kedua belah paru-paru, dan mungkin butuh waktu untuk naik ke saluran pernafasan atas, trakea dan pusat pernafasan lainnya. Pola ini membantu menjelaskan kenapa di Wuhan, banyak kasus yang tidak bisa diidentifikasi pada awalnya.

Proses pengetesan awal di berbagai RS di Tiongkok tidak selalu bisa mendeteksi infeksi di sisi luar paru-paru, sehingga biasanya orang yang menunjukan gejala disuruh pulang tanpa diberikan perawatan. Dan terkadang, mereka tidak merasa cukup sakit untuk mencari perawatan, dan tetap tinggal di rumah. Mereka inilah yang kemudian menulari anggota keluarganya. Ini salah satu alasan kenapa penyebarannya menjadi luas.

Sebuah studi menemukan bahwa lebih dari 50% pasien yang diteliti, yakni 121 pasien, di Tiongkok, mempunyai hasil CT Scan yang normal pada awal mereka sakit. Begitu sakitnya mulai parah, CT Scan mulai menunjukan gambar seperti “pecahan kaca buram”, semacam selaput asap yang menutupi beberapa bagian paru-paru. Ini merupakan tanda-tanda infeksi. Selaput ini bisa tersebar di berbagai wilayah paru-paru, dan menebal di wilayah yang parah, sehingga muncul pola “tempelan acak” dalam hasil pemindaian.

Baca Juga : Tranplantasi Rahim Dan Vagina Pada Wanita

Apakah hanya paru-paru yang terdampak?

Tidak juga. Infeksi bisa menyebar melalui membran mukus, dari hidung sampai ke anus. Jadi, walaupun sepertinya virus menyerang paru-paru, tetapi virus juga bisa menginfeksi saluran pencernaan.

Inilah kenapa beberapa pasien menunjukan gejala pencernaan seperti diare atau sembelit. Virus ini juga bisa masuk ke dalam darah. Akan tetapi, walaupun ditemukan RNA dari virus ini dalam darah dan kotoran, belum dapat dijelaskan apakah virus akan dapat bertahan lama dalam darah ataupun kotoran.

Sum-sum tulang belakang dan organ tubuh lain, seperti hati bisa membengkak juga. Selain itu, bisa terjadi pembengkakan di pembuluh darah kapiler, seperti yang terjadi pada penyakit SARS di tahun 2002 dan 2003.

Pada akhirnya, virus akan masuk ke organ tubuh seperti jantung, ginjal, hati dan bisa menyebabkan kerusakan langsung pada organ tubuh tersebut. Dan saat sistem imunitas tubuh tengah berperang keras melawan virus, organ-organ tubuh ini dapat mengalami kegagalan fungsi.

Hasilnya, pasien bisa mengalami kerusakan organ tubuh tidak hanya karena virus, tetapi juga karena sistem imunitas badan mereka menyerang sel-sel tubuh yang sehat saat peperangan berlangsung.

Ahli masih belum mendokumentasikan apakah virus juga menyerang otak. Tetapi ahli yang mempelajari SARS telah melaporkan beberapa bukti bahwa virus SARS bisa menginfeksi otak pada beberapa pasien. Melihat kesamaan antara SARS dan SARS-CoV-2, ada sebuah jurnal di Jurnal Kedokteran Virologi yang mengatakan bahwa virus baru ini mungkin bisa menyerang sistem syaraf.

Mengapa beberapa orang bisa sangat parah, tetapi kebanyakan yang lainnya tidak?

Sekitar 80% orang yang terinfeksi mengalami gejala yang cukup ringan. Tetapi 20% mengalami gejala yang serius, dan sekitar 2% psien di Tiongkok, meninggal dunia. Ini sepertinya tergantung seberapa kuatnya sistem imunitas orang yang terinfeksi tersebut. Lansia atau orang yang punya masalah kesehatan seperti diabetes atau penyakit kronis lainnya, kemungkinan besar akan mengalami gejala yang lebih berat.

Sebuah pengujian patologi dilakukan pada dua orang yang masuk RS di Wuhan pada bulan Januari untuk operasi kanker paru-paru mereka namun meninggal dunia. Saat dilakukan otopsi, ternyata mereka terinfeksi koronavirusi, karena kanker paru-paru yang mereka idap masih terlalu dini untuk berakibat fatal.

Salah satu pasien adalah perempuan berusia 84 tahun yang mengidap diabetes, meninggal karena pnemonia yang disebabkan oleh virus ini. Pasien lainnya, laki-laki usia 73 tahun yang kelihatannya sehat, dengan kondisi darah tinggi, menjalani operasi pembuangan kankernya dengan sukses dan selesai berobat dari RS, namun 9 hari kemudian kembali karena demam dan batuk.

Pasien ini kelihatannya terinfeksi koronavirus di rumah sakit, karena setelah itu ditemukan bahwa pasien lain yang ditaruh di ruang pemulihan operasi yang sama ternyata terinfeksi juga..

Pasien dengan kondisi parah seperti ini dapat sembuh hanya dengan perawatan dan dukungan yang intensif – cairan infus, dukungan alat pernafasan, dan perawatan lainnya, sehingga mereka bisa bertahan melalui gejala berat yang dialami saat imunitas tubuh berperang melawan koronavirus.

Apa yang masih belum diketahui oleh ilmuwan mengenai pasien terjangkit koronavirus?
Ada banyak! Walaupun penyakitnya mirip SARS dan memiliki elemen yang sama dengan influenza dan pneumonia, masih belum jelas bagaimana pola perkembangan penyakitnya. Beberapa pasien bisa stabil selama seminggu, lalu tiba-tiba menjadi parah.

Beberapa pasien terlihat sembuh, namun kemudian gejalanya muncul lagi. Biasanya yang mengalami kekambuhan ini adalah pasien yang jaringan paru-parunya rusak dan rentan akibat virus, lalu terkena bakteri di dalam badannya sendiri. Mereka biasanya meninggal karena infeksi bakteri, bukan virusnya.

Ada beberapa kasus masih tetap menjadi misteri. Ada dua kasus di mana mereka terinfeksi, lalu membaik, namun tiba-tiba memburuk saat dirawat. Satu orang pasien malah terlihat membaik saat menerima perawatan oksigen di pagi hari, namun sorenya meninggal.

Pembahasan Mengenai Virus Corona

Pembahasan Mengenai Virus Corona

Salutemondiale.web.id – Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok. Serupa dengan penyakit akibat coronavirus lainnya, virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan.

Pemerintah Tiongkok mengonfirmasi kebenaran adanya virus baru ini pada badan kesehatan dunia, WHO, pada 7 Januari 2020. Virus ini pertama kali diperkenalkan sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Novel berarti baru, sehingga memiliki arti bahwa ini adalah virus corona yang baru ditemukan dan belum pernah menginfeksi ke orang lain.

Awalnya, virus penyebab Covid-19 ini diduga menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Tempat penularan pertama diduga terjadi di pasar hewan liar Huanan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Namun, melihat perkembangannya kini, para ahli meyakini bahwa virus ini telah bermutasi lagi dan dapat menyebar dari manusia ke manusia. WHO kemudian menyepakati nama virus penyebab COVID-19 sebagai SARS-CoV-2.

Pada 30 Januari 2020, WHO menetapkan wabah Covid-19 sebagai darurat global. Status tersebut kemudian ditingkatkan menjadi pandemi global pada 11 Maret 2020.

Indonesia sendiri termasuk ke dalam salah satu negara yang “menyusul” negara-negara lain dalam wabah ini.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB), telah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai bencana darurat nasional pada 14 Maret 2020.

Gejala
Apa saja gejala Covid-19?
Saat pertama kali muncul di dataran Tiongkok, infeksi virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang cukup berat, di antaranya seperti pneumonia (infeksi jaringan paru) dan sesak napas. Namun, seiring perkembangannya, ditemukan bahwa kebanyakan kasus menunjukkan gejala coronavirus lebih ringan.

Juru bicara penanganan kasus Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto, bahkan mengatakan gejala Covid-19 ada yang asimptomatik, alias tidak memunculkan gejala.

Meski begitu, secara umum, infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) ini menimbulkan gejala seperti:

– Demam yang cukup tinggi
– Batuk berdahak
– Kesulitan bernapas
– Sakit dada saat bernapas atau batuk

Tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis terdahulu, seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit atau gejala yang lebih serius.

Maka itu, efek penyakit COVID-19 pada setiap orang mungkin akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan mereka saat itu.

Secara umum, gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti influenza.

Selain itu, gejala COVID-19 juga ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare. Bahkan, beberapa orang melaporkan kehilangan indera penciuman dan pengecapan mereka saat terinfeksi coronavirus.

Kapan sebaiknya ke dokter?
Gejalanya yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya mungkin membuat Anda bingung apakah yang Anda alami flu biasa atau justru infeksi virus corona baru yaitu SARS-CoV-2.

Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda dan gejala Covid-19, atau ketika Anda merasa telah terpapar virus tersebut.

Dikutip dari situs Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC, Anda juga perlu menghubungi dokter jika telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki Covid-19 atau tinggal di atau baru melakukan perjalanan dari daerah penyebaran virus corona baru ini.

Berikut adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera:

– Kesulitan bernapas atau napas pendek
– Nyeri atau merasa tekanan yang menetap di dada
– Lingung
– Bibir atau wajah kebiru-biruan

Penyebab
Apa penyebab infeksi virus corona (Covid-19)?
Seperti yang telah disebutkan, Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona baru ini kemudian diberi nama SARS-CoV-2.

Journal of Medical Virology menyebutkan bahwa kasus awal penyakit ini diakibatkan oleh paparan daging hewan liar di pasar makanan laut Huanan, yang juga menjual hewan-hewan liar, seperti unggas dan kelelawar.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa virus corona yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019 adalah berasal dari ular.

Apa yang meningkatkan risiko terkena Covid-19?
Berikut ini adalah beberapa kelompok orang yang berisiko terjangkit virus corona baru SARS-CoV-2:

– Lansia
– Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit paru-paru.

Selain lebih berisiko terhadap Covid-19, orang-orang dalam kelompok di atas juga memiliki risiko perburukan apabila terinfeksi virus corona tipe SARS-CoV-2. Artinya, tingkat kematian orang dalam kelompok tersebut jika terkena penyakit ini jauh lebih besar dibandingkan mereka yang berusia lebih muda dan tanpa kondisi kesehatan terdahulu.

Hingga saat ini, tingkat kematian orang tua (lansia) adalah sebesar 17-18% dari total jumlah kematian di dunia.

Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan orang berusia lebih muda, bahkan anak-anak bisa terkena COVID-19 dan mengembangkan kondisi yang serius.

Penularan
Bagaimana penularan Covid-19?
Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus.

Meski begitu, jumlah infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19 menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin adalah droplets.

Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, antara lain:

– Melalui droplets (cairan/liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup mulut, bahkan berbicara).
– Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi.
– Menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut.

SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:

– Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
– Karton/kardus, hingga 24 jam
– Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam

Awalnya, SARS-CoV-2 belum diketahui apakah dapat menular melalui udara seperti influenza atau tidak. Namun, baru-baru ini WHO mengimbau petugas medis bahwa droplet pasien COVID-19 dapat bertahan di udara.

Kemampuan virus baru ini dalam hal bermutasi juga menjadi salah satu teori yang dipercaya membuatnya mudah menular.

Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona (SARS-CoV-2) pun masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi terbaru berjudul Positive RT-PCR Test Results in Patients Recovered From COVID-19 sebagaimana dilansir dari Jurnal JAMA.

Diagnosis dan Pengobatan

Bagaimana mendiagnosis virus corona (Covid-19)?
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis Covid-19 yang mungkin menjangkiti Anda.

– Memeriksa riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan
– Menanyakan riwayat perjalanan
– Melakukan pemeriksaan fisik
– Melakukan tes darah
– Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, dari hidung atau spesimen pernapasan lainnya.

Beberapa metode yang juga digunakan untuk mendiagnosis virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yakni:

Tes cepat (rapid test)
Pemerintah RI mengumumkan akan melakukan tes cepat (rapid test) secara massal pada 20 Maret 2020.

Rapid test atau tes cepat adalah pemeriksaan imunoglobulin sebagai skrining awal. Tes imunoglobulin ini merupakan pemeriksaan reaksi antibodi tubuh terhadap virus SARS-CoV-2.

Apabila terdeteksi adanya antibodi terhadap virus ini di dalam tubuh, seseorang dapat dikatakan positif Covid-19, sekalipun ia tak bergejala. Orang yang positif tapi tidak menunjukkan gejala disebut dengan carrier.

Umumnya, tes ini lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan tes PCR untuk Covid-19. Meski begitu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap harus dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Pemerintah Indonesia melakukan tes ini dengan tujuan mengetahui lebih cepat sejauh mana penyebaran virus corona sehingga bisa ditekan. Meski begitu, tes ini memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan tes PCR.

Itu sebabnya, orang yang hasilnya positif pada tes ini akan tetap melakukan konfirmasi lagi dengan mengikuti tes Covid-19 RT-PCR.

Baca Juga : Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Covid-19 RT-PCR
Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, Covid-19 dapat didiagnosis dengan melakukan tes Covid-19 RT-PCR. Anda mungkin lebih akrab mendengarnya dengan sebutan tes PCR untuk Covid-19.

Covid-19 RT-PCR bertujuan untuk menentukan adanya asam nukleat (materi genetik, DNA) dari SARS-CoV-2 pada bagian pernapasan atas dan bawah.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal saluran pernapasan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Di Indonesia sendiri, metode yang paling sering digunakan untuk mengambil sampel adalah swab.

Metode ini dilakukan dengan mengusapkan kapas (cotton bud) untuk mengambil sampel cairan/lendir dari tenggorokan.

Tahapan diagnosis Covid-19 (SARS-CoV-2)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggunakan beberapa istilah yang berhubungan dengan Covid-19 sebelum menetapkan diagnosis penyakit ini.

Ketiga istilah itu adalah Pasien dengan Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Kasus Probabel, dan Kasus Konfirmasi.

Dikutip dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), berikut adalah tahapan-tahapan pasien sebelum ia pasti dinyatakan positif Covid-19:

1. Orang dalam Pemantauan (ODP)
Orang dalam Pemantauan (ODP) adalah seseorang yang mengalami demam (lebih dari 38℃) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk.

ODP juga termasuk orang yang punya riwayat bepergian atau tinggal di luar negeri, khususnya daerah di mana wabah terjadi. Bila di Indonesia, daerah itu adalah daerah-daerah di mana jumlah kasus cukup banyak terjadi.

2. Pasien dalam Pengawasan (PDP)
Pasien dalam Pengawasan (PDP) atau biasa disebut sebagai suspek artinya seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala yang muncul biasanya demam (lebih dari 38℃), batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, atau pneumonia ringan hingga berat.

PDP juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri atau Indonesia pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Seseorang akan dikategorikan sebagai PDP jika mengalami demam lebih dari 38℃, ISPA, dan melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 selama 24 hari terakhir.

3. Kasus Probabel
Orang yang masuk dalam kategori ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diperiksa untuk Covid-19. Meski begitu, dalam tahap ini masih belum dapat disimpulkan apakah positif atau tidak.

4. Kasus konfirmasi
Pada tahap ini diagnosis Covid-19 sudah ditegakkan melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang positif.

Bagaimana mengobati Covid-19?
Oleh karena ini adalah virus baru, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan Covid-19 yang kini menjadi pandemi. Sebagian besar orang dengan penyakit akibat SARS-CoV-2 biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Hal ini terbukti dari banyaknya kasus kesembuhan yang terjadi, khususnya di Tiongkok.

Meski belum ada obat khusus, ada beberapa pengobatan yang dapat membantu meredakan gejala penyakit akibat virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, seperti:

– Minum obat untuk menurunkan gejala sakit dan flu, tapi jangan berikan aspirin pada anak-anak
– Gunakan pelembap ruangan atau mandi dengan air panas untuk melegakan sakit tenggorokan dan batuk
– Jika Anda mengalami sakit ringan, Anda perlu minum banyak air dan beristirahat di rumah

Walaupun demikian, para ahli tidak menyarankan penggunaan ibuprofen untuk mengobati gejala virus corona. Hal ini dikarenakan pada pasien tertentu ibuprofen justru memperburuk kondisi pasien COVID-19.

Pencegahan
Bagaimana mencegah virus corona (Covid-19)?
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah virus corona penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera menemukan penangkalnya.

Yang terbaru pada (18/3), peneliti di Amerika Serikat dan Tiongkok baru saja mulai melakukan uji coba pertama vaksin pada manusia.

Meski begitu, Anda masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:

– Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air, setidaknya 20 detik (dua kali lagu Happy Birthday)
– Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol.
– Hindari menyentuh permukaan benda di tempat/transportasi umum.
– Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu
– Hindari menyentuh hidung, mulut, atau bagian wajah lainnya dengan tangan yang belum dicuci.
– Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
– Bersihkan barang/permukaan benda yang sering Anda sentuh dengan disinfektan atau alkohol.
– Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan.
– Tetaplah di rumah jika sakit alias lakukan isolasi diri.
– Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
– Menghindari tempat keramaian.
– Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Dalam rilisnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menganjurkan beberapa hal untuk mencegah infeksi virus corona baru, terutama jika Anda terpaksa harus bepergian ke daerah wabah, yaitu:

– Hindari menyentuh hewan atau burung.
– Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
– Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
– Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
– Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah wabah, terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
– Setelah kembali dari daerah wabah, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan informasikan kepada dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Salutemondiale.web.id – Menghirup aromaterapi, mandi air hangat, hingga melakukan teknik pernapasan adalah beberapa metode yang dapat membantu Anda tidur nyenyak ketika mengalami insomnia. Namun, jika semua cara ini tidak cukup ampuh untuk mengatasi insomnia, akupresur bisa menjadi pilihan alternatif yang patut dicoba.

Bagaimana cara akupresur mengatasi insomnia?
Akupresur merupakan teknik pijat dengan cara memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh. Terapis akupresur menekan titik-titik ini menggunakan jari, telapak tangan, atau alat khusus yang terbuat dari kayu.

Prinsip akupresur sebenarnya mirip dengan akupunktur, yakni melancarkan aliran energi chi yang terdapat dalam tubuh Anda. Aliran energi chi yang terhambat dipercaya menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk insomnia.

Saat digunakan untuk mengatasi insomnia, akupresur akan memberikan beberapa efek positif bagi tubuh Anda. Di antaranya mengatasi tubuh yang tegang, membuat otot dan sendi lebih rileks, mengurangi cemas, serta meredakan nyeri dan rasa tak nyaman.

Teknik pijat ini juga dapat melancarkan peredaran darah, sistem getah bening, serta kinerja hormon. Dengan tubuh yang rileks dan sirkulasi yang lancar, tidur menjadi lebih nyenyak sehingga kualitas tidur pun meningkat.

Beragam titik akupresur guna mengatasi insomnia
Ada ratusan titik akupresur yang terdapat pada tubuh Anda. Di antara ratusan titik tersebut, berikut adalah beberapa titik akupresur yang dapat Anda tekan untuk mengatasi insomnia:

1. Spirit gate
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik spirit gate terdapat pada lekukan di pergelangan tangan bagian luar, tepatnya di bawah jari kelingking. Untuk menemukan titik ini, raba pergelangan tangan Anda secara perlahan menggunakan ibu hari, kemudian ikuti langkah berikut:

– Tekan dengan lembut menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.
– Lanjutkan selama 2-3 menit.
– Tekan dan tahan bagian kiri dari titik tersebut selama beberapa detik, lalu lakukan pada bagian kanan titik.
– Ulangi seluruh langkah tersebut pada pergelangan tangan sebelah kanan.

Baca Juga : Jenis Insomnia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

2. Persimpangan tiga yin
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik persimpangan tiga yin terdapat pada kaki bagian dalam, tepatnya di atas pergelangan kaki. Selain mengatasi insomnia, titik akupresur ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid dan gangguan pada panggul.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan akupresur pada titik ini:
– Tentukan titik persimpangan tiga yin pada kaki Anda. Caranya, tempelkan 4 jari tangan Anda di atas pergelangan kaki. Titik ini terdapat pada jari teratas.
– Tekan titik tersebut dengan dalam menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.
– Lakukan selama 4-5 detik, lalu ulangi pada kaki satunya.

3. Wind pool
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik wind pool terdapat pada sisi kanan dan kiri leher bagian belakang. Anda bisa menemukan titik ini dengan meraba sepasang tulang mastoid di belakang telinga. Susuri ke atas hingga Anda menemukan sepasang lekukan tepat di bawah kepala.

Anda dapat menekan kedua titik akupresur ini untuk mengatasi insomnia yang disebabkan oleh gangguan pernapasan, misalnya akibat batuk. Berikut langkah-langkahnya:

– Setelah menemukan titiknya pada leher Anda, tekan dengan kedua ibu jari.
– Pijat dengan gerakan memutar atau naik-turun selama 4-5 detik.
– Tarik dan embuskan napas dengan dalam selama memijat area tersebut.

4. Bubbling spring
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik bubbling spring terdapat pada telapak kaki bagian atas. Titik ini terlihat jelas ketika jari kaki Anda menekuk ke dalam. Melakukan akupresur pada titik bubbling spring dipercaya efektif untuk mengatasi insomnia karena dapat memancing kantuk.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
– Awali dengan berbaring terlentang agar Anda bisa menekan telapak kaki menggunakan tangan.
– Raih kaki Anda dengan satu tangan, lalu tekuk jari kaki Anda ke dalam.
– Cari lekukan pada bagian atas telapak kaki Anda.
– Tekan lekukan tersebut dengan dalam, lalu pijat selama beberapa menit menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.

Akupresur merupakan cara alami yang cukup menjanjikan untuk mengatasi insomnia. Pasalnya, metode ini membantu tubuh lebih rileks, melancarkan peredaran darah, dan mengendurkan otot-otot sehingga tubuh Anda lebih siap untuk tidur.

Namun, segera periksakan diri Anda apabila insomnia berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan bertambah parah. Insomnia parah bisa menandakan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.

Beberapa Terapi Utama Untuk Mengobati Insomnia

Beberapa Terapi Utama Untuk Mengobati Insomnia

Salutemondiale.web.id – Obat tidur sering menjadi pilihan utama untuk mengobati insomnia. Namun obat tidur sebenarnya bukanlah solusi yang tepat karena efeknya dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan. Itu sebabnya banyak dokter dan profesional kesehatan yang lebih menganjurkan Anda untuk melakukan terapi perilaku kognitif guna mengatasi masalah susah tidur Anda.

Sekilas tentang terapi perilaku kognitif (CBT)
Tujuan utama dari terapi perilaku kognitif (CBT) adalah mengubah pola pikir atau perilaku yang menyebabkan berbagai masalah dalam hidup seseorang. Nah pada umumnya, insomnia berakar dari gaya hidup tidak sehat dan pola tidur berantakan yang sudah berlangsung lama sehingga sulit untuk diubah.

Itu sebabnya terapi CBT akan dilakukan apabila gangguan tidur tidak juga membaik, bahkan setelah Anda mencoba berbagai macam cara untuk memperbaiki pola tidur Anda selama ini.

CBT untuk mengobati insomnia (Cognitive behavioral therapy for insomnia/ CBT-I) merupakan program terstruktur yang bertujuan untuk membantu Anda mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dengan cara menghindari berbagai perilaku dan pemikiran negatif yang membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak.

Langkah-langkah terapi CBT untuk mengobati insomnia :
CBT-I sendiri terdiri dari beberapa metode terapi untuk mengobati insomnia, di antaranya:

1. Terapi kontrol stimulus
Stimulus adalah segala sesuatu yang menyebabkan respon. Tujuan dari metode ini adalah agar Anda mendapat respon positif saat tidur di malam hari. Itu sebabnya, dokter atau terapis akan mengajarkan pasien untuk mengatur pikirannya agar dapat mengaitkan kamar tidur hanya dengan kegiatan tidur. Pasalnya, berbaring di tempat tidur dalam keadaan terjaga (misal sambil main HP atau laptop) bisa jadi kebiasaan buruk yang membuat Anda sulit tidur.

Metode ini akan mengajarkan Anda untuk menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual. Jadi, Anda tidak boleh membaca, menonton TV atau melakukan hal lain selain tidur di atas tempat tidur Anda. Anda juga diajarkan untuk segera tidur jika sudah merasa sangat mengantuk.

Jika Anda tidak bisa tidur setelah 20 menit meski sudah berbaring di tempat tidur, Anda diharuskan untuk bangun dari tempat tidur dan melakukan suatu aktivitas santai. Misalnya meditasi. Bila kemudian Anda merasa ngantuk, barulah Anda bisa kembali tidur lagi.

2. Terapi restriksi tidur
Metode ini dilakukan dengan membatasi waktu tidur Anda hanya 5 jam per hari dari waktu tidur yang ideal 7 jam per hari. Hal ini dilakukan supaya Anda jadi kurang tidur dan kelelahan di malam hari.

Nah, keadaan tersetbulah yang justru akan membantu Anda tertidur lebih cepat dan bangun lebih sedikit di malam hari. Akibatnya, Anda jadi bisa tidur lebih nyenyak dan mendapatkan pola tidur Anda yang lebih stabil pada malam hari.

Jika waktu tidur Anda kian membaik, jam tidur Anda nantinya akan berangsur-angsur meningkat.

Baca Juga : Kehidupan Seks Dan Menopause

3. Terapi rileksasi
Terapi rileksasi mengajarkan Anda bagaimana caranya membuat pikiran dan tubuh santai untuk mengurangi stres dan kecemasan yang membuat Anda susah tidur nyenyak. Metode ini bisa digunakan baik siang hari maupun menjelang tidur dengan meditasi, latihan pernapasan, relaksasi otot, dan lain sebagainya.

Biasanya terapi rileksasi juga dilakukan bersamaan dengan biofeedback. Biofeedback sendiri merupakan alat sensor yang dipasang di tubuh pasien untuk mengukur tingkat ketegangan otot, denyut jantung, dan frekuensi gelombang otak pasien.

Metode ini mengharuskan Anda untuk fokus dan berkonsentrasi untuk melihat hasilnya. Beberapa orang mungkin bisa cepat mempelajari metode ini hanya dalam beberapa sesi saja. Namun, beberapa orang lainnya mungkin memerlukan banyak sesi untuk menguasai teknik ini.

4. Edukasi sleep hygiene
Dalam banyak kasus, gangguan tidur sering disebabkan karena kebiasaan buruk seperti merokok, minum terlalu banyak kafein dan alkohol, atau tidak berolahraga secara teratur. Nah dengan menerapkan metode ini, Anda dituntut untuk konsisten menjalankan pola hidup yang sehat.

Tidak hanya itu, terapi sleep hygiene juga akan memberikan berbagai tips dasar yang membantu Anda mengembangkan pola tidur yang sehat.

5. Terapi kognitif dan psikoterapi
Metode ini digunakan untuk membantu Anda mengidentifikasi pikiran dan perasaan negatif yang bisa membuat Anda jadi kesulitan untuk tidur. Nantinya Anda akan belajar bagaimana cara mengatasi pikiran negatif dan meningkatkan sikap dan kepercayaan diri yang positif. Hal ini membuat Anda berfokus untuk menyingkirkan semua kekhawatiran yang Anda rasakan dari pikiran Anda.

Dengan terapi CBT-I, orang yang memiliki insomnia akut tidak perlu lagi mengonsumsi obat tidur, yang berisiko membahayakan hidup mereka di kemudian hari. Menurut peneliti dari American College of Physician, CBT-I telah melalui berbagai fase percobaan sehingga cocok diterapkan pada orang-orang yang mengalami kesulitan tidur agar dapat bisa tidur nyenyak di malam hari.

Kehidupan Seks Dan Menopause

Kehidupan Seks Dan Menopause

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kehidupan Seks Dan Menopause. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kehidupan Seks Dan Menopause

Menopause dapat memengaruhi wanita dalam banyak hal. Berhubungan intim bersama pasangan merupakan hal yang tidak seharusnya dilupakan meski sudah menopause. Namun, apakah masih memungkinkan? Perlu kamu ketahui bahwa menopause bukanlah sebuag penyakit, tetapi sebagai waktu transformatif dalam kehidupan seorang wanita.

Secara klinis, menopause adalah akhir dari menstruasi bulanan yang teratur pada wanita. Salah satu gejala menopause yang paling diabaikan adalah menurunnya hasrat berhubungan intim. Kurangnya keinginan, kekeringan pada vagina, dan rasa sakit saat berhubungan seks dapat terjadi akibat perubahan kadar hormon. Nyatanya, berhubungan intim setelah menopause tetap bisa menyenangkan, lho!

Temukan Kembali Libido
Libido merupakan aspek kompleks dari seksualitas. Mungkin banyak orang yang tidak nyaman membahasnya, bahkan baru mencari tahu makna libido setelah menopause terjadi.Menemukan cara baru untuk mengubah gairan dan saat-saat menyenangkan, seperti terapi fisik panggul atau peremajaan laser vagina, juga mengembalikan keintiman dalam hubungan. Penggabungan perubahan gaya hidup, teknologi, dan obat-obatan dapat membantu mempertahankan gairah dengan pelumasan vagina dan perubahan jaringan vagina.

Kiat lain yang mungkin dapat dilakukan termasuk:

Mengubah rutinitas seksual.
Fokus pada pemanasan.
Penggunaan alat bantu seksual.

Jalankan Gaya Hidup Sehat
Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, berolahraga merupakan cara untuk meningkatkan gairah seks. Rutin berolahraga merupakan salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan demi meningkatkan libido. Olahraga yang teratur diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup, tentunya merupakan kunci agar gairah seksual tetap terjaga di masa-masa menopause.

Ciptakan juga gaya hidup berpasangan yang lebih intim dan romantis. Menciptakan momen-momen keintiman berdua dengan pasangan merupakan salah satu kunci menjaga gairah seksual. Tunjukkan rasa cinta dan kasih sayang bersama pasangan dengan makan malam romantis. Ucapkan kalimat-kalimat yang menyenangkan dan romantis pada pasangan di pagi hari saat bangun tidur dan disertai dengan kecupan hangat dan belaian halus.

Sementara organ vital wanita mengalami kekeringan saat menopause, tidak ada salahnya untuk menyiapkan pelumas agar kegiatan hubungan intim lebih menyenangkan tanpa ada gangguan rasa sakit. Selain pelumas, pelembap khusus organ vital juga dapat digunakan secara teratur demi menjaga kelembapan di area organ intim.

Apapun yang terjadi, nikmatilah hidup bersama pasangan tersayang. Cobalah untuk menghadapi dan membicarakan masalah yang ada dengan pasangan agar terhindar dari stres. Dengan adanya stres, maka gairah seksual pun tentunya akan menurun drastis, sehingga kamu tidak dapat menikmati momen intim dengan pasangan.

Cobalah Sesuatu yang Baru
Kamu tidak perlu khawatir menopause dapat mengurangi gairah seksual. Kamu dapat mengatasinya dengan mencari tahu dan mencoba sesuatu yang baru pada saat berhubungan intim, seperti memulai untuk mencoba posisi seks yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan faktor usia. Mencoba posisi baru sah-sah saja, tetapi faktor kenyamanan jangan dilupakan, ya! Karena usia tidak bisa bohong, maka gunakanlah bantal sebagai penyangga tulang agar lebih nyaman saat berhubungan intim.

Mungkinkah Wanita Hamil Setelah Menopause?

Saat usia reproduktif, tubuh wanita memiliki persediaan sel telur yang mencukupi dan pastinya sehat untuk dibuahi. Melansir dari Healthline, proses produksi sel telur yang sehat ini membutuhkan bantuan berbagai hormon seperti progesteron, estrogen, luteinizing hormone (LH), dan follicle hormone (FSH). Produksi sel telur ini disebut sebagai masa ovulasi, sehingga saat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma laki-laki, maka kehamilan akan terjadi dan menstruasi tidak terjadi.

Namun, wanita yang sedang memasuki masa menopause tidak langsung berhenti menghasilkan sel telur. Memasuki fase menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron perlahan berkurang dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Periode ini disebut perimenopause, ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kesuburan menurun karena ovulasi sulit terjadi, tetapi menstruasi masih terjadi jika hormon dalam jumlah yang optimal. Kebanyakan wanita mengalami menopause di usia 50 tahun atau lebih.

Di waktu ini, kadar LH dan FSH kamu tetap tinggi namun kadar estrogen dan progesteron tetap rendah. Ketidakseimbangan hormon ini membuat ovarium tidak melepaskan sel telur. Akibatnya, menstruasi berhenti total dan tidak dapat hamil lagi.

Jadi beberapa wanita yang belum sepenuhnya mengalami menopause, atau dalam masa perimenopause yang ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur nyatanya masih dapat mengalami kehamilan. Perimenopause berlangsung selama beberapa tahun sampai tiba masa menopause.

Perubahan-Perubahan yang Terjadi Setelah Menopause
Selain berhentinya siklus menstruasi, menopause juga akan menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh wanita. Masa di mana perubahan ini terjadi disebut dengan masa perimenopause, biasanya berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause. Perimenopause umumnya dimulai saat seorang wanita berusia 40 tahun atau bisa juga lebih awal.

Durasi dan tingkat keparahan gejala yang muncul menjelang menopause bisa berbeda-beda antara satu wanita dengan yang lainnya. Memasuki masa menopause, ada berbagai perubahan serta gejala yang muncul, di antaranya:

1. Siklus Menstruasi
Salah satu perubahan yang pasti terjadi menjelang masa menopause adalah siklus menstruasi. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menjelang menopause, wanita mungkin saja mengalami datang bulan lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Tanda menopause juga bisa dikenali melalui darah yang keluar menjadi lebih sedikit atau justru lebih banyak.

2. Penampilan Fisik
Ternyata, menopause juga menyebabkan wanita mengalami perubahan pada penampilan fisik. Menjelang masa ini, beberapa wanita akan mengalami rambut rontok, berat badan bertambah, payudara mengendur, serta kulit menjadi mudah kering.

3. Perubahan Psikologis
Tidak hanya pada fisik, menopause juga bisa menyebabkan seorang wanita mengalami perubahan psikologis. Menjelang habisnya siklus menstruasi, seorang wanita menjadi rentan mengalami gangguan, seperti insomnia alias sulit tidur di malam hari, depresi, serta perubahan suasana hati yang terjadi mendadak.

4. Perubahan Fisik
Selain penampilan, menopause juga bisa menyebabkan perubahan pada fisik wanita. Dalam hal ini, wanita menjadi lebih mudah merasa panas atau gerah karena mudah berkeringat. Kondisi ini disebut dengan hot flashes dan biasanya lebih sering terjadi pada malam hari. Kondisi ini juga menyebabkan wanita mengalami pusing, jantung berdebar, serta infeksi berulang pada saluran kemih.

5. Risiko Osteoporosis
Wanita yang sudah memasuki masa menopause juga lebih berisiko mengalami osteoporosis. Bahkan, wanita yang sudah memasuki masa menopause disebut memiliki risiko hingga 4 kali lebih besar mengalami penyakit ini. Hal ini disebut berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi, terutama hormon estrogen. Berkurangnya hormon estrogen memengaruhi risiko seorang wanita mengalami gangguan tulang, seperti osteoporosis atau osteoarthritis.

Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

salutemondiale.web.id Salah satu hormon yang paling penting untuk pria adalah hormon testosteron.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Testosteron adalah hormon yang memengaruhi penampilan pria dan perkembangan seksualnya, seperti merangsang produksi sperma dan dorongan seks. Selain itu, hormon ini juga dapat membentuk massa otot dan kekuatan, hingga perubahan karakter saat memasuki masa puber.

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh mungkin saja mengalami kekurangan testosteron. Namun, bukan hanya faktor usia yang dapat memengaruhi produksi testosteron, banyak hal-hal lainnya yang dapat memengaruhinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda pria mengalami kekurangan testosteron. Berikut ulasannya!

Beberapa Tanda Pria Kekurangan Testosteron
Faktanya, produksi testosteron dapat menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Disebutkan sekitar 2 dari 10 pria yang sudah berusia lebih dari 60 tahun cenderung memiliki testosteron yang rendah. Angka tersebut meningkat menjadi 3 dari 10 pria ketika usianya telah mencapai 70 hingga 80 tahun.Untuk kisaran yang normal, testosteron seorang pria umumnya sekitar 300 hingga 1.000 nanogram per desiliter (ng/dL). Jika hasil pemeriksaan yang dilakukan di bawah angka tersebut, dapat dipastikan kamu mengalami kekurangan testosteron pada tubuh. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah tes testosteron serum untuk melihat tingkat peredaran hormon tersebut.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, kamu mungkin mengalami beberapa tanda apabila tubuhmu kekurangan hormon testosteron. Meski begitu, tanda-tanda pria kekurangan testosteron rendah sering kali tidak begitu kentara. Namun, kamu bisa mengetahuinya dengan melihat beberapa gejala berikut:

1. Dorongan Seks Rendah
Tanda kekurangan hormon testosteron pada pria yang pertama adalah menurunnya dorongan seks. Hal tersebut karena testosteron memainkan peran penting pada libido pada pria. Memang umumnya pria yang telah berumur akan mengalami penurunan dorongan seks. Namun, seseorang yang mengalami kekurangan testosteron kemungkinan akan mengalami penurunan libido yang lebih drastis.

2. Sulit Ereksi
Seseorang mungkin saja mengalami kesulitan untuk ereksi ketika tubuhnya kekurangan hormon testosteron. Memang hormon tersebut tidak menyebabkan ereksi, tetapi dapat merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan reaksi kimia yang dibutuhkan agar ereksi terjadi. Saat kadar testosteron terlalu rendah, pria tersebut mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau ereksi spontan. Walau begitu, kelainan ini mungkin saja disebabkan oleh gangguan lainnya.

3. Volume Air Mani Rendah
Mungkin saja kamu tetap mampu untuk ereksi, tetapi hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah air mani yang dihasilkan. Seseorang yang mengalami kekurangan testosteron dapat menghasilkan air mani yang lebih sedikit. Hal tersebut terjadi karena kurangnya dorongan dari hormon tersebut dalam produksi air mani.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kekurangan testosteron, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca Juga : Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

4. Kerontokan rambut
Testosteron juga memainkan peran penting pada beberapa fungsi tubuh, termasuk juga produksi rambut. Botak adalah hal yang alami dari penuaan bagi banyak pria. Namun, jika seseorang mengalami kekurangan kadar testosteron, risiko untuk mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah dapat terjadi.

5. Kelelahan
Pria yang mengalami kekurangan testosteron mungkin saja merasakan kelelahan ekstrem dan penurunan tingkat energi. Sehingga, kamu mungkin kerap merasa lelah sepanjang waktu, meskipun sudah cukup tidur. Selain itu, kamu juga dapat merasa sulit termotivasi untuk berolahraga.

6. Kehilangan massa otot
Dikarenakan testosteron memainkan peran dalam membangun otot, maka pria yang kekurangan testosteron mungkin mengalami penurunan massa otot. Disebutkan bahwa testosteron dapat memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu terkait kekuatan atau fungsinya.

Itulah beberapa hal yang dapat terjadi sebagai tanda dari kekurangan testosteron pada pria. Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya langsung memeriksakan diri. Apabila kelainan tersebut benar adanya, pengobatan dini dapat dilakukan segera.

Dari banyaknya jenis hormon, hormon testosteron merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Testosteron sendiri sering dianggap sebagai “hormon pria”, yang diproduksi di bagian testis. Ia memiliki beragam fungsi. Salah satunya memengaruhi bentuk tubuh pria. Contohnya, lingkar pinggang.

Lingkar pinggang seorang pria tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja. Sebab, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar hormon. Terapi hormon testosteron pada seorang pria bisa berpengaruh pada lingkar pinggangnya. Kata seorang profesor kedokteran dan onkologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengurangan jumlah lemak perut pada pria yang diberi testosteron.

Meski dikenal sebagai “hormon pria”, namun hormon ini juga dimiliki oleh wanita yang berfungsi untuk meningkatkan hasrat seksual dan pengatur suasana hati.

Nah, hormon ini memerlukan keseimbangan jumlah agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi, apa jadinya bila terdapat gangguan testosteron dalam tubuh? Misalnya, jumlahnya yang menurun atau terlalu banyak?

Ciri-Ciri Gangguan Testosteron
Hormon ini sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Dalam dunia kedokteran, kondisi saat pria mengalami penurunan kadar hormon ini disebut dengan hipogonadisme. Sayangnya, banyak pria yang enggak menyadari gejala hipogonadisme ini. Nah, berikut beberapa ciri ketika pria mengalami gangguan testosteron (jumlahnya berkurang):

Kehilangan kekuatan tubuh.Gangguan ereksi.Penurunan libido dan kehilangan gairah seksual.Sering mengantuk setelah makan.Sering merasa lesu dan letih.Mengalami gangguan ereksi.Rambut-rambut di tubuh mulai rontok (tak hanya di kepala).Massa otot tubuh berkurang.Lingkar pinggang makin bertambah.

Gangguan testosteron tak hanya berupa berkurangnya jumlah hormon ini saja. Sebab, kelebihan hormon ini juga bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Misalnya, testis mengkerut, kulit berminyak dan jerawatan, serta meningkatnya jumlah sel darah merah dan hemoglobin.

Sedangkan dampak menurunnya kadar hormon testosteron, pada psikis lain lagi ceritanya. Dampaknya bisa berupa gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, dan masalah pada memori serta konsentrasi. Selain itu, pengidapnya juga cenderung merasa depresi atau sedih.

Gangguan Testosteron Pada Wanita
Kadar hormon testosteron yang rendah pada wanita juga bisa memicu berbagai keluhan. Misalnya, mengurangi libido atau gairah seksual. Sedangkan jumlah testosteron yang tinggi lain lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan kelebihan rambut di dalam tubuh, timbul jerawat, klitoris membesar, ukuran payudara mengecil, peningkatan massa otot, suara menjadi berat, dan siklus menstruasi.

Nah, bila dirimu merasakan adanya beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah tanyakan pada dokter perihal kadar testosteron tubuh. Normalnya, kadar hormon testosteron pada wanita berkisar 8–60 nanogram per desiliter. Sementara pria memiliki 400–700 nanogram per desiliter. Sedangkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi, adalah 300 nanogram per desiliter.

Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Malam pertama hampir pasti akan dilalui oleh setiap pasangan yang baru saja menikah. Perasaan haru, tegang, cemas, hingga tidak percaya diri menjadi hal yang wajar terjadi menjelang momen tersebut. Pasalnya, malam pertama bagi pasangan pengantin baru identik dengan hubungan intim. Tidak sedikit pasangan yang merasa kebingungan untuk melewati malam ini, sebab banyaknya mitos yang beredar seputar malam pertama.

Mempersiapkan malam pertama juga menjadi hal yang susah-susah gampang, tetapi harus dilakukan dengan benar. Hal itu penting dilakukan untuk mengatasi rasa cemas yang menyelimuti. Tak hanya itu, persiapan yang lengkap dan matang juga bisa membuat momen malam pertama bisa dilewati dengan perasaan bahagia. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan?

Mengatasi Cemas pada Malam Pertama
Muncul rasa cemas dan khawatir menjelang malam pertama adalah hal yang wajar terjadi. Menyusun rencana dan persiapan untuk menghadapi kondisi ini adalah hal yang sebaiknya dilakukan. Berikut ini tips mengatasi cemas pada malam pertama yang bisa diterapkan bagi pengantin baru:

1. Cari Informasi
Ada banyak informasi yang beredar seputar hubungan intim dan reproduksi. Sayangnya, tidak semua informasi mengandung fakta dan bisa dibuktikan. Nyatanya, menerima informasi yang tidak akurat malah bisa menambah rasa cemas bagi pasangan pengantin baru. Maka dari itu, menjelang malam pertama, kamu bisa mengajak pasangan untuk mencari tahu informasi yang tepat dan cobalah untuk memahaminya bersama.

2. Utarakan
asa cemas dan tertekan menjelang malam pertama bisa menimpa siapa saja, baik suami maupun istri. Normal jika merasa canggung, tetapi sebaiknya jangan pendam hal itu sendiri. Coba sampaikan dan utarakan perasaan yang sedang dialami pada pasangan. Mengetahui bahwa ada seseorang yang mengerti perasaan kamu adalah hal yang bisa menenangkan. Selain itu, kamu dan pasangan tentunya akan lebih bisa bekerja sama untuk membuat malam pertama menjadi lebih berkesan.

3. Jangan Menekan Diri
Tidak apa-apa jika terjadi rasa canggung atau bahkan gagal berhubungan intim pada malam pertama. Kamu dan pasangan masih bisa mencoba pada hari lainnya. Terlalu menekan diri hanya akan membuat rasa cemas semakin menguasai, bahkan bisa memicu stres jangka panjang dan berujung pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

4. Perawatan Tubuh
Melakukan perawatan tubuh sebelum malam pertama bisa membantu membuat pikiran menjadi lebih santai dan menekan rasa cemas. Selain itu, perawatan yang dijalani juga bisa membantu memberi sensasi tersendiri. Kamu dan pasangan bisa melakukan perawatan bersama, seperti waxing, lulur, dan lainnya. Selain membuat tubuh menjadi lebih bersih dan wangi, perawatan-perawatan ini juga bisa membuat pasangan pengantin menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi malam pertama.

5. Jangan Lupa Foreplay
Satu hal penting yang wajib dilakukan sebelum berhubungan intim adalah pemanasan alias foreplay. Melakukan foreplay bisa membantu meningkatkan keintiman dengan pasangan dan mencapai rasa nikmat yang penuh. Foreplay juga bisa membantu menyiapkan tubuh sebelum penetrasi dilakukan, sehingga terhindar dari rasa nyeri.

6. Pilih Posisi
Menentukan posisi yang paling disukai nyatanya bisa meningkatkan kepuasan, sehingga hal-hal yang sejak awal dicemaskan tidak perlu terjadi. Ada banyak posisi yang bisa dipelajari dan diterapkan saat melakukan hubungan intim dengan pasangan di malam pertama.

Mengenal Perubahan Tubuh yang Wajar setelah Malam Pertama
Secara biologis, akan ada sejumlah perubahan yang terjadi sebagai tanda bahwa tubuh sudah aktif secara seksual. Mengetahui apa saja perubahan yang terjadi bisa membantu mengatasi rasa cemas dan tegang pada malam pertama. Berikut ini beberapa perubahan yang akan terjadi pada tubuh:

1. Elastisitas Miss V
Bagian tubuh yang pasti akan mengalami perubahan adalah organ kewanitaan alias Miss V. Setelah aktif secara seksual, elastisitas Miss V akan berubah dan menyesuaikan dengan aktivitas yang baru terjadi. Bahkan, ada kemungkinan area tersebut akan terasa sedikit membengkak atau menebal. Namun jangan khawatir, hal itu normal dan Miss V akan membaik seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

2. Perubahan Payudara
Selain Miss V, perubahan juga akan terjadi pada payudara wanita. Setelah melewati malam pertama, payudara mengalami perubahan akibat terpengaruhnya pembuluh darah serta jaringan payudara. Dalam hal ini, jaringan payudara dan pembuluh darah ikut melebar. Hal itu kemudian menyebabkan payudara terasa lebih besar dari ukuran biasanya. Selain itu, payudara mungkin juga akan terasa kencang selama berhubungan intim.

3. Sensitivitas Puting Payudara
Puting payudara juga akan menjadi lebih sensitif saat sedang berhubungan intim. Hal ini juga merupakan reaksi tubuh, termasuk karena meningkatnya aliran darah dan tekanan otot pada bagian-bagian tubuh. Saat seorang wanita tengah bergairah, puting payudara menjadi lebih keras, dan terasa lebih sensitif terutama saat mencapai orgasme.

4. Klitoris dan Rahim Aktif
Klitoris dan rahim menjadi aktif setelah berhubungan intim. Klitoris akan menebal dan rahim akan lebih naik sedikit. Namun setelah beberapa waktu, semua akan kembali ke posisi normal. Terjadinya penebalan dan kontraksi akan memengaruhi kemampuan Miss V dalam rangka beradaptasi dengan aktivitas seksual.

5. Hormon Bahagia
Setelah melewati malam pertama, tubuh akan dibanjiri dengan hormon bahagia yang disebut dengan serotonin. Tak hanya itu, tubuh wanita juga akan memproduksi banyak hormon oksitosin saat mencapai orgasme. Nyatanya, hormon tersebut bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan bahagia. Tubuh juga akan memproduksi “hormon cinta”, yaitu hormon oksitosin. Pernah dengar anggapan bahwa wanita sering terlihat lebih cerah dan cantik setelah bercinta? Mungkin hal itu terjadi karena pengaruh dari hormon bahagia tersebut.

Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

salutemondiale.web.id Kehidupan seks yang sehat sangat diperlukan bagi mereka yang sudah berumur kepala dua lebih,tapi untuk meminimalisir penyakit,penggunaan kondom digunakan.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Kondom Bagi Kesehatan Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

Penggunaan kondom saat berhubugan intim sangat disarankan. Terlepas dari selera dan preferensi, nyatanya pemakaian kondom sangat berdampak baik bagi kesehatan. Meski begitu, sebagian laki-laki masih enggan menggunakan kondom karena diyakini bisa mengurangi kenikmatan.

Selain itu, sebagian orang merasa repot memakainya. Sementara masih banyak wanita yang masih malu-malu meminta pasangannya memakai kondom. Agar kamu mengerti betapa pentingnya menggunakan kondom saat berhubungan intim, berikut ini 7 manfaatnya bagi kesehatan.

Mencegah Kehamilan yang Tidak Diinginkan
Jika dipasang dengan tepat, penggunaan kondom setidaknya dapat mengurangi risiko kehamilan hingga 98 persen. Ini artinya, hanya 2 dari 100 orang yang mungkin hamil setelah berhubungan intim menggunakan kondom. Namun jika pemasangan kurang sempurna, efektivitasnya turun menjadi 85 persen.

Kondom, bahkan dapat membantu metode KB lainnya untuk bekerja lebih efektif. Tidak ada metode yang 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Jadi, menambahkan kondom merupakan ide yang baik untuk memberi perlindungan ekstra. Kamu bisa menambahkan kondom untuk hampir semua metode kontrasepsi lainnya, seperti pil KB, suntikm cincin, IUD, dan implan.

Mencegah Penularan HIV
Virus HIV dapat mudah menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom karena penularannya melalui kelamin. Menggunakan kondom dapat mencegah kamu menyebarkan atau mendapatkan virus ini.

Memperpanjang Durasi Berhubungan Intim
Perlindungan itu penting, tapi kepuasan juga tidak kalah penting. Menurut penelitian, kondom ternyata dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan seks kamu dan pasangan dengan memperpanjang durasi hubungan intim, lho.

Kondom memiliki banyak model, bentuk. dan tekstur yang bervariasi yang dapat meningkatkan sensasi seks bagi kedua pasangan. Dan meminta pasangan memasang kondom pada Mr.P-nya bisa menjadi bagian yang seksi dari foreplay, terutama bila kamu juga menambahkan pelumas. Kondom, bahkan dapat menunda ejakulasi (cumming), sehingga hubungan seks berlangsung lebih lama.Kamu dapat menggunakan kondom untuk seks oral, anal, dan vaginal. Manfaat kondom dapat membuat kamu fokus pada kesenangan dan kepuasan berhubungan intim dengan pasangan tanpa khawatir tentang kehamilan atau penyakit menular seksual (PMS).

Menjaga Ereksi
Kondom juga bermanfaat bagi pria yang mengalami kesulitan ereksi atau disfungsi ereksi. Dengan menggunakan kondom, ereksi bisa lebih lama dipertahankan.

Mencegah Cedera
Banyaknya pelumas pada kondom membuat risiko cedera saat berhubungan intim menjadi sangat rendah.

Baca Juga : Hadapi Virus Dari Dasar Penggunaan Masker

Higienis
Salah satu alasan mengapa hubungan intim perlu menggunakan kondom adalah lebih sehat dan higienis. Manfaat penggunaan kondom membuat hubungan intim menjadi lebih bersih dan lebih aman.

Selain itu, menggunakan kondom berarti mencegah penularan PMS, seperti gonore, trichomoniasis, herpes, sifilis, dan lainnya.

Harganya Terjangkau dan Mudah Didapatkan
Kamu bisa mendapatkan kondom dengan sangat mudah di berbagai toko, online, dan di pusat kesehatan. Selain itu, harganya pun tidak mahal dan bisa didapatkan tanpa menggunakan resep atau identitas diri. Jadi, bisa dibilang kondom adalah alat perlindungan yang praktis dan terjangkau, tetapi dapat memberikan perlindungan besar bagi kamu dari kehamilan dan PMS.

Selain untuk mencegah penularan HIV dan penyakit kelamin, kondom kerap digunakan untuk mencegah terjadinya ‘kebobolan’ atau kehamilan yang belum dirasa tepat waktunya. Untuk itulah Moms dan suami mungkin memiliki kondom sebagai bentuk antisipasi akan hal tersebut.Meski risiko keamananya terbilang cukup menjanjikan, namun tetap ada beberapa hal yang dapat membuat Moms keboboloan. Di antaranya adalah sejumlah kesalahan saat menggunakan kondom berikut:

Tips Efektif Menggunakan Kondom
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manfaat kondom di atas baru bisa didapatkan secara optimal bila kamu menggunakan kondom dengan tepat. Karena itu, perhatikan tips penggunaan kondom berikut ini untuk perlindungan yang efektif:

Pastikan kamu atau pasangan menggunakan kondom dengan benar, sesuai dengan petunuk pemakaian pada kemasan.Jangan pernah menggunakan kembali kondom yang sudah pernah digunakan.Jangan menggunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan. Hal ini dapat merusak kondom dan mengurangi efektivitasnya.Jangan menggunakan pelumas berbasis minyak dan obat-obatan dengan kondom lateks.

1. Kurang memperhatikan kerusakan kondom
Pemeriksaan terhadap kondisi kondom merupakan hal yang penting, karena biasanya sering terjadi kerusakan yang dapat menimbulkan kebocoran. Kebocoran tersebutlah yang menjadikan penggunaan kondom tidak efektif. Kerusakan tersebut kerap terjadi saat membuka kemasan kondom.

2. Salah penyimpanan
Tahukah Moms, ternyata kondom perlu disimpan di tempat yang sejuk dan kering, lho. kesalahan dalam menyimpan kondom dapat menyebabkan kondom rusak dan berkurang efektivitasnya.

3. Terlalu cepat melepas kondom
Setelah selesai melakukan hubungan seksual, banyak yang langsung melepas kondom. Padahal seharusnya kondom tersebut dilepas ketika sudah benar-benar selesai, apabila kondom dilepas terlalu buru-buru, sama saja dengan Moms melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

4. Penggunaan kondom yang sama
Terkadang, para pria kerap menggunakan kondom yang sama lebih dari satu kali. Padahal seharusnya kondom hanya dipakai satu kali saja. Kondom yang digunakan lebih dari satu kali dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Penggunaan kondom yang sama secara berulang juga dapat mengurangi efektifitasnya.

5. Gagal menghilangkan udara pada ujung kondom
Ketika menggunakan kondom, pastikan suami Moms untuk menghilangkan udara di ujung kondom sehingga sperma dapat tertampung dengan baik. Bila tidak, maka kondom mungkin saja rusak selama ejakulasi.

6. Memilih kondom dengan aroma atau rasa
Sebagian besar pria mungkin memilih kondom dengan aroma atau rasa guna memberikan sensasi yang berbeda. Namun penelitian menunjukan, penggunaan kondom dengan rasa atau aroma dapat menimbulkan risiko tersendiri.

Di mana kondom tersebut mengandung gula yang dapat menyebabkan infeksi. Meskipun vagina memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari bakteri, namun bahan kimia asing dapat menyebabkan risiko serius.

7. Terbalik menggunakan kondom
Bila suami Moms terbalik memakai kondom atau bahkan memakainya di dua sisi dengan pemakaian berulang. Hal ini sama saja dengan tidak menggunakan kondom karena tetap dapat menyebabkan kehamilan.

8. Salah membuka kemasan
Jangan sesekali membuka kondom dengan kuku, gigi, dan benda tajam lainnya, karena hal ini dapat memperbesar kemungkinan kondom tersebut bocor.

9. Komplikasi pelumas
Kebanyakan kondom menggunakan pelumas berbahan dasar minyak dengan kondom lateks. Pelumas dengan bahan dasar tersebut justru akan melemahkan lateks, yang dapat membuat kondom rentan terhadap kerusakan.

1 2 3 6