Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Salutemondiale.web.id – Jika Anda melihat bintik putih pada sisi kiri atau kanan kerongkongan, bintik tersebut bisa saja merupakan batu amandel. Penyebab batu amandel dapat berasal dari serpihan makanan, kotoran, dan bahan lain yang mengeras bersama kalsium.

Batu amandel biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di sisi tenggorokan. Lantas, apa sebenarnya yang memicu pembentukan batu amandel?

Penyebab terbentuknya batu amandel

Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan (kerongkongan). Jaringan ini berfungsi untuk memerangkap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

Masing-masing jaringan amandel diselubungi oleh lapisan sel mukosa berwarna merah muda seperti bagian dalam mulut Anda. Permukaannya terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta.

Penyebab munculnya batu amandel bisa berasal dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta. Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak.

Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan memadat dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batu amandel dengan tekstur yang keras. Batu amandel dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak.

Batu amandel biasanya berwarna putih atau kekuningan. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Hanya ada sedikit kasus di mana batu amandel tumbuh melebihi ukuran tersebut.

Baca Juga :

Batu amandel dan kebersihan mulut

Banyak orang menduga bahwa kebersihan mulut merupakan penyebab utama dari terbentuknya batu amandel. Padahal, tidak demikian. Anda tetap dapat memiliki batu amandel walaupun rajin merawat kebersihan mulut.

Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel justru adalah struktur amandel itu sendiri. Batu amandel dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel dengan banyak kripta.

Kondisi ini membuat amandel memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang dalam. Kotoran pun lebih mudah terperangkap dan menumpuk sehingga Anda akan lebih sering bermasalah dengan batu amandel.

Cara mencegah terbentuknya batu amandel

Penyebab terbentuknya batu amandel berasal dari kondisi dan struktur amandel itu sendiri. Tidak ada cara alami yang benar-benar efektif mencegah pembentukan batu amandel.

Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi.

Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur. Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel.

Batu amandel lebih sering muncul pada penderita radang amandel. Jika Anda mengalami kondisi ini atau sering bermasalah dengan batu amandel, operasi pengangkatan amandel mungkin bisa menjadi solusi.

Operasi adalah tindakan yang besar untuk sekadar mengatasi penyebab batu amandel, kecuali jika batu amandel menghambat fungsi pernapasan dan menelan. Sebagian besar batu amandel bahkan dapat hilang dengan sendirinya.

Jadi, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih untuk menjalani operasi pengangkatan amandel. Dokter biasanya akan menyarankan opsi ini ketika cara lain tidak dapat mengatasi masalah batu amandel yang Anda alami.

Cara Aman Mengobati Diare di Rumah

Cara Aman Mengobati Diare di Rumah

Salutemondiale.web.id – Bolak-balik BAB lebih dari tiga kali sehari dengan feses yang encer adalah tanda Anda kena diare. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa badan lemas, kram perut, dan kembung meski tidak makan. Diare bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak sampai lansia dewasa sekalipun. Lalu, adakah cara mengatasi diare yang aman di rumah?

Cara mengatasi dan mengobati diare di rumah

1. Minum banyak cairan

Minum banyak cairan menjadi cara mengatasi diare secara alami yang terbukti aman.

Asupan air diperlukan oleh tubuh selama diare karena gejalanya dapat membuat Anda dehidrasi dan kekurangan cairan. Apabila saat diare Anda sampai terkena dehidrasi, akibatnya bisa berisiko parah.

Cara ini penting bagi semua orang yang kena diare, namun perlu lebih ditekankan pada bayi dan anak kecil serta lansia. Bayi, anak kecil, dan lansia adalah kelompok orang yang rentan mengalami dehidrasi.

Sumber cairan terbaik selama Anda sedang sakit diare adalah air putih. Namun, Anda juga bisa minum minuman elektrolit atau cairan oralit yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Cara mengatasi diare dengan oralit bahkan dikatakan lebih efektif daripada minum air saja.

Jika tidak bisa pergi ke luar rumah, Anda bisa membuat cairan IDN Poker elektrolit sendiri dari campuran air, gula, dan garam. larutan ini dapat membantu usus lebih efisien menyerap kelebihan cairan dalam feses. Alhasil, tekstur feses akan lebih padat dan dapat dikeluarkan lebih teratur.

Cairan elektrolit juga penting untuk meningkatkan aktivitas otak saraf, kontraksi otot, dan pembuatan jaringan baru di dalam tubuh Anda.

Selama masih diare, hindari minum minuman yang dapat semakin mengiritasi saluran pencernaan, seperti:

  • Minuman berkafein seperti kopi atau teh
  • Alkohol
  • Minuman berkarbonasi atau minuman bersoda
  • Minuman yang sangat panas

2. Makan makanan sehat rendah serat

Saat diare menyerang, ada baiknya mengonsumsi makanan berkarbohidrat yang rendah IDNPlay serat dengan rasa tawar (hambar; tidak terlalu berbumbu). Ini supaya perut Anda terpicu untuk mual atau mulas akibat rasa yang tawar. Makanan ini juga disarankan karena dapat memberikan energi dan membantu memadatkan tinja.

Cara mengobati diare lewat pola makan yang seperti ini disebut dengan diet BRAT. Diet BRAT dapat membantu menghasilkan lebih banyak feses yang padat. Anda hanya perlu makan:

  • Banana atau pisang
  • Rice atau nasi (nasi merah atau nasi putih)
  • Apple sauce atau saus apel
  • Toast atau roti tawar panggang (tanpa olesan)

Selain empat jenis makanan di atas, ada pilihan makan berserat lain yang mudah didapat dan diolah sebagai cara mengatasi diare di rumah, seperti:

  • Kentang
  • Selai kacang
  • Daging ayam tanpa kulit

Diet BRAT harus dilakukan dengan benar. Cara mengatasi diare dengan diet BRAT hanya boleh dilakukan untuk 2-3 hari saja sampai frekuensi BAB Anda lebih baik.

Diet ini tidak boleh dilakukan terlalu lama karena tidak mengandung nutrisi yang cukup dan seimbang untuk tubuh.

Baca Juga : Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

3. Mengonsumsi minuman, makanan, atau suplemen probiotik

Mengonsumsi makanan atau minuman probiotik dapat menjadi cara alami untuk mengatasi diare.

Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan. Probiotik berguna mendukung kontraksi usus dan membantu melawan infeksi pada saluran pencernaan.

Probiotik dapat Anda temukan dalam yogurt atau makanan fermentasi lainnya, seperti tape atau kimchi dari Korea.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik yang dijual di toko obat atau secara online untuk membantu mengobati diare.

4. Hindari makanan yang membuat diare makin parah

Cara mengobati diare agar tidak semakin parah adalah dengan menghindari makanan tertentu.

Makanan yang harus dihindari adalah makanan yang pedas, digoreng, berminyak, dan yang mengandung pemanis buatan (permen, minuman kemasan, dsb). Makanan-makanan ini umumnya tidak bisa dicerna dan diserap dengan baik jika Anda sedang diare. Kopi serta susu dan produk olahannya seperti es krim juga perlu dihindari sampai diarenya sembuh.

Anda juga harus menghindari buah-buahan dan sayuran yang dapat memicu kembung, seperti:

  • Kacang polong
  • Beri
  • Brokoli
  • Kubis
  • Kol bunga
  • Buncis
  • Jagung
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang polong
  • Paprika

5. Minum teh chamomile

Minum teh chamomile bisa menjadi cara alami untuk mengobati diare yang bisa Anda coba di rumah, ungkap sebuah penelitian dari India.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Medicine Reports ini menunjukkan chamomile dapat membantu mengatasi kembung, sakit perut, dan mual akibat diare. Teh chamomile juga diyakini dapat mempercepat proses penyembuhan diare.

6. Makan dalam porsi kecil

Saat terserang diare, jangan makan dengan porsi yang terlalu banyak. Makan dengan porsi kecil tapi sering menjadi cara mengatasi diare yang aman.

Pasalnya, usus Anda terus dipaksa bekerja ekstra keras selama diare. Apabila Anda menambah beban kerja usus dengan langsung makan banyak, yang ada diare jadi lama sembuhnya.

Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

Tips Jitu Mengatasi Bau Mulut Dengan Obat Medis dan Cara Rumahan

Salutemondiale.web.id – Bau mulut memang mengganggu. Selain tak nyaman, bau mulut juga bisa bikin nyali ciut untuk sekadar mengobrol dengan orang di sekitar. Namun, jangan biarkan bau mulut mengganggu aktivitas Anda. Sejumlah obat medis dan alami di bawah ini dapat dicoba untuk menghilangkan bau mulut membandel.

Obat alami untuk bau mulut

Setiap orang pasti pernah mengalami bau mulut. Beberapa orang ada yang menyadarinya tanpa perlu diberi tahu. Sementara lainnya mungkin mengalami masalah ini bertahun-tahun tanpa pernah tersadar.

Penyebab kondisi ini pun ada banyak. Mulai dari kebersihan gigi yang buruk hingga tanda dari suatu penyakit. Apa pun itu, bau mulut harus segera diatasi.

Beragam obat alami ala rumahan di bawah ini dapat Anda coba untuk atasi bau mulut yang membandel.

1. Rajin sikat gigi

Penyebab paling sering dari bau mulut adalah gigi yang kotor. Maka, cara paling sederhana untuk menumpas bau mulut adalah dengan rajin sikat gigi setiap hari.

Pastikan Anda menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam sebelum tidur, ditambah setelah makan.

Agar gigi dan mulut benar-benar terjamin bersih, Anda juga butuh flossing. Flossing adalah teknik membersihkan sela-sela gigi dengan benang. Flossing dapat menghilangkan sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela gigi dan sulit dijangkau bulu sikat.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin membersihkan lidah menggunakan alat penggosok lidah. Ingat, lidah Anda juga sumber bakteri, lho! Bila Anda jarang membersihkannya, bakteri akan terus menumpuk hingga menyebabkan mulut berbau tak sedap.

2. Banyak minum air putih

Jarang minum air putih akan membuat mulut Anda kering. Akibatnya, produksi air liur di dalam mulut pun terganggu. Bila produksi air liur di dalam mulut berkurang, sisa makanan akan menumpuk di dalam mulut dan membuat bau.

Air liur justru penting untuk membantu melembapkan mulut dan membilas sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Nah, banyak minum air putih merupakan solusi terbaik untuk mencegah mulut kering. Hal ini secara tidak langsung juga jadi obat alami untuk menghilangkan bau mulut. Aroma napas Anda pun jadi lebih segar alami.

3. Makan buah apel

Buah apel juga bisa jadi obat alami untuk membantu menghilangkan bau mulut. Ya, selain kaya serat yang bikin cepat kenyang, apel juga bisa membuat napas jadi lebih segar.

Mengunyah buah apel dapat membuat mulut lebih banyak menghasilkan air liur. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko mulut kering, si penyebab utama bau mulut.

Anda juga bisa makan buah pir supaya produksi air liur Anda melimpah.

4. Yogurt

Sejumlah penelitian menunjukkan yogurt dapat dijadikan obat alami untuk membantu meredakan bau mulut. Kandungan probiotik dalam yogurt ampuh untuk membasmi bakteri jahat di dalam mulut.

Lebih jauh, probiotik dalam yogurt juga mampu menurunkan kadar hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri jahat. Hidrogen sulfida inilah yang menyebabkan keluarnya bau tidak sedap dari mulut Anda.

Pilihlah yogurt yang plain alias tanpa rasa. Yogurt dengan beragam rasa cenderung mengandung gula tambahan, yang dapat mengundang bakteri dalam mulut.

Baca Juga : Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Obat medis untuk menghilangkan bau mulut

Ada pula pilihan obat medis yang bisa Anda coba untuk menghilangkan bau mulut. Berikut daftarnya:

1. Obat kumur

Selain harus rajin sikat gigi dan flossing setiap hari, Anda juga bisa pakai obat kumur untuk menghilangkan bau mulut.

Anda dapat menggunakan obat kumur yang mengandung cetylpyridinium chloride (Cepacol) dan chlorhexidine (Peridex). Kedua senyawa tersebut dapat membantu mengurangi senyawa penyebab bau tak sedap di mulut.

Ada banyak obat kumur dengan berbagai merek di pasaran. Namun, obat kumur yang mengandung chlorhexidine dan cetylpyridinium chloride umumnya hanya tersedia dengan resep dokter. Sementara hidrogen peroksida biasanya dijual bebas di apotek atau swalayan.

Baik dengan atau tanpa resep dokter, selalu gunakan obat kumur sesuai aturan yang dianjurkan. Obat yang digunakan sembarangan dapat menyebabkan efek samping berbahaya.

Maka dari itu, selalu baca dengan teliti petunjuk pemakaian setiap obat yang akan Anda gunakan. Bila Anda tidak paham betul dengan aturan pakainya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter.

2. Pasta gigi khusus

Pasta gigi yang Anda gunakan dapat menentukan seperti apa aroma napas Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride sebagai obat untuk menghilangkan bau mulut.

Fluorida adalah mineral alami yang berguna untuk menjaga dan melindungi gigi dari kerusakan. Menurut Hadie Rifai, juru bicara dari American Dental Association, pasta gigi terbaik adalah yang mengandung minimal 1.000 ppm fluorida.

Pasta gigi yang mengandung triclosan juga dapat membantu mencegah pertumbuhan plak penyebab bau mulut dan penyakit gusi.

Pastikan pasta gigi yang Anda beli sudah mendapat persetujuan dari American Dental Association atau BPOM RI.

3. Semprotan penyegar napas

Obat semprot penyegar napas dapat digunakan untuk menghilangkan bau mulut membandel di saat-saat mendesak.

Caranya praktis. Anda cukup menyemprotkannya langsung ke rongga mulut. Tunggu sebentar, kemudian bau mulut pun menghilang dan napas Anda menjadi lebih segar.

Pastikan obat semprot yang Anda beli sudah terdaftar oleh Badan POM untuk memastikan keamanannya.keamanannya.

Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Cara Mengatasi Gejala Psoriasis Akibat Cuaca Panas

Salutemondiale.web.idPsoriasis membuat kulit Anda memiliki bercak merah, tebal, dan bersisik. Kondisi ini merupakan gangguan imun. Meski tidak menjadi pemicu langsung, cuaca panas, udara kering, dan paparan sinar matahari berlebihan dapat memperburuk gejala psoriasis. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang cukup ampuh untuk mengatasi gejala psoriasis pada cuaca panas.

Cara mudah mengatasi gejala psoriasis saat cuaca panas

Langkah utama dalam mengatasi gejala psoriasis ketika cuaca panas adalah mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Untuk menunjang pengobatan, Anda juga bisa melakukan tips berikut ini.

1. Menjaga kelembapan kulit

Kulit penderita psoriasis lebih rentan mengalami kemerahan, kering, dan gatal saat cuaca panas. Kondisi ini tentu memperparah gejala dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara paling sederhana untuk mengatasi gejala psoriasis ketika cuaca sedang panas adalah dengan menjaga kelembapan kulit.

Mengutip National Psoriasis Foundation, penderita psoriasis dapat menjaga kelembapan kulitnya dengan cara berikut:

Mengoleskan krim atau salep khusus tanpa kandungan pewangi dan alkohol. Gunakan setiap sehabis mandi, membersihkan muka, dan mencuci tangan.
Mandi dengan air bersuhu suam-suam kuku.
Hindari sabun, sampo, atau produk sejenisnya yang mengandung pewangi.
Berendam dengan campuran air dan garam Epsom untuk mengatasi kulit kering dan gatal.
Batasi waktu mandi selama 15 menit agar kulit tidak kering.

2. Tidak menggaruk kulit yang gatal

Menggaruk bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi psoriasis, apalagi ketika cuaca sedang panas dan membuat kulit kering.

Kulit Anda justru bisa terluka dan mengelupas. Bekas luka garuk akibat psoriasis pada kulit kepala bahkan dapat membuat rambut cepat rontok.

Cobalah oleskan krim mengandung asam salisilat untuk meredakan gejala tersebut. Asam salisilat mampu melembutkan bercak pada kulit yang terasa gatal, tapi jangan menggunakannya secara berlebihan atau terlalu lama.

Baca Juga : Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

3. Membatasi waktu terkena sinar matahari

Sinar matahari memang bermanfaat meredakan gejala psoriasis pada sebagian penderita. Sayangnya, terlalu lama berada di bawah matahari bisa membuat kulit Anda terbakar yang akhirnya akan memperburuk gejala psoriasis.

Untuk itu, jangan lupa menggunakan tabir surya setiap kali bepergian pada cuaca panas. Gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih setiap dua jam sekali selama berada di luar. Tetaplah waspada terhadap tanda-tanda kulit terbakar matahari.

Konsultasikanlah dengan dokter Anda, berapa lama sebaiknya Anda berada di bawah matahari untuk mendapatkan manfaatnya.

4. Mengenakan pakaian longgar yang berbahan ringan

Pakaian ketat dan tebal akan memerangkap panas. Tubuh pun meningkatkan produksi keringat untuk mendinginkan kembali suhu kulit. Bagi beberapa penderita, keringat bisa memicu gejala psoriasis dan membuatnya semakin parah.

Anda dapat mengatasi gejala psoriasis dengan mengenakan pakaian longgar berbahan ringan. Jenis pakaian ini membuat kulit Anda tetap bernapas dan tidak berkeringat secara berlebihan. Lindungi pula kepala dan wajah Anda dengan mengenakan topi.

5. Mengelola stres dengan baik

Saat stres, sistem kekebalan tubuh melepaskan lebih banyak senyawa kimia yang memicu peradangan. Peradangan dapat menyerang berbagai bagian tubuh, tak terkecuali kulit Anda.

Maka dari itu, pengelolaan stres menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi gejala psoriasis. Cobalah melakukan kegiatan yang Anda gemari, seperti yoga, berolahraga, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional bila perlu.

Psoriasis adalah penyakit yang dapat dipicu oleh banyak faktor, dari faktor medis berupa infeksi hingga yang sulit dihindari seperti cuaca panas. Gejala penyakit ini pun bisa begitu parah hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Inilah sebabnya setiap penderita perlu memahami cara mengatasi gejala psoriasis. Selain meredakan gejala saat cuaca panas melanda, ragam cara tersebut juga akan membantu mencegah munculnya gejala di kemudian hari.

Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

Beberapa Hal yang Dapat Menyebabkan Sariawan Muncul Tiba tiba

Salutemondiale.web.id – Hampir setiap orang rasanya pernah punya sariawan. Di mana pun kemunculannya, sariawan dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyiksa. Selain karena tergigit, sariawan ternyata juga bisa disebabkan oleh beragam kondisi lain yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Penasaran apa saja? Yuk, ketahui beragam penyebab sariawan dalam ulasan berikut.

Berbagai hal penyebab sariawan

Sariawan adalah luka terbuka yang muncul di sekitar jaringan lunak dalam mulut, seperti lidah, gusi, pipi, dan langit-langit mulut.

Umumnya sariawan berbentuk bulat atau oval. Bagian tengahnya biasanya berwarna keputihan atau kekuningan, sementara tepiannya berwarna kemerahan.

Kemunculannya bisa hanya di satu bagian atau beberapa buah sekaligus. Tidak seperti herpes mulut, sariawan bukanlah penyakit yang menular dan cenderung mudah diobati.

Biasanya, seseorang mengalami sariawan akibat lidah dan pipi yang tidak sengaja tergigit. Namun, ternyata ada banyak hal lain yang tanpa disadari dapat menyebabkan sariawan.

Berikut berbagai penyebab sariawan yang perlu Anda ketahui.

1. Menyikat gigi terlalu keras

Anda mungkin merasa semakin mengerahkan tenaga untuk menyikat gigi hasilnya terjamin lebih bersih dan kinclong.

Padahal, menyikat gigi terlalu keras malah dapat menyebabkan gusi dan jaringan lunak di dalam mulut terluka hingga mungin berdarah. Alhasil, timbullah sariawan.

Penting untuk dipahami bahwa rongga mulut Anda terdiri dari jaringan lunak yang tipis. Itu sebabnya, gesekan dan benturan keras yang mengenai mulut sangat mungkin menyebabkan sariawan.

Ingat! Anda memang dianjurkan untuk rajin sikat gigi. Namun, pastikan bahwa Anda menyikat gigi dengan teknik yang tepat dan benar. Tak perlu buru-buru dan terlalu kencang ketika menyikat gigi.

Sikatlah gigi Anda dengan lembut dan perlahan. Selain gigi dan gusi senantiasa sehat, Anda pun terhindar dari risiko sariawan.

2. Baru pasang kawat gigi

Setiap prosedur medis tentu memiliki efek samping. Nah, salah satu efek samping dari pasang kawat gigi yang paling umum adalah sariawan. Biasanya sariawan muncul di minggu awal pemakaian atau setelah kawat gigi dikencangkan.

Gesekan antar kawat atau bracket dengan sisi dalam pipi, gusi, lidah, atau bibir dapat menyebabkan luka. Luka inilah yang menjadi penyebab sariawan.

Rasa nyeri akibat sariawan karena pakai behel dapat dikurangi dengan berkumur air dingin. Mengompreskan es batu di bagian mulut yang bermasalah juga dapat mengurangi nyeri dan peradangan di mulut.

Baca Juga : Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

3. Mulut kering

Anda mungkin tak pernah mengira bahwa selain membuat napas bau, mulut kering juga bisa jadi penyebab sariawan.

Jika mulut Anda kering, maka bakteri dan kuman akan lebih mudah untuk tumbuh dan berkembang di sana. Pertumbuhan bakteri dan kuman yang tidak terkendali inilah yang membuat Anda lebih rentan mengalami peradangan atau infeksi di mulut.

Guna mencegah mulut kering, pastikan Anda banyak minum air putih setiap hari. Tidak ada takaran pasti seberapa banyak Anda harus minum. Pada prinsipnya, minumlah setiap kali Anda merasa haus.

4. Kekurangan vitamin

Sering sariawan tanpa sebab? Bisa jadi penyebabnya karena Anda kekurangan vitamin B.

Ya, asupan vitamin B-3 (niasin), vitamin B-9 (asam folat), dan vitamin B-12 (cobalamin) yang rendah bisa menjadi penyebab sariawan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa asupan zinc, kalsium, dan zat besi yang rendah dapat memicu atau bahkan memparah sariawan.

Pada dasarnya, ketika Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, fungsi respon imun akan menurun. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda sangat mudah terkena sariawan.

Maka dari itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda dengan baik. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral setiap hari.

5. Alergi makanan

Coba ingat-ingat lagi makanan yang Anda makan belakangan. Barangkali Anda mengonsumsi makanan yang tidak sengaja memicu reaksi alergi. Tak hanya membuat sekujur tubuh jadi gatal-gatal, alergi makanan juga bisa jadi penyebab sariawan.

Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon makanan yang sebenarnya tidak berbahaya. Ada banyak sekali jenis alergi makanan. Namun, susu, telur, cokelat, dan makanan laut merupakan sejumlah makanan yang paling sering memicu alergi.

Menghindari makanan pemicu alergi merupakan cara terbaik untuk mencegah sariawan.

6. Iritasi di mulut

Suka makan makanan yang asam dan pedas? Hati-hati. Kedua jenis makanan ini dapat menjadi penyebab sariawan, lho! Bahkan, makanan yang serba pedas dan asam juga dapat memperburuk gejala sariawan yang Anda alami.

Kenapa begitu? Faktanya, makanan yang terlalu asam dan pedas dapat mengiritasi jaringan lunak di dalam mulut. Nah, hal inilah yang memicu luka di mulut.

Ternyata bukan hanya makanan yang jadi penyebabnya. Iritasi di mulut juga bisa disebabkan karena Anda mengunyah tembakau.

Penggunaan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate juga dapat menyebabkan hal serupa. Maka, coba teliti lagi kandungan pasta gigi yang Anda gunakan setiap hari.

Bagi beberapa orang, kandungan sodium lauryl sulfate di dalam pasta gigi dapat menyebabkan iritasi yang pada akhirnya memicu sariawan.

7. Perubahan hormon

Tahukah Anda bahwa wanita lebih mungkin mengalami sariawan dibandingkan pria? Tanpa disadari, perubahan hormon yang dialami wanita ketika menstruasi bulanan, kehamilan, dan menopause bisa jadi penyebab sariawan.

Ya, perubahan hormon progesteron pada masa-masa tersebut memengaruhi sirkulasi darah di area mulut. Hal ini menyebabkan jaringan lunak di dalam mulut lebih sensitif.

Bahkan tak hanya sariawan. Perubahan hormon di masa-masa tersebut membuat wanita lebih rentan mengalami berbagai masalah mulut. Misalnya saja, gusi meradang, bengkak, dan berdarah.

Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

Beberapa Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises

Salutemondiale.web.id – Varises merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana terjadi pembengkakan pembuluh vena yang muncul di permukaan kulit pada bagian kaki. Namun tak menutup kemungkinan kalau varises bisa muncul di anggota tubuh lainnya.

Varises disebabkan oleh pembengkakan atau pelebaran pembuluh vena yang disebebakan adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Umumnya varises ditandai dengan pembuluh vena yang berwarna ungu atau biru gelap, dan tampak bengkak atau meninjol di kulit.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkakn laki-laki. Banyak faktor yang bisa menyebabkan munculnya varises di kulit. Beberapa faktor yang bisa menjadikan seseorang mendapatkan varises karena pertambahan usia, berat badan berlebih, keturunan, serta kebiasaan buruk yang mengganggu kerja pembuluh vena.

Nah, salah satu faktor umum penyebab munculnya varises adalah kebiasaan buruk yang kerap dianggap sepele. Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya untuk mulai menghindarinya.

Berikut ini ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk mengindari munculnya varises,

Penyebab Munculnya Varises

Penyebab varises yang muncul pada kulit seseorang diakibatkan karena lemah atau rusaknya katup vena. Ya, rusaknya katup vena menyebabkan darah berbalik arah dan terjadi penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh vena menjadi melebar.

Pembuluh vena memiliki fungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam pembuluh vena terdapat katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah, sehingga darah yang telah melewatinya tidak dapat kembali lagi.

Setelah mengetahui penyebab munculnya varises, maka mulai kini kamu bisa menghindari agar varises tidak muncul. Kamu bisa melakukan atau menerapkan beberapa kebiasaan yang bisa mencegah munculnya varises.

Baca Juga : Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Jangan terlalu banyak makan garam

Kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk mencegah munculnya varises bermula dari memulai kebiasaan untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Kerap dianggap sepele, ternyata salah satu kebiasaan makan dengan banyak mengonsumsi garam atau makanan yang mengandung sodium tidak baik yang biasanya didapatkan dari Bisnic Holic yang saat ini mulai terkenal di Indonesia.

Ya, ini merupakan salah satu penyebab utama munculnya varises di kulit. Ini dikarenakan garam atau makanan yang mengandung sodium menyebabkan tubuh menahan air. Jadi, dengan mengurangi makanan yang asin dan gurih bisa meminimalisasi situasi tersebut.

Untuk itu, kamu bisa menggantinya dengan zat kalium karena dapat membantu mengurangi retensi air di dalam tubuh seperti mengonsumsi kacang almond, kentang, ikan seperti tuna atau salmon, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.

Hindari Merokok

Selain pola makan yang buruk, kebiasaan merokok juga bisa mengakibatkan munculnya varises. Hal ini dikarenakan adanya kandungan berbahaya yang ada di dalam rokok yang bisa membuat pembuluh darah menjadi kaku dan lebih sempit, sehingga tidak menjadi elastis lagi.

Oleh karena itu, penting untuk tidak merokok, untuk menghindari munculnya varises.

Hindari Duduk dan Berdiri Terlalu Lama

Posisi duduk atau berdiri yang dilakukan terlalu lama juga bisa menyebabkan varises. Hal ini bisa terjadi karena kedua posisi tersebut dapat mempersulit sirkulasi darah di kaki, sehingga tekanan pada pembuluh darah pun meningkat.

Kondisi inilah yang menyebabkan darah menggumpal, mulai dari pergelangan kaki hingga betis dan membuatnya bengkak serta lebih pegal. Untuk itu, apabila memang kegiatan yang kamu kerjakan memaksakan untuk berdiri atau duduk lebih lama, kamu bisa menyempatkan untuk mengistirahatkan kaki sebentar. Kamu bisa meluruskannya atau sekadar menggerak-gerakkan kaki agar dapat memperlancar pembuluh darah.

Hindari Mengenakan Pakaian Ketat dan Sepatu yang Tinggi

Kebiasaan lainnya yang bisa membuat munculnya varises adalah pemakaian baju ketat. Pakaian yang ketat bisa menghambat aliran darah di tubuh. Bila kamu memakai pakaian yang lebih longgar, maka sirkulasi darah kemungkinan akan lebih lancar mengalir ke seluruh tubuh.

Tak hanya pemakaian baju yang ketat, penggunaan sepatu dengan hak tinggi juga dapat memberatkan tumit sehingga aliran darah menjadi terhambat. Nah, untuk menghindari hal ini terjadi, lebih baik kamu menggunakan alas kaki yang normal atau datar untuk memperlancar sirkulasi darah.

Olahraga Secara Rutin

Kebiasaan yang sangat ampuh untuk mencegah munculnya varises adalah berolahraga dengan berjalan kaki. Selain itu, melakukan gerakan yoga juga bisa dilakukan untuk mencegah munculnya varises. Pose seperti headstand, shoulder stand, atau legs-up-the-wall bisa kamu praktikkan untuk mencegah munculnya varises.

Ya, gerakan-gerakan ini bisa membantu meregangkan dan mengencangkan otot-otot pada betis dan paha belakang. Otot inilah yang dapat membantu melancarkan sirkulasi pembuluh darah vena.

Nah, setelah melakukan olahraga kesukaan kamu, ada baiknya untuk meluruskan kaki. Selama berolahraga kamu kerap melakukan banyak pergerakan, jadi alangkah baiknya untuk tidak melipat kaki setelah berolahraga.

Kebiasaan melipat kaki setelah berolahraga bisa membuat sirkulasi pembuluh vena terganggu. Maka penting sekali untuk meluruskan kaki, untuk menjaga sirkulasi pembuluh darah vena tetap stabil. Bila ini dilakukan, maka risiko munculnya varises sangat kecil.

Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Beberapa Tanda Anak Terkena Cacingan

Salutemondiale.web.id – Terkena cacingan menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi anak-anak. Ini juga menjadi salah satu masalah yang membuat orangtua merasa khawatir. Meski kelihatannya sepele, cacingan merupakan masalah kesehatan yang cukup serius jika dibiarkan dan tanpa ada penanganan serius.

Biasanya anak rentan terkena cacingan karena masalah kebersihan. Apalagi jika anak sering bermain di tempat yang terkontaminasi telur cacing, maka sangat besar risikonya mengalami cacingan.

Tanda anak terkena cacingan secara umum bisa dilihat gejalanya. Jika orangtua tak berhati-hati dengan masalah kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, maka anak pun bisa terkena cacingan.

Berikut beberapa tanda anak terkena cacingan,

Gatal Pada Bagian Anus

Tanda anak terkena cacingan yang pertama adalah gatal pada bagian anus yang terus menerus. Anak-anak terbiasa bermain di tanah yang kotor dan tidak membersihkan tangan serta tubuhnya dengan baik.

Oleh karena itu, anak rentan diserang oleh jenis cacing kremi. Serangan cacing kremi inilah yang mengakibatkan gatal yang terjadi terus menerus di area sekitar anus pada anak. Bahkan intensitas rasa gatal biasanya dapat meningkat pada malam hari atau di pagi hari saat cacing mencapai anus untuk bertelur.

Gejala ini perlu untuk segera diatasi agar anak tidak merasakan nyeri dan malah mengakibatkan iritasi pada anus nantinya. Orang tua wajib memperhatikan kesehatan anak, terutama terkait dengan masalah cacingan ini.

Baca Juga : Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Tidur Tidak Nyenyak

Anak yang menderita cacingan memiliki kualitas tidur yang buruk. Ini karena anak tidak merasa nyaman saat tidur. Gejala ini berkaitan dengan sakit perut dan rasa gatal pada anus yang dialami anak.

Karena masalah tersebut, anak jadi susah tidur. Bila anak sering sekali sulit untuk tidur nyenyak dan gampang gelisah, bisa jadi dia sedang terkena penyakit cacingan ini. Sebaiknya segera periksakan si anak ke dokter untuk perawatan kesehatannya.

Sering Meludah dan Nafsu Makan Berkurang
Tanda anak terkena cacingan selanjutnya adalah sering meludah dan nafsu makan berkurang. Munculnya kebiasaan sering meludah bisa disebabkan oleh peningkatan air liur karena cacing.

Bila anak makin sering meludah, coba waspadai gejala cacingan. Cacingan juga bisa ditandai dengan gejala penurunan nafsu makan. Berat badan anak pun jadi sulit naik.

Sakit Perut

Tanda anak terkena cacingan selanjutnya adalah sakit perut. Memang sakit perut pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satu penyebabnya adalah infeksi cacing.

Biasanya sakit perut yang ditimbulkan karena cacingan muncul secara beruluang kali tapi dalam tingkat yang tidak begitu parah. Bila anak sering merasa sakit perut, sudah sebaiknya orang tua segera memeriksakannya ke dokter agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Badan Kurus dan Ruam pada Kulit
Salah satu tanda anak terkena cacingan yang sudah biasa diketahui orang-orang adalah badan kurus. Hal ini terjadi karena zat nutrisi yang semestinya digunakan untuk pertumbuhan anak malah diserap oleh cacing.

Oleh karena itu, banyak orang yang mengatakan bahwa anak yang kurus bisa jadi terkena infeksi cacing. Walaupun tidak semua anak yang kurus berarti terkena cacingan.

Selain itu, gejala ruam pada kulit juga merupakan salah satu tanda anak terkena cacingan. Mual, demam, tubuh yang tampak lemas, dan feses yang berbau sangat busuk juga bisa termasuk dalam gejala anak cacingan.

Bila anak menunjukkan sebagian atau hampir semua gejala dan tanda di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Manfaat Jahe Merah Dan Perbedaannya Dengan Jahe Putih

Salutemondiale.web.id – Jahe adalah tanaman obat yang telah dikenal sejak dulu kala karena berbagai kandungannya yang baik untuk tubuh. Ada berbagai macam jenis jahe, salah satu yang paling banyak dikenal adalah jahe merah.

Jahe merah berbeda dengan jahe putih yang biasa digunakan sebagai masak karena memiliki aroma khas yang menyegarkan. Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe dengan kandungan nutrisi yang sangat kuat dibandingkan dengan jenis jahe lainnya.

Manfaat jahe merah tidak lepas dari kandungan berbagai macam nutrisi. Salah satu kandungan nutrisi yang paling banyak terdapat dalam jahe merah adalah minyak atsiri. Dalam sgei bentuk, jahe merah dan jehe putih tidak terlalu berbeda, bedanya hanya terletak pada warna saja.

Berikut beberapa manfaat jahe merah,

Meredakan Nyeri Otot dan Sendi

Manfaat jahe merah yang pertama adalah dapat meredakan nyeri otot dan nyeri sendi. Jadi jahe merah tidak hanya bermanfaat sebahi minuman penghangat di kala cuaca dingin saja.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology membuktikan bahwa ekstrak jahe dapat membantu mengurangi gejala nyeri otot. Bahkan jahe lebih efekti mengurangi peradangan dalam tubuh dibandingkan dengan obat anti inflamasi non steroid.

Jadi bagi orang-orang yang mengalami penyakit nyeri rematik, manfaat jahe merah akan sangat baik untuk meredakan gejalanya. Namun perlu juga dikombinasikan dengan berbagai bahan lainnya seperti temu lawak, kumis kucing, cabe jawa, dan daun komfrey, yang direbus secara bersamaan.

Minum jahe merah secara rutin akan meredakan rematik yang diderita. Beberapa komponen aktif dalam jahe yang dapat menurunkan leukotrien dan portaglandin yang memicu peradangan di antaranya gingerol, gingerdione, dan zingeron. Selain itu, jahe merah juga mengandung oleoresin yang lebih tinggi dari jahe lainnya, di mana oleoresin juga dapat bekerja sebagai antiperadangan.

Baca Juga : Beberapa Bahaya Menggunakan Earphone Bagi Kesehatan

Mengatasi Masalah Pencernaan

Manfaat jahe merah selanjutnya adalah untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan. Hal ini sebenarnya sudah diterapkan zaman dahulu. Jahe merah maupun jahe putih sudah menjadi obat herbal alami yang digunakan untuk memperlancar sekaligus mengatas berbagai masalah pencernaan.

Manfaat jahe merah ini didukung oleh ekstrak minyak jahe merah dapat melindungi sistem pencernaan kamu dari bakteri. Dengan begitu, sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik dan masalah pencernaan seperti sakit perut tidak akan muncul lagi.

Agen antibakteri yang ada dalam jahe seperti Escherichia coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcus aureus dapat melawan bakteri jahat. Bahkan manfaat jahe merah juga bisa digunakan untuk mengatasi flu dan batuk.

Mengobati Asam Urat

Manfaat jahe merah ternyata juga bisa membantu menurunkan asam urat. Bahkan jahe merah masuk dalam 10 daftar tanaman herbal yang efektif untuk mengobati asam urat. Seperti yang dirilis di laman website resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI).

Penyakit asam urat bisanya terjadi karena adanya penumpukan asam urat pada persendian yang menyebabkan peradangan dan timbul rasa nyeri. Jahe merah dapat membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah. Dengan begitu, asam urat yang tinggi dapat berangsur-angsur pulih dan normal kembali.

Meningkatkan Kesuburan Pria

Manfaat jahe merah berikutnya adalah dapat meningkatkan kesuburan pria. Hal ini berkaitan dengan kandungan minyak atsiri pada jahe merah yang memiliki efek afrodisiak. Sehingga berbagai gangguan reproduksi yang biasa dialami pria dapat teratasi.

Afrodisiak sendiri merupakan zat kimia yang digunakan merangsang daya seksual dengan cara meningkatkan serta melancarkan sirkulasi aliran darah dalam tubuh. Apabila sirkulasi darah meningkat, maka kemungkinan aliran darah di daerah lemin juga meningkat. Alhasil, pria pun memungkinkan untuk mengalami ereksi.

Selain itu, jahe merah juga memiliki kandungan antioksidan yang diyakini dapat meningkatkan jumlah hormone testosteron pada pria. Hal inilah yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesuburan pria.

Perbedaan Jahe Putih dan Jahe Merah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perbedaan yang paling mendasar pada jahe merah dan jahe putih adalah pada warnanya. Jahe putih memiliki rimpang yang besar dengan warna putih kekuningan.

Selain itu, jahe putih sudah bisa diolah sejak usianya masih terbilang agak muda, jadi tidak perlu menunggu hingga tua, baik kamu ingin mengonsumsinya secara langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan dan minuman lainnya.

Sedangkan jahe merah mempunyai kulit rimpang berwarna hijau kemerahan dengan bagian dalam berwarna merah muda hingga kuning. Ukuran rimpang jahe merah lebih kecil dibandingkan jahe putih.

Selain itu, jahe merah memiliki rasa yang lebih pedas dan lebih pahit dari jahe biasa. Kemudian, jahe merah hanya dipanen setelah berumur agak tua dan cocok dijadikan untuk ramuan obat-obatan.

Beberapa Bahaya Menggunakan Earphone Bagi Kesehatan

Beberapa Bahaya Menggunakan Earphone Bagi Kesehatan

Salutemondiale.web.id – Penggunaan earphone pada dasarnya sering digunakan untuk mendengarkan musik atau radio yang dihubungkan melalui perangkat lain seperti handphone. Tak hanya itu, earphone juga sering digunakan untuk mempermudah menelpon.

Penggunaan earphone sebagai alat bantu untuk mendengarkan sesuatu ini dipilih karena bagi penggunanya bisa mendapatkan kenyamanan. Bentuknya yang simpel dan sederhana menjadikan banyak orang memilih produk ini untuk mendengarkan suara dari balik perangkat seperti handphone.

Sebagai alat yang dirasa sangat menguntungkan, tak banyak orang yang kemudian tidak bisa lepas untuk menggunakannya. Banyak orang yang menggunakan earphone hingga lupa waktu alias tidak ada batasan waktu.

Alih-alih ingin mendapatkan kenyamanan saat melakukan beragam aktivitas, ternyata ada dampak buruk bagi kesehatan dari keseringan menggunakan earphone.

Nah, sebelum masalah kesehatan muncul pada dirimu, ada baiknya kamu untuk mengetahui beberapa dampak buruk kesehatan karena sering menggunakan earphone. Berikut ini beberapa bahaya menggunakan earphone terlalu sering bagi kesehatan.

Kerusakan Permanen pada Telinga

Bahaya menggunakan earphone yang pertama adalah gangguan pendengaran. Penggunaan earphone yang terlalu sering ini biasanya banyak ditemui pada mereka yang masih muda atau remaja. Maka risiko munculnya gangguan pada telinga sangatlah besar.

Hal ini mungkin saja terjadi dikarenakan telinga kamu sudah tidak kuat lagi menaggung beban suara keras yang dihasilkan melalui earphone. Paparan suara berulang menyebabkan kerusakan telinga bagian dalam, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan masalah kesehatan terkait pendengaran lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksan dan mengatur level volume earphone sebelum mengenakannya. Selain itu, jangan terlalu sering menggunakan earphone dengan volume yang tinggi.

Infeksi Telinga

Earphone difungsikan digunakan untuk telinga, maka sangat memungkinkan penyebaran kuman atau bakteri di sekitar area pendengaranmu. Tak jarang, orang memperhatikan kebersihan dari earphone ini. Padahal ini memungkinkan earphone menjadi tempat bakteri berkembang biak.

Sering meminjamkan atau meminjam earphone, memberi kemungkinan untuk tertular banteri penyebab infeksi telinga. Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu hanya menggunakan earphone secara pribadi saja. Bila kamu terpaksa untuk meminjam earphone, pastikan untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Baca Juga : Beberapa Penyebab Janin Tidak Berkembang

Penyebaran Kuman Masuk ke Telinga

Earphone merupakan salah satu benda yang memiliki kandungan kuman tinggi. Bagaimana tidak, ini dikarenakan earphone merupakan dari sekian benda yang sering diletakkan pada udara terbuka tanpa perlindungan dan juga jarang dibersihkan.

Maka tak heran kalau earphone menjadi salah satu sarang tempat tinggal kuman dan juga bakteri. Nah, apabila kamu memakai earphone terlalu lama, maka bisa dipastikan kuman atau bakteri dari luar akan bebas masuk ke dalam tubuh melalui telinga. Inilah yang menyebabkan banyak sekali gangguan kesehatan bisa terjadi.

Kerusakan Otak

Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh earphone dapat menyebabkan bahaya serius bagi otak. Hal ini dikarenakan telinga bagian dalam terhubung langsung dengan otak, sehingga infeksi sekecil apapun pada bagian dalam telinga dapat memberi pengaruh pada otak.

Efek awalnya biasanya muncul sakit kepala. Dampaknya berakibat juga dengan infeksi telinga bagian dalam, secara langsung memengaruhi otak dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Telinga Menjadi Lelah

Kelelahan pada telinga merupakan kondisi dimana telinga terlalu banyak menerima stimulus dari suara secara bersamaan dan terus menerus. Kelelahan pada telinga dapat menyebabkan sistem pendengaranmu menjadi tidak nyaman dan terasa sulit dalam menangkap gelombang suara.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak langsung memasukkan earphone atau menyisipkan langsung ke saluran telinga. Meskipun akan memberikan suara atau audio yang baik, tetapi kebiasaan ini akan meningkatkan kemungkinan gangguan pendengaran.

Selain itu, perhatikan juga durasi pemakaian earphone. Disarankan bagi kamu untuk beristirahat sejenak di setiap jamnya untuk membantu telinga pulih dari gelombang suara yang dihasilkan oleh earphone.

Beberapa Penyebab Janin Tidak Berkembang

Beberapa Penyebab Janin Tidak Berkembang

Salutemondiale.web.id – Seorang calon ibu harus atau wajib mengetahui perbedaan kehamilan kosong yang sering dianggap sebagai janin tidak berkembang dengan janin tumbuh lambat atau disebut juga dengan IUGR (Intrauterine Growth Restriction).

Penyebab janin tidak berkembang bisa terjadi karena faktor genetik dan gaya hidup. Seorang ibu wajib menjaga kesehatannya agar bayi yang dikandungnya tubuh dengan normal dan sehat, begitu pula dengan ayah juga harus menjaga gaya hidupnya untuk lebih sehat.

Berikut beberapa pembahasan mengenai apa penyebab janin tidak berkembang,

Perbedaan Kehamilan Kosong (Blighted Ovum) dan Keterlambatan Pertumbuhan Fisik Janin (IUGR).

Blighted ovum atau kehamilan kosong adalah kondisi di mana, telur yang ada di dalam rahim berhasil dibuahi oleh sperma, tetapi ia tidak berkembang menjadi embrio, sehingga pada usia tertentu, kehamilan berhenti.

Hal ini seringkali menyebabkan keguguran dan pendarahan hebat. Blighted ovum atau yang selanjutnya disebut BO biasanya terjadi pada usia kehamilan trimester pertama. Normal dialami oleh wanita sekali dalam beberapa kali kehamilan.

Dalam kehamilan usia 5-6 minggu, seharusnya embrio sudah bisa dilihat dengan USG. Namun dalam kasus BO ini, embrio tidak hadir dan fetus hanya berkembang 18 milimeter besarnya.

Sedangkan IUGR atau intrauterine growth restriction adalah pertumbuhan fisik janin yang tidak sesuai dengan usia perkembangannya, dalam artian lain keterlambatan pertumbuhan fisik janin.

IUGR merupakan kondisi yang menandakan bahwa janin tumbuh lambat dibandingkan yang seharusnya saat berada dalam kandungan selama kehamilan. IUGR juga dikenal dengan istilah kecil masa kehamilan.

Baca Juga : Manfaat Tomat Untuk Kecantikan

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Kelainan Kromosom

Penyebab janin tidak berkembang atau kehamilan kosong yang utama adalah adanya kelainan atau masalah pada kromosom yang dipengaruhi oleh gen. Biasanya masalah ini timbul karena kualitas sperma atau telur yang buruk dan pembentukan sel yang tidak normal. Hal ini mempengaruhi tubuh untuk menghentikan proses kehamilan dan menyebabkan janin tidak berkembang.

Kualitas sperma dan telur sendiri juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan serta asupan nutrisi pasangan suami istri, yang pada akhirnya menjadi penyebab janin tidak berkembang.

Ketika tubuh mengalami stres atau asupan nutrisi kurang, maka kualitas sperma dan telur cenderung menurun. Selain itu, kualitas sperma dan telur ini juga dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan tertentu, asupan alkohol, berat badan, diet yang tidak sehat serta konsumsi rokok.

Infeksi dan Penyakit

Sealin itu, infeksi juga bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang atau kehamilan kosong. Beberapa penyakit dan infeksi yang dialami ibu hamil juga bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang.

Misalnya jika janin terinfeksi sifilis atau infeksi bakteri menular seksual, cytomegalovirus atau infeksi virus yang memiliki dampak signifikan ketika kekebalan tubuh lemah selama kehamilan, serta toksoplasmosis atau infeksi dengan parasit yang ditularkan terutama melalui kontak dengan hewan.

Infeksi-infeksi ini bahkan tidak hanya berbahaya bagi janin, tapi juga bagi ibu hamil. Berbagai infeksi virus maupun bakteri dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan pendengaran juga pada ibu hamil.

Plasenta Tidak Berfungsi Optimal

Penyebab janin tidak berkembang selanjutnya adalah plasenta tidak berfungsi dengan optimal. Saat plasenta tidak berfungsi dengan normal atau insufisiensi plasenta adalah suatu kondisi ketika plasenta tidak mampu melaksanakan tugasnya selama kehamilan dengan optimal.

Pada kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio pada hari ke-10. Plasenta mulai berkembang dan terjadi peningkatan hormon kehamilan.

Pada kasus janin tidak berkembang, sel telur yang telah dibuahi (zigot) gagal membelah diri menjadi embrio. Kehamilan kosong juga bisa terjadi ketika pembelahan sel zigot berhenti setelah menempel pada dinding rahim.

Seperti diketahui plasenta memiliki fungsi penting yakni mengirimkan suplai nutrisi dan oksigen untuk janin. Apabila terjadi kelainan atau masalah pada fungsi plasenta, maka janin pun akan mendapatkan lebih sedikit oksigen dan nutrisi. Hal inilah yang menjadi penyebab janin tidak berkembang.

Gaya hidup yang buruk

Seperti yang telah disebutkan juga sebelumnya, salah satu penyebab janin tidak berkembang adalah gaya hidup yang buruk. Konsumsi obat-obatan tertentu, asupan alkohol, berat badan, diet yang tidak sehat, serta konsumsi rokok dapat mempengaruhi kualitas sperma dan telur pada pasangan suami istri.

Selain itu, pola makan, tubuh sering mengalami stress, dan asupan nutrisi juga bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang, yang mempengaruhi cenderung menurunnya kualitas sperma dan telur.

Hal ini harus diperhatikan benar oleh ibu hamil. Selanjutnya, kebiasaan kurang mengonsumsi asam folat, baik dari suplemen maupun dari makanan sehari-hari juga turut memengaruhi perkembangan janin. Terutama di trimester pertama, asam folat sangat penting bagi proses tumbuh kembang janin, terutama di bagian saraf dan otak.