Cara Mengatasi Pusing Karena Tekanan Darah Rendah

Cara Mengatasi Pusing Karena Tekanan Darah Rendah

Salutemondiale.web.id – Rasa pusing karena tekanan darah rendah biasanya akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, keluhan ini bisa menjadi kondisi yang mengkhawatirkan bila berlangsung lama atau begitu parah hingga mengakibatkan pingsan. Lantas, bagaimana cara mengatasi pusing karena darah rendah?

Cara mengatasi pusing karena darah rendah
Keluhan pusing dapat muncul kapan saja. Berikut adalah sederet cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakannya:

1. Minum air putih
Mengutip American Heart Association, dehidrasi dapat menurunkan volume dan tekanan darah sehingga menimbulkan gejala berupa pusing. Bahkan, dehidrasi ringan sekalipun sudah bisa membuat kepala Anda terasa kliyengan.

Selain pusing, gejala lain dari dehidrasi sudah pasti rasa haus, lelah, dan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Jika Anda mengalami gejala ini, segera berikan tubuh Anda asupan cairan yang cukup dengan minum air putih.

2. Menyesuaikan posisi tubuh
Pusing karena tekanan darah rendah dapat dipicu oleh kebiasaan berdiri terlalu lama. Seseorang yang bangkit dari posisi berbaring atau duduk secara mendadak juga bisa mengalami keluhan yang sama.

Kondisi ini disebabkan karena aliran darah tidak mencapai otak. Otak pun kekurangan oksigen dan memicu pusing. Duduklah sejenak jika Anda merasa telah berdiri terlalu lama. Saat hendak berdiri dari posisi berbaring atau duduk, lakukan secara perlahan.

3. Melakukan manuver Epley
Manuver Epley adalah latihan untuk mengatasi pusing akibat gangguan telinga bagian dalam. Kendati demikian, latihan ini juga dapat dilakukan oleh orang-orang yang kerap mengalami pusing karena tekanan darah rendah.

Berikut adalah langkah-langkah melakukan manuver Epley:

  • Duduklah di tempat tidur, lalu tengokkan sedikit kepala Anda ke arah kanan.
  • Berbaringlah secara perlahan sambil menjaga posisi kepala. Gunakan bantal untuk menumpu pundak Anda, tapi biarkan kepala Anda tetap menggantung. Tahan posisi ini selama 30 detik.
  • Perlahan-lahan, arahkan sedikit kepala Anda ke arah kiri.
  • Sambil menjaga posisi kepala, ubah posisi badan Anda hingga menghadap kiri. Tahan selama 30 detik.
  • Bangunlah perlahan-lahan dengan posisi tubuh tetap menghadap kiri.

Baca Juga : Gejala Batu Empedu yang Harus Anda Waspadai

4. Mengubah pola makan
Pola makan berperan penting dalam mengatasi pusing karena tekanan darah rendah. Untuk meningkatkan tekanan darah dengan aman, berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dapat Anda konsumsi:

  • Makanan kaya vitamin B12, seperti telur, daging sapi, dan sereal yang telah diperkaya.
  • Makanan kaya, folat seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, brokoli, asparagus, dan hati.
  • Makanan mengandung garam, misalnya ikan kalengan, keju, dan acar.
  • Minuman berkafein seperti kopi. Hindari sumber kafein tinggi gula seperti soda dan minuman berenergi.

5. Mengonsumsi obat
Jika perubahan yang Anda lakukan tidak dapat mengatasi pusing karena tekanan darah rendah, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Obat yang sering digunakan untuk menangani tekanan darah rendah adalah fludrocortisone dan midodrine. Kedua obat ini berpengaruh langsung terhadap peredaran darah, jadi Anda perlu meminumnya sesuai anjuran dokter.

Tekanan darah rendah adalah kondisi medis yang bisa berpengaruh besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda perlu mengetahui cara mengatasi pusing yang muncul karena darah rendah.

Pola makan biasanya cukup berpengaruh untuk meningkatkan tekanan darah. Namun, pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan yang menyehatkan agar tekanan darah meningkat secara terkendali. Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter jika cara-cara di atas telah dilakukan dan tak berhasil.

Gejala Batu Empedu yang Harus Anda Waspadai

Gejala Batu Empedu yang Harus Anda Waspadai

Salutemondiale.web.id – Batu empedu adalah batuan yang terbentuk dari lemak, kolesterol, dan cairan buangan lainnya yang mengeras di dalam kantung empedu. Apa saja gejala batu empedu yang harus diwaspadai?

Penyebab terbentuknya batu empedu
Batu empedu terbentuk dari zat dan mengeras di dalam kantung empedu. Empedu merupakan organ kecil yang tersambung dengan hati, letaknya di perut kanan atas. Kantung empedu juga merupakan organ yang termasuk dalam sistem pencernaan manusia.

Di dalam empedu, terdapat cairan coklat kekuningan yang diproduksi oleh hati. Fungsi cairan ini digunakan untuk memecah dan mencerna makanan berlemak dan kolesterol sebelum diproses oleh usus kecil.

Apabila cairan di dalam kantong empedu habis atau tidak cukup, maka kolesterol dan lemak yang tidak sempat diproses oleh empedu akan membentuk zat padat mirip batuan.

Berbagai gejala batu empedu yang mungkin Anda rasakan
Menurut Jordan Knowlton, perawat ahli dari University of Florida Health Shands Hospital, batu empedu terbentuk dari kombinasi garam empedu, kolesterol dan bilirubin.

Pada awalnya batu terbentuk kecil dan sedikit sehingga kemungkinan tidak memunculkan gejala berarti. Namun, batu empedu barulah memunculkan berbagai gejala tidak mengenakkan jika dibiarkan terus membesar.

1. Tampak batuan di dalam kantung empedu
Gejala yang paling umum dari kondisi ini tentunya adalah batu yang ditemukan dalam kantong empedu. Keberadaan batu dalam empedu bisa diperiksa dokter dengan ultrasound atau CT scan.

Berikut adalah jenis batu yang bisa ada di dalam empedu Anda:

  • Batu kolesterol: Batu jenis ini paling umum dan diakibatkan oleh kolesterol tinggi. Batu kolesterol akan berwarna kekuningan ketika dikeluarkan. Batu empedu ini lebih sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebih.
  • Batu empedu pigmen: Batu empedu ini berwarna hitam atau kecokelatan karena disebabkan penumpukan pigmen dari kalsium murni bilirubin. Masalah kesehatan seperti kerusakan hati dan kelainan darah tertentu dapat menyebabkan hati Anda memproduksi bilirubin terlalu banyak. Batu yang terbuat dari pigmen bilirubin sering menyumbat dan ditemukan pada empedu yang sudah terinfeksi.

2. Nyeri di perut kanan atas
Gejala batu empedu yang paling umum dan bisa dirasakan adalah nyeri di perut kanan atas. Gejala ini juga sering disebut kolik bilier.

Semakin banyak dan besar batu empedu yang terbentuk di dalam kantong empedu, makin berisiko menyebabkan saluran empedu tersumbat. Sumbatan batu dapat menyebaban cairan empedu tidak mengalir lancar mencapai usus kecil. Hal ini jelas akan menghambat cara kerja empedu.

Nah, salah satu dampak dari adanya sumbatan pada kantung atau saluran empedu adalah rasa nyeri di perut kanan atas, tepat di lokasi empedu. Sakit perut khas gejala batu empedu sering muncul pada malam hari. Terutama jika sebelum tidur Anda makan dalam porsi besar.

Gejala sakit kolik bilier biasanya berlangsung selama 30 menit sampai satu jam. Namun, nyeri dapat berlanjut beberapa jam setelahnya dengan intensitas yang lebih ringan. Sakit perut akibat batu empedu juga bisa berlanjut terasa sepanjang masih tidur.

Sakit perut tanda batu empedu juga bisa terasa di perut sebelah kiri. Gejala ini terjadi ketika batu empedu sudah sampai menghalangi jalan menuju pankreas. Pankreas berfungsi membuat cairan yang nanti sistem pencernaan gunakan untuk memproses makanan.

3. Mual dan muntah
Adanya batu dapat menyebabkan peradangan ringan pada empedu. Pada kasus peradangan kronis, kantong empedu berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku. Efeknya bisa menyebabkan muntah, perut terasa mual, kembung setelah makan, dan diare kronis.

Gejala mual dan muntah saat terdiagnosis batu empedu umumnya juga sering terjadi pada kondisi pankreatitis (radang pankreas).

Tanda batu empedu telah menimbulkan komplikasi
Adanya sumbatan karena batu empedu dapat menyebabkan komplikasi yang disebut pankreatitis batu empedu. Gejalanya mirip dengan infeksi kantung empedu (kolesistitis) yang disebabkan karena sumbatan batu. Gejala batu empedu yang sampai sudah komplikasi meliputi:

Demam
Demam adalah gejala dari batu empedu yang sudah menginfeksi kantung empedu (kolesistitis) atau saluran empedu (kolangitis).

Demam juga bisa terjadi apabila empedu pecah, terdapat gangren (jaringan mati), atau sampa muncul infeksi pada aliran darah (sepsis).

Ketika batu empedu menimbulkan sumbatan besar sampai mengganggu aliran enzim pankreas, enzim pankreas bisa mengalir balik ke pankreas. Ini selanjutnya dapat menimbulkan peradangan pada pankreas (pankreatitis) yang juga dapat menimbulkan demam.

Baca Juga : Tips Mengatasi Kulit Wajah Kering

Sakit kuning (jaundice)
Anda bisa mengalami penyakit kuning jika batu empedu sampai menghalangi aliran bilirubin (ikterus obstruktif).

danya batu empedu yang menumpuk bisa membuat bilirubin (hasil pecahan sel darah merah dari organ hati) mengalir balik ke dalam darah dan menumpuk di sana. Harusnya bilirubin masuk ke sistem pencernaan.

Alhasil, bilirubin yang terbawa oleh darah ke seluruh tubuh akan menyebabkan bagian putih mata, kulit, dan kuku berwarna kuning.

Gejala batu empedu akibat kelebihan bilirubin juga dapat membuat warna urin atau kencing Anda berubah warna menjadi kuning keruh.

Badan gatal-gatal (pruritus)
Badan gatal-gatal (pruritus) adalah gejala lain dari penyakit batu empedu. Pruritus bisa terjadi karena peradangan kronis di kandung empedu dan hati. Rasa gatal yang Anda rasakan disebabkan oleh zat di dalam tubuh, disebut sebagai rangsangan pruritogen.

Salah satu penyebab kemunculan batu empedu adalah kelebihan zat bilirubin yang mengeras. zat bilirubin itu sendiri termasuk sebagai zat pruritogen. Pruritogen adalah zat alami dalam tubuh yang memicu rasa gatal. Saraf di dalam otak akan merespon kerja zat pruritogen dengan menghasilkan rasa gatal.

Bilirubin normalnya dibuang lewat feses dan sisa lainnya lagi lewat urin. Apabila kadar bilirubin dalam hati terlalu banyak sampai menyebabkan terbentunya batu di empedu, pigmen kuning dari bilirubin akan terbawa oleh darah dan disimpan di bawah kulit. Hasilnya badan jadi gatal sebagai reaksi dari gejala adanya batu pada empedu.

Segera ke dokter jika mengalami gejala batu empedu
Kemunculan dan keparahan gejala batu empedu bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa orang bisa merasakan gejala di atas selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Namun, ada juga orang yang hanya merasakan gejala batu empedu muncul sekali atau dua kali dalam setahun.

Maka penting untuk segera periksa ke dokter apabila Anda mulai merasakan gejala tertentu yang mengarah kepada batu empedu. Segera ke dokter bila Anda merasakan sakit perut kanan atas yang tak tertahankan, mual dan muntah hebat, dan bila Anda mengalami gejala-gejala lain yang mengarah pada komplikasi batu empedu.

Pemeriksaan dan perawatan dini batu empedu dapat mencegah risiko komplikasi seperti radang pankreas (pankreatitis). Selain itu, ada juga risiko kanker kantong empedu meski tergolong sangat jarang terjadi. Namun, risiko Anda terhadap kanker akan meningkat apabila terdapat kerusakan pada kantong dan saluran empedu.

Tips Mengatasi Kulit Wajah Kering

Tips Mengatasi Kulit Wajah Kering

Salutemondiale.web.id – Punya kulit wajah kering, bahkan hingga pecah-pecah? Kulit wajah kering kesannya “lebih baik” dibanding kulit berminyak yang rentan jerawatan. Padahal kulit kering bisa membuat wajah terlihat kusam, sensitif, bahkan lebih cepat keriput. Bagaimana cara mengatasi kulit wajah kering supaya lebih lembab dan kenyal?

Tips mengatasi kulit wajah kering

1. Hindari mandi lama dengan air panas
Anda mungkin memilih mandi atau berendam dengan air panas yang lama karena ini membantu Anda merasa santai setelah hari yang sibuk. Namun, mandi yang lama dengan air panas tidak baik bagi kulit. Ini mengangkat minyak dari kulit lebih cepat daripada mandi dengan air yang hangat. Minyak diproduksi untuk melindungi kulit supaya tetap lembap. Mandi lama dengan air panas membuat kulit kering.

Maka dari itu, Anda harus mandi dengan air hangat. Cuaca di luar panas dan tidak apa jika Anda mandi dengan air yang hangat. Dan mandi atau berendam hanya selama 5 hingga 10 menit.

2. Bersihkan kulit dengan lembut
Anda mungkin merasa bahwa kulit Anda lebih kotor di cuaca panas dengan keringat dan kotoran dari lingkungan. Sabun yang kuat seperti sabun antibakteri dan deodorant dan pembersih yang kuat mengangkat minyak dan sel-sel kulit yang alami. Anda harus membersihkan kulit dengan sabun ringan untuk mengangkat kotoran, kelebihan minyak, dan sel-sel kulit mati.

Pilih pembersih bebas sabun, alkohol, atau pewangi. Bersihkan kulit dengan lembut sewaktu Anda mencucinya. Anda dapat menggunakan scrub untuk mengangkat sel-sel kulit mati satu atau dua kali seminggu. Ingatlah bahwa kulit Anda kering dan pecah-pecah. Jangan membuatnya semakin kering.

3. Jangan ketinggalan pakai pelembab
Penting untuk menjaga kulit tetap terhidrasi. Hidrasi baik bagi setiap kulit, terutama kulit kering. Anda dapat memakai pelembap setelah mandi dan mencuci wajah dan tangan. Tunggu hingga 5 menit untuk kulit Anda menyerapnya. Anda berkeringat di cuaca panas tidak berarti Anda tidak membutuhkan pelembap.

4. Hati-hati saat bercukur
Jika Anda seorang pria dan rutin mencukur kumis atau jenggot, ingatlah bahwa mencukur dapat mengiritasi atau bahkan melukai kulit, terutama jika kulit kering dan pecah-pecah. Sewaktu Anda mencukur rambut, Anda juga membuang minyak alami dari kulit.

Baca Juga : Tips Mengatasi Gejala Hipotiroid

Anda harus mencukur setelah mandi, ketika kulit terhidrasi dan rambut lembut. Gunakan busa mencukur, atau krim untuk melindungi kulit. Selalu mencukur mengikuti arah tumbuh rambut. Pisau cukur harus tajam sehingga Anda tidak perlu mencukur ulang area tersebut. Ganti pisau cukur secara rutin.

5. Gunakan tabir surya
Kulit Anda dapat melindungi tubuh Anda, tetapi ia juga membutuhkan perlindungan. Matahari dapat membuat kulit terbakar—bagi sebagian orang, kulit gelap terbakar adalah kulit yang modis. Namun, radiasi IV dari matahari dapat merusak kulit, menyebabkan kulit terbakar, atau kanker kulit. Dan Anda tahu, di cuaca panas, kulit dapat lebih sering terpapar matahari.

Anda harus menggunakan tabir surya. Faktor perlindungan matahari (SPF) harus 30 atau lebih. Semakin lama Anda berada di bawah sinar matahari, semakin tinggi SPF tabir surya yang harus Anda pilih. Oleh karena tabir surya tidak melindungi kulit sepenuhnya, Anda harus menggunakan pakaian untuk menutupi kulit.

Perawatan kulit sangatlah penting untuk menjaga penampilan baik dan kesehatan kulit, terutama di cuaca panas dan ketika kulit Anda kering dan pecah-pecah. Cuaca panas membuat kulit Anda terpapar lebih banyak faktor resiko dan kulit kering membuat kulit itu sendiri menjadi lebih rentan.

Tips Mengatasi Gejala Hipotiroid

Tips Mengatasi Gejala Hipotiroid

Salutemondiale.web.id – Hampir semua pasien hipotiroid dianjurkan untuk minum obat hipotiroid setiap hari, bahkan sampai seumur hidup. Sayangnya, tidak sedikit pasien yang sering kelupaan minum obat sehingga gejalanya jadi sering kambuh. Jika Anda termasuk salah satunya, sebaiknya seimbangkan juga dengan gaya hidup sehat dan alami supaya gejala hipotiroid tidak semakin parah. Lantas, adakah cara mengatasi hipotiroid secara alami di samping minum obat?

Cara mengatasi hipotiroid kambuh secara alami
Meskipun bisa membantu mengendalikan gejala hipotiroid, perubahan gaya hidup sehat tetap tidak bisa menggantikan obat hipotiroid yang diberika oleh dokter Anda. Ya, Anda tetap dianjurkan untuk minum obat hipotiroid secara teratur, lalu diseimbangkan dengan pola hidup sehat supaya metabolisme tubuh Anda tetap terjaga.

Nah, berikut ini cara mengatasi hipotiroid yang bisa Anda lakukan dengan mudah dan alami.

1. Atur pola makan
Seorang ahli gizi dari New York, Natalie Rizzo, RD mengungkapkan kepada Everyday Health bahwa gejala hipotiroid bisa sering kambuh dan semakin parah karena pola makan yang salah. Selain itu, kebiasaan makan tidak teratur juga dapat menaikkan berat badan Anda dan memperparah gejala hipotiroid.

Nah, salah satu cara mengatasi hipotiroid alami yang paling penting untuk Anda lakukan adalah memilih jenis makanan yang tepat. Inilah daftar makanan yang harus dikonsumsi dan hindari untuk mengatasi hipotiroid.

Makanan yang dianjurkan
Sebetulnya, tidak ada makanan khusus yang bisa menaikkan kadar hormon hipotiroid dalam tubuh atau mengobati hipotiroid hingga tuntas. Namun, memang ada beberapa makanan yang harus lebih sering dikonsumsi oleh orang dengan hipotiroid supaya gejalanya lebih mudah dikendalikan.

Untuk membantu mengatasi hipotiroid kambuh, perbanyak makan sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, omega-3, dan serat. Semua jenis makanan ini dapat membantu menguatkan sistem imun Anda sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Makanan tinggi serat, misalnya, dapat membantu penyerapan obat hipotiroid jadi lebih maksimal di dalam tubuh. Sedangkan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan kaya akan antioksidan yang efektif melawan stres oksidatif pada penderita hipotiroid.

Makanan yang harus dihindari
Bukan hanya fokus pada makanan yang harus dikonsumsi, Anda juga harus menghindari berbagai jenis makanan yang bisa memperparah gejala hipotiroid, yaitu:

  • Sayuran cruciferous contohnya pakcoy, brokoli, dan kubis. Sayuran ini mengandung senyawa goitrin yang dapat mengganggu sintesis hormon tiroid.
  • Makanan tinggi garam, misalnya kentang goreng dan makanan instan. Orang dengan hipotiroid berisiko tinggi terkena hipertensi sehingga harus membatasi asupan garam dari makanan.
  • Makanan yang terbuat dari kedelai seperti kacang kedelai, tepung kedelai, susu kedelai, dan edamame. Kedelai dapat menurunkan efektivitas obat tiroid sehingga tidak dapat diserap secara maksimal.

2. Olahraga teratur
Olahraga teratur juga penting dilakukan. Pasalnya, olahraga berperan layaknya obat stres alami yang juga dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke kelenjar tiroid.

Anda bisa memilih jenis olahraga apa pun yang Anda sukai. Entah itu jalan kaki, jogging, berenang, basket, yoga, dan sebagainya. Namun, sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan Anda, ya.

Mulailah dengan olahraga yang ringan terlebih dahulu seperti jogging atau yoga, setidaknya 150 menit per minggu (setengah jam setiap hari, lima hari seminggu). Jika tubuh Anda sudah mampu menyesuaikan diri dengan ritmenya, barulah Anda bisa mencoba olahraga intensitas sedang atau berat secara bertahap.

Yang terpenting, konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda mulai olahraga. Dokter akan menilai kondisi kesehatan Anda terlebih dahulu dan menyarankan jenis olahraga yang sesuai dengan kesehatan Anda.

Baca Juga : Tips dan Penyebab dan Gejala Muntaber Pada Anak

3. Hindari merokok
Sudah bukan rahasia lagi bila rokok wajib dihindari demi kesehatan. Bagaimana tidak, rokok sudah jelas mengandung banyak zat berbahaya yang dapat merusak setiap organ tubuh secara perlahan, bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Dalam kasus hipotiroid sendiri, bahan kimia dalam rokok dapat mengganggu produksi hormon tiroid. Selain itu, kandungan zat berbahaya dalam rokok juga dapat menghambat penyerapan obat tiroid sehingga jadi kurang efektif.

4. Kendalikan stres
Orang dengan hipotiroid rentan terkena stres dan depresi. Stres sedikit saja bisa memperlambat metabolisme tubuh Anda sehingga gejala hipotiroid jadi tidak terkendali dan semakin parah.

Coba luangkan waktu Anda untuk menenangkan diri dari stres berkepanjangan. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi stres. Misalnya dengan jalan-jalan, mendengarkan musik, menonton film, meditasi, yoga, dan melakukan hal-hal favorit Anda lainnya.

Semakin mudah Anda mengendalikan stres fisik maupun pikiran, maka aliran hormon tiroid dalam tubuh jadi semakin lancar. Alhasil, tubuh Anda pun jadi lebih sehat dan kuat meski mengidap hipotiroid.

Tips dan Penyebab dan Gejala Muntaber Pada Anak

Tips dan Penyebab dan Gejala Muntaber Pada Anak

Salutemondiale.web.id – Anak yang mengalami muntah dan buang-buang air terus secara bersamaan bisa menandakan ia terkena muntaber. Apa saja gejala dan penyebab muntaber pada anak, serta bagaimana cara terbaik mengatasinya? Berikut pada artikel kali ini akan kami bahas mengenai apa saja Tips dan Penyebab dan Gejala Muntaber Pada Anak :

Apa itu muntaber?
Muntaber (singkatan dari “muntah” dan “berak”) adalah istilah awam dari penyakit pencernaan yang disebut gastroenteritis atau flu perut.

Muntaber adalah infeksi yang paling sering dialami anak-anak, nomor 2 tertinggi setelah infeksi pernapasan atas (ISPA) seperti pilek.

Apa penyebab muntaber pada anak?
Muntaber sering disebabkan karena infeksi virus, bakteri, dan parasit yang menyerang pencernaan anak. Berikut ulasan lebih lengkapnya soal penyebab muntaber pada anak:

1. Infeksi virus
Sebagian besar kasus muntaber pada anak disebabkan oleh virus. Virus termasuk penyebab muntaber yang paling mudah menyebar dan menular dari satu orang ke orang lain.

Bahkan kadang, virus penyebab muntaber sering mengakibatkan wabah di tempat-tempat seperti day care (tempat penitipan anak) dan sekolah dasar.

Virus yang umumnya menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak adalah rotavirus. Rotavirus yang menginfeksi pencernaan akan menyebabkan diare dan disertai demam dan muntah. Apabila ada orang lain menyentuh muntah anak yang muntaber tanpa cuci tangan setelahnya, mereka bisa tertular virus.

Selain itu, muntaber pada anak kecil dan bayi juga dapat disebabkan oleh norovirus, adenovirus, dan astrovirus. Satu hal yang membedakan antara ketiga penyebab muntaber ini adalah gejalanya. Muntaber yang diakibatkan oleh astrovirus lebih jarang sampai menyebabkan anak muntah-muntah.

2. Infeksi bakteri
Selain virus, muntaber pada anak juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti salmonella, shigella, Campylobacter jejuni, dan E. coli. Muntaber dapat menyebar ketika anak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak steril karena terkontaminasi bakteri.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri akan masuk ke dalam makanan. Racun itu akan terus tersimpan di sana jika makanan tidak dimasak matang atau disimpan dengan benar.

Umumnya gejala muntaber pada anak yang disebabkan infeksi sudah bisa terlihat dalam 1 sampai 3 hari setelah terinfeksi.

3. Infeksi parasit
Parasit juga dapat menyebabkan muntaber pada anak, namun kasusnya kurang umum.

Muntaber pada anak bisa terjadi akibat parasit seperti giardia dan cryptosporidium. Parasit biasanya bisa menginfeksi tubuh anak lewat air minum yang kotor atau ketika anak tidak sengaja menelan air kolam renang.

Bagaimana cara infeksi penyebab muntaber menular pada anak?
Rita Steffen, MD, ahli gastroenterologi pediatri (spesialis kesehatan pencernaan anak) di Klinik Cleveland, Ohio, menuturkan kenapa anak bisa sangat sering kena muntaber.

Menurut Steffen, daya tahan tubuh anak kecil, termasuk bayi dan balita, masih belum sesempurna orang dewasa sehingga belum cukup kuat untuk melawan virus dan bakteri.

Kuman penyebab muntaber dapat menyerang anak lewat beragam kemungkinan jalur, seperti:

1. Dari makanan dan air minum
Virus dan bakteri pada dasarnya sangat mudah mengontaminasi makanan dan minuman.

Risiko anak terkena muntaber akan lebih besar jika ia makan atau minum sesuatu yang kotor. Misalnya dari orangtua atau pengasuh yang langsung menyuapi anak makan tanpa cuci tangan dulu setelah mengolah bahan makanan tertentu, seperti daging mentah.

Virus bisa berpindah dari makanan ke tangan Anda dan masuk menginfeksi tubuh anak setelahnya.

2. Dari barang yang terkontaminasi
Virus penyebab muntaber pada anak bisa bertahan di beberapa permukaan benda selama beberapa hari. Mainan anak, botol susu, pegangan kursi, atau gagang pintu adalah yang termasuk paling rentan ditempeli kuman.

Apabila anak-anak menyentuh benda tersebut dan memasukkan tangannya ke dalam mulutnya, virus dan bakteri akan mudah menginfeksi tubuh anak.

3. Lewat cairan muntah
Saat ada orang rumah yang sedang sakit muntaber lalu muntah, partikel virus muntaber bisa menular melalui udara.

Saat Anda menghirup udara di sekitar muntahan tersebut, Anda kemungkinan bisa terkena muntaber juga.

4. Dari feses orang muntaber
Virus juga dapat menyebar ketika anak mungkin menyentuh feses orang yang terinfeksi atau dengan menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi feses. Misalnya seperti kloset atau jamban, kran, dan wastafel.

Apa saja gejala muntaber pada anak?
Diare (BAB cair dan sering) dan muntah adalah dua gejala utama muntaber pada anak. Selain itu, gastroenteritis yang disebabkan karena virus dan bakteri kemungkinan juga memunculkan gejala berikut:

  • Demam
  • Perut kram
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Berkeringat
  • Badan lemas
  • Ngantuk
  • Nafsu makan menurun

Gejalanya bisa muncul ringan sampai parah.

Pada kebanyakan kasus, gejala muntaber pada anak bisa terlihat 1-3 hari setelah mereka terinfeksi. Akan tetapi, ada juga anak yang sudah mulai mengalami gejala muntaber setelah 12-48 jam terinfeksi.

Biasanya gejala muntaber berlangsung sekitar 3-7 hari, sementara pada kasus yang parah gejalanya dapat bertahan sampai 10 hari.

Baca Juga : Panduan Cara Mengatasi Asam Lambung Secara Alami

Bagaimana cara mengatasi muntaber pada anak?

Kondisi ini pun umumnya tidak perlu penanganan medis serius, akan tetapi kalau salah penanganan bisa menimbulkan komplikasi seperti dehidrasi yang membahayakan si kecil.

1. Minum air yang banyak
Saat anak kena muntaber, langkah pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan banyak cairan atau air minum.

Selain air minum, Anda juga bisa memberikan anak cairan oralit yang bisa dibeli di apotek. Oralit dapat menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat muntah, BAB, atau keringat anak saat muntaber.

Namun bila anak masih menyusu ASI, terus berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya sembari diselingi air putih untuk menambah asupan cairan. Pemberian air minum baru dapat dihentikan setelah diare berhenti.

Saat masih terus muntah dan diare, tubuh anak akan kehilangan banyak cairan daripada yang dibutuhkan. Menurut Andrew Nowalk, MD, PhD, asisten dosen pediatri di Children’s Hospital of Pittsburgh, memastikan anak tetap minum selama muntaber penting untuk mencegahnya sampai terkena dehidrasi.

Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi muntaber pada anak yang bisa berakibat fatal apabila tidak diatasi dengan baik.

2. Istirahat
Gejala muntaber bisa membuat anak merasa cepat dan sangat kelelahan. Selain karena capek harus bolak-balik ke kamar mandi, tubuh anak juga terus membakar cukup banyak energi untuk melawan infeksi dan memperbaiki kerusakannya.

Istirahat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuhnya bekerja dan memperbaiki sel jaringan yang rusak secepat mungkin.

Maka dari itu, penting untuk membuat anak beristirahat sebanyak mungkin. Bila perlu tidak usah dulu pergi ke sekolah sampai tubuhnya fit kembali. istirahat di rumah juga meminimalisir peluang anak menularkan penyakitnya pada anak-anak lain di sekolah.

3. Makan makanan yang mudah dicerna
Ketika anak muntaber, orangtua harus memberikan makanan yang bisa membantu menghentikan gejala.

Pertama-tama, coba berikan makanan rendah serat namun mudah dicerna seperti pisang, tim nasi putih, saus apel, dan roti tawar (tanpa selai) terlebih dahulu. Sup ayam hangat juga bisa diberikan sebagai lauk makan nasi.

Setelah gejala muntaber pada anak sudah mulai mereda, Anda dapat mencoba memberikan anak potongan daging tanpa lemak dan tumisan sayur yang dimasak dengan sedikit minyak.

Jangan berikan makanan yang digoreng, pedas, berlemak, atau mengandung banyak asam pada anak yang sedang muntaber. Ini bisa memperparah sakitnya sehingga ia malah tidak sembuh-sembuh.

4. Tidak perlu berikan obat diare
Ketika anak Anda menunjukkan gejala muntaber, jangan panik dan langsung memberikan obat diare.

Nyatanya, WHO, Kementerian Kesehatan RI, dan banyak institusi kesehatan lainnya tidak menyarankan pemberian obat diare untuk anak.

Obat diare dianggap tidak terlalu bermanfaat bagi anak dan justru malah berisiko menimbulkan efek samping yang membahayakan.

Namun apabila perut anak semakin sakit, demam, dan ia mengeluh pusing, ibu bisa memberikan obat Ibuprofen atau paracetamol.

5. Berikan suplemen zinc
Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, anak yang terserang muntaber dengan gejala diare bisa diberikan minum suplemen zinc.

Suplemen zinc bisa mencegah diare anak semakin parah. Obat zinc dapat dibeli di apotek, dan bisa diberikan pada anak 10 hari berturut-turut meskipun gejala diarenya sudah berhenti.

Selain itu, menurut jurnal dari Canadian Family Physicians, kandungan zinc diyakini dapat meningkatkan penyerapan cairan dari usus, membantu membersihkan virus dan bakteri penyebab muntaber, serta mendukung kekebalan tubuh anak agar cepat pulih.

Suplemen ini juga bermanfaat untuk mencegah anak terkena diare lagi 2 sampai 3 bulan ke depan setelah sembuh.