Pengobatan Untuk Penderita Bipolar

Pengobatan Untuk Penderita Bipolar

salutemondiale.web.id РPengobatan Untuk Penderita Bipolar, Manusia mempunyai berbagai emosi dan perasaan seperti rasa senang, sedih, gembira, dan murung. Kita akan merasa bahagia  saat merespon sesuatu yang menyenangkan, tetapi setelah beberapa saat, perasaan itu akan menghilang atau mereda.

Kita dapat merasakan kesedihan, tetapi tetap akan hilang setelah beberapa waktu. Perasaan manusia datang silih berganti tergantung suasana yang ada.

Tapi tidak dengan orang yang mengidap bipolar disorder. Orang dengan kondisi mental ini, suasana hatinya bisa berubah dengan esktrem. Tiba-tiba senang, lalu sepersekian detik lainnya bisa menjadi sangat sedih tanpa pandang suasana.

Baca juga : Apa itu Gangguan Bipolar

Tips tinggal atau menjalin hubungan dengan orang yang mengalami kondisi ini.

Pasangan bipolar bukan berarti hubungan Anda berdua adalah akar masalahnya. Jika gangguan bipolar menjadi duri dalam hubungan, ini saatnya Anda bertindak demi pasangan dan diri Anda sendiri.

1. Cari tahu tentang penyakitnya
Sama seperti gangguan jiwa lainnya, gangguan bipolar dapat ditangani dan disembuhkan dengan pengobatan dan terapi. Untuk mendukung terapinya, Anda harus terlebih dulu mengerti dan memahami kondisi yang diidap oleh pasangan Anda.

Gangguan bipolar sering kali disahalahartikan sebagai bentuk kecacatan karakter seseorang. Pada kenyatannya, bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang berada di luar kendali orang tersebut. Beberapa faktor risiko gangguan bipolar antara lain genetik (keturunan) dan kelainan fungsi otak.

2. Cari tahu pemicu gejalanya dan coba hindari
Gejala gangguan bipolar dapat dipicu oleh suatu hal. Gejalanya pun bisa terjadi perlahan, hampir tak kentara. Oleh karena itu, cari tahu dan pelajari apa yang dapat membuatnya kambuh dan coba untuk menghindari hal tersebut. Pelajari juga situasi hati pasangan Anda untuk coba mencegah fase depresi yang bisa datang kapan saja.

Andalah yang paling mengenal pasangan Anda luar-dalam. Jika Anda memperhatikan bahwa tingkah laku, gejolak emosi/perasaan, atau pola pikir pasangan Anda tidak seperti biasanya, tanyakan pada diri Anda apakah ini bisa menjadi pola gejala bipolarnya. Dengan mengamati perilaku pasangan Anda, hal ini juga bisa menguatkan diri dan tidak terkejut saat suasana hatinya berubah dengan cepat.

3. Tunjukkan cinta dan kasih sayang tanpa pamrih
Terima kenyataan bahwa pasangan Anda sedang sakit. Pahami juga karena penyakitnya ini, ia mungkin tidak selalu bisa menjadi orang yang selalu penuh cinta dan kasih sayang.

Namun cinta tulus Anda memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Bila pasangan Anda sedang mengalami fase depresif, beri tahu mereka bahwa Anda peduli dengan menunjukkan lebih banyak cinta. Mungkin akan terasa lebih sulit untuk melakukan hal ini saat mereka sedang kambuh dan melampiaskan negativitasnya pada Anda, tapi justru di saat-saat inilah mereka sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang.

Membiarkan orang yang depresi tenggelam sebelum menawarkan bantuan adalah salah total. Depresi berat akan semakin sulit untuk ditangani, lebih mudah kambuh, dan akan semakin menebar duri dalam hubungan Anda berdua ke depannya. Menunggu juga meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan Anda tidak akan bertahan; adanya depresi dalam suatu hubungan meningkatkan risiko perpisahan hingga sembilan kali lipat.

4. Jangan lupa cari dukungan untuk diri sendiri
Tinggal bersama pasangan bipolar akan membuat Anda terus menerus fokus pada kondisinya. Namun, jangan sampai Anda melupakan kondisi kesehatan diri sendiri. Anda bisa bergabung dengan kelompok pendukung anggota keluarga pasien bipolar yang mana dapat membantu dan menguatkan Anda menghadapi pasangan. Dukungan dan pengertian dari keluarga atau teman lainnya juga bisa membantu Anda tegar menghadapi dan melewati ini semua bersama pasangan.

5. Jaga diri Anda untuk tetap sehat
Bila Anda mempunyai pasangan bipolar, tanpa disadari akan membuat kesehatan Anda bisa terabaikan. Periset di Yale University School of Medicine juga menemukan bahwa hampir sepertiga orang yang hidup dengan orang bipolar amat rentan menderita depresi dan gangguan kecemasan.

Oleh karena itu waspadai juga gejala-gejala depresi pada diri sendiri, terutama kelelahan, sakit kepala, dan rasa mual yang terus berkelanjutan. Segera konsultasikan dengan dokter untuk menemukan perawatan dan obat yang tepat untuk diri Anda.

Related posts