Pengobatan Untuk Penderita PTSD

Pengobatan Untuk Penderita PTSD

salutemondiale.web.id – Pengobatan Untuk Penderita PTSD, Faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami PTSD adalah faktor lingkungan dan sosial, yaitu kita lihat tingkat keparahan luka psikologis yang dialami oleh orang yang bersangkutan.

Sebagai misal, semakin parah luka psikologis yang mereka alami maka akan semakin rentan orang tersebut terhadap gangguan ini.

Hal kedua yang bisa dilihat adalah lamanya kejadian tersebut berlangsung, dan kedekatan penderita dengan yang menjadi “objek” pengalaman traumatik. Sebagai misal, diperkosa berulang-ulang oleh kerabat sendiri, atau bisa jadi kehilangan pasangan dalam suatu kecelakaan, dan lain sebagainya. Semakin lama dan semaki dekat “objek” yang menjadi sumber pengalaman traumatik, maka semakin rentan seseorang mengalami PTSD.

Seseorang yang pernah mengalami langsung atau tidak langsung kejadian traumatik, pengalaman menyakitakan yang sangat parah, dan mungkin dalam waktu yang lama memiliki kecenderungan untuk lebih mudah mengembangkan PTSD.

Baca juga : Apa itu Gangguan Mental PTSD

Untuk mencegah seseorang mengalami hal ini lingkungan sosial dimana mereka tinggal sangat berperan penting, peran dukungan sosial dan lingkungan yang beratmosfer positif terhadap orang tersebut sangat mempengaruhi apakah seseorang akan mengembangkan PTSD lebih lanjut atau tidak.

Seseorang yang mendapatkan dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya, seseorang yang mempunyai teman untuk berbagi dan bercerita mengenai apa pengalaman traumatik yang mereka alami, dan mereka bisa menceritakan bagaimana perasaan mereka pada saat itu, cenderung akan sembuh lebih cepat jika dibanding dengan mereka yang tidak mendapatkan dukungan sosial dan emosional.

Bagi seorang korban pemerkosaan, akan lebih cepat sembuh jika dia segera mendapat pertolongan dari lingkungan sosialnya, akan sangat tepat jika melibatkan tenaga ahli dan bukan dengan cara dipojokan seperti “salah siapa memakai pakaian seksi!” dan kalimat-kalimat lain yang mirip dengan kalimat tersebut.

Pengobatan PTSD

Pada sebagian besar kasus PTSD, gejala dapat membaik setelah beberapa minggu tanpa penanganan khusus. Tetapi, lain halnya bagi pasien dengan gejala yang bertambah parah. Pasien-pasien tersebut membutuhkan langkah penanganan lebih lanjut, yaitu kombinasi terapi psikologis dan pemberian obat.

Kombinasi penanganan diharapkan dapat mengatasi gejala dengan mempelajari cara mengatasi keadaan, memperbaiki pola pikir tentang diri sendiri dan orang lain, mengatasi masalah yang berkaitan dengan pengalaman masa lalu, serta cara menghadapi gejala yang diderita atau gejala yang dapat muncul kembali.

Terapi psikologi yang diberikan meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural threapy (CBT). Terapi yang biasanya dilakukan sebanyak 8 hingga 12 sesi ini bertujuan mengatasi masalah yang dihadapi dengan mengubah cara pikir dan bertindak.
  • Terapi desensitisasi gerakan mata dan pemrosesan ulang atau eye movement desensitisation and reprocessing (EMDR). Terapi dengan menggerakkan mata ke samping mengikuti gerakan tangan terapis ini bertujuan meredakan gejala PTSD. Meski demikian, belum diketahui secara jelas bagaimana cara terapi ini dapat mengatasi gejala PTSD.
  • Terapi penyingkapan (exposure therapy). Terapi ini bertujuan membantu pasien menghadapi keadaan secara efektif setelah mengalami peristiwa traumatis.
  • Terapi kelompok. Terapi ini bertujuan untuk mengatasi gejala PTSD pada diri pasien dengan cara membicarakan pengalaman traumatis bersama orang-orang lain dalam suatu kelompok yang memiliki pengalaman atau masalah serupa.
Apa itu Gangguan Bipolar

Apa itu Gangguan Bipolar

salutemondiale.web.id – Apa itu Gangguan Bipolar, gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.

Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrem dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis.

Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.

Baca juga : Pengobatan Untuk Penderita PTSD

Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita gangguan bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap gangguan bipolar.

Berikut merupakan ciri-ciri orang yang mengalami bipolar:

Selama episode mania, beberapa ciri dan gejala lain yang dapat muncul, antara lain:

  • Merasa terlalu bahagia dan bersemangat.
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung.
  • Banyak makan.
  • Tidak terasa mengantuk karena merasa sangat berenergi
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko.
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya.
  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan.

Anda bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius.
Sedangkan, dalam episode depresi ada beberapa tanda dan gejala gangguan mental ini adalah:

  • Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang.
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Nafsu makan menurun
  • Merasa ngantuk dan malas.
  • Merasa terlalu sadar diri dan minder.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.
Apa itu Gangguan Mental PTSD

Apa itu Gangguan Mental PTSD

salutemondiale.web.id – Apa itu Gangguan Mental PTSD, atau post-traumatic stress disorder atau gangguan stres pascatrauma adalah kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami atau disaksikan.

PTSD termasuk kategori gangguan kecemasan yang membuat penderitanya tidak bisa melupakan atau sebaliknya tidak mau mengingat pengalaman traumatis tersebut, serta berpikir negatif terhadap diri sendiri dan dunia sekitarnya.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan mimpi buruk, merasa terisolir, kesal, memiliki perasaan bersalah, sulit berkonsentrasi, serta sulit tidur atau insomnia.

Gejala PTSD cenderung mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam hubungan dengan orang lain serta lingkungan kerja. Gejala yang muncul pada tiap pengidap bisa berbeda-beda. Ada yang mengalaminya segera setelah kejadian dan ada juga yang muncul setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Baca juga : Macam-Macam Gangguan Jiwa bisa Memburuk jika Tidak Ditangani

Berikut ini adalah penjelasan serta contohnya.

  1. Ingatan yang mengganggu, contohnya selalu mengingat detail mengerikan dari kejadian tragis atau sering mimpi buruk tentang kejadian tersebut.
  2. Kecenderungan untuk mengelak membicarakan atau memikirkan kejadian traumatis. Kondisi ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, kegiatan, atau oranng yang memicu ingatan untuk kejadian traumatis.
  3. Pola pikir yang berubah negatif. Pengidap PTSD cenderung memiliki perasaan negatif terhadap diri sendiri atau orang lain, merasa terasing.
  4. Merasa putus asa dalam menghadapi masa depan, memiliki masalah ingatan, termasuk mengingat aspek pentingdari kejadian traumatis serta kesulitan membina hubungan yang dekat dengan orang lain.
  5. Perubahan emosi. Perubahan ini ditunjukkan dengan oerbedaan reaksi secara fisik maupun emosi, seperti sulit berkonsentrasi, merasa sangat selalu waspada, mudah terkejut dan takut, mudah kesal atau marah, serta sulit tidur.

Penyebab dan Faktor Pemicu PTSD

  • Pernah mengalami peristiwa trauma lain, misalnya penyiksaan saat masa kecil.
  • Mengidap gangguan mental lain.
  • Mengalami trauma jangka panjang.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap PTSD atau gangguan mental lain.
  • Memiliki profesi yang berpotensi menyebabkan seseorang untuk mengalami kejadian traumatis, misalnya tentara.
  • Kurang dukungan dari keluarga dan teman.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan stres pascatrauma ini, yaitu:

  1. Tingkat hormon stres yang tidak normal. Dalam keadaan bahaya, tubuh mengeluarkan hormon stres adrenalin untuk memicu reaksi dari dalam tubuh. Reaksi tersebut berupa melawan atau menghindar guna mengatasi bahaya atau rasa sakit. Dalam kondisi PTSD, kadar hormon stres yang dikeluarkan sangat tinggi meski kondisi sebenarnya tidak membahayakan. Hal tersebut terjadi karena terpicu emosi yang dibangkitkan dari pengalaman traumatis.
  2. Mekanisme perlindungan diri. Dalam kondisi PTSD, ingatan traumatis membuat kita bereaksi terlalu cepat sebagai upaya perlndungan diri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kembali di lain waktu.
  3. Anatomi otak yang tidak normal. Saat mengalami PTSD, bagian otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan dan emosi (hipokampus) terlihat berukuran lebih kecil dibanding bagian otak lain. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan meningkatnya kegelisahan dan ketakutan. Fungsi hipokampus yang tidak dapat berjalan semestinya membuat tingkat kegelisahaan atau ketakutan tidak berkurang seiring waktu.

Diagnosis PTSD

Untuk mendiagnosis PTSD, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami. Pasien juga akan diminta untuk menjalani pemeriksaan psikologis. Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan kriteria pedoman diagnosis dan statistik gangguan kejiwaan, seperti Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) atau Diagnostic and Statical Manual of Mental Disorder (DSM-5).

Setelah hasil diagnosis menyatakan bahwa pasien menderita PTSD, maka dokter perlu melakukan penilaian mengenai tingkat keparahan gangguan ini. Tiap penderita umumnya akan menjalani langkah penanganan yang berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya.

Jika gejala PTSD berlangsung kurang dari empat minggu setelah kejadian traumatis, maka gejala tersebut tergolong ringan. Sedangkan untuk gejala yang sudah berlangsung lebih dari empat minggu, maka gejala tersebut dikategorikan berat. Oleh karena itu, observasi secara seksama perlu dilakukan, untuk melihat kondisi PTSD akan bertambah buruk atau membaik.

Macam-Macam Gangguan Jiwa bisa Memburuk jika Tidak Ditangani

Macam-Macam Gangguan Jiwa bisa Memburuk jika Tidak Ditangani

salutemondiale.web.id – Macam-Macam Gangguan Jiwa bisa Memburuk jika Tidak Ditangani, Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain secara signifikan.

Penyebabnya bisa karena faktor genetik atau bawaan lahir, ada riwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwa, stres, pernah mengalami pelecehan atau trauma psikologis, cedera otak berat, menggunakan obat-obatan terlarang, atau memiliki kondisi medis serius.

Mudah tertawa lalu sedih secara tiba-tiba, punya tubuh kurus tapi merasa gemuk, suka jika segala sesuatu teratur, atau merasa mendengar bisikan-bisikan? Itu merupakan macam-macam gangguan jiwa yang umum terjadi pada manusia.

Baca juga : berapa banyak kebutuhan air bagi perokok

Ada macam-macam gangguan jiwa yang umumnya terjadi, yaitu:

Gangguan kecemasan
Contohnya gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan panik. Orang yang menderita gangguan kecemasan biasanya takut pada benda atau situasi tertentu. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya keringat yang keluar, detak jantung yang cepat, merasa pusing, susah berkonsentrasi atau tidur, dan merasa cemas serta khawatir.

Gangguan kepribadian
Seseorang dengan gangguan kepribadian memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang lain. Jenis gangguan kepribadian dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

  • Tipe eksentrik atau aneh, seperti gangguan kepribadian paranoid, skizoid, skizotipal, dan antisosial.
  • Tipe dramatis atau emosional, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, dan ambang (borderline).
  • Tipe cemas dan takut, seperti gangguan kepribadian obsesif kompulsif, menghindar (avoidant), dan dependen.

Gangguan psikotik
Gangguan psikotik merupakan gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia. Ciri-ciri dari gangguan psikotik adalah mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada (halusinasi) serta memercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi (delusi).

Gangguan suasana hati
Apakah kamu suka merasa sedih yang teramat sangat? Atau justru mengalami perasaan yang bergantian antara sangat sedih dan sangat bahagia? Hal itu termasuk dalam kelainan suasana hati atau kelainan afektif. Jenis gangguan yang paling umum dari kelainan ini antara lain adalah depresi, gangguan bipolar, dan gangguan siklotimik.

Gangguan makan
Gangguan makan adalah penyakit serius dan sering kali fatal di mana terdapat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Contoh dari gangguan makan adalah anoreksia nervosa (menganggap diri sendiri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya dengan muntah), dan binge-eating atau makan berlebihan.

Gangguan pengendalian impuls dan kecanduan
Orang dengan gangguan pengendalian impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, misalnya berjudi kompulsif, kleptomania (mencuri), dan pyromania (menyulut kebakaran). Sedangkan kecanduan biasanya terhadap alkohol dan obat-obatan, namun bisa juga kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau belanja.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
Gangguan kronis yang satu ini ditandai dengan adanya pikiran dan obsesi yang tidak terkendali akan sesuatu, sehingga mendorong seseorang melakukannya secara berulang-ulang. Contohnya, memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap kuman hingga terus-menerus mencuci tangan.

Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
PTSD dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis dan/atau mengerikan, seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Pikiran atau kenangan yang tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan biasanya penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

Jika anda merasa ada kecenderungan di salah satu gejala gangguan mental diatas, sebaiknya coba untuk mencari psikiater untuk di diagnosis secara benar dan tepat. dan di bantu untuk penanganannya.

Pengobatan Untuk Penderita Bipolar

Pengobatan Untuk Penderita Bipolar

salutemondiale.web.id – Pengobatan Untuk Penderita Bipolar, Manusia mempunyai berbagai emosi dan perasaan seperti rasa senang, sedih, gembira, dan murung. Kita akan merasa bahagia  saat merespon sesuatu yang menyenangkan, tetapi setelah beberapa saat, perasaan itu akan menghilang atau mereda.

Kita dapat merasakan kesedihan, tetapi tetap akan hilang setelah beberapa waktu. Perasaan manusia datang silih berganti tergantung suasana yang ada.

Tapi tidak dengan orang yang mengidap bipolar disorder. Orang dengan kondisi mental ini, suasana hatinya bisa berubah dengan esktrem. Tiba-tiba senang, lalu sepersekian detik lainnya bisa menjadi sangat sedih tanpa pandang suasana.

Baca juga : Apa itu Gangguan Bipolar

Tips tinggal atau menjalin hubungan dengan orang yang mengalami kondisi ini.

Pasangan bipolar bukan berarti hubungan Anda berdua adalah akar masalahnya. Jika gangguan bipolar menjadi duri dalam hubungan, ini saatnya Anda bertindak demi pasangan dan diri Anda sendiri.

1. Cari tahu tentang penyakitnya
Sama seperti gangguan jiwa lainnya, gangguan bipolar dapat ditangani dan disembuhkan dengan pengobatan dan terapi. Untuk mendukung terapinya, Anda harus terlebih dulu mengerti dan memahami kondisi yang diidap oleh pasangan Anda.

Gangguan bipolar sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Pada kenyatannya, bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali orang tersebut. Beberapa faktor risiko gangguan bipolar antara lain genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak.

2. Cari tahu pemicu gejalanya dan coba hindari
Gejala gangguan bipolar dapat dipicu oleh suatu hal. Gejalanya pun bisa terjadi perlahan, hampir tak kentara. Oleh karena itu, cari tahu dan pelajari apa yang dapat membuatnya kambuh dan coba untuk menghindari hal tersebut. Pelajari juga situasi hati pasangan Anda untuk coba mencegah fase depresi yang bisa datang kapan saja.

Andalah yang paling mengenal pasangan Anda luar-dalam. Jika Anda memperhatikan bahwa tingkah laku, gejolak emosi/perasaan, atau pola pikir pasangan Anda tidak seperti biasanya, tanyakan pada diri Anda apakah ini bisa menjadi pola gejala bipolarnya. Dengan mengamati perilaku pasangan Anda, hal ini juga bisa menguatkan diri dan tidak terkejut saat suasana hatinya berubah dengan cepat.

3. Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih
Terima kenyataan bahwa pasangan Anda sedang sakit. Pahami juga karena penyakitnya ini, ia mungkin tidak selalu bisa menjadi orang yang selalu penuh cinta dan kasih sayang.

Namun cinta tulus Anda memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Bila pasangan Anda sedang mengalami fase depresif, beri tahu mereka bahwa Anda peduli dengan menunjukkan lebih banyak cinta. Mungkin akan terasa lebih sulit untuk melakukan hal ini saat mereka sedang kambuh dan melampiaskan negativitasnya pada Anda, tapi justru di saat-saat inilah mereka sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang.

Membiarkan orang yang depresi tenggelam sebelum menawarkan bantuan adalah salah total. Depresi berat akan semakin sulit untuk ditangani, lebih mudah kambuh, dan akan semakin menebar duri dalam hubungan Anda berdua ke depannya. Menunggu juga meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan Anda tidak akan bertahan; adanya depresi dalam suatu hubungan meningkatkan risiko perpisahan hingga sembilan kali lipat.

4. Jangan lupa cari dukungan untuk diri sendiri
Tinggal bersama pasangan bipolar akan membuat Anda terus menerus fokus pada kondisinya. Namun, jangan sampai Anda melupakan kondisi kesehatan diri sendiri. Anda bisa bergabung dengan kelompok pendukung anggota keluarga pasien bipolar yang mana dapat membantu dan menguatkan Anda menghadapi pasangan. Dukungan dan pengertian dari keluarga atau teman lainnya juga bisa membantu Anda tegar menghadapi dan melewati ini semua bersama pasangan.

5. Jaga diri Anda untuk tetap sehat
Bila Anda mempunyai pasangan bipolar, tanpa disadari akan membuat kesehatan Anda bisa terabaikan. Periset di Yale University School of Medicine juga menemukan bahwa hampir sepertiga orang yang hidup dengan orang bipolar amat rentan menderita depresi dan gangguan kecemasan.

Oleh karena itu waspadai juga gejala-gejala depresi pada diri sendiri, terutama kelelahan, sakit kepala, dan rasa mual yang terus berkelanjutan. Segera konsultasikan dengan dokter untuk menemukan perawatan dan obat yang tepat untuk diri Anda.

Berapa Banyak Kebutuhan Air Bagi Perokok

Berapa Banyak Kebutuhan Air Bagi Perokok

salutemondiale.web.id – Anjuran 8 gelas air perhari sudah sangat sering kita dengar, tapi untuk perokok memiliki kebutuhan khusus untuk air putih, berapa banyak air dibutuhkan bagi para perokok?

Rokok mengandung nikotin, yang merupakan zat adiktif, yang bila berlebihan dalam tubuh bisa sangat berbahaya.

Kandungan nikotin pada sebatang rokok dapat membuat darah menjadi lebih kental. Sebab itu, nutrisi, mineral, dan oksigen yang disebarkan melalui darah tidak bisa diserap banyak dan optimal oleh tubuh. Sehingga mengakibatkan peradangan pada bagian luar maupun organ dalam tubuh jadi lebih lama disembuhkan.

Selain itu, ketika nikotin masuk ke dalam paru-paru dan kemudian diserap ke dalam aliran darah bersama dengan karbon monoksida dan racun lainnya, lalu mengalir ke seluruh tubuh.

Ini menyebabkan racun terakumulasi dalam darah dan dapat membahayakan kesehatan Anda. Dengan minum banyak air putih, tubuh akan lebih mudah untuk membersihkan racun dan bahan kimia lain yang sudah menumpuk.

Belum ada takaran pasti berapa banyak kebutuhan minum untuk para perokok aktif. Namun, usahakan minum air putih 6-12 gelas per hari, untuk membantu mengeluarkan nikotin di dalam tubuh.

Selain itu, minum air putih untuk perokok juga berguna bagi yang ingin berhenti. Ketika Anda berhenti merokok, air membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang sering datang seperti sembelit, batuk, nafsu makan tinggi, dan rasa ingin merokok kembali.

Baca juga : Sakit Perut Gejala Usus Buntu

Manfaat air putih untuk kesehatan

Dua per tiga bagian tubuh terdiri dari air. Tanpa adanya air, tubuh tidak bisa menjaga suhu normal, melumasi sendi, atau membuang zat yang tidak terpakai dalam tubuh melalui urine, keringat dan air besar.

Oleh karena itu, minum air putih penting untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Tubuh memerlukan air untuk melakukan proses pencernaan makanan, penyerapan makanan untuk energi, sirkulasi darah, dan memproduksi cairan air ludah.

Konsumsi air yang cukup juga membantu tubuh agar tetap terhidrasi. Tubuh yang kekurangan air bisa menyebabkan tubuh dan otot melemas, kram, tidak fokus, dan meningkatkan risiko kelelahan karena panas.

Otak juga membutuhkan banyak oksigen agar dapat berfungsi dengan baik. Sehingga minum air putih dapat memastikan otak memperoleh asupan oksigen yang cukup. Karena air merupakan sumber oksigen terbesar untuk otak.

Selain itu, minum air putih juga berfungsi sebagai katalis untuk pembaruan fungsi tubuh yang optimal. Minum air putih dalam jumlah cukup dapat mendukung kinerja hati dan ginjal yang memiliki fungsi untuk menghilangkan zat beracun, limbah, dan garam yang ada di dalam darah.

Minum air putih yang cukup juga menetralkan kadar pH, memperkuat kekebalan tubuh terhadap batu ginjal dan penyakit lainnya.

Bagaimana Sakit Perut Gejala Usus Buntu

Sakit Perut Gejala Usus Buntu

salutemondiale.web.id – Sakit perut karena maag dan Usus buntu gejalanya hampir sama, makannya beberapa keliru orang mengira sakit usus buntu berawal dari telat makan.

Mengetahui sebab dari gejala usus buntu memberikan pengobatan yang tepat dan cepat. Ada beberapa perbedaan penting antara sakit perut dan gejala usus buntu yang bisa anda kenali.

Baca juga : Cara Berhenti Merokok

Sakit perut akibat gejala usus buntu

Usus buntu (appendicitis) adalah peradangan yang terjadi di apendiks atau usus buntu. Usus buntu adalah sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar yang terletak di perut bagian kanan bawah. Jika tidak segera diobati usus buntu dapat pecah dan menyebarkan infeksi ke bagian perut lainnya. Kalau situasi tersebut sudah terjadi, bagian lapisan perut juga akan ikut mengalami peradangan yang bisa berakibat fatal.

Tanda utama sakit perut akibat gejala usus buntu adalah rasa sakit di perut bawah bagian kanan. Pada awalnya rasa sakit dimulai pada daerah tengah perut atau sekitar pusar yang terasa timbul-tenggelam. Lalu rasa sakit ini perlahan-lahan bergerak ke bagian kanan bawah perut dan cenderung akan terfokus pada tempat di mana usus buntu berada.

Sakit perut pada titik ini akan terasa semakin parah dan intens. Jika disentuh juga akan terasa sakit. Sakit perut juga akan semakin memburuk ketika Anda mengambil nafas dalam-dalam, batuk, bersin, berjalan, atau gerakan yang menimbulkan penekanan pada perut kanan bawah. Selain sakit di perut bawah bagian kanan, usus buntu juga akan menimbulkan beberapa gejala lainnya, di antaranya:

  • Nafsu makan menurun
  • Timbulnya rasa mual bahkan sampai muntah
  • Perut kembung
  • Tidak bisa buang angin (kentut)
  • Demam
  • Sakit perut karena maag

Pada dasarnya maag bukanlah sebuah penyakit, namun adalah tanda dari kondisi kesehatan atau penyakit lain yang menjadi penyebabnya. Maag bisa terjadi pada semua orang dari waktu ke waktu. Seseorang yang mengalami maag biasanya merasakan perasaan tidak nyaman atau nyeri pada saluran pencernaan bagian atas seperti perut, kerongkongan, ataupun usus dua belas jarinya.

Gejala penyakit maag yang paling sering muncul adalah perut kembung.

Perut kembung ini diakibatkan oleh lambung yang di dalamnya terdapat banyak gas. Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul adalah:

  • Mual dan muntah
  • Perut terasa panas
  • Sering bersendawa, akibat gas yang dihasilkan lambung
  • Merasa sakit di bagian perut dan bagian dada
  • Munculnya rasa asam di mulut
cara berhenti merokok

Cara Berhenti Merokok

salutemondiale.web.id – Bagi perokok menjadi hal yang sulit untuk berhenti dari candu nikotin pada rokok ini, terlebih kesulitannya ada di awal mencoba berhenti merokok. Oleh karena itu berikut tips yang mungkin bisa anda terapkan untuk mengatasi kesulitan berhenti merokok.

Baca juga : 9 Langkah Memulihkan Trauma Masa Lalu

1. Menyeruput air dingin melalui sedotan
Salah satu cara unik yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan berhenti merokok adalah dengan menghirup air dingin melalui sedotan; hal ini dapat dijadikan cara untuk mengganti keinginan mengisap batang rokok. Selain itu, menghirup air dingin melalui sedotan juga akan melepaskan dopamin yang merupakan bahan kimia otak yang dapat membantu meringankan suasana hati yang buruk. Atau, Anda juga dapat mengganti keinginan menghisap batang rokok dengan makan makanan ringan yang sehat.

2. Catat hal positif yang terjadi setelah Anda berhenti merokok
Banyak perokok yang tidak mau berhenti karena merasa bahwa berhenti merokok hanya menyiksa diri. Padahal, berhenti merokok akan memberikan banyak manfaat pada tubuh Anda, termasuk keuangan dan kesehatan Anda. Untuk itu, saat Anda sedang mencoba berhenti merokok, cobalah untuk mencatat hal-hal positif yang Anda dapatkan dalam beberapa hari berhenti merokok, termasuk perasaan yang lebih terkendali, menghemat uang, badan terasa lebih energik, dan sebagainya.

3. Rutin sikat gigi
Biasanya, perokok aktif memiliki bibir yang berwarna gelap dan napas mulut yang cenderung bau rokok. Oleh karena itu, salah satu hal baik yang Anda dapatkan ketika mencoba berhenti merokok adalah napas mulut Anda yang terasa lebih segar terlebih ketika Anda sering sikat gigi. Jika Anda rutin sikat gigi dan selalu memiliki napas yang segar, Anda pun akan merasa sayang untuk mengotorinya kembali dengan tar dan asap rokok.

4. Hindari alkohol
Berdasarkan sebuah studi, sudah diketahui bahwa terdapat kaitan yang erat antara konsumsi alkohol dengan merokok. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok adalah dengan menghindari alkohol karena alkohol dapat merusak pertahanan diri Anda untuk berhenti merokok.

5. Olahraga, bahkan hanya jalan kaki
Jika Anda benar-benar ingin berhenti merokok, Anda harus mencoba aktif berolahraga. Karena ketika tubuh Anda aktif, tubuh Anda akan mengirimkan bahan kimia alami yang dapat membantu suasana hati dan mengurangi stres. Salah satu olahraga ringan yang dapat Anda coba adalah berjalan kaki.

6. Masukan sesuatu pada mulut Anda
Maksudnya adalah, ketika Anda dalam proses berhenti merokok, akan selalu ada keinginan untuk memasukkan sesuatu di mulut Anda. Hal tersebut terjadi karena Anda sudah terbiasa mengisap batang rokok sehingga ketika Anda dalam tahap mencoba berhenti merokok Anda akan merasa aneh jika tidak ada sesuatu di mulut Anda. Oleh karena itu, Anda bisa mengganti rokok yang biasa Anda letakkan di mulut Anda dengan permen karet bebas gula, atau makanan ringan yang sehat.

7. Kuatkan diri terutama di dua minggu pertama
Waktu terberat dalam proses berhenti merokok adalah pada dua minggu pertama. Namun, setelah Anda melewati waktu tersebut, Anda akan mulai terbiasa tanpa rokok dan mulai memperoleh manfaatnya. Oleh karena itu, saat Anda sudah melewati dua minggu awal, jangan sampai Anda kembali tergoda untuk merokok karena hal tersebut akan membuat segala usaha Anda di waktu-waktu terberat menjadi sia-sia.

8. Ingat kembali, apa alasan Anda berhenti merokok
Dan terakhir, jika pada akhirnya Anda mulai menyerah dengan segala upaya yang telah Anda lakukan untuk berhenti merokok, Anda harus kembali mengingat apa alasan Anda ingin berhenti merokok. Cobalah tulis semua daftar alasan tersebut dan tempatkan daftar alasan tersebut ditempat yang bisa Anda lihat -sebagai bahan untuk refleksi diri. Terlebih, ketika alasan And berhenti merokok adalah keluarga Anda, khususnya orangtua, anak, atau istri.

9 Langkah Memulihkan Trauma Masa Lalu

9 Langkah Memulihkan Trauma Masa Lalu

salutemondiale.web.id – Trauma dapat membuat emosi anda bergejolak saat dihadapkan pada pemicunya. Tanpa disadari, trauma dimasa lalu bisa mempengaruhi karier, hubungan, kesehatan dan seluruh kehidupan anda.

Untuk menyembuhkannya sebenarnya harus dilakukan pada saat peristiwa tersebut terjadi, namun tidak ada yang tidak mungkin, meski memakan waktu tetap ada harapan untuk pulih dari trauma masa lalu.

Menurut Andrea Brandt, Ph.D , seorang terapis pernikahan dan keluarga di Amerika serikat.

Baca juga : 6 Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan Mental

Lakukan langkah berikut:

1. Coba fokus pada diri sendiri
Untuk memulai proses pemulihan trauma, coba cari tempat tenang di mana Anda bisa fokus dan tidak akan terganggu. Pastikan Anda menggunakan pakaian yang nyaman untuk memulai proses yang satu ini. Jika sudah, duduklah dengan nyaman di lantai dengan mata terpejam.

Tarik napas dalam-dalam, lalu fokus dan rasakan kesadaran Anda sendiri. Rasakan betapa sejuknya lantai tempat Anda duduk. Bayangkan aliran energi dari tulang ekor Anda hingga ke lantai tempat Anda duduk. Pusatkan pikiran pada tubuh Anda sendiri tanpa terganggu hal lainnya.

2. Ingat kembali memori masa lalu
Sekarang, coba ingat kembali situasi atau peristiwa yang membuat Anda kesal baru-baru ini. Kemudian, temukan sesuatu yang memicu emosi Anda. Ingat kembali sedetail mungkin dan bayangkan diri Anda ada di masa tersebut. Coba lihat dan rasakan lagi emosi yang muncul ketika itu.

3. Rasakan emosinya
Selanjutnya, bernapaslah dalam-dalam hingga Anda bisa kembali tenang. Kemudian, biarkan tubuh Anda merasakan berbagai emosi. Coba amati dan fokus terhadap respon fisik yang muncul saat itu, apakah kesemutan, sesak, kepala sakit, atau lainnya.

Berbagai sensasi ini nantinya akan dibutuhkan untuk memahami kembali trauma masa kecil yaang pernah Anda alami. Setelah Anda merasakan berbagai sensasi ini, jelaskan perasaan ini pada diri Anda sedetail mungkin seolah Anda berbicara pada diri sendiri di dalam hati.

4. Kenali dan namai setiap sensasi
Saat Anda merasakan emosi yang bergejolak, coba kaitkan dengan sensasi yang Anda rasakan saat itu, apakah rasa cemas membuat dada sesak atau adakah perasaan marah yang membuat tubuh terasa panas? Coba rasakan dan katakan pada diri di dalam hati apa yang Anda rasakan. Dengan mengenali berbagai sensasi ini, Anda akan lebih mudah memahami tentang diri dan tubuh.

5. Cintai setiap emosi dan sensasi yang dirasakan
Untuk menyembuhkan trauma masa kecil, Anda harus bisa menerima semua hal yang dirasakan oleh tubuh. Katakan pada diri bahwa Anda suka dan senang merasakan berbagai emosi ini. Lakukan hal ini pada setiap emosi yang sedang Anda rasakan misalnya “Saya cinta terhadap diri saya karena perasaan (marah, sedih, cemas, dll). Dengan mencintai setiap emosi yang dirasa, perlahan Anda akan menerimannya bahwa itu merupakan hal yang normal.

6. Coba rasakan dan lakukan
Tetaplah fokus pada emosi dan sensasi yang menyertainya. Biarkan perasaan ini meresap ke dalam diri dan mengalir begitu saja. Jangan coba untuk menahannya atau menyembunyikannya. Kemudian, biarkan tubuh merespon emosi dan sensasi dengan berbagai hal yang diinginkan atau perlu dilakukan.

Jika Anda merasa ingin menangis, menangislah sepuasnya. Begitu pun jika Anda ingin berteriak atau memukul sesuatu. Lakukan apa yang tubuh Anda inginkan saat itu. Anda bisa berteriak kencang atau meninju dengan mata yang tetap terpejam dalam posisi yang tetap sama.

7. Ambil pesannya
Apakah emosi yang Anda rasakan sekarang telah terhubung dengan peristiwa masa lalu yang membuat trauma? Apakah Anda mulai menyadari berbagai hal negatif yang membatasi diri Anda adalah akibat trauma masa kecil? Jika iya, cermati baik-baik dan ambil pesan moralnya. Anda pasti bisa menemukannya.

Namun, jika Anda merasa tak mendapatkan apa-apa coba tulis semua perasaan dan emosi yang Anda rasakan dalam secarik kertas. Lakukan hal ini selama 10 menit tanpa henti. Kemudian, coba pikirkan kira-kira pesan apa yang sedang coba dikirim oleh emosi Anda saat ini.

8. Cobalah untuk berbagi dengan orang lain
Apakah Anda memiliki seseorang yang bisa diajak berbagai soal perasan dengan nyaman? Jika iya, cobalah ceritakan padanya mengenai perasaan Anda saat ini. Namun jika tidak, tuliskan berbagai perasaan yang dirasakan mengenai trauma masa kecil Anda.

Tuliskan peristiwa apa yang menjadi pemicu awalnya dan bagaimana reaksi Anda saat itu. Kemudian, tuliskan pula apa yang Anda rasakan saat ini. Jangan berpikir bahwa hal ini tak ada gunanya.. Meski terlihat sepele, berbagi cerita dengan berbicara atau menuliskannya menjadi cara efektif untuk mengeluarkan emosi yang selama ini terpendam.

9. Lepaskan dan buang semuanya
Setelah Anda menceritakan atau menuliskan semua hal yang dirasakan sekarang saatnya Anda melakukan ‘ritual’ untuk melepaskan emosi dari trauma terdahulu. Caranya bisa dengan membakar surat yang baru Anda tulis tadi atau membuang benda yang membuat trauma masa kecil Anda muncul.

Apapun caranya, intinya lepaskan dan buang semua hal yang bisa membuat Anda teringat kembali akan hal itu. Hilangkan trauma, emosi, dan sensasi yang menyertainya dengan membuang dan melepas segala hal yang berkaitan dengannya.

6 Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan Mental

6 Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan Mental

salutemondiale.web.id – Musuh terbesar anda bukan orang lain, tetapi diri anda sendiri. Meskipun sering di sepelekan pikiran dan kebiasaan anda dapat mempengaruhi suasana hati yang dapat mengganggu kesehatan mental anda.

Gangguan mental sama seperti Kesehatan tubuh anda, jika gejala gangguan mental dibiarkan maka akan menghambat aktivitas anda sehari-hari.

Baca juga : Penderita Diabetes Dapat Dibantu Dengan Sayuran

Berikut kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan mental anda:

1. Pesimis
Orang yang pesimis cenderung tidak mempunyai harapan baik dan mudah putus asa. Karena itu, pesimisme tidak hanya memengaruhi cara Anda memandang hidup, tetapi juga mengganggu kesehatan mental Anda. Hilang harapan dan rasa putus asa, jika dibiarkan berlarut-larut, bisa menjadi salah satu gejala gangguan mood, yaitu depresi.

Maka, belajarlah untuk berpikir positif. Kenali kelemahan dan kekuatan Anda, dan fokuslah pada kekuatan Anda tersebut. Jangan hanya berkutat pada kelemahan Anda atau situasi buruk yang sedang dihadapi.

2. Perfeksionis
Sikap perfeksionis cenderung membuat seseorang menginginkan semua hal sempurna, berjalan sesuai rencana, dan tanpa cacat cela. Standar yang sempurna ini tidak jarang membuat seseorang kecewa dan sedih, terlebih jika apa yang direncanakan tidak menjadi nyata. Bila tidak dikendalikan, Anda menjadi rentan terhadap gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Tetapkan tujuan yang realistis, lebih dapat dicapai, dan hadapi kesalahan atau kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika Anda sudah mulai cemas, tenangkan diri Anda dengan teknik-teknik relaksasi, misalnya menarik napas panjang.

3. Pikiran obsesif
Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkendali serta berulang akan suatu kejadian masa lalu atau yang sedang dihadapi.

Misalnya Anda terobsesi untuk selalu mengecek HP atau media sosial, tak mau ketinggalan informasi seremeh apa pun. Tidak pegang HP sebentar saja, dalam pikiran Anda sudah muncul hal-hal negatif seperti, “Bagaimana kalau tadi pasangan menelepon karena ada apa-apa?” atau, “Jangan-jangan daritadi ada klien yang menghubungi untuk menjadwalkan meeting penting?”.

Ini akan membuat tubuh dan otak Anda stres, membuat napas dan denyut jantung Anda meningkat cepat, dan tubuh akan melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol. Semua ini akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional Anda.

4. Rendah diri
Cara Anda menilai diri sendiri juga bisa mendukung atau justru mengganggu kesehatan mental Anda. Orang yang cenderung rendah diri, menilai dirinya serba kurang, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan mudah stres dan depresi.

Lebih baik fokus pada apa yang Anda punya, maksimalkan potensi yang Anda miliki, buktikan pada diri sendiri kalau Anda punya segudang kemampuan, dan jangan terlalu memikirkan komentar orang lain tentang diri Anda.

5. Kurang tidur
Tidur adalah cara tubuh melakukan regenerasi. Karena itu, kurang tidur tidak hanya membuat Anda mudah mengantuk, tetapi juga dapat mengacaukan kinerja sistem tubuh. Ini tentu akan mengganggu kesehatan mental Anda. Sejumlah penelitian telah membuktikan kaitan kurang tidur dengan berbagai jenis gangguan mental seperti depresi, bipolar disorder, dan ADHD.

Biasakan diri Anda untuk tidur 8 jam sehari. Atau jika Anda mengalami gangguan tidur, segera periksa ke dokter agar mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

6. Memendam amarah
Jangan salah, memendam amarah juga bisa mengganggu kesehatan mental seseorang. Dalam jurnal Advances tahun 2017, para ahli di Inggris menemukan bahwa orang-orang yang tidak bisa meluapkan amarahnya secara sehat lebih rentan mengalami berbagai gejala depresi.

Karena itu, belajarlah untuk meluapkan emosi dan mengungkapkan rasa marah, kecewa, dan perasaan negatif lainnya dengan baik. Jangan hanya dipendam sendirian, apalagi kalau sampai mengganggu kesehatan mental Anda.