Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

salutemondiale.web.id – Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta, Cinta adalah satu perasaan yang dimiliki manusia yang sering dikatakan sebagai perasaan yang paling indah ketika dapat merasakannya. Beberapa orang menyatakan bahwa cinta merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada makhluknya. Dengan perasaan cinta seorang manusia dapat merasakan berbagai macam perasaan dalam satu waktu baik itu tertawa, bersedih, kesal, marah, suka cita, semangat, sampai menagis bahagia.

Semua yang didasari dengan perasaan cinta akan sulit dimasukkan dalam akal sehat manusia, namun apakah pernah terbesit dalam pikiran kita tentang bagaimana proses dan cara seorang manusia bisa merasakan jatuh cinta? Bagaimana perbedaan dan persamaan perasaan yang dialami oleh pria dan wanita ketika sedang mengalami jatuh cinta? Dan bagaimana dunia psikologi memandang fenomena jatuh cinta serta bagaimana keberadaan logis dari perasaan yang dinamakan cinta.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas secara lebih mendalam mengenai psikologi cinta, dan bagaimana dunia psikologi memandang cinta.

Baca juga : Dimensi Psikologi Cinta

Pandangan Dunia Psikologi tentang Cinta

Cinta yang merupakan emosi dasar yang dimiliki oleh manusia. Sudah banyak diketaui orang bahwa cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak dapat diterjemahkan dalam beberapa pengertian. Hal ini karena setiap orang pasti memiliki kesan tersendiri mengenai perasaan yang dinamakan cinta. Walaupun pada saat ini para ahli dan pakar di bidang psikologi telah berhasil menemukan pengertian tentang apa yang disebut dengan cinta tersebut.

Ketika kita ingin memahami dan mengerti tentang perasaan yang dinamakan cinta yang merupakan persaan dasar yang dimiliki oleh manusia tidaklah semudah membayangkannya.

Menurut sejarah tentang cinta, sejak jaman dahulu banyak orang yang ingin memahami dan mengerti tentang apa yang disebut sebut sebagai cinta. Namun, pada akhirnya adalah sebuah kesimpulan bahwa yang dinamakan cinta adalah kompleks, misterius, tidak berwujud, dan sangat sulit untuk dipahami maknanya secara keseluruhan.

Teori Cinta dalam Dunia Psikologi
Dalam beberapa kasus, cinta dapat dirumuskan menggunakan teori. Beberapa ahli psikologi berhasil mengelompokan tentang apa yang sebenarnya semua orang ingin tahu mengenai kemisteriusan dari perasaan yang hampir semua orang dapat merasakanya, entah dari orang tua, kekasih, teman, atau lainnya. Dan berikut merupakan teori-teori cinta menurut para ahli.

1. Teori Antara Menyukai dan Mencintai

Teori cinta pertama yaitu mengenai sekat antara persaan menyukai dan mencintai yang dikemukaan oleh seorang ilmuan dan pakar psikologi dunia yang bernama Zick Rubin. Dalam teorinya mengenai menyukai dan mencintai, Rubin menjelaskan bahwa perasaan cinta yang dimiliki oleh manusia itu sebenarnya terbentuk dari tiga perasaan turunan yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman.

A. Perhatian

Zick Rubin menyatakan bahwa akan ada saatnya seseorang mengalami suatu keadaan dimana orang tersebut memiliki sebuah perasaan mendalam untuk seseorang, orang tersebut akan merasakan suatu pengalaman perasaan dimana dia sangat menyukai ketika menghabiskan waktu bersama orang yang selalu ada dipikirannya dan selalu ingin berada didekat orang tersebut. Tetapi dalam tahap ini, perasaan yang dirasakan oleh orang tersebut masuk dalam kategori perasaan menyukai, dan bukan sesuatu yang bisa disebut dengan cinta.

B. Kasih Sayang

Menurut Rubin, perasaan cinta sejatinya adalah suatu perasaan yang jauh lebih dalam dan kuat termasuk keinginan untuk tetap selalu bersama orang yang kita sukai. Seseorang yang sedang dalam perasaan menyukai akan senang dangan hanya kebersamaan yang mereka miliki. Sedangkan orang yang dalam tahap perasaan mencintai akan memperhatikan orang yang dicintainya seperti memperhatikan dirinya sendiri.

C. Keintiman

Sedangkan yang dimaksud dengan kasih sayang adalah keinginan untuk menerima kontak fisik serta kasih terhadap orang yang dicintainya, kasih sayang bisa dijelaskan dengan adanya keintiman dan kebersamaan serta sikap saling membagi antara keinginan dan perasaan dua orang tersebut. Penjelasan tersebut dikemukaan secara utuh oleh pakar psikologi Zick Robin.

2. Teori antara Kasih Sayang dengan Gairah

Teori psikologi cinta yang kedua dikemukakan oleh seorang ilmuan dan pakar psikologi yang bernama Elaine Hatfield, menurutnya cinta dibagi menjadi dua persaan yaitu kasih sayang dan gairah.

Pertama cinta sebagai kasih sayang, Hatfield menjelaskan bahwa cinta kasih sayang didasari pada perasaan dan tingkah laku saling menghormati, menghargai, keterikatan, serta kepercayaan, cinta yang berupa kasih sayang biasanya tercipta dari berkembangnya perasaan antara dua orang yang saling pengertian, dan saling menghargai satu sama lain.

Sedangkan yang dikategorikan dengan cinta gairah adalah mengarah pada sesuatu yang didasari pada keadaan emosi yang kuat dan ketertarikan seksual. Ketika dasar dari emosi macam itu membara, maka orang yang dalam kategogi cinta akan merasa terpuaskan.

Walaupun begitu, ilmuan Elaine Hatfield menjelaskan bawa cinta yang hanya didasari gairah biasanya akan berakhir pada dendam dan kebencian. Hatfield sendiri memiliki pendapat bahwa cinta yang didasi oleh gairah semata tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama dan hanya bertahan pada kisaran waktu enam sampai tiga pluh bulan saja.

Related posts