Keunggulan serta Keuntungan Main Judi Slot Joker123 Online

Keunggulan dari permainan judi online, mungkin masih banyak dari Anda yang belum mengenal hal ini, dan kami rasa ini merupakan ketika yang ideal untuk membuat Anda jadi dapat lebih tahu soal apa saja keunggulan dari judi yang Anda akan mainkan dengan sistem modern dan gaya main judi yang lebih simple ini. Seandainya Anda penasaran, Anda semestinya baca tulisan ini, karena kami akan bantu Anda menemukan jawaban yang benar-benar betul-betul baik buat Anda. Main judi joker slot online, tentu Anda mau tahu mengenai apa saja keuntungan yang ada di dalamnya bukan?

Banyak yang belum tahu mengenai keuntungan dan keunggulan apa saja yang dapat didapat saat Anda menjalankan judi game ini. Secara normal, judi yang dikerjakan dengan metode seperti ini akan memberikan Anda profit bermacam, dan segala profit itu Anda akan dapat peroleh dengan amat gampang. Nah. Selain itu, apa saja profit dan keunggulan yang Anda akan bisa dapatkan dikala Anda berjudi? Tentu saja, Anda ingin tahu kan? Nah, kami akan coba berikan beberapa hal yang yaitu keunggulan dan profit buat Anda yang berharap main judi joker slot secara online. Penasaran? Silahkan perhatikan seluruh ini dengan bagus.

Memang banyak yang tidak tahu mengenai apa saja profit dan keunggulan di dalam sebuah game judi ini, maka dari itu Anda yang ialah seseorang yang bakal main judi, Anda sepatutnya memandang apa saja keunggulan dan juga keuntungan pada ketika Anda main judi. Ini penting, karena hal tersebut bisa memberi Anda suatu usul yang akan sangat berguna untuk memberikan Anda ilustrasi di dalam bermain judi online. Nah, berikut ialah keunggulan dan profit Anda main judi slot dengan cara online simak saja.

agen joker123 online , yaitu adanya bonus yang bagus, di dalam judi online bonus adalah sesuatu yang baik dan Anda akan dapat mendapatkannya, karena itu ini merupakan salah satu game yang benar-benar bagus buat Anda yang menyukai uang. Kedua, Anda akan menemukan banyak hal yang baik dan sekalian juga Anda akan menemukan pengalaman main yang sangat bagus. Ketiga, Anda akan menjadi pemain yang kapabel menjalankan seluruh dengan semakin gampang, sebab dilakukan dengan cara online, maka Anda bisa memperoleh jalan masuk yang lebih gampang.

Nah, itu yaitu sebagian keunggulan dan profit dari sebuah permainan judi joker slot online. Jadi, ini akan menambah wawasan Anda, dan Anda juga kami yakin akan mendapatkan berita yang memang Anda butuhkan, sehingga Anda akan bisa main dengan lebih tahu soal apa saja keuntungan yang terkandung di dalamnya. Itu ialah sebagian hal yang memang akan menjadi profit bagus dan keunggulan dari dalam sebuah game judi terbaik.

Nah, untuk pemain yang mengalami problem gagal untuk mengakses joker login karena akun rusak karenanya jangan khawatir. Memang ada sebagian kendala yang menyebabkan akun pemain rusak dan tak dapat dibuka sementara waktu. Oleh sebab itu, mestinya pemain memahami dulu apa penyebabnya sehingga bisa mendapatkan solusinya dengan baik.

Nah, sekali-sekali pemain akan merasa linglung dan juga kuatir karena akun tak dapat dibuka atau dikembalikan lagi seperti semula. Tetapi sebaiknya pemain hening dahulu dan cobalah dengan melaksanakan beberapa langkah yang baik. Ada beberapa langkah dan kiat mengembalikan akun judi online yang dirasa oleh pemain ada masalahnya. Berikut ini yaitu metode mengembalikan akun judi online.

Kriteria Hand Sanitizer yang Efektif untuk Mencegah Corona

Kriteria Hand Sanitizer yang Efektif untuk Mencegah Corona

Salutemondiale.web.id – Cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 adalah mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik. Jika keduanya tidak tersedia, Anda pun dapat membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis hand sanitizer mampu mencegah penularan COVID-19.

Di pasaran, Anda akan menemukan beragam jenis hand sanitizer dengan kandungan yang berbeda-beda. Jenis hand sanitizer tertentu mungkin dapat membunuh bakteri, tapi belum tentu dengan virus ataupun kuman lainnya. Supaya Anda tidak salah pilih, mari kenali dulu hand sanitizer seperti apa yang sebenarnya Anda butuhkan.

Jenis hand sanitizer yang bisa mencegah penularan COVID-19
Hand sanitizer memang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19, tapi hanya bila Anda menggunakannya dengan tepat. Salah satu faktor yang menentukan tepat atau tidaknya suatu produk hand sanitizer adalah bahan aktif di dalamnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan penggunaan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Pasalnya, alkohol merupakan kandungan penting yang akan membunuh berbagai kuman pada tangan Anda.

Virus tersusun dari rantai kode genetik yang tersimpan dalam sejenis ‘kulit’ bernama kapsid. Sementara itu, beberapa virus pada hewan seperti coronavirus biasanya memiliki selubung tambahan yang terbuat dari lemak, fosfor, protein, dan glukosa.

Alkohol pada hand sanitizer, terutama dari jenis etanol atau isopropil alkohol, dapat menguraikan dan menghancurkan ikatan selubung tersebut. Virus akhirnya tidak bisa bertahan ataupun memperbanyak diri, dan lama-kelamaan akan mati.

Ini sebabnya banyak rumah sakit menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk mencegah penularan COVID-19. Alkohol mampu membunuh bakteri, virus, dan parasit dengan efektif, termasuk kuman-kuman di rumah sakit.

Meski demikian, penggunaan hand sanitizer tetap tidak dapat menggantikan manfaat cuci tangan menggunakan air dan sabun. Jadi, pastikan Anda hanya menggunakan hand sanitizer ketika air dan sabun benar-benar tidak tersedia.

Bolehkah memakai produk pembersih tangan tanpa alkohol?
Selain hand sanitizer berbahan alkohol, Anda mungkin juga pernah menemukan hand sanitizer tanpa alkohol, tisu basah, atau produk-produk pembersih sejenisnya. Lantas, apakah produk-produk seperti ini juga bisa digunakan untuk mencegah COVID-19?

Alkohol menimbulkan efek samping berupa kulit kering. Orang-orang yang memiliki kulit kering dan sensitif tentu rentan terkena efek samping ini. Produsen produk pembersih pun menyiasatinya dengan mengurangi kadar alkohol atau menggantinya sama sekali.

Pembersih tanpa alkohol biasanya mengandung bahan pengganti berupa benzalkonium klorida. Benzalkonium klorida memang dapat membersihkan tangan Anda dari kuman, tapi CDC menyatakan bahwa senyawa ini tidak bekerja pada semua jenis kuman.

Hand sanitizer mengandung benzalkonium klorida mungkin hanya akan menghambat pertumbuhan kuman pada tangan, tapi tidak membunuhnya. Efeknya berbeda dengan cuci tangan yang akan membunuh kuman sekaligus menghilangkannya bersama air.

Hal yang sama juga berlaku pada tisu basah, apalagi mengingat kebanyakan tisu basah dirancang untuk bayi sehingga tidak mengandung alkohol. Bahan aktif pada tisu basah mungkin dapat membunuh bakteri, tapi tidak dengan virus.

Oleh sebab itu, penggunaan hand sanitizer tanpa alkohol dan tisu basah dinilai kurang efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Walau demikian, keduanya bisa menjadi alternatif apabila air bersih, sabun, dan hand sanitizer dengan alkohol tidak tersedia.

Baca Juga : Pembahasan Mengenai Virus Corona

Apakah hand sanitizer buatan sendiri bisa cegah COVID-19?
Kabar mengenai munculnya COVID-19 sempat menimbulkan kepanikan. Banyak orang lantas berbondong-bondong membeli hand sanitizer sehingga stoknya menipis. Mereka yang kehabisan hand sanitizer akhirnya membuat sendiri produk ini dengan bahan yang tersedia.

Hand sanitizer memang bisa dibuat sendiri, tapi Anda perlu mengukur bahan-bahannya dengan sangat teliti. Jika Anda salah mengukur, kandungan alkohol pada hand sanitizer akan turun menjadi kurang dari 60% sehingga efektivitasnya pun berkurang.

Jenis hand sanitizer buatan sendiri mungkin efektif untuk mencegah penyakit pada situasi biasa. Namun, ketika penyakit infeksi seperti COVID-19 merebak, produk hand sanitizer yang paling sesuai untuk mencegah penularan tetaplah yang mengandung 60% alkohol atau lebih.

COVID-19 menular lewat percikan cairan tubuh yang mengandung partikel virus. Virus biasanya memasuki tubuh saat seseorang menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.

Penggunaan hand sanitizer dapat mengurangi risiko seseorang terinfeksi COVID-19. Agar manfaatnya lebih optimal, pastikan Anda memilih hand sanitizer dengan kandungan yang tepat serta menggunakannya dengan cermat.

Pembahasan Mengenai Virus Corona

Pembahasan Mengenai Virus Corona

Salutemondiale.web.id – Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok. Serupa dengan penyakit akibat coronavirus lainnya, virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan.

Pemerintah Tiongkok mengonfirmasi kebenaran adanya virus baru ini pada badan kesehatan dunia, WHO, pada 7 Januari 2020. Virus ini pertama kali diperkenalkan sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Novel berarti baru, sehingga memiliki arti bahwa ini adalah virus corona yang baru ditemukan dan belum pernah menginfeksi ke orang lain.

Awalnya, virus penyebab Covid-19 ini diduga menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Tempat penularan pertama diduga terjadi di pasar hewan liar Huanan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Namun, melihat perkembangannya kini, para ahli meyakini bahwa virus ini telah bermutasi lagi dan dapat menyebar dari manusia ke manusia. WHO kemudian menyepakati nama virus penyebab COVID-19 sebagai SARS-CoV-2.

Pada 30 Januari 2020, WHO menetapkan wabah Covid-19 sebagai darurat global. Status tersebut kemudian ditingkatkan menjadi pandemi global pada 11 Maret 2020.

Indonesia sendiri termasuk ke dalam salah satu negara yang “menyusul” negara-negara lain dalam wabah ini.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB), telah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai bencana darurat nasional pada 14 Maret 2020.

Gejala
Apa saja gejala Covid-19?
Saat pertama kali muncul di dataran Tiongkok, infeksi virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang cukup berat, di antaranya seperti pneumonia (infeksi jaringan paru) dan sesak napas. Namun, seiring perkembangannya, ditemukan bahwa kebanyakan kasus menunjukkan gejala coronavirus lebih ringan.

Juru bicara penanganan kasus Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto, bahkan mengatakan gejala Covid-19 ada yang asimptomatik, alias tidak memunculkan gejala.

Meski begitu, secara umum, infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) ini menimbulkan gejala seperti:

– Demam yang cukup tinggi
– Batuk berdahak
– Kesulitan bernapas
– Sakit dada saat bernapas atau batuk

Tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis terdahulu, seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit atau gejala yang lebih serius.

Maka itu, efek penyakit COVID-19 pada setiap orang mungkin akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan mereka saat itu.

Secara umum, gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti influenza.

Selain itu, gejala COVID-19 juga ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare. Bahkan, beberapa orang melaporkan kehilangan indera penciuman dan pengecapan mereka saat terinfeksi coronavirus.

Kapan sebaiknya ke dokter?
Gejalanya yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya mungkin membuat Anda bingung apakah yang Anda alami flu biasa atau justru infeksi virus corona baru yaitu SARS-CoV-2.

Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda dan gejala Covid-19, atau ketika Anda merasa telah terpapar virus tersebut.

Dikutip dari situs Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC, Anda juga perlu menghubungi dokter jika telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki Covid-19 atau tinggal di atau baru melakukan perjalanan dari daerah penyebaran virus corona baru ini.

Berikut adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera:

– Kesulitan bernapas atau napas pendek
– Nyeri atau merasa tekanan yang menetap di dada
– Lingung
– Bibir atau wajah kebiru-biruan

Penyebab
Apa penyebab infeksi virus corona (Covid-19)?
Seperti yang telah disebutkan, Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona baru ini kemudian diberi nama SARS-CoV-2.

Journal of Medical Virology menyebutkan bahwa kasus awal penyakit ini diakibatkan oleh paparan daging hewan liar di pasar makanan laut Huanan, yang juga menjual hewan-hewan liar, seperti unggas dan kelelawar.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa virus corona yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019 adalah berasal dari ular.

Apa yang meningkatkan risiko terkena Covid-19?
Berikut ini adalah beberapa kelompok orang yang berisiko terjangkit virus corona baru SARS-CoV-2:

– Lansia
– Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit paru-paru.

Selain lebih berisiko terhadap Covid-19, orang-orang dalam kelompok di atas juga memiliki risiko perburukan apabila terinfeksi virus corona tipe SARS-CoV-2. Artinya, tingkat kematian orang dalam kelompok tersebut jika terkena penyakit ini jauh lebih besar dibandingkan mereka yang berusia lebih muda dan tanpa kondisi kesehatan terdahulu.

Hingga saat ini, tingkat kematian orang tua (lansia) adalah sebesar 17-18% dari total jumlah kematian di dunia.

Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan orang berusia lebih muda, bahkan anak-anak bisa terkena COVID-19 dan mengembangkan kondisi yang serius.

Penularan
Bagaimana penularan Covid-19?
Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus.

Meski begitu, jumlah infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19 menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin adalah droplets.

Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, antara lain:

– Melalui droplets (cairan/liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup mulut, bahkan berbicara).
– Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi.
– Menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut.

SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:

– Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
– Karton/kardus, hingga 24 jam
– Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam

Awalnya, SARS-CoV-2 belum diketahui apakah dapat menular melalui udara seperti influenza atau tidak. Namun, baru-baru ini WHO mengimbau petugas medis bahwa droplet pasien COVID-19 dapat bertahan di udara.

Kemampuan virus baru ini dalam hal bermutasi juga menjadi salah satu teori yang dipercaya membuatnya mudah menular.

Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona (SARS-CoV-2) pun masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi terbaru berjudul Positive RT-PCR Test Results in Patients Recovered From COVID-19 sebagaimana dilansir dari Jurnal JAMA.

Diagnosis dan Pengobatan

Bagaimana mendiagnosis virus corona (Covid-19)?
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis Covid-19 yang mungkin menjangkiti Anda.

– Memeriksa riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan
– Menanyakan riwayat perjalanan
– Melakukan pemeriksaan fisik
– Melakukan tes darah
– Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, dari hidung atau spesimen pernapasan lainnya.

Beberapa metode yang juga digunakan untuk mendiagnosis virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yakni:

Tes cepat (rapid test)
Pemerintah RI mengumumkan akan melakukan tes cepat (rapid test) secara massal pada 20 Maret 2020.

Rapid test atau tes cepat adalah pemeriksaan imunoglobulin sebagai skrining awal. Tes imunoglobulin ini merupakan pemeriksaan reaksi antibodi tubuh terhadap virus SARS-CoV-2.

Apabila terdeteksi adanya antibodi terhadap virus ini di dalam tubuh, seseorang dapat dikatakan positif Covid-19, sekalipun ia tak bergejala. Orang yang positif tapi tidak menunjukkan gejala disebut dengan carrier.

Umumnya, tes ini lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan tes PCR untuk Covid-19. Meski begitu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap harus dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Pemerintah Indonesia melakukan tes ini dengan tujuan mengetahui lebih cepat sejauh mana penyebaran virus corona sehingga bisa ditekan. Meski begitu, tes ini memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan tes PCR.

Itu sebabnya, orang yang hasilnya positif pada tes ini akan tetap melakukan konfirmasi lagi dengan mengikuti tes Covid-19 RT-PCR.

Baca Juga : Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Covid-19 RT-PCR
Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, Covid-19 dapat didiagnosis dengan melakukan tes Covid-19 RT-PCR. Anda mungkin lebih akrab mendengarnya dengan sebutan tes PCR untuk Covid-19.

Covid-19 RT-PCR bertujuan untuk menentukan adanya asam nukleat (materi genetik, DNA) dari SARS-CoV-2 pada bagian pernapasan atas dan bawah.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal saluran pernapasan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Di Indonesia sendiri, metode yang paling sering digunakan untuk mengambil sampel adalah swab.

Metode ini dilakukan dengan mengusapkan kapas (cotton bud) untuk mengambil sampel cairan/lendir dari tenggorokan.

Tahapan diagnosis Covid-19 (SARS-CoV-2)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggunakan beberapa istilah yang berhubungan dengan Covid-19 sebelum menetapkan diagnosis penyakit ini.

Ketiga istilah itu adalah Pasien dengan Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Kasus Probabel, dan Kasus Konfirmasi.

Dikutip dari Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), berikut adalah tahapan-tahapan pasien sebelum ia pasti dinyatakan positif Covid-19:

1. Orang dalam Pemantauan (ODP)
Orang dalam Pemantauan (ODP) adalah seseorang yang mengalami demam (lebih dari 38℃) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk.

ODP juga termasuk orang yang punya riwayat bepergian atau tinggal di luar negeri, khususnya daerah di mana wabah terjadi. Bila di Indonesia, daerah itu adalah daerah-daerah di mana jumlah kasus cukup banyak terjadi.

2. Pasien dalam Pengawasan (PDP)
Pasien dalam Pengawasan (PDP) atau biasa disebut sebagai suspek artinya seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala yang muncul biasanya demam (lebih dari 38℃), batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, atau pneumonia ringan hingga berat.

PDP juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri atau Indonesia pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Seseorang akan dikategorikan sebagai PDP jika mengalami demam lebih dari 38℃, ISPA, dan melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 selama 24 hari terakhir.

3. Kasus Probabel
Orang yang masuk dalam kategori ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diperiksa untuk Covid-19. Meski begitu, dalam tahap ini masih belum dapat disimpulkan apakah positif atau tidak.

4. Kasus konfirmasi
Pada tahap ini diagnosis Covid-19 sudah ditegakkan melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang positif.

Bagaimana mengobati Covid-19?
Oleh karena ini adalah virus baru, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan Covid-19 yang kini menjadi pandemi. Sebagian besar orang dengan penyakit akibat SARS-CoV-2 biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Hal ini terbukti dari banyaknya kasus kesembuhan yang terjadi, khususnya di Tiongkok.

Meski belum ada obat khusus, ada beberapa pengobatan yang dapat membantu meredakan gejala penyakit akibat virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, seperti:

– Minum obat untuk menurunkan gejala sakit dan flu, tapi jangan berikan aspirin pada anak-anak
– Gunakan pelembap ruangan atau mandi dengan air panas untuk melegakan sakit tenggorokan dan batuk
– Jika Anda mengalami sakit ringan, Anda perlu minum banyak air dan beristirahat di rumah

Walaupun demikian, para ahli tidak menyarankan penggunaan ibuprofen untuk mengobati gejala virus corona. Hal ini dikarenakan pada pasien tertentu ibuprofen justru memperburuk kondisi pasien COVID-19.

Pencegahan
Bagaimana mencegah virus corona (Covid-19)?
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah virus corona penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera menemukan penangkalnya.

Yang terbaru pada (18/3), peneliti di Amerika Serikat dan Tiongkok baru saja mulai melakukan uji coba pertama vaksin pada manusia.

Meski begitu, Anda masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:

– Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air, setidaknya 20 detik (dua kali lagu Happy Birthday)
– Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol.
– Hindari menyentuh permukaan benda di tempat/transportasi umum.
– Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu
– Hindari menyentuh hidung, mulut, atau bagian wajah lainnya dengan tangan yang belum dicuci.
– Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
– Bersihkan barang/permukaan benda yang sering Anda sentuh dengan disinfektan atau alkohol.
– Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan.
– Tetaplah di rumah jika sakit alias lakukan isolasi diri.
– Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
– Menghindari tempat keramaian.
– Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Dalam rilisnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menganjurkan beberapa hal untuk mencegah infeksi virus corona baru, terutama jika Anda terpaksa harus bepergian ke daerah wabah, yaitu:

– Hindari menyentuh hewan atau burung.
– Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
– Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
– Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
– Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah wabah, terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
– Setelah kembali dari daerah wabah, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan informasikan kepada dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Salutemondiale.web.id – Menghirup aromaterapi, mandi air hangat, hingga melakukan teknik pernapasan adalah beberapa metode yang dapat membantu Anda tidur nyenyak ketika mengalami insomnia. Namun, jika semua cara ini tidak cukup ampuh untuk mengatasi insomnia, akupresur bisa menjadi pilihan alternatif yang patut dicoba.

Bagaimana cara akupresur mengatasi insomnia?
Akupresur merupakan teknik pijat dengan cara memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh. Terapis akupresur menekan titik-titik ini menggunakan jari, telapak tangan, atau alat khusus yang terbuat dari kayu.

Prinsip akupresur sebenarnya mirip dengan akupunktur, yakni melancarkan aliran energi chi yang terdapat dalam tubuh Anda. Aliran energi chi yang terhambat dipercaya menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk insomnia.

Saat digunakan untuk mengatasi insomnia, akupresur akan memberikan beberapa efek positif bagi tubuh Anda. Di antaranya mengatasi tubuh yang tegang, membuat otot dan sendi lebih rileks, mengurangi cemas, serta meredakan nyeri dan rasa tak nyaman.

Teknik pijat ini juga dapat melancarkan peredaran darah, sistem getah bening, serta kinerja hormon. Dengan tubuh yang rileks dan sirkulasi yang lancar, tidur menjadi lebih nyenyak sehingga kualitas tidur pun meningkat.

Beragam titik akupresur guna mengatasi insomnia
Ada ratusan titik akupresur yang terdapat pada tubuh Anda. Di antara ratusan titik tersebut, berikut adalah beberapa titik akupresur yang dapat Anda tekan untuk mengatasi insomnia:

1. Spirit gate
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik spirit gate terdapat pada lekukan di pergelangan tangan bagian luar, tepatnya di bawah jari kelingking. Untuk menemukan titik ini, raba pergelangan tangan Anda secara perlahan menggunakan ibu hari, kemudian ikuti langkah berikut:

– Tekan dengan lembut menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.
– Lanjutkan selama 2-3 menit.
– Tekan dan tahan bagian kiri dari titik tersebut selama beberapa detik, lalu lakukan pada bagian kanan titik.
– Ulangi seluruh langkah tersebut pada pergelangan tangan sebelah kanan.

Baca Juga : Jenis Insomnia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

2. Persimpangan tiga yin
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik persimpangan tiga yin terdapat pada kaki bagian dalam, tepatnya di atas pergelangan kaki. Selain mengatasi insomnia, titik akupresur ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid dan gangguan pada panggul.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan akupresur pada titik ini:
– Tentukan titik persimpangan tiga yin pada kaki Anda. Caranya, tempelkan 4 jari tangan Anda di atas pergelangan kaki. Titik ini terdapat pada jari teratas.
– Tekan titik tersebut dengan dalam menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.
– Lakukan selama 4-5 detik, lalu ulangi pada kaki satunya.

3. Wind pool
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik wind pool terdapat pada sisi kanan dan kiri leher bagian belakang. Anda bisa menemukan titik ini dengan meraba sepasang tulang mastoid di belakang telinga. Susuri ke atas hingga Anda menemukan sepasang lekukan tepat di bawah kepala.

Anda dapat menekan kedua titik akupresur ini untuk mengatasi insomnia yang disebabkan oleh gangguan pernapasan, misalnya akibat batuk. Berikut langkah-langkahnya:

– Setelah menemukan titiknya pada leher Anda, tekan dengan kedua ibu jari.
– Pijat dengan gerakan memutar atau naik-turun selama 4-5 detik.
– Tarik dan embuskan napas dengan dalam selama memijat area tersebut.

4. Bubbling spring
Titik Akupresur Agar Tidur Lebih Nyenyak

Titik bubbling spring terdapat pada telapak kaki bagian atas. Titik ini terlihat jelas ketika jari kaki Anda menekuk ke dalam. Melakukan akupresur pada titik bubbling spring dipercaya efektif untuk mengatasi insomnia karena dapat memancing kantuk.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
– Awali dengan berbaring terlentang agar Anda bisa menekan telapak kaki menggunakan tangan.
– Raih kaki Anda dengan satu tangan, lalu tekuk jari kaki Anda ke dalam.
– Cari lekukan pada bagian atas telapak kaki Anda.
– Tekan lekukan tersebut dengan dalam, lalu pijat selama beberapa menit menggunakan gerakan memutar atau naik-turun.

Akupresur merupakan cara alami yang cukup menjanjikan untuk mengatasi insomnia. Pasalnya, metode ini membantu tubuh lebih rileks, melancarkan peredaran darah, dan mengendurkan otot-otot sehingga tubuh Anda lebih siap untuk tidur.

Namun, segera periksakan diri Anda apabila insomnia berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan bertambah parah. Insomnia parah bisa menandakan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.

Jenis Insomnia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jenis Insomnia yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Salutemondiale.web.id – Kebanyakan orang hanya tahu bahwa insomnia adalah masalah sulit tidur. Padahal sebenarnya, definisi ini kurang tepat. Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan tidur berkualitas agar Anda bisa terbangun di pagi hari dengan semangat. Seseorang yang memiliki insomnia merasa kesulitan untuk terlelap di malam hari, tetap tertidur sepanjang malam, dan/atau tidak bisa tidur cukup lama sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tubuh. Jenis insomnia pun ternyata ada banyak.

Jenis insomnia yang paling umum
Dirangkum dari International Classification of Sleep Disorder, ada sebelas jenis insomnia. Berikut ulasannya.

1. Susah tidur (sleep onset insomnia)
Anda dikatakan sulit tidur ketika Anda merasa sulit untuk mulai tidur. Anda sudah berbaring di kasur, sudah memejamkan mata dan siap untuk tidur, tapi tidak kunjung bisa terlelap. Akibatnya, Anda terus terbaring terjaga selama berjam-jam, menatapi gelapnya langit-langit rumah.

Sleep onset insomnia juga menyebabkan Anda sering terbangun di tengah malam dan sulit untuk kembali tidur lagi, dan/atau selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan. Susah tidur ini bisa disebabkan oleh kondisi medis atau masalah psikologis, seperti stres berat atau gangguan kecemasan hingga depresi.

2. Insomnia
Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan Anda merasa sangat sulit untuk mulai tidur, sulit untuk tidur nyenyak, atau keduanya di saat yang bersamaan.

Kondisi ini bisa menjadi kronis sehingga membuat Anda sama sekali tak bisa tidur bahkan ketika Anda ingin tidur. Insomnia kronis bisa bertahan hingga setidaknya tiga malam berturut-turut dalam kurun waktu satu minggu dan berjalan selama sebulan atau lebih.

Jika mengalami insomnia, Anda biasanya akan bangun tidur dalam keadaan lelah, yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda beraktivitas pada siang hari.

3. Insomnia akut
Gangguan tidur ini juga sering disebut dengan insomnia jangka pendek atau insomnia kambuhan. Insomnia akut dapat bertahan dari satu malam hingga beberapa minggu.

Penyebabnya bisa karena Anda sedang merasa stres. Jenis insomnia akut biasanya akan hilang setelah Anda bisa mengatasi biang stres tersebut. Namun, hal ini juga bisa disebabkan karena Anda berlebihan memikirkan sesuatu, termasuk ketika Anda terlalu gembira.

4. Insomnia anak-anak
Jenis insomnia ini terjadi ketika anak-anak tidak akan tidur kecuali orangtua atau pengasuhnya memaksa mereka untuk tidur. Jika anak-anak dibiasakan memiliki jam tidur, maka mereka akan cenderung memiliki jam tidur normal sedangkan anak-anak yang tidak dibiasakan memiliki jam tidur cenderung lebih mudah terbangun di malam hari.

5. Insomnia idiopatik
Insomnia idiopatik adalah gangguan tidur yang terjadi seumur hidup, dimulai saat bayi atau masa anak-anak dan berlanjut hingga dewasa. Jenis insomnia ini belum diketahui penyebabnya.

Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi jam biologis tubuh Anda. Misalnya, hormon melatonin yang diproduksi terlalu sedikit di malam hari, sehingga Anda justru merasa segar bugar sepanjang malam.

6. Insomnia akibat obat-obatan atau zat kimia tertentu
Insomnia jenis ini biasanya diakibatkan oleh asupan stimulan dari konsumsi obat-obatan tertentu, kafein, alkohol, dan/atau makanan tertentu — misalnya, makanan pedas — sehingga Anda sukit tidur nyenyak.

Satu-satunya cara menghentikan insomnia ini adalah menghentikan penggunaan obat atau makanan dan minuman yang mengandung suatu senyawa kimia yang membuat Anda susah tidur.

7. Insomnia karena kondisi medis
Beberapa jenis gangguan jiwa dapat menyebabkan insomnia sebagai salah satu gejalanya. Misalnya saja, depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan. ADHD, walaupun tidak tergolong sebagai penyakit mental, juga dapat menyebabkan masalah tidur.

Tingkat keparahan jenis insomnia ini berhubungan langsung dengan seberapa parah kondisi yang dialami. Namun biasanya, pengobatan kedua kondisi yang saling terkait ini akan dipisah — terlebih jika tingkat insomnia Anda parah.

Baca Juga : Beberapa Terapi Utama Untuk Mengobati Insomnia

8. Insomnia nonorganik
Jenis insomnia ini disebabkan oleh gangguan kesehatan mental dan faktor psikologis. Jenis insomnia nonorganik ini biasanya digunakan saat seseorang dengan insomnia tidak memenuhi kriteria untuk kesepuluh jenis insomnia lainnya.

9. Insomnia organik
Jenis insomnia ini disebabkan oleh gangguan medis, kondisi fisik, atau paparan senyawa kimia tertentu. Akan tetapi, penyebab pastinya tetap tidak jelas. Diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. Nama insomnia ini dapat digunakan untuk sementara sampai pasien mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

10. Insomnia paradoks
Insomnia paradoks adalah keluhan insomnia berat. Orang dengan gangguan ini sering mengaku tidur cuma sebentar atau bahkan tidak tidur sama sekali selama semalam atau lebih. Terkadang pasien insomnia jenis ini juga merasa memiliki kesadaran yang kuat terhadap lingkungan atau mudah terjaga, gampang marah, dan terlalu bergairah.

Karakteristik utama dari jenis insomnia paradoks adalah Anda membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa tertidur, namun juga meremehkan total jam tidurnya.

11. Insomnia psikologis
Jenis insomnia ini disebabkan oleh gangguan kecemasan. Orang yang dihinggapi rasa cemas akan sulit untuk memulai tidur. Selain itu, rasa cemas juga dapat membuat seseorang menjadi kesulitan mempertahankan tidur, sehingga dia sering terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur kembali.

Kecemasan bisa diakibatkan oleh banyak hal, di antaranya stres karena kondisi keuangan, masa depan, dan cemas memikul tanggung jawab pekerjaan. Bahkan rasa cemas dan panik karena tidak bisa tidur pun dapat membuat seseorang jadi benar-benar tidak bisa tidur.

Beberapa Terapi Utama Untuk Mengobati Insomnia

Beberapa Terapi Utama Untuk Mengobati Insomnia

Salutemondiale.web.id – Obat tidur sering menjadi pilihan utama untuk mengobati insomnia. Namun obat tidur sebenarnya bukanlah solusi yang tepat karena efeknya dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan. Itu sebabnya banyak dokter dan profesional kesehatan yang lebih menganjurkan Anda untuk melakukan terapi perilaku kognitif guna mengatasi masalah susah tidur Anda.

Sekilas tentang terapi perilaku kognitif (CBT)
Tujuan utama dari terapi perilaku kognitif (CBT) adalah mengubah pola pikir atau perilaku yang menyebabkan berbagai masalah dalam hidup seseorang. Nah pada umumnya, insomnia berakar dari gaya hidup tidak sehat dan pola tidur berantakan yang sudah berlangsung lama sehingga sulit untuk diubah.

Itu sebabnya terapi CBT akan dilakukan apabila gangguan tidur tidak juga membaik, bahkan setelah Anda mencoba berbagai macam cara untuk memperbaiki pola tidur Anda selama ini.

CBT untuk mengobati insomnia (Cognitive behavioral therapy for insomnia/ CBT-I) merupakan program terstruktur yang bertujuan untuk membantu Anda mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dengan cara menghindari berbagai perilaku dan pemikiran negatif yang membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak.

Langkah-langkah terapi CBT untuk mengobati insomnia :
CBT-I sendiri terdiri dari beberapa metode terapi untuk mengobati insomnia, di antaranya:

1. Terapi kontrol stimulus
Stimulus adalah segala sesuatu yang menyebabkan respon. Tujuan dari metode ini adalah agar Anda mendapat respon positif saat tidur di malam hari. Itu sebabnya, dokter atau terapis akan mengajarkan pasien untuk mengatur pikirannya agar dapat mengaitkan kamar tidur hanya dengan kegiatan tidur. Pasalnya, berbaring di tempat tidur dalam keadaan terjaga (misal sambil main HP atau laptop) bisa jadi kebiasaan buruk yang membuat Anda sulit tidur.

Metode ini akan mengajarkan Anda untuk menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual. Jadi, Anda tidak boleh membaca, menonton TV atau melakukan hal lain selain tidur di atas tempat tidur Anda. Anda juga diajarkan untuk segera tidur jika sudah merasa sangat mengantuk.

Jika Anda tidak bisa tidur setelah 20 menit meski sudah berbaring di tempat tidur, Anda diharuskan untuk bangun dari tempat tidur dan melakukan suatu aktivitas santai. Misalnya meditasi. Bila kemudian Anda merasa ngantuk, barulah Anda bisa kembali tidur lagi.

2. Terapi restriksi tidur
Metode ini dilakukan dengan membatasi waktu tidur Anda hanya 5 jam per hari dari waktu tidur yang ideal 7 jam per hari. Hal ini dilakukan supaya Anda jadi kurang tidur dan kelelahan di malam hari.

Nah, keadaan tersetbulah yang justru akan membantu Anda tertidur lebih cepat dan bangun lebih sedikit di malam hari. Akibatnya, Anda jadi bisa tidur lebih nyenyak dan mendapatkan pola tidur Anda yang lebih stabil pada malam hari.

Jika waktu tidur Anda kian membaik, jam tidur Anda nantinya akan berangsur-angsur meningkat.

Baca Juga : Kehidupan Seks Dan Menopause

3. Terapi rileksasi
Terapi rileksasi mengajarkan Anda bagaimana caranya membuat pikiran dan tubuh santai untuk mengurangi stres dan kecemasan yang membuat Anda susah tidur nyenyak. Metode ini bisa digunakan baik siang hari maupun menjelang tidur dengan meditasi, latihan pernapasan, relaksasi otot, dan lain sebagainya.

Biasanya terapi rileksasi juga dilakukan bersamaan dengan biofeedback. Biofeedback sendiri merupakan alat sensor yang dipasang di tubuh pasien untuk mengukur tingkat ketegangan otot, denyut jantung, dan frekuensi gelombang otak pasien.

Metode ini mengharuskan Anda untuk fokus dan berkonsentrasi untuk melihat hasilnya. Beberapa orang mungkin bisa cepat mempelajari metode ini hanya dalam beberapa sesi saja. Namun, beberapa orang lainnya mungkin memerlukan banyak sesi untuk menguasai teknik ini.

4. Edukasi sleep hygiene
Dalam banyak kasus, gangguan tidur sering disebabkan karena kebiasaan buruk seperti merokok, minum terlalu banyak kafein dan alkohol, atau tidak berolahraga secara teratur. Nah dengan menerapkan metode ini, Anda dituntut untuk konsisten menjalankan pola hidup yang sehat.

Tidak hanya itu, terapi sleep hygiene juga akan memberikan berbagai tips dasar yang membantu Anda mengembangkan pola tidur yang sehat.

5. Terapi kognitif dan psikoterapi
Metode ini digunakan untuk membantu Anda mengidentifikasi pikiran dan perasaan negatif yang bisa membuat Anda jadi kesulitan untuk tidur. Nantinya Anda akan belajar bagaimana cara mengatasi pikiran negatif dan meningkatkan sikap dan kepercayaan diri yang positif. Hal ini membuat Anda berfokus untuk menyingkirkan semua kekhawatiran yang Anda rasakan dari pikiran Anda.

Dengan terapi CBT-I, orang yang memiliki insomnia akut tidak perlu lagi mengonsumsi obat tidur, yang berisiko membahayakan hidup mereka di kemudian hari. Menurut peneliti dari American College of Physician, CBT-I telah melalui berbagai fase percobaan sehingga cocok diterapkan pada orang-orang yang mengalami kesulitan tidur agar dapat bisa tidur nyenyak di malam hari.