13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual

13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual

salutemondiale.web.id – 13 Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Spiritual, Kecerdasan emosional atau dikenal dengan Emotional Quotient [EQ] merupakan kemampuan seseorang dalam menilai, menerima, mengelola dan juga mengontrol emosi dirinya sendiri serta orang lain yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap sebuah hubungan atau informasi, sementara kecerdasan mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan valid pada sebuah hubungan.

Sedangkan kecerdasan spiritual yang tersusun dari dua kata memiliki arti kecerdasan yakni kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi khususnya yang menuntut kemampuan berpikir. Sedangkan kecerdasan bisa diartikan dengan kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu dan kemampuan dalam menangani situasi yang baru. Lalu, apa hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual? Berikut penjelasannya.
1. Cara Menghadapi dan Memecahkan Masalah
Hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang pertama adalah untuk membantu ketika menghadapi dan memecahkan masalah. Hubungan kedua kecerdasan ini sangat berguna untuk menilai jika tindakan atau jalan hidup seseorang lebih memiliki arti dibandingkan dengan individu lainnya.
2. Meningkatkan Fleksibilitas
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual bisa terlihat dari sikap hidup yang luwes dan fleksibel. Individu tersebut akan dengan mudah bisa membawa diri dan mudah menyesuaikan diri dengan banyak situasi yang sedang dihadapi, tidak kaki atau selalu memaksakan kehendak.
Bisa diibaratkan dengan air, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual akan mampu menyesuaikan diri dengan bentuk wadahnya sehingga lebih mudah mengalah dan bisa menerima banyak kondisi atau keadaan.
3. Memiliki Kemampuan Refleksi Tinggi
Individu yang mempunyai kecerdasan emosional dan spiritual akan mempunyai kemampuan refleksi yang tinggi. Ia akan cenderung bertanya mengapa atau bagaimana seandainya sebagai kelanjutan dari apa dan bagaimana.
Individu tersebut juga senang bertanya atau merenungkan beberapa hal yang fundamental seperti dari mana asal manusia ini dan kemana arah hidup manusia, dari mana alam semesta dan mengapa ada takdir dan nasib dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu, individu tersebut juga akan mempunyai kemampuan tinggi dalam urusan analisis persoalan rumit dan juga persoalan metafisikan.
4. Memiliki Kesadaran Tinggi dan Lingkungan Tinggi
Hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual berikutnya adalah meningkatkan kesadaran diri seseorang. Kesadaran diri yang tinggi bisa diartikan jika seseorang sudah mengenal dirinya sendiri dengan sebaik baiknya. Individu tersebut sudah mampu mengendalikan diri sendiri seperti contohnya mengendalikan emosi dan berbagai dorongan lainnya.
Dengan mengenal diri sendiri, maka individu tersebut juga bisa mengenal orang lain, bisa membaca maksud dan juga keinginan orang lain. Kesadaran lingkungan tinggi meliputi kepedulian terhadap sesama, persoalan hidup yang dihadapi bersama dan juga peduli terhadap lingkungan alam seperti kecintaan terhadap flora dan fauna yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.
5. Meningkatkan Kontemplasi Tinggi
Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional yang tinggi juga akan memiliki kontemplasi yang tinggi yakni kemampuan untuk memperoleh inspirasi dari banyak hal, kemampuan untuk menyampaikan nilai dan juga makna pada orang lain dengan memberi inspirasi.
Selain itu, individu tersebut juga bisa mengamati banyak hal untuk bisa mengambil hikmah atau memperoleh inspitasi, mempunyai kreatifitas yang tinggi serta kemampuan inovasi yang berasal dari inspirasi yang sudah diperolehnya.
6. Memberikan Cara Berpikir Holistik
Berikutnya hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual adalah memberikan kemampuan berpikir secara holistik berarti bisa berpikir secara menyeluruh, mengaitkannya dengan banyak hal hal yang berbeda. Berpikir secara sistem, tidak terkotak kotak atau tersegmentasi.
Dengan cara berpikir holistik tersebut, maka terlihat hubungan antara satu hal dengan hal hal lainnya. Individu tersebut juga dapat menghargai perbedaan perbedaan dan bisa bersinergi. Ia akan berpikir jika segala sesuatu pada versi kecil yakni satu kesatuan sistem yang besar di mana kompnen komponennya akan saling mendukung sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri.
7. Bisa Menghadapi dan Memanfaatkan Penderitaan
Semua kesulitan hidup adalah ujian atau tempaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri seseorang. Untuk belajar melepaskan kelekatan duniawi, maka seseorang sebagai contohnya harus mengalami kehilangan barang, kehilangan orang yang sangat dicintai, kehilangan pekerjaan, jabatan dan segala hal yang berharga dalam hidupnya.
Sebaiknya, setiap orang bisa mengambil himah positif dari segala kejadian yang sudah dialami. Meski pada awalnya sakit hati pasti dirasakan karena sudah kehilangan sesuatu yang dimiliki, namun ketika memiliki kecerdasan emosional dan spiritual, maka nantinya seseorang bisa belajar untuk pasrah atau menerima kejadian yang sudah dialami tersebut.
8. Berani Melawan Arus dan Tradisi
Ada sebuah kebijaksaan yang berkata jika sebaiknya hidup seperti air yang mengalir yakni mengikuti kemana arus membawa kita pergi. Namun di sini kita ditantang untuk bisa melawan arus apabila memang diperlukan meski untuk melakukannya harus menghadapi perlawanan dari orang orang yang masih ingin mempertahankan tradisi tersebut.
Dalam kehidupan, kita ditantang untuk hidup seperti bunga teratai di mana meski hidup di atas lumpur, namun masih tetap dapat memperlihatkan keindahan tanpa harus tercemar oleh lumpur yang hanya bisa dilakukan ketika memiliki kecerdasan emosional dan spiritual berbeda dengan hubungan kecerdasan emosional dengan pengendalian diri.
9. Meminimalisir Kemungkinan Timbulnya Kerusakan
Untuk sekarang ini, kita semua sering mendengar tentang banyak bencana alam dan juga musibah yang terjadi di mana mana dan ini biasanya terjadi karena ulah dari manusia. Pemakaian bahan bakar terlalu berlebihan bisa menimbulkan efek rumah kaca sehingga bumi akan semakin panas dan akhirnya es kutub mencair, menaikkan permukaan laut kemudian menenggelamkan daratan yang rendah.
Selain itu, penebangan hutan yang dilakukan tidak terkendali juga bisa menyebabkan banjir lokal dan juga perubahan iklim dunia. Kecerdasan emosional dan spiritual merupakan kemampuan potensial untuk menjadikan diri sendiri agar bisa lebih menyadari dan juga bisa menentukan nilai, makna, moral, cinta dan juga kekuatan yang dimliki.
Dengan begini, maka individu bisa menempatkan diri dan hidupnya secara lebih positif, penuh dengan kebijaksanaan, kedamaian dan juga kebahagiaan yang hakiki. Kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional menjadi jalan untuk menuju sebuah kearifan untuk memperoleh kebahagiaan yang sejati.
10. Memberikan Manfaat Dalam Hubungan Sosial
Seseorang yang dihadapi dengan masalah ekstensi seperti ketika merasa terpuruk, terjebak karena kebiasaan, rasa khawatir pada masa lalu sebagai akibat dari kesedihan dan penyakit. Seseorang sadar jika memiliki masalah eksistensi juga membuatnya mampu untuk menangani atau setidaknya berdamai dengan masalah tersebut.
Hubungan dari kecerdasan emosional dan spiritual bisa memberikan seseorang sebuah rasa yang berhubungan dengan perjuangan hidup sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kepemimpinan. Kecerdasan emosional menjadi inti dari kesadaran seseorang dan hubungan hubungan tersebut bersama dengan kecerdasan spiritual membuat seseorang bisa menyadari siapa dirinya dan bagaimana individu tersebut memberikan makna terhadap keseharian pribadi dan juga seluruh dunia individu tersebut.
11. Mendukung Dasar Seorang Pemimpin
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual biasanya akan menjadi individu yang penuh dengan pengabdian, yakni menjadi seseorang yang bisa bertanggung jawab untuk membawa visi serta nilai yang lebih tinggi pada orang lain, bisa memberikan inspirasi pada orang lain sama halnya ketika memiliki hubungan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri.
Setiap individu nantinya bisa menjadi mandiri, proaktif, berpusat pada prinsip yang benar, digerakkan dengan nilai juga bisa membangun hubungan saling bergantung, kaya,langgeng sekaligus produktif dengan individu lain.
12. Meningkatkan Sikap Sesuai Agama atau Keyakinan
Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan juga spiritual nantinya juga bisa mengerti maksud dari pelajaran kehidupan. Kesulitan yang dihadapi nantinya bisa semakin tumbuh sehingga dalam proses pematangan dimensi spiritual juga akan berpengaruh.
Kecerdasan emosional dan spiritual yang dimiliki nantinya bisa memajukan seseorang karena belajar dari kesulitan juga akan mengasah kepekaan terhadap hati nurani.
13. Menjadi Dasar Kehidupan
Emosional dan juga spiritual merupakan dasar dari pemahaman akan kehidupan sama seperti hubungan kecerdasan emosional dengan kontrol diri. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual tinggi nantinya bisa menemukan makna atau memaknai dari segala sisi dalam kehidupan sehari hari.
Ujian nantinya hanya dipandang sebagai pendewasaan spiritual dan juga pemaknaan terhadap respons terhadap kehidupan. Nantinya, ruang di antara stimulus dan respons akan semakin besar yang kemudian membuat suara hati bisa terdengar semakin jelas.
Dalam penelitian dibuktikan jika kecerdasan emosional dua kali lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual untuk memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang. Ketika digabungkan dengan kecerdasan spiritual, maka akan membuat individu bisa belajar akan sesuatu dan menangani situasi situasi baru dengan lebih bijaksana. Demikianlah hubungan antara kecerdasan emosional dan spiritual menurut psikologi.

Related posts