Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Malam pertama hampir pasti akan dilalui oleh setiap pasangan yang baru saja menikah. Perasaan haru, tegang, cemas, hingga tidak percaya diri menjadi hal yang wajar terjadi menjelang momen tersebut. Pasalnya, malam pertama bagi pasangan pengantin baru identik dengan hubungan intim. Tidak sedikit pasangan yang merasa kebingungan untuk melewati malam ini, sebab banyaknya mitos yang beredar seputar malam pertama.

Mempersiapkan malam pertama juga menjadi hal yang susah-susah gampang, tetapi harus dilakukan dengan benar. Hal itu penting dilakukan untuk mengatasi rasa cemas yang menyelimuti. Tak hanya itu, persiapan yang lengkap dan matang juga bisa membuat momen malam pertama bisa dilewati dengan perasaan bahagia. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan?

Mengatasi Cemas pada Malam Pertama
Muncul rasa cemas dan khawatir menjelang malam pertama adalah hal yang wajar terjadi. Menyusun rencana dan persiapan untuk menghadapi kondisi ini adalah hal yang sebaiknya dilakukan. Berikut ini tips mengatasi cemas pada malam pertama yang bisa diterapkan bagi pengantin baru:

1. Cari Informasi
Ada banyak informasi yang beredar seputar hubungan intim dan reproduksi. Sayangnya, tidak semua informasi mengandung fakta dan bisa dibuktikan. Nyatanya, menerima informasi yang tidak akurat malah bisa menambah rasa cemas bagi pasangan pengantin baru. Maka dari itu, menjelang malam pertama, kamu bisa mengajak pasangan untuk mencari tahu informasi yang tepat dan cobalah untuk memahaminya bersama.

2. Utarakan
asa cemas dan tertekan menjelang malam pertama bisa menimpa siapa saja, baik suami maupun istri. Normal jika merasa canggung, tetapi sebaiknya jangan pendam hal itu sendiri. Coba sampaikan dan utarakan perasaan yang sedang dialami pada pasangan. Mengetahui bahwa ada seseorang yang mengerti perasaan kamu adalah hal yang bisa menenangkan. Selain itu, kamu dan pasangan tentunya akan lebih bisa bekerja sama untuk membuat malam pertama menjadi lebih berkesan.

3. Jangan Menekan Diri
Tidak apa-apa jika terjadi rasa canggung atau bahkan gagal berhubungan intim pada malam pertama. Kamu dan pasangan masih bisa mencoba pada hari lainnya. Terlalu menekan diri hanya akan membuat rasa cemas semakin menguasai, bahkan bisa memicu stres jangka panjang dan berujung pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

4. Perawatan Tubuh
Melakukan perawatan tubuh sebelum malam pertama bisa membantu membuat pikiran menjadi lebih santai dan menekan rasa cemas. Selain itu, perawatan yang dijalani juga bisa membantu memberi sensasi tersendiri. Kamu dan pasangan bisa melakukan perawatan bersama, seperti waxing, lulur, dan lainnya. Selain membuat tubuh menjadi lebih bersih dan wangi, perawatan-perawatan ini juga bisa membuat pasangan pengantin menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi malam pertama.

5. Jangan Lupa Foreplay
Satu hal penting yang wajib dilakukan sebelum berhubungan intim adalah pemanasan alias foreplay. Melakukan foreplay bisa membantu meningkatkan keintiman dengan pasangan dan mencapai rasa nikmat yang penuh. Foreplay juga bisa membantu menyiapkan tubuh sebelum penetrasi dilakukan, sehingga terhindar dari rasa nyeri.

6. Pilih Posisi
Menentukan posisi yang paling disukai nyatanya bisa meningkatkan kepuasan, sehingga hal-hal yang sejak awal dicemaskan tidak perlu terjadi. Ada banyak posisi yang bisa dipelajari dan diterapkan saat melakukan hubungan intim dengan pasangan di malam pertama.

Mengenal Perubahan Tubuh yang Wajar setelah Malam Pertama
Secara biologis, akan ada sejumlah perubahan yang terjadi sebagai tanda bahwa tubuh sudah aktif secara seksual. Mengetahui apa saja perubahan yang terjadi bisa membantu mengatasi rasa cemas dan tegang pada malam pertama. Berikut ini beberapa perubahan yang akan terjadi pada tubuh:

1. Elastisitas Miss V
Bagian tubuh yang pasti akan mengalami perubahan adalah organ kewanitaan alias Miss V. Setelah aktif secara seksual, elastisitas Miss V akan berubah dan menyesuaikan dengan aktivitas yang baru terjadi. Bahkan, ada kemungkinan area tersebut akan terasa sedikit membengkak atau menebal. Namun jangan khawatir, hal itu normal dan Miss V akan membaik seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

2. Perubahan Payudara
Selain Miss V, perubahan juga akan terjadi pada payudara wanita. Setelah melewati malam pertama, payudara mengalami perubahan akibat terpengaruhnya pembuluh darah serta jaringan payudara. Dalam hal ini, jaringan payudara dan pembuluh darah ikut melebar. Hal itu kemudian menyebabkan payudara terasa lebih besar dari ukuran biasanya. Selain itu, payudara mungkin juga akan terasa kencang selama berhubungan intim.

3. Sensitivitas Puting Payudara
Puting payudara juga akan menjadi lebih sensitif saat sedang berhubungan intim. Hal ini juga merupakan reaksi tubuh, termasuk karena meningkatnya aliran darah dan tekanan otot pada bagian-bagian tubuh. Saat seorang wanita tengah bergairah, puting payudara menjadi lebih keras, dan terasa lebih sensitif terutama saat mencapai orgasme.

4. Klitoris dan Rahim Aktif
Klitoris dan rahim menjadi aktif setelah berhubungan intim. Klitoris akan menebal dan rahim akan lebih naik sedikit. Namun setelah beberapa waktu, semua akan kembali ke posisi normal. Terjadinya penebalan dan kontraksi akan memengaruhi kemampuan Miss V dalam rangka beradaptasi dengan aktivitas seksual.

5. Hormon Bahagia
Setelah melewati malam pertama, tubuh akan dibanjiri dengan hormon bahagia yang disebut dengan serotonin. Tak hanya itu, tubuh wanita juga akan memproduksi banyak hormon oksitosin saat mencapai orgasme. Nyatanya, hormon tersebut bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan bahagia. Tubuh juga akan memproduksi “hormon cinta”, yaitu hormon oksitosin. Pernah dengar anggapan bahwa wanita sering terlihat lebih cerah dan cantik setelah bercinta? Mungkin hal itu terjadi karena pengaruh dari hormon bahagia tersebut.