Panduan Cara Mengatasi Asam Lambung Secara Alami

Panduan Cara Mengatasi Asam Lambung Secara Alami

Salutemondiale.web.id – Pada umumnya lambung memang selalu menghasilkan asam yang nantinya akan bermanfaat untuk proses pencernaan didalam tubuh kita. Asam tersebut akan membantu menghancurkan makanan secara kimiawi agar mudah diserap oleh tubuh. Namun sayangnya, pada suatu kondisi tertentu seperti tidak sedang makan asam lambung bisa naik dengan sendirinya dan memicu masalah yang besar, apalagi kalau sampai naik ke atas.

Cara mengatasi asam lambung secara alami

Seseorang yang lambungnya sensitif tidak bisa makan sembarangan. Kalau hal ini sampai terjadi, asam lambung bisa terpicu naik cukup banyak dan gangguan terjadi. Ada akan merasakan mual, heartburn, hingga perut yang tidak nyaman.

Kondisi ini sangat berbahaya pada beberapa orang, bahkan ada yang memicu gangguan fatal dan membahayakan nyawa. Kalau Anda sering mengalami kenaikan asam lambung, praktikkan beberapa cara mengatasi asam lambung di bawah ini.

Menghindari makanan pemicu asam lambung

Kunci utama agar bisa bertahan dari kondisi asam lambung yang sedang tinggi adalah tidak makan sesuatu yang aneh. Asal tidak makan pemicu kenaikan asam lambung secara berlebihan, asam bisa diturunkan dan Anda tidak mengalami nyeri di dada dan panas yang sangat menyesakkan kalau digunakan untuk bernapas.

Kalau Anda memiliki asam lambung dan sering sekali kambuh, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi apa saja yang mengandung kafein seperti kopi atau teh. Selanjutnya cokelat juga tidak disarankan meski secara umum menyehatkan. Makanan yang terlalu pedas dan aneka alkohol juga sangat pantang. Terakhir aneka jenis makanan yang digoreng, olahan mint, dan olahan tomat.

Mulai makan dengan sadar

Kalau sudah memiliki bakat asam lambung, ada baiknya untuk bisa mengatur apa saja yang masuk ke dalam tubuh dengan baik. Meski berada di mana saja, Anda harus makan dengan benar dan tahu mana saja yang bisa dimakan dan mana yang dilarang karena memicu asam lambung.

Pengetahuan tentang makanan dan nutrisi juga harus ditambah perlahan-lahan. Dengan melakukan ini Anda bisa melakukan analisis sendiri terkait makanan yang ada di luaran sana, kira-kira bisa dimakan atau tidak. Kalau Anda khawatir dengan makanan yang dijual bebas di luar sana, ada baiknya memasak sendiri.

Berusaha menurunkan berat badan

Salah satu faktor risiko dari asam lambung yang sering kambuh adalah kegemukan atau obesitas. Kalau Anda mengalami obesitas, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada tubuh khususnya saluran cerna. Masalah seperti asam lambung dan gejalanya seperti heartburn akan sering terjadi.

Penurunan berat badan tidak bisa dilakukan dengan sembrono. Kalau Anda melakukanya, tubuh justru tidak akan baik. Apalagi kalau sampai menekan porsi makan yang memicu gangguan di lambung. Konsultasikan masalah diet ini dengan ahli gizi agar mendapatkan pola makan yang tepat.

Baca Juga : Panduan Cara Mengatasi Bersin Yang Terus Menerus Datang

Tidak langsung tidur setelah makan

Pernahkah Anda mengalami perut kembung hingga dada terasa sangat panas karena langsung rebahan setelah makan? Kejadian ini sering sekali muncul saat Anda berbuka puasa. Karena tubuh sudah sangat lelah dan mengantuk, akhirnya setelah makan Anda langsing tidur begitu saja.

Kalau tidak mau mengalami kembung hingga asam lambungnya baik, jangan langsung tidur setelah makan. Lebih baik tunggu sekitar 2-3 jam. Kalau Anda terbiasa tidur pada pukul 21.00, pastikan untuk sudah makan sebelum pukul 19.00 setiap harinya.

Selalu tidur dengan posisi kepala di atas

Kalau Anda sering kambuh di malam hari, ada baiknya untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki. Dengan melakukan ini asam lambung tidak akan sampai naik dan memicu heartburn yang sangat mengganggu. Kalau Anda tidak pernah kambuh di malam hari, cara ini tidak perlu dilakukan. Yang penting tidak makan terlalu banyak saat tidur khususnya makanan pemicu asam lambung untuk naik cepat.

Berhenti merokok

Memiliki asam lambung tinggi dan sering kambuh akan sangat membahayakan. Apalagi kalau saat kambuh tidak segera diatasi. Kalau Anda sudah mengalami hal ini ada baiknya untuk berhenti merokok. Jangan merokok sama sekali meski hanya sesekali atau beberapa isapan saja.

Kandungan racun di dalam rokok seperti nikotin bisa menyebabkan gangguan pada tubuh dan memicu asam lambung sering muncul. Selain itu kondisi heartburn akan lebih sering terjadi.

Kurangi stres yang berlebihan

Disadari atau tidak, masalah stres hingga anxiety menyebabkan cukup banyak masalah pada tubuh. Selain tidak bisa konsentrasi kerja, stres juga memicu kenaikan asam lambung. Jadi, jangan menganggap asam lambung yang tinggi hanya disebabkan oleh makanan saja. Kalau Anda mengalami stres hingga depresi, kemungkinan mengalami asam lambung akan besar.

Panduan Cara Mengatasi Bersin Yang Terus Menerus Datang

Panduan Cara Mengatasi Bersin Yang Terus Menerus Datang

Salutemondiale.web.id – Suatu hal yang akan mengganggu jika terjadi seperti Bersin merupakan situasi yang pasti dialami semua orang, terutama saat sedang terserang flu atau terpapar debu. Bersin merupakan sesuatu yang wajar sebagai bentuk respons alami tubuh terhadap pemicu-pemicu dari bersin tersebut. Akan tetapi, Anda kerap dibuat jengkel apabila bersin terjadi terus-menerus, bukan? Jika ya, bagaimana cara mengatasi bersin yang mengganggu tersebut?

Penyebab Bersin-Bersin

Bukan tanpa alasan mengapa Anda bersin-bersin. Bersin adalah kondisi yang disebabkan oleh sejumlah faktor. Mengetahui penyebab bersin menjadi penting mengingat hal ini nantinya berkaitan dengan cara mengatasi bersin tersebut.

Beberapa penyebab bersin paling umum adalah:

  • Infeksi virus atau bakteri (flu, sinusitis)
  • Reaksi alergi
  • Paparan cahaya terang
  • Udara kering
  • Olahraga berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan (contoh: pil KB, anti-depresan, dekongestan nasal).

Cara Mengatasi Bersin Terus-Menerus

Bersin memang memberikan rasa lega, tapi juga bisa menjadi sangat mengganggu apabila terjadi secara terus-menerus. Berikut ini ada sejumlah tips atau cara mengatasi bersin tiada henti yang saat ini sedang Anda alami.

1. Vitamin C

Salah satu penyebab bersin yang paling umum adalah infeksi virus atau bakteri. Akibat terinfeksi kedua mikroorganisme “jahat” tersebut, muncullah penyakit-penyakit seperti flu dan sinusitis. Kedua penyakit yang disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh tersebut salah satu gejalanya adalah bersin-bersin.

Mencukupi asupan vitamin C adalah cara mengatasi bersin apabila pemicunya adalah infeksi virus atau bakteri. Vitamin C berfungsi untuk meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh sehingga virus maupun bakteri penyebab flu dapat disingkirkan.

Efektivitas vitamin C dalam melawan infeksi virus flu ini sebagaimana dituliskan dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Pharmacy and Pharmacology. Jadi, pastikan Anda mencukupi asupan vitamin C guna mempercepat proses penyembuhan bersin.

2. Antihistamin

Selain infeksi, bersin-bersin yang Anda alami mungkin saja merupakan suatu reaksi alergi, biasanya alergi debu, serbuk sari, udara dingin, dan sebagainya.

Tips atau cara mengatasi bersin terus-menerus akibat reaksi alergi adalah dengan cara mengonsumsi obat antihistamin. Obat ini berfungsi untuk meredakan gejala alergi yang ditimbulkan, tak terkecuali bersin-bersin. Beberapa jenis antihistamin yang umum diresepkan oleh dokter seperti loratadine dan cetirizine.

3. Menghindari Paparan Cahaya

Ada sebagian orang (mungkin termasuk Anda salah satunya) yang mengalami bersin-bersin ketika terpapar cahaya terang seperti sinar matahari. Kondisi ini dinamakan sebagai bersin fotik dan dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik).

Tak ada cara mengatasi bersin fotik lainnya yang bisa Anda lakukan selain sebisa mungkin menghindari paparan cahaya terang. Apabila Anda mengidap bersin fotik dan sering beraktivitas di luar ruangan, menggunakan payung atau kacamata hitam akan menjaga tubuh dari paparan sinar matahari langsung.

Baca Juga : Tips Untuk Mengatasi Wasir dengan Mudah dan Cepat

4. Menghindari Polusi Udara

Polusi udara juga menjadi penyebab bersin-bersin yang paling umum dialami. Mulai dari debu, asap rokok, asap kendaraan, dan sebagainya, semuanya berpotensi mengakibatkan Anda bersin-bersin.

Cara mengatasi bersin-bersin yang satu ini adalah dengan menghindari paparan polusi udara tersebut, seperti memakai masker penutup hidung. Tak hanya mengatasi bersin-bersin, cara ini juga bertujuan untuk meminimalisir risiko sejumlah gangguan kesehatan seperti asma hingga kanker paru-paru yang berbahaya.

5. Spray Khusus Hidung

Bersin-bersin yang Anda alami diakibatkan oleh banyaknya benda asing yang masuk ke dalam hidung. Jika sudah begitu, maka salah satu cara mengatasi bersin terus-menerus yang dapat dilakukan adalah dengan menyemprotkan spray khusus hidung. Cara ini bertujuan untuk membersihkan kotoran-kotoran di hidung sebagai penyebab bersin.

Anda bisa menyemprotkan cairan capsaicin pada hidung. Cairan capsaicin memiliki fungsi untuk mematikan jaringan di hidung sehingga keinginan untuk bersin dapat dihentikan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter tentang tata cara penggunaan cairan tersebut agar pemakaiannya tepat.

6. “Menggaruk” Langit-Langit Mulut

Menggaruk langit-langit mulut dengan lidah adalah tips atau cara mengatasi bersin selanjutnya yang bisa Anda terapkan.

Lakukan cara ini manakala bersin terjadi terus-menerus dan sudah sangat mengganggu dengan durasi 5-10 detik.

7. Berbicara

Mitos yang beredar selama ini mengatakan jika berbicara adalah salah satu cara mengatasi bersin terus-menerus. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa ketika seseorang sedang berbicara, terlebih jika yang dibicarakan itu menarik, keinginan untuk bersin yang datangnya dari otak akan teralihkan.

Belum ada bukti ilmiah yang mendukung tips atau cara mengatasi bersin yang satu ini. Jika ada yang mengatakan cara ini berhasil, mungkin saja itu hanya sugesti. Tanyakan pada dokter Anda perihal cara mengatasi bersin-bersin dengan berbicara tersebut.

Tips Untuk Mengatasi Wasir dengan Mudah dan Cepat

Tips Untuk Mengatasi Wasir dengan Mudah dan Cepat

Salutemondiale.web.id – Penyakit yang bernama Hemoroid atau wasir merupakan pembengkakan pada vena yang terletak di anus. Penyakit ini susah dideteksi dan kerap baru terasa saat kondisinya sudah parah. Wasir dibagi menjadi beberapa tingkat pembengkakannya. Ada wasir dengan pembengkakan ringan, sedang, dan parah.

Cara Mengatasi Wasir yang Tepat dan Mudah

Kalau seseorang masih mengalami wasir dengan pembengkakan ringan dan sedang, mereka bisa disembuhkan dengan obat. Selain itu, penderita juga harus melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mengurangi efek atau mencegahnya datang kembali. Berikut beberapa cara menangani wasir secara alami.

Duduk di Dalam Air Hangat

Kalau wasir muncul atau kambuh, rendam pantat ke dalam air hangat. Air hangat bisa mengurangi iritasi dan gatal yang terjadi. Anda akan merasa lebih nyaman setelah berendam selama 20 menit selama 3-4 kali sehari. Lakukan perendaman pada pagi, siang, sore, dan malam sebelum tidur.

Perendaman bisa dilakukan dengan cara mandi di dalam bak. Kalau di dalam rumah Anda tidak ada bathtub, bisa menggunakan sitz bath yang dipasang pada toilet. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan air yang hangat untuk menyentuh area anus segingga pembengkakannya bisa sedikit diminimalkan.

Tidak Menahan Buang Air Besar

Jangan sesekali menahan buang air besar kalau Anda memiliki wasir. Jika perut sudah mulai mulas segera ke kamar kecil untuk menuntaskannya. Kalau menahan buang air, bagian anus akan terasa sakit karena pembuluh darah menegang saat menahan.

Tekanan dari kotoran yang akan keluar sangatlah besar. Tekanan ini akan membuat pembengkakan di anus semakin besar. Bahkan, bukan tidak mungkin memicu perdarahan kalau sampai kotoran yang banyak melukai dinding anus yang terlanjur membengkak pembuluh darahnya.

Hindari Sembelit

Makanan dan minuman yang mampu melancarkan buang air besar dan menurunkan risiko sembelit harus dikonsumsi setiap hari. Perbanyak makan buah-buahan seperti alpukat, jeruk nipis, pepaya, dan pir setiap harinya. Dengan mengonsumsi makanan tinggi serat pergerakan di usus bisa berjalan dengan lancar.

Kondisi wasir akan semakin parah kalau sampai tubuh mengalami sembelit. Perut akan semakin kembung dan Anda mengejan terlalu kuat saat buang air besar. Jangan makan yang berlemak saja setiap harinya. Selalu tambah jumlah sayuran ke dalam makanan. Kalau Anda tidak suka sayur coba makan buah yang berserat.

Baca Juga : Beberapa Cara Mengatasi Gatal Akibat Diabetes

Jaga Pola Makan dengan Ketat

Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, untuk mengurangi risiko pembengkakan pada anus. Makan makanan yang mengandung banyak serat seperti sayur hijau, roti gandum, dan buah segar lainnya. Perbanyak jus buah dan sayur sebagai camilan ketimbang mengonsumsi gorengan.

Olahraga Rutin

Salah satu penyebab wasir adalah obesitas yang terlalu parah. Untuk mengurangi risiko ini, Anda diwajibkan untuk melakukan olahraga secara rutin. Setelah sembuh coba lakukan olahraga pelan-pelan seperti jalan santai dan lari ringan 30 menit setiap hari.

Menggunakan Bahan Alami

Beberapa bahan alami bisa digunakan untuk lebih melancarkan buang air besar dan juga meredakan gangguan pada anus yang membengkak. Anda bisa menggunakan beberapa bahan seperti minyak kelapa alami. Minyak ini memiliki kemampuan untuk melembabkan kulit dan juga jaringan di sekitar anus.

Selanjutnya ada juga lidah buaya. Krim dari lidah buaya alami bisa diaplikasikan langsung ke sekitar anus. Selanjutnya, krim akan bekerja untuk menghilangkan rasa nyeri berlebihan termasuk rasa panasnya.

Minum Lebih Banyak

Air adalah salah satu minuman yang paling penting meski beberapa orang sering sekali mengabaikannya. Dengan minum air yang banyak, organ di tubuh seperti ginjal bisa bekerja dengan maksimal. Selain itu, air juga bisa melunakkan feses sehingga mudah keluar dan mencegah wasir semakin parah.

Beberapa Cara Mengatasi Gatal Akibat Diabetes

Beberapa Cara Mengatasi Gatal Akibat Diabetes

Salutemondiale.web.id – Tentunya bagi sebagian orang, gatal-gatal adalah kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh sensasi gatal yang akan hilang dengan sendirinya setelah digaruk atau dibiarkan begitu saja. Masalahnya adalah, bagi penderita diabetes, gatal-gatal bisa menjadi penyebab masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Diabetes bisa membuat sensasi gatal dan kulit kering

Diabetes tak hanya akan memicu kenaikan kadar gula darah dengan drastis. Dalam realitanya, ada banyak sekali sistem dan organ tubuh yang ikut terpengaruh akibat masalah kesehatan ini, termasuk kulit kita. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang akhirnya mengganggu kinerja sistem saraf yang akhirnya berimbas pada produksi sitokin dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebagai informasi, jika sampai produksi hormon sitokin berlebihan, bisa memicu peradangan, termasuk pada kulit. Hal ini akan memicu sensasi gatal-gatal, kering, hingga pecah-pecah pada kulit. Bagi orang biasa, sensasi gatal atau kulit kering ini memang tidak akan menjadi masalah, namun bagi penderita diabetes, sensasi gatal dan kulit kering jika sampai digaruk atau tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan munculnya luka atau lecet-lecet yang berbahaya.

Masalahnya adalah tingginya kadar gula darah akan menurunkan fungsi sistem pemulihan luka. Meski lukanya terlihat kecil atau sepele, bisa jadi hal ini akan memicu infeksi yang kemudian berujung menjadi amputasi, komplikasi yang memang sering terjadi pada penderita diabetes.

Mengatasi gatal-gatal yang terjadi pada penderita diabetes

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk tidak sembarangan menggaruk kulit kering atau gatal-gatal demi mencegah munculnya luka dan infeksi. Mereka harus bisa menahan diri untuk tidak melakukannya. Berikut beberapa cara mengatasi gatal akibat diabetes.

Melakukan latihan pernapasan

Penderita diabetes sangat disarankan untuk melakukan latihan pernapasan atau meditasi. Hal ini bisa membantu menurunkan stres yang bisa mempengaruhi kadar gula darah. Dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, maka gejala gatal-gatal atau kulit kering bisa dicegah. Selain itu, hal ini juga bisa membantu mengatasi keinginan berlebih untuk menggaruk sensasi gatal pada kulit.

Baca Juga : Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Perhatikan waktu mandi

Mandi bisa membantu menjaga kesegaran dan kebersihan tubuh. Selain itu, hal ini juga bisa membantu menjaga kulit tetap lembab dan mengatasi masalah kulit kering, namun jika kita mandi terlalu lama, yakni hingga melebihi 15 menit, bisa jadi risiko untuk terkena masalah kulit kering akan meningkat.

Dampak ini bahkan akan semakin terasa jika kita mandi dengan menggunakan air hangat. Hal ini disebabkan oleh pori-pori yang akan semakin melebar dan akhirnya menurunkan kadar minyak alami pada kulit. Hal inilah yang akhirnya memicu masalah kulit kering dan gatal-gatal.

Mandi sebaiknya dilakukan selama 5 hingga 10 menit saja. Selain itu, sebaiknya kita memilih sabun yang bisa menjaga kelembapan kulit, bukannya yang bisa memicu masalah kulit kering.

Memakai krim pelembap

Setelah mandi, oleskanlah krim pelembap pada kulit demi mencegah masalah kulit kering. Selain krim yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran, kita juga bisa menggunakan bahan alami seperti gel lidah buaya, minyak zaitun, serta susu.

Mengendalikan pola makan

Penderita diabetes harus menjaga pola makannya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Selain itu, mereka juga sebaiknya memperbanyak konsumsi asam lemak omega 3 yang bisa menjaga kesehatan kulit. Makanan-makanan dengan kandungan ini adalah ikan laut, tahu, biji chia, dan beberapa jenis sayuran seperti bayam.

Memakai humidifier

Kita bisa memasang humidifier atau pengatur kelembapan udara di dalam ruangan demi mencegah masalah kulit kering dan gatal-gatal.

Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Beberapa Penyebab Perut Menjadi Kembung

Salutemondiale.web.id – Kalian semua tentunya pasti pernah mengalami yang namanya perut kembung, bukan? Kondisi ini ditandai dengan perut yang terasa penuh, mual, dan ingin buang angin, baik itu melalui lubang anus (kentut), atau mulut (sendawa). Perut kembung adalah kondisi yang identik dengan gangguan pada sistem pencernaan. Namun, apa penyebab perut kembung tersebut sebenarnya? Simak informasinya berikut ini.

Penyebab Perut Kembung (Karena Makanan?)

Sebelum membahas lebih lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu bahwa yang dimaksud perut kembung adalah ketika saluran pencernaan diisi oleh gas atau udara dalam jumlah yang melebihi batas normal. Lantas, apa yang memicu terjadinya peningkatan jumlah gas atau udara tersebut?

Berikut adalah penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui.

1. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau jika diterjemahkan berarti refluks asam lambung, adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab perut kembung dan mual.

GERD, sesuai dengan namanya, menyerang organ lambung. Penyakit ini dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebih, pun ditambah menurunnya fungsi katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Perut kembung menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung atau GERD ini, di samping sejumlah gejala khas lainnya seperti:

  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada (heartburn)
  • Mulut terasa pahit
  • Tenggorokan sakit
  • Cegukan

2. Makanan

Sejumlah jenis makanan disinyalir sebagai penyebab perut sering kembung. Predikat ‘penyebab perut kembung’ yang disematkan pada makanan-makanan tersebut didasari fakta bahwa mengonsumsinya dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh sehingga berujung pada kondisi perut kembung.

Makanan-makanan yang dimaksud di antaranya:

  • Apel
  • Plum
  • Kacang polong
  • Kubis
  • Brokoli
  • Makanan yang mengandung gula buah (fruktosa)
  • Makanan yang mengandung gula alkohol (sorbitol)

Baca Juga : Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

3. Intoleransi Laktosa

Perut kembung yang sering dialami mungkin saja disebabkan oleh sistem pencernaan Anda yang kesulitan dalam mencerna jenis-jenis makanan yang mengandung laktosa. Kondisi yang dikenal sebagai intoleransi laktosa ini pun menjadi salah satu penyebab perut kembung yang paling umum.

Intoleransi laktosa sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh National Institute of Child Health and Human Development, diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi enzim laktosa. Apabila Anda mengalami perut kembung pasca mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa seperti susu dan produk olahannya, maka itu berarti Anda mengalami intolerasi laktosa tersebut.

4. Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Konstipasi atau biasa kita menyebutnya dengan istilah ‘sembelit’ adalah kondisi di mana tubuh kesulitan untuk mengeluarkan feses alias buang air besar (BAB). Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang serat, salah makan, hingga stres.

Selain sulit buang air besar, perut kembung adalah salah satu gejala sembelit yang dirasakan oleh penderitanya.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit di mana terjadi iritasi pada usus besar sehingga menyebabkan usus besar tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendorong feses keluar secara optimal.

IBS atau iritasi usus besar menjadi salah satu penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Selain perut kembung, IBS juga ditandai oleh gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Perut kram
  • Perut nyeri
  • Mual
  • Kentut terus-menerus
  • Lemas