Cara Menghilangkan Lelah Setelah Kerja

Cara Menghilangkan Lelah Setelah Kerja

salutemondiale.web.id Cape? Pulang kerja gak ada cara buat refreshing? Bosen itu itu aja acara TV? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cara Menghilangkan Lelah Setelah Kerja.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cara Menghilangkan Lelah Setelah Kerja

Tidur Cukup
Cara menghilangkan lelah setelah bekerja yang pertama dengan mencukupi waktu tidur agar keesokan paginya kamu bisa merasa segar. Cukupi kebutuhan tidur kamu dengan beristirahat, setidaknya selama 7-8 jam setiap hari. Hindari penggunaan gawai ketika kamu akan beristirahat. Penggunaan gawai dapat sebabkan candu yang membuat gangguan pola tidur dan mengurangi manfaat tidur yang dimiliki.Jika memungkinkan, kamu juga bisa melakukan power nap (tidur siang 20-30 menit) saat istirahat kantor. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi rasa kantuk dan lelah saat bekerja, sehingga kamu bisa kembali produktif di siang hari hingga waktu pulang tiba.

Menerapkan Pola Makan Sehat
Cukupi porsi makan setiap hari dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Makanlah dalam jumlah lebih sedikit namun dengan frekuensi lebih sering untuk menstabilkan kadar gula darah. Batasi konsumsi makanan berlemak yang mengandung lemak jahat. Sebab, makanan tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Nah, agar kamu tidak kelaparan dan memengaruhi produktivitas kerja, kamu bisa menyediakan camilan sehat saat di kantor, seperti buah-buahan.Menurut Harvard Medical School, pola makan yang sehat mampu meningkatkan energi sehingga menurunkan rasa lelah yang dirasakan. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi camilan sehat setiap jamnya saat bekerja, karena dapat memberikan nutrisi yang cukup sepanjang hari.

Kurangi Stres
Pekerjaan yang menumpuk terkadang tak bisa dihindari dan membuat seorang pekerja mengalami kondisi stres yang cukup tinggi. Tidak hanya dapat menyebabkan kondisi lelah terus-menerus, tingkat stres yang tidak segera diatasi dapat menurunkan kualitas pekerjaan. Menurut Harvard Medical School, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat stress ketika bekerja, salah satunya dengan melakukan relaksasi, menjauhkan pikiran negatif, dan tanggap pada masalah yang ada.Selain itu, kamu harus mampu mengatur waktu untuk sekadar refreshing agar tidak mengalami stres. Kamu bisa melakukan aktivitas yang disukai untuk mengurangi stres, seperti mendengarkan musik, membaca buku, menonton film, atau berjalan-jalan.

Baca Juga : Olahraga Untuk Kesehatan Jantung

Rutin Berolahraga
Melakukan aktivitas fisik bisa meningkatkan energi dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga bisa memperbaiki efisiensi jantung, paru-paru, dan otot-otot tubuh. Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat jika kamu belum terbiasa. Cukup lakukan olahraga ringan selama 15-30 menit secara rutin, seperti berjalan kaki.

Cukupi Kebutuhan Air
Cara menghilangkan lelah setelah bekerja lainnya dengan mengonsumsi air putih yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Air putih mampu menjaga kadar cairan di dalam tubuh, sehingga terhindar dari dehidrasi dan kelelahan akibat bekerja.Umumnya, setiap orang dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Kebutuhan ini bisa saja berbeda, tergantung pada kondisi tubuh dan aktivitas fisik yang dilakukan.Dilansir dari Women Health, tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu untuk meningkatkan konsentrasi dan kualitas kerja. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tubuh kamu tetap terhidrasi, seperti mengonsumsi jus buah atau buah yang mengandung banyak air, mengonsumsi sup untuk makan siang, dan siapkan sebotol besar air putih pada meja kerja.Nah, dengan berbagai cara di atas, maka tubuh kamu tidak lagi merasa kelelahan setelah bekerja dan produktivitas dapat meningkat kembali.

Olahraga Untuk Kesehatan Jantung

Olahraga Untuk Kesehatan Jantung

salutemondiale.web.id Beberapa olahraga yang bisa kita lakukan untuk membangun kesehatan jantung. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Olahraga Untuk Kesehatan Jantung. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Olahraga Untuk Kesehatan Jantung

1. Aerobik
Melansir dari Hopkins Medicine, aerobik meningkatkan sirkulasi, sehingga mampu mengontrol tekanan darah dan detak jantung lebih optimal. Selain itu, aerobik meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen ke dalam jaringan tubuh. Jika olahraga ini rutin dilakukan, maka kamu mendapatkan manfaat lainnya seperti membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, serta meningkatkan pernapasan.Beberapa olahraga aerobik yang bisa dilakukan yaitu jalan kaki, jogging, lompat tali, bersepeda (outdoor maupun statis), dan mendayung. Lakukan latihan ini selama 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu.

2. Peregangan (Stretching)
Olahraga jantung yang satu ini berguna untuk meregangkan otot-otot secara perlahan. Dengan meregangkan lengan dan kaki sebelum berolahraga bisa membantu mempersiapkan otot-otot untuk beraktivitas dan membantu mencegah cedera dan ketegangan otot, dan meningkatkan jangkauan gerak jika dilakukan setelah berolahraga.

3. Yoga
Yoga menggabungkan teknik yakni peregangan, pernapasan, dan relaksasi. Semua teknik tersebut baik bagi jantung. Lakukan yoga secara teratur maka dapat membantu mengurangi tingkat stres yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Dengan kata lain, yoga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga : Cara Menemukan Indikasi Lemah Jantung Dan Pencegahannya

4. Tai Chi
Olahraga yang satu ini berasal dari Tiongkok kuno yang didasari pada seni bela diri yang menggabungkan gerakan lambat tubuh yang berirama dengan pernapasan dalam dan konsentrasi. Bila kamu secara rutin melakukan tai chi, maka membantu menjaga kesehatan pikiran dan tubuh, serta kesehatan jantung.

5. Zumba
Zumba juga dipercaya sebagai olahraga jantung. Bila kamu melakukan zumba secara teratur, maka dapat membakar 1.000 kalori selama satu jam, asalkan dilakukan dengan benar yaitu bergerak mengikuti irama musik dan membuat jantung memompa lebih cepat.Nah, itulah beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk menunjang kesehatan jantung kamu. American Heart Association menyarankan sebaiknya kamu berolahraga selama 150 menit per minggu untuk olahraga ringan atau 75 menit per minggu untuk olahraga berat.Jika kamu melakukan olahraga selama 30 menit sehari, sebanyak lima kali seminggu, maka hal tersebut baik untuk meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Yuk, rutin olahraga mulai sekarang!

Cara Menemukan Indikasi Kardiomiopati

Cara Menemukan Indikasi Lemah Jantung Dan Pencegahannya

salutemondiale.web.id Penyakit lemah jantung atau biasa kita kenal dengan Kardiomiopati,biasa diderita menjadi turunan atau tidak sengaja terkena penyakit tersebut. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kardiomiopati . Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cara Menemukan Indikasi Lemah Jantung Dan Pencegahannya

Apa Saja Ciri-Ciri Lemah Jantung?

Melansir Healthline, gejala semua jenis kardiomiopati cenderung serupa. Jantung tidak mampu memompa darah ke jaringan dan organ tubuh secara memadai. Gejala lainnya, yaitu:

  • Sering merasa lemah dan lelah;
  • Sesak napas, terutama saat aktivitas atau olahraga;
  • Pusing;
  • Sakit dada;
  • Pingsan;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Edema, atau pembengkakan, dari kaki, pergelangan kaki, dan kaki.

Adakah Cara Mencegah Lemah Jantung?

Pada banyak kasus, kamu tidak dapat mencegah kardiomiopati. Penting untuk lebih waspada jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat penyakit ini. Kamu bisa membantu mengurangi kemungkinan kardiomiopati dan jenis penyakit jantung lainnya dengan menjalani gaya hidup sehat dan membuat pilihan gaya hidup, seperti:

  • Hindari penggunaan alkohol atau kokain;
  • Mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes;
  • Makan makanan yang sehat;
  • Berolahraga teratur;
  • Tidur yang cukup;
  • Mengurangi stres.

Baca Juga : Hati Hati Denyut Nadi Tidak Normal

Faktor yang Meningkatkan Risiko Lemah Jantung

  • Riwayat keluarga tentang kardiomiopati, gagal jantung, dan serangan jantung mendadak;
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang;
  • Kondisi yang mempengaruhi jantung, termasuk serangan jantung di masa lalu, penyakit arteri koroner atau infeksi di jantung (kardiomiopati iskemik);
  • Obesitas, yang membuat jantung bekerja lebih keras;
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang;
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain, amfetamin, dan steroid anabolik;
  • Obat kemoterapi tertentu dan terapi radiasi untuk kanker;
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif, atau gangguan yang menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan zat besi (hemochromatosis);

Kondisi lain yang mempengaruhi jantung, seperti gangguan yang menyebabkan penumpukan protein abnormal (amiloidosis), penyakit yang menyebabkan peradangan dan menyebabkan benjolan sel tumbuh di jantung dan organ lain (sarkoidosis), atau gangguan jaringan ikat.

Apa Saja Komplikasi dari Lemah Jantung?

  • Kardiomiopati yang terlambat mendapat penanganan mengakibatkan komplikasi, seperti:
  • Gagal Jantung. Alasannya, jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, maka risiko gagal jantung bisa mengancam jiwa.
  • Penggumpalan Darah. Jantung tidak dapat memompa secara efektif, gumpalan darah mungkin terbentuk. Jika gumpalan memasuki aliran darah, mereka dapat memblokir aliran darah ke organ lain, termasuk jantung dan otak.
  • Masalah Katup Jantung. Kardiomiopati menyebabkan jantung membesar, maka katup jantung mungkin tidak menutup dengan benar. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah.
  • Gangguan Irama Jantung dan Kematian mendadak. Kardiomiopati menyebabkan irama jantung jadi tidak normal. Irama jantung yang abnormal ini juga bisa menyebabkan seseorang pingsan atau dalam beberapa kasus kematian mendadak terjadi jika jantung berhenti berdetak.

Hati Hati Denyut Nadi Tidak Normal

Hati Hati Denyut Nadi Tidak Normal

salutemondiale.web.id Pernah mendengar Aritmia? Ternyata indikatornya bisa ditemukan dari denyut nadi loh, dengan spesifikasinya bisa dikenali. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hati Hati Denyut Nadi Tidak Normal.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Hati Hati Denyut Nadi Tidak Normal

Denyut nadi setiap orang akan berbeda-beda. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi frekuensi denyut nadi setiap orang. Diantaranya adalah usia, aktivitas fisik, tingkat kebugaran, suhu udara, emosi, posisi dan ukuran tubuh, serta konsumsi obat-obatan tertentu. Namun, denyut nadi orang dewasa umumnya adalah 60-100 kali per menit.Denyut nadi bukan sekadar menggambarkan frekuensi arteri yang mengembang dan berkontraksi, melainkan bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Alasannya, denyut nadi tidak normal bisa menjadi tanda gangguan pada irama jantung, yaitu aritmia.

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah ketidakteraturan irama jantung, yaitu kondisi saat irama jantung berdetak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Kondisi ini terjadi akibat impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Aritmia terbagi dalam beberapa jenis. Dilansir dari NHS, berikut ini jenis aritmia yang perlu diwaspadai:

  • Bradikardia. Kondisi ini terjadi ketika jantung pengidapnya berdetak lebih lambat dari kondisi normal, yaitu di bawah 60 kali per menit.
  • Blok jantung (AV block). Kondisi ini terjadi ketika sinyal listrik tidak berjalan normal di jantung. Jantung masih bisa memompa darah, namun detaknya lebih lambat dan kurang efisien dibanding jantung yang normal.
  • Takikardia supraventrikular. Kondisi ini disebabkan ketidaknormalan rangkaian hantaran elektrik pada jantung (umumnya sudah terjadi ketika lahir).
  • Fibrilasi atrium. Kondisi ini terjadi ketika detak jantung berdetak sangat cepat, bahkan pada saat sedang beristirahat. Kondisi ini terjadi akibat kacaunya impuls elektrik pada atrium (serambi) jantung.
  • Fibrasi ventrikel. Ini adalah jenis aritmia yang menyebabkan pengidapnya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak akibat detak jantung yang tidak teratur dan terlalu cepat.

Apa Saja Tanda dan Gejala Aritmia?
Aritmia bisa terjadi tanpa disertai tanda dan gejala. Namun secara umum, tanda dan gejala aritmia berupa jantung berdetak lebih cepat (takikardia) atau lebih lambat dari biasanya (bradikardia), kelelahan, pusing, sesak napas, nyeri dada, hingga kehilangan kesadaran (pingsan).Jika kamu merasakan gejala tersebut, segera periksakan dokter. Sebab, aritmia yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi berupa: gagal jantung, strok, bahkan bisa berujung kematian. Itulah risiko aritmia akibat denyut nadi yang tidak normal.

Baca Juga : Deteksi Penyakit Jantung Dengan Air Es

Apa Penyebab Aritmia?
Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan aritmia, antara lain:

  • Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti: kebiasaan merokok, terlalu banyak minum kafein dan alkohol, efek samping obat-obatan, dan penggunaan narkoba.
  • Masalah kesehatan tertentu, seperti: gangguan kelenjar tiroid, sleep apnea, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner.

Pengobatan dan Pencegahan Aritmia
Diagnosis aritmia didasarkan pada pemeriksaan denyut jantung ataupun pemeriksaan fisik khusus. Diagnosis ini dilakukan untuk memudahkan dokter dalam menentukan jenis pengobatan yang sesuai. Melansir dari NHS, pengobatan aritmia secara umum dilakukan dengan pemberian obat-obatan khusus, pemasangan alat picu jantung dan implantable cardioverter defibrillator (ICD), kardioversi (pengobatan dengan aliran listrik), hingga ablasi kateter (prosedur non-bedah).Pencegahan aritmia bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, antara lain dengan menghindari atau mengurangi stres, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat, membatasi konsumsi alkohol, berolahraga teratur, dan berhenti merokok.

Deteksi Penyakit Jantung Dengan Air Es

Deteksi Penyakit Jantung Dengan Air Es

salutemondiale.web.id Memang bukan hal yang lumrah ketika seorang bisa mengontrol tekanan jantung,salah satunya dengan mengecek penyakit jantung seseorang. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Deteksi Penyakit Jantung Dengan Air Es. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Deteksi Penyakit Jantung Dengan Air Es

Penyakit jantung adalah salah satu gangguan fatal yang perlu diwaspadai. Seseorang yang mengalami hal ini harus segera mendapatkan penanganan, karena serangan yang terjadi dapat tiba-tiba dan mematikan. Maka dari itu, pemeriksaan dini untuk kesehatan jantung sangat penting dilakukan.Belakangan ini terdapat suatu metode yang sempat viral untuk deteksi penyakit jantung, yaitu dengan merendam jari pada air es. Disebutkan bahwa jari-jari yang dicelupkan tersebut berubah menjadi warna biru, maka kamu mengalami kelainan pada jantung. Benarkah cara tersebut efektif? Berikut bahasan lengkap tentang hal ini!

Cara Deteksi Penyakit Jantung dengan Rendam Jari di Air Es
Kesehatan jantung sangat penting untuk dijaga demi keberlangsungan kesehatan tubuhmu. Maka dari itu, deteksi dini terhadap bagian tubuh yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh ini merupakan langkah tepat. Salah satu cara deteksi penyakit jantung yang sedang marak adalah merendam jari ke dalam air es.Banyak orang yang telah mencoba hal tersebut agar dapat melakukan pencegahan serangan secara dini. Selain itu, disebutkan juga hal ini dapat mendeteksi pada sirkulasi dan oksigenasi pada darah di jantung. Cara ini juga dipercaya dapat deteksi penyakit jantung yang fatal lainnya.

Cara deteksi penyakit jantung ini terbilang mudah, yaitu hanya dengan merendam jari tanganmu ke dalam air es selama 30 detik. Siapkan wadah yang telah berisi es batu dan rendam sebentar. Jika jari yang direndam memperlihatkan warna merah, maka jantung kamu sehat. Namun, jika timbul warna biru, maka kamu mengalami masalah pada jantung.Jika bagian tubuh kamu yang berubah menjadi warna biru tersebut disertai dengan sesak napas, sakit kepala, mati rasa, berkeringat, hingga nyeri dada, maka memang sebaiknya kamu mendapatkan pemeriksaan fisik yang sebenarnya. Hal tersebut penting untuk memastikan kondisi tubuhmu agar tetap sehat.

Baca Juga Cek Kesehatan Mental Orang Sekitarmu

Apakah Metode Ini Akurat?
Banyak dokter yang mengatakan bahwa metode ini sepenuhnya tidak ampuh. Metode ini belum dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Umumnya saat direndam oleh air dingin, pembuluh darah pada tubuh akan memucat, bukan membiru. Hal tersebut terjadi karena tubuh memprioritaskan sirkulasi darah pada organ-organ penting pada tubuh.Metode deteksi penyakit jantung dengan menggunakan air es tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Bisa dikatakan bahwa metode yang viral ini termasuk berita bohong. Cara ini mungkin saja dapat berbahaya karena belum terbukti secara medis dan ilmiah. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala penyakit jantung, ada baiknya lakukan pemeriksaan oleh dokter tepercaya.

Jari Membiru Kemungkinan Disebabkan oleh Sindrom Raynaud
Jika kamu melakukan metode tersebut dan mendapati jari kamu menjadi berwarna biru, kamu mempunyai kemungkinan mengalami sindrom Raynaud. Sindrom ini dapat menyebabkan jari-jari seseorang berubah menjadi biru saat terpapar dingin dan kembali normal setelah dihangatkan atau suhu pada bagian tersebut telah normal.Kondisi tersebut disebabkan oleh penyempitan pada pembuluh darah kecil pada tangan. Gangguan ini dapat terjadi selama beberapa detik hingga hitungan jam, walaupun umumnya terjadi sekitar 15 menit. Sindrom Raynaud terjadi karena respons tubuh yang berlebihan pada suhu dingin dan mungkin saja berhubungan dengan tekanan emosional.Perlu untuk diketahui, sindrom Raynaud tidak memiliki hubungan apapun dengan penyakit pada jantung. Namun, jika kamu mengidap sindrom tersebut dan dideteksi juga mengidap penyakit jantung, pastikan dokter mengetahui kedua gangguan tersebut. Selain itu, beberapa obat untuk gangguan jantung dapat meningkatkan gejala Raynaud dan mungkin memperburuknya.

Cek Kesehatan Mental Orang Sekitarmu

Cek Kesehatan Mental Orang Sekitarmu

salutemondiale.web.id Kali ini kami akan memberikan beberapa ulasan yang berisikan artikel mengenai Cek Kesehatan Mental Orang Sekitarmu.Dibawah ini adalah beberapa artikel yang membahas dan berkaitan mengenai Cek Kesehatan Mental Orang Sekitarmu

Depresi
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang perasaan sedih terus-menerus atau kehilangan minat dalam beraktivitas. Depresi juga memengaruhi cara seseorang merasakan sesuatu, berpikir, dan berperilaku. Biasanya seseorang yang depresi mengalami berbagai masalah emosional seperti selalu merasa salah, cemas, putus asa, dan menganggap dirinya tidak berharga. Suasana hatinya pun jelek, sering sedih yang berlarut atau mudah marah. Selain itu, depresi mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehari-hari seperti lesu, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan motivasi terhadap segala hal.Perhatikan sikap dan perilaku pada orang terdekat kamu, jika terlihat lesu dan tidak bersemangat bisa jadi dia sedang tertekan. Depresi bukanlah penyakit mental yang bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu segera berikan simpati dengan mengajaknya mengobrol hangat dan tanyakan permasalahan hidup yang membebaninya. Jadilah pendengar yang baik dan berikan solusi konkret yang sesuai dengan kebutuhannya. Walaupun terlihat sepele, tetapi tindakan tersebut dapat memberikan efek yang besar.

Bipolar
Gangguan bipolar adalah kondisi dimana seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya, tiba-tiba menjadi sangat bahagia padahal beberapa waktu sebelumnya murung dan menangis. Setiap fase emosi dapat berubah dalam hitungan minggu atau bulan tergantung pada pengidapnya. Perubahan suasana hati ini bisa memengaruhi perilaku, kemampuan berpikir jernih, dan aktivitas sehari-hari. Bahkan pada kondisi yang lebih buruk, gangguan bipolar bisa mengganggu kegiatan belajar di sekolah, pekerjaan di kantor, atau hubungan dengan orang terdekat.

Baca Juga : Penjelasan Secara Turunan Penyakit Jiwa

Belum diketahui pasti penyebab dari gangguan bipolar. Namun, diperkirakan bipolar disebabkan oleh adanya gangguan pada senyawa alami bernama neurotransmitter yang berfungsi menjaga fungsi otak. Gangguan pada neurotransmitter itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor seperti genetik, fisik, sosial, dan lingkungan.Jika kamu merasakan perubahan emosional yang sangat cepat pada orang terdekat seperti bahagia menjadi sedih, percaya diri menjadi pesimis, dan semangat menjadi malas, bisa jadi dia mengidap penyakit bipolar. Kamu bisa menyarankan dia untuk berkonsultasi dengan psikolog ataupun psikiater untuk penanganan lebih lanjut seperti penggunaan obat atau terapi khusus.

Gangguan Stres Pasca-trauma
Gangguan stres pasca-trauma (PTSD) adalah kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa traumatis dan menakutkan. Baik itu yang mengalaminya atau menyaksikannya. Gejalanya dapat berupa kilas balik, mimpi buruk, kecemasan berlebihan, serta pikiran yang tidak terkendali mengenai peristiwa tersebut. Kebanyakan orang yang mengalami peristiwa traumatis mungkin mengalami kesulitan sementara untuk menyesuaikan diri dan mengatasi masalah, tetapi dengan waktu dan perawatan diri yang baik, mereka biasanya menjadi lebih baik.Kalau orang terdekat kamu baru mengalami peristiwa yang traumatis, seperti kematian tak terduga dari orang yang dicintai, kecelakaan kendaraan, atau bencana alam. Potensi PTSD bisa terjadi, oleh karena itu berikan perhatian agar ia bisa bertahan menghadapi traumanya. Bisa jadi, trauma tersebut tidak diungkapkan karena umumnya pengidap PTSD justru tidak menyadari bahwa ia mengalami trauma.

Penjelasan Secara Turunan Penyakit Jiwa

Penjelasan Secara Turunan Penyakit Jiwa

salutemondiale.web.id Kali ini kami akan memberikan beberapa ulasan yang berisikan artikel mengenai Penjelasan Secara Turunan Penyakit Jiwa.Dibawah ini adalah beberapa artikel yang membahas dan berkaitan mengenai Penjelasan Secara Turunan Penyakit Jiwa

Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapa saja, dan jenisnya ada banyak sekali. Seperti halnya penyakit fisik, gangguan jiwa katanya bisa diturunkan secara genetik, benarkah demikian? Jawabannya, bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Sebab hingga kini, masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab seseorang bisa terkena gangguan jiwa.Namun memang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan gangguan jiwa. Salah satunya adalah faktor genetik. Artinya, orang yang memiliki orangtua atau keluarnya dengan riwayat gangguan jiwa, dapat lebih rentan mengalami kondisi serupa.Meski demikian, bukan berarti gangguan jiwa pasti akan diturunkan secara genetik. Risikonya mungkin lebih besar, tetapi orang dengan orangtua atau keluarga yang mengidap gangguan jiwa bisa saja tetap sehat. Hal ini karena ada banyak faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan jiwa, dan faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu.

Tentang Gangguan Jiwa dan Faktor yang Tingkatkan Risikonya
Gangguan jiwa merupakan jenis penyakit yang memengaruhi emosi seseorang. Gangguan ini menyebabkan perilaku dan pola pikir pengidapnya mengalami perubahan dan berbeda dari orang kebanyakan. Sayangnya, gangguan ini kerap dipandang sebelah mata dan diidentikan dengan hal-hal negatif.Padahal, sama seperti penyakit yang menyerang fisik, gangguan jiwa juga ada obatnya dan bisa disembuhkan dengan mengikuti serangkaian pengobatan, seperti pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Jenis dari gangguan jiwa juga ada banyak sekali. Gejala yang ditunjukkan juga bervariasi, tergantung jenis gangguan yang dialami.Pengidap gangguan jiwa bisa saja mengalami gangguan pada pola pikir, perilaku, dan emosi. Umumnya, gejala dari gangguan jiwa adalah delusi, halusinasi, suasana hati yang berubah-ubah, rasa cemas dan takut berlebihan, dan ketidakstabilan emosi. Namun, tingkat keparahan dan gejala lebih lanjutnya bervariasi, tergantung jenis gangguan jiwa yang dialami.Soal faktor-faktor yang tingkatkan risiko gangguan jiwa, seperti telah disebutkan di awal, ada banyak sekali. Beberapa faktor yang umum adalah biologis dan psikologis. Secara biologis, gangguan jiwa dapat terjadi akibat kerusakan fungsi sel saraf di otak, infeksi, kelainan bawaan, cedera pada otak, kekurangan oksigen pada bayi saat persalinan, dan kekurangan nutrisi.

Baca Juga : Penyakit Psikis Wanita Yang Tidak Disadari

Selain faktor biologis,ada juga faktor psikologis. Faktor ini juga termasuk salah satu faktor paling umum yang berperan dalam memicu gangguan jiwa pada seseorang. Berbagai faktor psikologis yang dimaksud dapat berupa adanya peristiwa traumatis di masa lalu, seperti kekerasan dan pelecehan seksual, kehilangan orang yang dicintai, perceraian, rasa rendah diri, atau ketidakmampuan dalam berinteraksi sosial.Satu hal yang perlu diingat adalah, jangan pernah self-diagnose, atau mendiagnosis diri mengidap penyakit jiwa tertentu. Sebab, gangguan jiwa hanya bisa didiagnosis melalui pemeriksaan medis kejiwaan. Jadi, datanglah ke psikolog atau psikiater jika mengalami keluhan atau merasa ada yang tidak beres pada emosi, perilaku, dan pola pikir.Perlu diketahui juga bahwa gangguan jiwa merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele dan harus segera ditangani. Ya, sama seperti penyakit pada fisik. Pengidap gangguan jiwa biasanya perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu, menjalani psikoterapi, dan melakukan perubahan gaya hidup. Hal ini bertujuan untuk menangani dan mengontrol gejala yang dialami.

Penyakit Psikis Wanita Yang Tidak Disadari

Penyakit Psikis Wanita Yang Tidak Disadari

salutemondiale.web.id Kesempatan kali ini kami telah merangkum beberapa artikel yang berkaitan dengan Penyakit Psikis Wanita Yang Tidak Disadari.Berikut ini adalah pembahasan dan ulasan yang berkaitan dengan beberapa artikel yang membahas dan berkaitan mengenai Penyakit Psikis Wanita Yang Tidak Disadari

Penyakit mental diidentikkan dengan gejala-gejala yang berat, tetapi ternyata ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa memicu gangguan ini terjadi. Gangguan mental bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Pada wanita, penyakit mental disebut bisa meningkat karena beberapa hal yang mungkin tidak disadari.Gangguan mental alias penyakit mental merupakan kondisi yang terjadi karena banyak faktor yang memengaruhi emosi, perilaku, serta pola pikir pengidapnya. Ada banyak jenis penyakit mental yang bisa terjadi, seperti delusi, halusinasi, perubahan mood alias suasana hati yang terjadi mendadak, perubahan pola tidur, hingga masalah pada hubungan sosial.

Pemicu Penyakit Mental yang Sering Tidak Disadari
Penyakit mental bisa terjadi pada siapa saja dan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Risiko gangguan ini meningkat pada orang yang mengalami gangguan fungsi sel saraf di otak, cedera pada otak, kelainan bawaan, peristiwa traumatik, serta penyalahgunaan obat-obatan. Namun ternyata, baru-baru ini ada berbagai “kebiasaan” yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit mental pada wanita, di antaranya:

1. Belanja Berlebihan
Siapa yang tidak suka berbelanja? Aktivitas yang satu ini sering diidentikkan sebagai hal yang disukai wanita. Belakangan, kebiasaan belanja disebut berkaitan dengan kesehatan mental, jika dilakukan secara berlebihan dan impulsif. Wanita yang kecanduan berbelanja disebut lebih rentan mengembangkan penyakit mental. Kecanduan belanja membuat seseorang rentan mengalami tekanan dan merasa harus untuk terus mengulangi hal tersebut.

2. Gangguan Makan
Salah satu gejala atau kondisi yang bisa menjadi tanda gangguan mental adalah perubahan pada pola makan. Orang yang mengidap kondisi ini biasanya juga akan mengembangkan gangguan makan, misalnya binge eating. Binge eating disorder merupakan kondisi yang bersifat kompleks, dan memengaruhi otak hingga fisik pengidapnya. Gangguan ini masuk dalam penyakit mental, sebab pengidapnya bisa menjadi sangat terobsesi dengan suatu makanan dan ingin menghabiskan makanan tersebut dalam jumlah yang sangat banyak.Kabar buruknya, kondisi ini nyatanya tidak hanya berhubungan dengan kondisi mental pengidapnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan terlalu banyak juga bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Hal ini bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan alias obesitas yang berkaitan dengan berbagai penyakit seperti diabetes.

Baca Juga : Untuk Wanita Jaga Lubangnya

 3. Stress
Di tengah tuntutan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, wajar jika seseorang mengalami stres. Namun hati-hati, stres yang tidak dikelola dengan baik ternyata bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan, lho. Pada mulanya, stres bisa menyebabkan seseorang mengalami insomnia alias kesulitan tidur di malam hari. Jika dibiarkan berlarut, insomnia bisa memicu kondisi yang lebih berbahaya. Lebih lanjut, hal ini juga bisa berkembang menjadi penyakit mental.Orang yang kurang tidur biasanya akan mengalami penurunan produktivitas, gelisah, sakit kepala, bahkan halusinasi hingga perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak. Hal itu yang kemudian diduga bisa meningkatkan risiko penyakit mental menyerang.

4. Terlalu Sedih
Merasa sedih adalah hal yang normal, terlebih jika baru mengalami hal yang tidak sesuai harapan. Namun hati-hati, terlalu lama bersedih nyatanya bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi. Pada dasarnya, sedih dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Namun, sedih sebenarnya merupakan bagian atau gejala awal dari depresi. Sangat penting untuk mengetahui perbedaan dari dua kondisi ini. Rasa sedih biasanya akan menghilang setelah beberapa saat. Namun, jika perasaan ini tak kunjung hilang, bisa jadi itu adalah tanda awal depresi.

Untuk Wanita Jaga Lubangnya

Untuk Wanita Jaga Lubangnya

salutemondiale.web.id Kesempatan kali ini kami telah merangkum beberapa artikel yang berkaitan dengan Untuk Wanita Jaga Lubangnya.Berikut ini adalah pembahasan dan ulasan yang berkaitan dengan beberapa artikel yang membahas dan berkaitan mengenai Untuk Wanita Jaga Lubangnya

1. Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim justru tumbuh di luar rahim, seperti ovarium, tuba falopi, vagina, dan bahkan bisa menjangkau organ-organ lain di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, lama-kelamaan akan menyebabkan peradangan, kista, membentuk jaringan parut, hingga kemandulan (infertilitas).Hingga kini, belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi endometriosis. Pengobatan endometriosis umumnya ditujukan untuk meringankan gejala yang dialami, memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal, dan meningkatkan kesuburan. Jika metode pengobatan tersebut tidak efektif, kemungkinan dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur operasi.

2.Miom
Miom adalah pertumbuhan jaringan nonkanker di dalam rahim. Pertumbuhan jaringan ini umumnya tidak memengaruhi proses kehamilan. Hanya saja, ada sebagian kasus miom yang lokasi pertumbuhannya dapat menyebabkan infertilitas atau keguguran.Jika pertumbuhan miom diketahui berisiko untuk mempersulit kehamilan di kemudian hari, dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk mengangkatnya

3. Sindrom ovarium polikistik
Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan sebuah bentuk kelainan hormonal pada wanita yang dapat mempersulit kehamilan. Sindrom ini dapat dikenali dari siklus haid yang tidak teratur, munculnya jerawat, dan pertumbuhan rambut yang berlebih.Sampai saat ini, metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi sindrom ovarium polikistik masih belum ditemukan. Pengobatan yang ada lebih bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul akibat sindrom tersebut. Untuk memperbesar peluang kehamilan, penderita PCOS perlu menjalani pengobatan secara teratur, di bawah pemantauan dokter kandungan.

Baca Juga : Hati Hati 7 Tanda Penyakit Otongmu

4. Radang panggul
Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) terjadi ketika saluran reproduksi bagian atas, seperti rahim, leher rahim, indung telur, dan tuba falopi, mengalami peradangan akibat infeksi bakteri dari vagina. Bila tidak ditangani segera, penyakit radang panggul dapat menyebabkan komplikasi serius yang mempersulit kehamilan, berupa munculnya jaringan parut pada sistem reproduksi.Infeksi bakteri ini dapat diatasi dengan obat antibiotik. Pasien dianjurkan untuk menyelesaikan masa pengobatan hingga tuntas, guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi lain yang lebih serius.

5. Infeksi menular seksual
Klamidia dan gonore merupakan infeksi menular seksual yang sering dikaitkan dengan kemandulan, khususnya pada wanita. Pasalnya, wanita sering kali tidak mengalami gejala yang khas ketika menderita infeksi ini, sehingga terlambat mendapat penanganan.Tanpa penanganan yang tepat, klamidia dan gonore dapat menyebar dari vagina menuju rahim. Dalam kondisi yang lebih berat, infeksi ini dapat berkembang menjadi radang panggul dan mempersulit kehamilan.

Penyakit pada organ reproduksi wanita tidak bisa dianggap remeh dan perlu segera ditangani. Jika Anda memiliki gejala-gejala penyakit tersebut, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan, terutama untuk mempertahankan fungsi reproduksi agar bisa hamil di kemudian hari.

Hati Hati 7 Tanda Penyakit Otongmu

Hati Hati 7 Tanda Penyakit Otongmu

salutemondiale.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Hati Hati 7 Tanda Penyakit Otongmu.Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Hati Hati 7 Tanda Penyakit Otongmu

Jangan anggap remeh gejala-gejala pada organ reproduksi, seperti testis yang terasa sakit saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil. Kondisi-kondisi ini kemungkinan menjadi salah satu tanda adanya penyakit pada sistem reproduksi pria, seperti beberapa penyakit di bawah ini:

1. Disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan ketidakmampuan pria dalam melakukan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh stres dan kecemasan berlebih, selain itu juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang, serta riwayat penyakit jantung dan diabetes.

2. Hipospadia
Hipospadia terjadi ketika uretra atau saluran tempat keluarnya urine berada di posisi tidak normal, yaitu bukan di ujung penis melainkan pada bagian bawahnya. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang perlu diatasi melalui tindakan operasi. Jika operasi berjalan lancar, pria dapat melakukan aktivitas seksual seperti biasa.

3. Kriptorkismus
Kriptorkismus adalah kondisi ketika salah satu atau kedua testis tidak terlihat akibat tidak terjadi penurunan testis ke tempat seharusnya. Kriptorkismus merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang umumnya banyak dialami pada bayi yang lahir secara prematur. Orkidopeksi menjadi salah satu operasi yang efektif dalam menangani kriptorkismus.

4. Varikokel
Varikokel adalah penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Selain dapat memperkecil testis, penyakit reproduksi pria ini juga dapat menyebabkan infertilitas akibat berkurangnya produksi dan kualitas sperma. Waspadai beragam gejala penyakit ini, seperti pembengkakan pada skrotum, benjolan pada salah satu testis, skrotum terasa sakit, serta pembuluh testis yang terlihat membesar dan membengkak.

5. Hiperplasia prostat jinak/benign prostatic hyperplasia (BPH)
BPH adalah pembesaran kelenjar prostat yang dapat menekan uretra. Kondisi yang bisa jadi merupakan bagian alami dari proses penuaan yang umumnya disebabkan adanya perubahan pada sel pertumbuhan dan keseimbangan hormon. BPH biasanya ditandai dengan gejala seperti aliran urine lemah, aliran urine yang bercabang, sering ingin buang air kecil, kencing tidak lampias, dan kesulitan buang air kecil.

Baca Juga : Jauh Jauh Dari Keputihan

6. Hidrokel
Hidrokel adalah salah satu penyakit reproduksi pria yang ditandai adanya penumpukan cairan di sekitar testis, sehingga menyebabkan pembengkakan pada area skrotum. Meski umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya tidak berbahaya, tapi kondisi ini bisa terasa tidak nyaman dan biasanya didahului dengan gejala seperti bengkak, rasa sakit, dan skrotum berwarna merah. Pada kasus yang jarang, hidrokel dapat terjadi bersamaan dengan kanker testis.

7. Kanker prostat
Kanker prostat umumnya terjadi pada pria di atas 40 tahun, terutama pada mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan kesehatan serupa. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil dan saat ejakulasi, rasa sakit di punggung bawah, dan terdapat darah dalam urine. Dalam menangani kanker prostat bisa dilakukan terapi hormon, terapi radiasi, kemoterapi, dan operasi tergantung kepada tingkat keparahan kanker.

Apabila Anda mengalami gejala yang terasa mengganggu dari salah satu penyakit reproduksi pria di atas, segeralah periksakan diri ke dokter urologi. Mendeteksi penyakit secara dini dapat membuat pengobatannya lebih mudah, sehingga kemungkinan sembuhnya akan lebih tinggi.

1 2