Kehidupan Seks Dan Menopause

Kehidupan Seks Dan Menopause

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kehidupan Seks Dan Menopause. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kehidupan Seks Dan Menopause

Menopause dapat memengaruhi wanita dalam banyak hal. Berhubungan intim bersama pasangan merupakan hal yang tidak seharusnya dilupakan meski sudah menopause. Namun, apakah masih memungkinkan? Perlu kamu ketahui bahwa menopause bukanlah sebuag penyakit, tetapi sebagai waktu transformatif dalam kehidupan seorang wanita.

Secara klinis, menopause adalah akhir dari menstruasi bulanan yang teratur pada wanita. Salah satu gejala menopause yang paling diabaikan adalah menurunnya hasrat berhubungan intim. Kurangnya keinginan, kekeringan pada vagina, dan rasa sakit saat berhubungan seks dapat terjadi akibat perubahan kadar hormon. Nyatanya, berhubungan intim setelah menopause tetap bisa menyenangkan, lho!

Temukan Kembali Libido
Libido merupakan aspek kompleks dari seksualitas. Mungkin banyak orang yang tidak nyaman membahasnya, bahkan baru mencari tahu makna libido setelah menopause terjadi.Menemukan cara baru untuk mengubah gairan dan saat-saat menyenangkan, seperti terapi fisik panggul atau peremajaan laser vagina, juga mengembalikan keintiman dalam hubungan. Penggabungan perubahan gaya hidup, teknologi, dan obat-obatan dapat membantu mempertahankan gairah dengan pelumasan vagina dan perubahan jaringan vagina.

Kiat lain yang mungkin dapat dilakukan termasuk:

Mengubah rutinitas seksual.
Fokus pada pemanasan.
Penggunaan alat bantu seksual.

Jalankan Gaya Hidup Sehat
Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, berolahraga merupakan cara untuk meningkatkan gairah seks. Rutin berolahraga merupakan salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan demi meningkatkan libido. Olahraga yang teratur diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup, tentunya merupakan kunci agar gairah seksual tetap terjaga di masa-masa menopause.

Ciptakan juga gaya hidup berpasangan yang lebih intim dan romantis. Menciptakan momen-momen keintiman berdua dengan pasangan merupakan salah satu kunci menjaga gairah seksual. Tunjukkan rasa cinta dan kasih sayang bersama pasangan dengan makan malam romantis. Ucapkan kalimat-kalimat yang menyenangkan dan romantis pada pasangan di pagi hari saat bangun tidur dan disertai dengan kecupan hangat dan belaian halus.

Sementara organ vital wanita mengalami kekeringan saat menopause, tidak ada salahnya untuk menyiapkan pelumas agar kegiatan hubungan intim lebih menyenangkan tanpa ada gangguan rasa sakit. Selain pelumas, pelembap khusus organ vital juga dapat digunakan secara teratur demi menjaga kelembapan di area organ intim.

Apapun yang terjadi, nikmatilah hidup bersama pasangan tersayang. Cobalah untuk menghadapi dan membicarakan masalah yang ada dengan pasangan agar terhindar dari stres. Dengan adanya stres, maka gairah seksual pun tentunya akan menurun drastis, sehingga kamu tidak dapat menikmati momen intim dengan pasangan.

Cobalah Sesuatu yang Baru
Kamu tidak perlu khawatir menopause dapat mengurangi gairah seksual. Kamu dapat mengatasinya dengan mencari tahu dan mencoba sesuatu yang baru pada saat berhubungan intim, seperti memulai untuk mencoba posisi seks yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan faktor usia. Mencoba posisi baru sah-sah saja, tetapi faktor kenyamanan jangan dilupakan, ya! Karena usia tidak bisa bohong, maka gunakanlah bantal sebagai penyangga tulang agar lebih nyaman saat berhubungan intim.

Mungkinkah Wanita Hamil Setelah Menopause?

Saat usia reproduktif, tubuh wanita memiliki persediaan sel telur yang mencukupi dan pastinya sehat untuk dibuahi. Melansir dari Healthline, proses produksi sel telur yang sehat ini membutuhkan bantuan berbagai hormon seperti progesteron, estrogen, luteinizing hormone (LH), dan follicle hormone (FSH). Produksi sel telur ini disebut sebagai masa ovulasi, sehingga saat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma laki-laki, maka kehamilan akan terjadi dan menstruasi tidak terjadi.

Namun, wanita yang sedang memasuki masa menopause tidak langsung berhenti menghasilkan sel telur. Memasuki fase menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron perlahan berkurang dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Periode ini disebut perimenopause, ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kesuburan menurun karena ovulasi sulit terjadi, tetapi menstruasi masih terjadi jika hormon dalam jumlah yang optimal. Kebanyakan wanita mengalami menopause di usia 50 tahun atau lebih.

Di waktu ini, kadar LH dan FSH kamu tetap tinggi namun kadar estrogen dan progesteron tetap rendah. Ketidakseimbangan hormon ini membuat ovarium tidak melepaskan sel telur. Akibatnya, menstruasi berhenti total dan tidak dapat hamil lagi.

Jadi beberapa wanita yang belum sepenuhnya mengalami menopause, atau dalam masa perimenopause yang ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur nyatanya masih dapat mengalami kehamilan. Perimenopause berlangsung selama beberapa tahun sampai tiba masa menopause.

Perubahan-Perubahan yang Terjadi Setelah Menopause
Selain berhentinya siklus menstruasi, menopause juga akan menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh wanita. Masa di mana perubahan ini terjadi disebut dengan masa perimenopause, biasanya berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause. Perimenopause umumnya dimulai saat seorang wanita berusia 40 tahun atau bisa juga lebih awal.

Durasi dan tingkat keparahan gejala yang muncul menjelang menopause bisa berbeda-beda antara satu wanita dengan yang lainnya. Memasuki masa menopause, ada berbagai perubahan serta gejala yang muncul, di antaranya:

1. Siklus Menstruasi
Salah satu perubahan yang pasti terjadi menjelang masa menopause adalah siklus menstruasi. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menjelang menopause, wanita mungkin saja mengalami datang bulan lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Tanda menopause juga bisa dikenali melalui darah yang keluar menjadi lebih sedikit atau justru lebih banyak.

2. Penampilan Fisik
Ternyata, menopause juga menyebabkan wanita mengalami perubahan pada penampilan fisik. Menjelang masa ini, beberapa wanita akan mengalami rambut rontok, berat badan bertambah, payudara mengendur, serta kulit menjadi mudah kering.

3. Perubahan Psikologis
Tidak hanya pada fisik, menopause juga bisa menyebabkan seorang wanita mengalami perubahan psikologis. Menjelang habisnya siklus menstruasi, seorang wanita menjadi rentan mengalami gangguan, seperti insomnia alias sulit tidur di malam hari, depresi, serta perubahan suasana hati yang terjadi mendadak.

4. Perubahan Fisik
Selain penampilan, menopause juga bisa menyebabkan perubahan pada fisik wanita. Dalam hal ini, wanita menjadi lebih mudah merasa panas atau gerah karena mudah berkeringat. Kondisi ini disebut dengan hot flashes dan biasanya lebih sering terjadi pada malam hari. Kondisi ini juga menyebabkan wanita mengalami pusing, jantung berdebar, serta infeksi berulang pada saluran kemih.

5. Risiko Osteoporosis
Wanita yang sudah memasuki masa menopause juga lebih berisiko mengalami osteoporosis. Bahkan, wanita yang sudah memasuki masa menopause disebut memiliki risiko hingga 4 kali lebih besar mengalami penyakit ini. Hal ini disebut berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi, terutama hormon estrogen. Berkurangnya hormon estrogen memengaruhi risiko seorang wanita mengalami gangguan tulang, seperti osteoporosis atau osteoarthritis.

Tranplantasi Rahim Dan Vagina Pada Wanita

Tranplantasi Rahim Dan Vagina Pada Wanita

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tranplantasi Rahim Dan Vagina Pada Wanita. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tranplantasi Rahim Dan Vagina Pada Wanita

Organ Reproduksi Bagian Luar
Pada organ reproduksi bagian luar, terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

Mons Pubis, yaitu bagian terluar dari organ reproduksi pada perempuan. Bagian ini berbentuk segitiga yang melindungi tulang kemaluan atau simfisis pubis. Pada bagian ini terdapat jaringan lemak, jaringan kulit, jaringan ikat, kelenjar keringat, dan akar rambut.

Labia mayora, yang bisa disebut juga dengan bibir kemaluan. Bagian ini berupa lipatan yang menyerupai bibir. Berdasarkan letaknya, labia mayor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu permukaan luar dan permukaan dalam. Pada bagian luar, labia mayora dilapisi dengan sel epitel bertanduk serta terdapat akar rambut. Sedangkan pada bagian dalam, labia mayora tampak licin karena terdapat banyak jaringan lemak, tidak mempunyai folikel rambut dan kelenjar keringat.

Labia minora, yang bisa disebut juga dengan bibir kecil pada kemaluan. Labia minora berada di sebelah labia mayora dan sebelum Miss V. Hal yang membedakan antara labia minora dan mayora hanya tidak terdapat akar rambut dan memiliki banyak pembuluh darah.

Klitoris, yaitu sebuah organ seksual yang berada dalam Miss V. Klitoris memiliki struktur yang sama dengan Mr P pada laki-laki. Keduanya berada dalam posisi yang sama pula. Bedanya, klitoris tumbuh ke arah dalam, sedangkan Mr P tumbuh ke arah luar.

Selaput dara, yaitu membran tipis yang menutupi lubang Miss V.
Vestibulum, yaitu rongga kemaluan yang terletak di labia minora dan merupakan muara dari saluran uretra dan lubang Miss V.

Organ Reproduksi Bagian Dalam
Organ reproduksi bagian dalam pada wanita terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

Miss V, yaitu organ seksual pada wanita yang berbentuk seperti tabung. Miss V memiliki fungsi dalam berhubungan secara seksual dan sebagai jalan lahir.

Uterus atau rahim, yaitu organ paling penting dalam sistem reproduksi wanita. Rahim terhubung dengan leher rahim atau serviks yang tersambung dengan Miss V dan tuba fallopi. Selama masa kehamilan, seluruh proses perkembangan bayi terjadi di dalam rahim.

Oviduk atau tuba fallopi, yaitu saluran yang menghubungkan ovarium atau sel telur menuju ke rahim. lalu sebagai tempat terjadinya fertilisasi oleh sperma dan ovum, sebagai tempat pertumbuhan atau pembelahan embrio sementara sebelum akhirnya melekat pada endometrium atau lapisan pada rahim.

Ovarium, yaitu indung telur yang berfungsi sebagai organ penghasil sel kelamin pada wanita. Organ ini berjumlah dua buah dan terletak di sisi kanan dan kiri dari rahim dan berbentuk bulat lonjong.

Masyarakat Indonesia memang dikenal sulit menerima hal-hal yang dianggap ‘nyeleneh’. Terlebih jika hal itu dianggap melanggar norma-norma keagamaan, seperti apa yang dilakukan Lucinta Luna. Tidak hanya di-bully terkait dirinya yang merupakan transgender, Lucinta Luna belakangan tengah ramai dibicarakan terkait kasus penyalahgunaan zat psikotropika.

Belakangan ini pun, Lucinta Luna mengaku bahwa dirinya mengalami menstruasi sebagaimana wanita pada umumnya. Hal ini terjadi karena ia tidak hanya menjalani operasi penggantian kelamin, tetapi juga melakukan transplantasi rahim. Orang-orang menjadi mempertanyakan kebenaran hal ini. Nah, berikut ini fakta mengenai transplantasi rahim yang mungkin masih banyak belum diketahui orang.

Lebih Besar Risiko Ketimbang Manfaatnya
Transplantasi rahim adalah prosedur bedah yang hingga saat ini masih dalam uji klinis. Pembedahan ini dilakukan untuk memperbesar kemungkinan seseorang untuk bisa hamil. Sayangnya, prosedur ini mengandung risiko yang jauh lebih besar daripada potensi manfaatnya.

Melansir UT Southwest Medical Center, banyak dokter kandungan yang tidak merekomendasikan transplantasi rahim. Mereka meyakini bahwa masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk bisa memiliki anak. Hingga kini, transplantasi rahim tidak tersedia di luar tujuan penelitian. Salah satu lembaga penelitian yang berhasil mencetak kelahiran hidup dari transplantasi rahim adalah Cleveland Clinic. Namun, mereka pun menggunakan donor dari wanita yang baru saja meninggal untuk mengurangi risiko transplantasi yang terjadi jika dilakukan oleh pendonor yang masih hidup.

Baca Juga : Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Transplantasi organ adalah prosedur utama yang membutuhkan persiapan fisik dan mental yang besar. Beberapa risiko yang terkait dengan transplantasi rahim mirip dengan yang terkait dengan transplantasi organ lain. Usai menjalankan transplantasi rahim, seseorang harus mengonsumsi obat imunosupresan dengan dosis yang kuat untuk mencegah sistem imun tubuh menyerang organ baru yang dianggap sebagai benda asing.

Efek samping potensial dari obat imunosupresan juga sebanding dengan risiko prosedur penyelamatan nyawa seperti transplantasi jantung atau paru-paru. Namun, untuk prosedur pembedahan yang dimaksudkan untuk menghasilkan kehamilan, risikonya lebih besar daripada manfaat potensial. Meskipun dokter berusaha untuk mengoptimalkan perawatan obat ini sebelum kehamilan, obat-obatan ini malah dapat menyebabkan berat badan bayi yang lahir rendah, kelahiran prematur, dan peningkatan risiko cacat lahir.

Bukan Langkah Permanen
Faktanya, prosedur transplantasi rahim juga tidak dimaksudkan untuk menjadi hal yang permanen. Jika transplantasi berhasil, konsumsi obat imunosupresan dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat mengancam jiwa. Jadi, seseorang harus menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) setelah satu atau dua kehamilan.

Ini Prosedurnya
Prosedur transplantasi rahim bisa memakan waktu 6 hingga 8 jam. Sebelum melakukannya, wanita harus memulai dengan minum obat imunosupresan. Prosedur transplantasi menghubungkan pembuluh darah donor ke penerima donor. Jika penerima donor ingin memiliki anak dan rahim sudah siap, maka embrio akan dipindahkan. Beberapa bulan setelah transplantasi, penerima mulai mengalami menstruasi.

Rahim akan sepenuhnya siap setelah 6 bulan. Kehamilan yang terjadi terus dipantau dan persalinan dilakukan dengan operasi caesar. Setelah 1 hingga 2 kehamilan, rahim akan diangkat agar penerima donor menghentikan konsumsi obat imunosupresan.

Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

salutemondiale.web.id Salah satu hormon yang paling penting untuk pria adalah hormon testosteron.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Hindari Dan Waspadai Gangguan Pada Testosteron

Testosteron adalah hormon yang memengaruhi penampilan pria dan perkembangan seksualnya, seperti merangsang produksi sperma dan dorongan seks. Selain itu, hormon ini juga dapat membentuk massa otot dan kekuatan, hingga perubahan karakter saat memasuki masa puber.

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh mungkin saja mengalami kekurangan testosteron. Namun, bukan hanya faktor usia yang dapat memengaruhi produksi testosteron, banyak hal-hal lainnya yang dapat memengaruhinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda pria mengalami kekurangan testosteron. Berikut ulasannya!

Beberapa Tanda Pria Kekurangan Testosteron
Faktanya, produksi testosteron dapat menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Disebutkan sekitar 2 dari 10 pria yang sudah berusia lebih dari 60 tahun cenderung memiliki testosteron yang rendah. Angka tersebut meningkat menjadi 3 dari 10 pria ketika usianya telah mencapai 70 hingga 80 tahun.Untuk kisaran yang normal, testosteron seorang pria umumnya sekitar 300 hingga 1.000 nanogram per desiliter (ng/dL). Jika hasil pemeriksaan yang dilakukan di bawah angka tersebut, dapat dipastikan kamu mengalami kekurangan testosteron pada tubuh. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah tes testosteron serum untuk melihat tingkat peredaran hormon tersebut.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, kamu mungkin mengalami beberapa tanda apabila tubuhmu kekurangan hormon testosteron. Meski begitu, tanda-tanda pria kekurangan testosteron rendah sering kali tidak begitu kentara. Namun, kamu bisa mengetahuinya dengan melihat beberapa gejala berikut:

1. Dorongan Seks Rendah
Tanda kekurangan hormon testosteron pada pria yang pertama adalah menurunnya dorongan seks. Hal tersebut karena testosteron memainkan peran penting pada libido pada pria. Memang umumnya pria yang telah berumur akan mengalami penurunan dorongan seks. Namun, seseorang yang mengalami kekurangan testosteron kemungkinan akan mengalami penurunan libido yang lebih drastis.

2. Sulit Ereksi
Seseorang mungkin saja mengalami kesulitan untuk ereksi ketika tubuhnya kekurangan hormon testosteron. Memang hormon tersebut tidak menyebabkan ereksi, tetapi dapat merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan reaksi kimia yang dibutuhkan agar ereksi terjadi. Saat kadar testosteron terlalu rendah, pria tersebut mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau ereksi spontan. Walau begitu, kelainan ini mungkin saja disebabkan oleh gangguan lainnya.

3. Volume Air Mani Rendah
Mungkin saja kamu tetap mampu untuk ereksi, tetapi hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah air mani yang dihasilkan. Seseorang yang mengalami kekurangan testosteron dapat menghasilkan air mani yang lebih sedikit. Hal tersebut terjadi karena kurangnya dorongan dari hormon tersebut dalam produksi air mani.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait kekurangan testosteron, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca Juga : Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

4. Kerontokan rambut
Testosteron juga memainkan peran penting pada beberapa fungsi tubuh, termasuk juga produksi rambut. Botak adalah hal yang alami dari penuaan bagi banyak pria. Namun, jika seseorang mengalami kekurangan kadar testosteron, risiko untuk mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah dapat terjadi.

5. Kelelahan
Pria yang mengalami kekurangan testosteron mungkin saja merasakan kelelahan ekstrem dan penurunan tingkat energi. Sehingga, kamu mungkin kerap merasa lelah sepanjang waktu, meskipun sudah cukup tidur. Selain itu, kamu juga dapat merasa sulit termotivasi untuk berolahraga.

6. Kehilangan massa otot
Dikarenakan testosteron memainkan peran dalam membangun otot, maka pria yang kekurangan testosteron mungkin mengalami penurunan massa otot. Disebutkan bahwa testosteron dapat memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu terkait kekuatan atau fungsinya.

Itulah beberapa hal yang dapat terjadi sebagai tanda dari kekurangan testosteron pada pria. Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya langsung memeriksakan diri. Apabila kelainan tersebut benar adanya, pengobatan dini dapat dilakukan segera.

Dari banyaknya jenis hormon, hormon testosteron merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Testosteron sendiri sering dianggap sebagai “hormon pria”, yang diproduksi di bagian testis. Ia memiliki beragam fungsi. Salah satunya memengaruhi bentuk tubuh pria. Contohnya, lingkar pinggang.

Lingkar pinggang seorang pria tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja. Sebab, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar hormon. Terapi hormon testosteron pada seorang pria bisa berpengaruh pada lingkar pinggangnya. Kata seorang profesor kedokteran dan onkologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengurangan jumlah lemak perut pada pria yang diberi testosteron.

Meski dikenal sebagai “hormon pria”, namun hormon ini juga dimiliki oleh wanita yang berfungsi untuk meningkatkan hasrat seksual dan pengatur suasana hati.

Nah, hormon ini memerlukan keseimbangan jumlah agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi, apa jadinya bila terdapat gangguan testosteron dalam tubuh? Misalnya, jumlahnya yang menurun atau terlalu banyak?

Ciri-Ciri Gangguan Testosteron
Hormon ini sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Dalam dunia kedokteran, kondisi saat pria mengalami penurunan kadar hormon ini disebut dengan hipogonadisme. Sayangnya, banyak pria yang enggak menyadari gejala hipogonadisme ini. Nah, berikut beberapa ciri ketika pria mengalami gangguan testosteron (jumlahnya berkurang):

Kehilangan kekuatan tubuh.Gangguan ereksi.Penurunan libido dan kehilangan gairah seksual.Sering mengantuk setelah makan.Sering merasa lesu dan letih.Mengalami gangguan ereksi.Rambut-rambut di tubuh mulai rontok (tak hanya di kepala).Massa otot tubuh berkurang.Lingkar pinggang makin bertambah.

Gangguan testosteron tak hanya berupa berkurangnya jumlah hormon ini saja. Sebab, kelebihan hormon ini juga bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Misalnya, testis mengkerut, kulit berminyak dan jerawatan, serta meningkatnya jumlah sel darah merah dan hemoglobin.

Sedangkan dampak menurunnya kadar hormon testosteron, pada psikis lain lagi ceritanya. Dampaknya bisa berupa gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, dan masalah pada memori serta konsentrasi. Selain itu, pengidapnya juga cenderung merasa depresi atau sedih.

Gangguan Testosteron Pada Wanita
Kadar hormon testosteron yang rendah pada wanita juga bisa memicu berbagai keluhan. Misalnya, mengurangi libido atau gairah seksual. Sedangkan jumlah testosteron yang tinggi lain lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan kelebihan rambut di dalam tubuh, timbul jerawat, klitoris membesar, ukuran payudara mengecil, peningkatan massa otot, suara menjadi berat, dan siklus menstruasi.

Nah, bila dirimu merasakan adanya beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah tanyakan pada dokter perihal kadar testosteron tubuh. Normalnya, kadar hormon testosteron pada wanita berkisar 8–60 nanogram per desiliter. Sementara pria memiliki 400–700 nanogram per desiliter. Sedangkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi, adalah 300 nanogram per desiliter.

Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

salutemondiale.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Atasi Cemas Menjelang Malam Pertama

Malam pertama hampir pasti akan dilalui oleh setiap pasangan yang baru saja menikah. Perasaan haru, tegang, cemas, hingga tidak percaya diri menjadi hal yang wajar terjadi menjelang momen tersebut. Pasalnya, malam pertama bagi pasangan pengantin baru identik dengan hubungan intim. Tidak sedikit pasangan yang merasa kebingungan untuk melewati malam ini, sebab banyaknya mitos yang beredar seputar malam pertama.

Mempersiapkan malam pertama juga menjadi hal yang susah-susah gampang, tetapi harus dilakukan dengan benar. Hal itu penting dilakukan untuk mengatasi rasa cemas yang menyelimuti. Tak hanya itu, persiapan yang lengkap dan matang juga bisa membuat momen malam pertama bisa dilewati dengan perasaan bahagia. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan?

Mengatasi Cemas pada Malam Pertama
Muncul rasa cemas dan khawatir menjelang malam pertama adalah hal yang wajar terjadi. Menyusun rencana dan persiapan untuk menghadapi kondisi ini adalah hal yang sebaiknya dilakukan. Berikut ini tips mengatasi cemas pada malam pertama yang bisa diterapkan bagi pengantin baru:

1. Cari Informasi
Ada banyak informasi yang beredar seputar hubungan intim dan reproduksi. Sayangnya, tidak semua informasi mengandung fakta dan bisa dibuktikan. Nyatanya, menerima informasi yang tidak akurat malah bisa menambah rasa cemas bagi pasangan pengantin baru. Maka dari itu, menjelang malam pertama, kamu bisa mengajak pasangan untuk mencari tahu informasi yang tepat dan cobalah untuk memahaminya bersama.

2. Utarakan
asa cemas dan tertekan menjelang malam pertama bisa menimpa siapa saja, baik suami maupun istri. Normal jika merasa canggung, tetapi sebaiknya jangan pendam hal itu sendiri. Coba sampaikan dan utarakan perasaan yang sedang dialami pada pasangan. Mengetahui bahwa ada seseorang yang mengerti perasaan kamu adalah hal yang bisa menenangkan. Selain itu, kamu dan pasangan tentunya akan lebih bisa bekerja sama untuk membuat malam pertama menjadi lebih berkesan.

3. Jangan Menekan Diri
Tidak apa-apa jika terjadi rasa canggung atau bahkan gagal berhubungan intim pada malam pertama. Kamu dan pasangan masih bisa mencoba pada hari lainnya. Terlalu menekan diri hanya akan membuat rasa cemas semakin menguasai, bahkan bisa memicu stres jangka panjang dan berujung pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

4. Perawatan Tubuh
Melakukan perawatan tubuh sebelum malam pertama bisa membantu membuat pikiran menjadi lebih santai dan menekan rasa cemas. Selain itu, perawatan yang dijalani juga bisa membantu memberi sensasi tersendiri. Kamu dan pasangan bisa melakukan perawatan bersama, seperti waxing, lulur, dan lainnya. Selain membuat tubuh menjadi lebih bersih dan wangi, perawatan-perawatan ini juga bisa membuat pasangan pengantin menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi malam pertama.

5. Jangan Lupa Foreplay
Satu hal penting yang wajib dilakukan sebelum berhubungan intim adalah pemanasan alias foreplay. Melakukan foreplay bisa membantu meningkatkan keintiman dengan pasangan dan mencapai rasa nikmat yang penuh. Foreplay juga bisa membantu menyiapkan tubuh sebelum penetrasi dilakukan, sehingga terhindar dari rasa nyeri.

6. Pilih Posisi
Menentukan posisi yang paling disukai nyatanya bisa meningkatkan kepuasan, sehingga hal-hal yang sejak awal dicemaskan tidak perlu terjadi. Ada banyak posisi yang bisa dipelajari dan diterapkan saat melakukan hubungan intim dengan pasangan di malam pertama.

Mengenal Perubahan Tubuh yang Wajar setelah Malam Pertama
Secara biologis, akan ada sejumlah perubahan yang terjadi sebagai tanda bahwa tubuh sudah aktif secara seksual. Mengetahui apa saja perubahan yang terjadi bisa membantu mengatasi rasa cemas dan tegang pada malam pertama. Berikut ini beberapa perubahan yang akan terjadi pada tubuh:

1. Elastisitas Miss V
Bagian tubuh yang pasti akan mengalami perubahan adalah organ kewanitaan alias Miss V. Setelah aktif secara seksual, elastisitas Miss V akan berubah dan menyesuaikan dengan aktivitas yang baru terjadi. Bahkan, ada kemungkinan area tersebut akan terasa sedikit membengkak atau menebal. Namun jangan khawatir, hal itu normal dan Miss V akan membaik seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

2. Perubahan Payudara
Selain Miss V, perubahan juga akan terjadi pada payudara wanita. Setelah melewati malam pertama, payudara mengalami perubahan akibat terpengaruhnya pembuluh darah serta jaringan payudara. Dalam hal ini, jaringan payudara dan pembuluh darah ikut melebar. Hal itu kemudian menyebabkan payudara terasa lebih besar dari ukuran biasanya. Selain itu, payudara mungkin juga akan terasa kencang selama berhubungan intim.

3. Sensitivitas Puting Payudara
Puting payudara juga akan menjadi lebih sensitif saat sedang berhubungan intim. Hal ini juga merupakan reaksi tubuh, termasuk karena meningkatnya aliran darah dan tekanan otot pada bagian-bagian tubuh. Saat seorang wanita tengah bergairah, puting payudara menjadi lebih keras, dan terasa lebih sensitif terutama saat mencapai orgasme.

4. Klitoris dan Rahim Aktif
Klitoris dan rahim menjadi aktif setelah berhubungan intim. Klitoris akan menebal dan rahim akan lebih naik sedikit. Namun setelah beberapa waktu, semua akan kembali ke posisi normal. Terjadinya penebalan dan kontraksi akan memengaruhi kemampuan Miss V dalam rangka beradaptasi dengan aktivitas seksual.

5. Hormon Bahagia
Setelah melewati malam pertama, tubuh akan dibanjiri dengan hormon bahagia yang disebut dengan serotonin. Tak hanya itu, tubuh wanita juga akan memproduksi banyak hormon oksitosin saat mencapai orgasme. Nyatanya, hormon tersebut bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan bahagia. Tubuh juga akan memproduksi “hormon cinta”, yaitu hormon oksitosin. Pernah dengar anggapan bahwa wanita sering terlihat lebih cerah dan cantik setelah bercinta? Mungkin hal itu terjadi karena pengaruh dari hormon bahagia tersebut.

Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

salutemondiale.web.id Kehidupan seks yang sehat sangat diperlukan bagi mereka yang sudah berumur kepala dua lebih,tapi untuk meminimalisir penyakit,penggunaan kondom digunakan.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Kondom Bagi Kesehatan Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Kondom Bagi Kesehatan

Penggunaan kondom saat berhubugan intim sangat disarankan. Terlepas dari selera dan preferensi, nyatanya pemakaian kondom sangat berdampak baik bagi kesehatan. Meski begitu, sebagian laki-laki masih enggan menggunakan kondom karena diyakini bisa mengurangi kenikmatan.

Selain itu, sebagian orang merasa repot memakainya. Sementara masih banyak wanita yang masih malu-malu meminta pasangannya memakai kondom. Agar kamu mengerti betapa pentingnya menggunakan kondom saat berhubungan intim, berikut ini 7 manfaatnya bagi kesehatan.

Mencegah Kehamilan yang Tidak Diinginkan
Jika dipasang dengan tepat, penggunaan kondom setidaknya dapat mengurangi risiko kehamilan hingga 98 persen. Ini artinya, hanya 2 dari 100 orang yang mungkin hamil setelah berhubungan intim menggunakan kondom. Namun jika pemasangan kurang sempurna, efektivitasnya turun menjadi 85 persen.

Kondom, bahkan dapat membantu metode KB lainnya untuk bekerja lebih efektif. Tidak ada metode yang 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Jadi, menambahkan kondom merupakan ide yang baik untuk memberi perlindungan ekstra. Kamu bisa menambahkan kondom untuk hampir semua metode kontrasepsi lainnya, seperti pil KB, suntikm cincin, IUD, dan implan.

Mencegah Penularan HIV
Virus HIV dapat mudah menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom karena penularannya melalui kelamin. Menggunakan kondom dapat mencegah kamu menyebarkan atau mendapatkan virus ini.

Memperpanjang Durasi Berhubungan Intim
Perlindungan itu penting, tapi kepuasan juga tidak kalah penting. Menurut penelitian, kondom ternyata dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan seks kamu dan pasangan dengan memperpanjang durasi hubungan intim, lho.

Kondom memiliki banyak model, bentuk. dan tekstur yang bervariasi yang dapat meningkatkan sensasi seks bagi kedua pasangan. Dan meminta pasangan memasang kondom pada Mr.P-nya bisa menjadi bagian yang seksi dari foreplay, terutama bila kamu juga menambahkan pelumas. Kondom, bahkan dapat menunda ejakulasi (cumming), sehingga hubungan seks berlangsung lebih lama.Kamu dapat menggunakan kondom untuk seks oral, anal, dan vaginal. Manfaat kondom dapat membuat kamu fokus pada kesenangan dan kepuasan berhubungan intim dengan pasangan tanpa khawatir tentang kehamilan atau penyakit menular seksual (PMS).

Menjaga Ereksi
Kondom juga bermanfaat bagi pria yang mengalami kesulitan ereksi atau disfungsi ereksi. Dengan menggunakan kondom, ereksi bisa lebih lama dipertahankan.

Mencegah Cedera
Banyaknya pelumas pada kondom membuat risiko cedera saat berhubungan intim menjadi sangat rendah.

Baca Juga : Hadapi Virus Dari Dasar Penggunaan Masker

Higienis
Salah satu alasan mengapa hubungan intim perlu menggunakan kondom adalah lebih sehat dan higienis. Manfaat penggunaan kondom membuat hubungan intim menjadi lebih bersih dan lebih aman.

Selain itu, menggunakan kondom berarti mencegah penularan PMS, seperti gonore, trichomoniasis, herpes, sifilis, dan lainnya.

Harganya Terjangkau dan Mudah Didapatkan
Kamu bisa mendapatkan kondom dengan sangat mudah di berbagai toko, online, dan di pusat kesehatan. Selain itu, harganya pun tidak mahal dan bisa didapatkan tanpa menggunakan resep atau identitas diri. Jadi, bisa dibilang kondom adalah alat perlindungan yang praktis dan terjangkau, tetapi dapat memberikan perlindungan besar bagi kamu dari kehamilan dan PMS.

Selain untuk mencegah penularan HIV dan penyakit kelamin, kondom kerap digunakan untuk mencegah terjadinya ‘kebobolan’ atau kehamilan yang belum dirasa tepat waktunya. Untuk itulah Moms dan suami mungkin memiliki kondom sebagai bentuk antisipasi akan hal tersebut.Meski risiko keamananya terbilang cukup menjanjikan, namun tetap ada beberapa hal yang dapat membuat Moms keboboloan. Di antaranya adalah sejumlah kesalahan saat menggunakan kondom berikut:

Tips Efektif Menggunakan Kondom
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manfaat kondom di atas baru bisa didapatkan secara optimal bila kamu menggunakan kondom dengan tepat. Karena itu, perhatikan tips penggunaan kondom berikut ini untuk perlindungan yang efektif:

Pastikan kamu atau pasangan menggunakan kondom dengan benar, sesuai dengan petunuk pemakaian pada kemasan.Jangan pernah menggunakan kembali kondom yang sudah pernah digunakan.Jangan menggunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan. Hal ini dapat merusak kondom dan mengurangi efektivitasnya.Jangan menggunakan pelumas berbasis minyak dan obat-obatan dengan kondom lateks.

1. Kurang memperhatikan kerusakan kondom
Pemeriksaan terhadap kondisi kondom merupakan hal yang penting, karena biasanya sering terjadi kerusakan yang dapat menimbulkan kebocoran. Kebocoran tersebutlah yang menjadikan penggunaan kondom tidak efektif. Kerusakan tersebut kerap terjadi saat membuka kemasan kondom.

2. Salah penyimpanan
Tahukah Moms, ternyata kondom perlu disimpan di tempat yang sejuk dan kering, lho. kesalahan dalam menyimpan kondom dapat menyebabkan kondom rusak dan berkurang efektivitasnya.

3. Terlalu cepat melepas kondom
Setelah selesai melakukan hubungan seksual, banyak yang langsung melepas kondom. Padahal seharusnya kondom tersebut dilepas ketika sudah benar-benar selesai, apabila kondom dilepas terlalu buru-buru, sama saja dengan Moms melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

4. Penggunaan kondom yang sama
Terkadang, para pria kerap menggunakan kondom yang sama lebih dari satu kali. Padahal seharusnya kondom hanya dipakai satu kali saja. Kondom yang digunakan lebih dari satu kali dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Penggunaan kondom yang sama secara berulang juga dapat mengurangi efektifitasnya.

5. Gagal menghilangkan udara pada ujung kondom
Ketika menggunakan kondom, pastikan suami Moms untuk menghilangkan udara di ujung kondom sehingga sperma dapat tertampung dengan baik. Bila tidak, maka kondom mungkin saja rusak selama ejakulasi.

6. Memilih kondom dengan aroma atau rasa
Sebagian besar pria mungkin memilih kondom dengan aroma atau rasa guna memberikan sensasi yang berbeda. Namun penelitian menunjukan, penggunaan kondom dengan rasa atau aroma dapat menimbulkan risiko tersendiri.

Di mana kondom tersebut mengandung gula yang dapat menyebabkan infeksi. Meskipun vagina memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari bakteri, namun bahan kimia asing dapat menyebabkan risiko serius.

7. Terbalik menggunakan kondom
Bila suami Moms terbalik memakai kondom atau bahkan memakainya di dua sisi dengan pemakaian berulang. Hal ini sama saja dengan tidak menggunakan kondom karena tetap dapat menyebabkan kehamilan.

8. Salah membuka kemasan
Jangan sesekali membuka kondom dengan kuku, gigi, dan benda tajam lainnya, karena hal ini dapat memperbesar kemungkinan kondom tersebut bocor.

9. Komplikasi pelumas
Kebanyakan kondom menggunakan pelumas berbahan dasar minyak dengan kondom lateks. Pelumas dengan bahan dasar tersebut justru akan melemahkan lateks, yang dapat membuat kondom rentan terhadap kerusakan.